NovelToon NovelToon
Te Amo Corazon

Te Amo Corazon

Status: tamat
Genre:Bullying dan Balas Dendam / Mafia / Roman-Angst Mafia / Diam-Diam Cinta / Tamat
Popularitas:350.4k
Nilai: 5
Nama Author: Rahma AR

Eldar adalah putra dari Aurora dan Aiden yang dibesarkan oleh om dan tantenya.

Maminya membunuh daddynya sendiri. dan tidak mau menerima kehadirannya.

Eldar tumbuh dalam.bayang bayang kejahatan maminya.

ini sequel dari not secondlead. Langsung baca ini juga ngga apa apa.

Terimakasih sudah mampir, ya....♡♡

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Rahma AR, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Pesona El

Pagi ini bersama Belinda dan Edmundo, mereka menjenguk mami kandungnya dan suaminya di rumah sakit internasional Madrid.

Keadaan mereka hampir sama. Masih koma dan sepertinya hanya dipaksa hidup dengan alat alat canggih seperti opanya.

Hati El miris karena jadi mengingat keadaan opanya.

Opa, bertahanlah sampai aku kembali.

El menatap Aurora dengan sorot ngga terbaca. Dia hanya mematung sementara Belinda terus saja berbicara pada orang tuanya.

Dia bingung, sebenarnya hati maminya seperti apa padanya. Perasaannya sempat menghangat melihat kenyataan yang terpapar di depan matanya.

Tapi ada rasa asing saat dia berada di dekat mami Auroranya. Tidak seperti saat bersama mami Daiva dan tante Rihana.

Dia bisa merasakan penerimaan yang baik dari keduanya hingga membuatnya merasa nyaman.

El pun ngga pernah bertemu mami Aurora secara langsung. Hanya secara ngga sengaja. Itu pun ngga pernah bertemu secara langsung. Kecuali selalu mendengar kata katanya yang sangat menyakitkan .

Tapi foto di dalam kamar tidurnya membuat hatinya resah. Dia merasa ngga nyaman.

Mengapa kalo memang mami Aurora sayang padanya tapi ngga pernah diungkapkan padanya

Saat melihat Diego, El tau kalo laki laki paruh baya ini baik dan mencintai maminya. Dia mengingat lagi kata kata Edmundo kalo laki laki ini ingin membawanya ikut bersama mereka.

Mungkin itu cinta yang luar biasa karena suami mami kandungnya mau mengasuh anak yang ngga ada hubungan darah dengannya.

Seperti mama Dajva dan daddy Xavi.

El menghela nafas panjang.

"Kita ke perusahaan. Kamu akan dikukuhkan jadi CEO menggantikan Diego," kata Edmundo pelan.

El hanya menganggukkan kepalanya. Perusahaan Salvatore lebih besar dua kali lipat dari milik keluarga besarnya.

Dia agak pesimis juga, apa sanggup mengendalikan perusahaan sebesar itu.

Tepukan lembut mampir di bahunya. Tatapan Edmundo menyiratkan kepercayaan padanya.

"Kita antarkan Belinda ke sekolahnya dulu."

Edmundo pun mendekati cucu perempuannya. Berbisik pelan.

Ketiganya pun menyusuri lorong rumah sakit dengan mendengarkan celotehan Belinda dan Edmundo. Hanya sesekali dan El bersuara saat adik tirinya itu bertanya. Tentu saja El menjawabnya dengan singkat.

El masih belum bisa mengakrabkan dirinya. Berbeda dengan Jennifer yang sudah sejak bayi dikenalnya. Tapi Jennifer ngga secerewet Belinda, walaupun sepertinya sifat kolokannya sama.

El dan Edmundo mengantarkan Belinda ke sekolahnya dan meninggalkan satu mobil yang berisi beberapa pengawal untuk melindungi adik tirinya

Setelahnya mobil melaju ke perusahaan Salvatore.

Sepertinya penyambutan untuknya telah dipersiapkaan.

El berusaha tetap tenang dan menampilkan wajah datar dan dinginnya.

Para pegawai menundukkan kepala.penuh hormat ketika dia melewatinya. Beberapa petinggi pun mendekat dan mengikutinya dan opanya hingga memasuki ruangan CEO.

El dapat melihat banyaknya pegawai perempuan yang cantik cantik dan seksi mengerling menggodanya. Dalam hati dia tersenyum mengingat seandainya Jayden yang ada di sini.

Setelah diperkenalkan pada beberapa.petinggi yang mengikutinya tadi, El kini hanya berdua saja dengan Edmundo.

"Aku percaya kamu bisa mempelajarinya dengan cepat."

El hanya mengangguk, dia kemudian berjalan ke arah dinding yang terbuat dari.kaca hingga dia bisa memandang jauh ke ujung langit.

Dia merindukan mami dan daddynya.

Edmundo menghela nafas panjang sebelum berbalik karena mendengar suara pintu yang diketuk.

"Sir, putri tuan Faustino datang ingin menemui anda," ucap Carmen, sekretaris CEO.

"Oh, pasti tentang kerja sama yang belum Diego dealkan. Ok," angguk Edmundo sambil berbalik menatap El yang sudah mendekat.

"Kerja sama yang diinginkan Carlo juga, opa?"

"Yah," kesal Edmundo. Gara gara kerja sama yang belum deal ini yang juga diperebutkan oleh Carlo Benedicto, putranya dan istrinya mengalami kecelakaan hebat.

Faustino lebih condong ke putranya padahal putranya tidak menawarkan apa pun. Sedangkan Carlo sudah banyak menawarkan banyak keuntungan jika Faustino memilihnya sebagai rekanan.

Ngga lama kemudian dua gadis cantik memasuki ruangan. El menduga kalo gadis yang berjalan paling depan adalah Samantha Faustino, sedangkan gadis di belakangnya adalah asisten atau sekretarisnya.

"Selamat pagi," sapa gadis yang diduga El sebagai Samantha.

"Pagi. Apa kabar Samantha," sambut Edmundo ramah.

"Baik, uncle."

Senyum Samantha terkembang manis untuk El yang membalasnya dengan kaku.

Edmundo tersadar kalo belum mengenalkan mereka.

"Kenalkan, CEO baru, El Salvatore."

El pun mengulurkan tangannya yang disambut ramah gadis cantik itu.

"Samantha Beatriz Faustino."

"El Salvatore."

Keduanya saling menatap sesaat sebelum El melepaskan genggamannya.

"Silakan duduk." El pun berjalan ke arah kursinya.

"Maaf seperti memaksa. Kami tau keadaan Tuan Diego sedang tidak baik, tapi Tuan Faustino tetap ingin jawaban secepatnya," ucap Samantha setelah dia dan El sama sama sudah duduk.

Sedangkan Edmundo dan asisten Samantha berdiri di samping mereka.

El yang tadi malam sudah sempat mempelajari sebagian proposal kerja sama yang diajukan serta keuntungan yang akan diterima, secara formalitas membuka lagi berkas yang barusan diserahkan lagi oleh Samantha.

"Apakah ada perubahan?" El dengan seksama membaca lagi.

"Tidak ada."

El terus memeriksa, karena dia ngga boleh sembarangan tanda tangan. Opanya Edmundo sudah menitahkan padanya untuk menerima kerja sama ini sesuai amanat Diego sebelum kecelakaan terjadi.

Hanya saja jika sekarang dia menerimanya, maka mereka seperti mengibarkan bendera perang pada Carlo Benedicto, yang sudah mereka curigai sebagai penyebab mami kandung dan suaminya kecelakaan.

"Sebentar." El masih meneliti draft draft perjanjian itu. Jangan sampai dia kecolongan.

Edmundo tersenyum lega melihatnya. Dia seperti melihat Aurora yang selalu cermat dalam membantu pekerjaan Diego dalam diri El. Memang disayangkan Aurora bisa tergelincir.

Menurutnya tipe tipe Aurora adalah gadis yang sangat menjaga image. Mungkin keputusasaan yang membuatnya memgambil langkah keliru.

Tapi baginya yang kaum mafia, dosa Aurora hanya bagaikan buih di lautan. Sudah biasa dilakukan oleh mereka. Bukan hanya sekali seperti yang pernah Aurora lakukan, bahkan sudah ngga kehitung.

Samantha memperhatikan El lekat. Baru kali ini ada laki laki yang mengacuhkannya. Padahal putra pertama uncle Benedicto selalu menggodanya tiap ada kesempatan.

Pria di depannya menurutnya sangat tampan walaupun berasal dari Asia. Tapi bukan seperti dari China atau Korea. Matanya ngga sipit dan kulitnya juga ngga terlalu putih. Tapi iris matanya berwarna abu abu.

"Kamu asli Indonesia?"

"Omaku keturunan Italia." El mendongak sebentar, setelahnya dia memerika berkasnya lagi.

"Oooh...." senyum Samantha karena dugaannya benar.

"Oke." Tanpa ragu El menurunkan tanda tangannya sebagai tanda perusahaannya setuju bekerja sama dengan keluarga Faustino.

"Senang bekerja sama dengan anda, Mr. El Salvatore." Samantha bangkit dari duduknya setelah menerima berkas dan mengulurkan tangannya pada El.

El ikut berdiri.dan menyambut uluran tangan itu.

Kali ini El merasa Samantha sedikit mer-em@s tangannya.

El hanya menaikkan sedikit sudut bibirnya hingga uluran tangannya dilepas gadis cantik itu.

"Salam buat daddymu. Jangan lupa datang malam ini, Samantha," senyum Edmundo yang menyadari tindakan menggoda Samantha pada El.

Wajar kalo El sangat mudah menarik perhatian lawan jenisnya. Dia sangat tampan dan terkesan dingin. Ternyata dia memiliki darah Italia dalam tubuhnya, Edmundo baru tau. Mungkin dari orang tua Aiden, tebaknya dalam hati.

"Ya, Uncle." Bibirnya tersenyum melihat El bangkjt dari duduknya dan ikut berjalan di sampingnya.

Bagi El, dia hanya melakukan hal biasa saja, karena mereka akan melakukan kerja sama dalam nominal yang luar biasa fantastis.

Setelah membukakan pintu untuk Samantha dan asistennya, tanpa ragu Samantha mengalungkan kedua tangannya di leher El.

"Selamat, ya dan sukses selalu."

CUP

Samantha mengecup pipi El sebelum pergi.

El ngga bereaksi apa pun. Dia menutup pintu dan berbalik menatap opanya yang tersenyum lebar.

"Ayo, kita pergi ke ruang meeting Klien kita sudah ngga sabar ingin bertemu denganmu. Kamu harus mengenalkan dirimu sebagai pimpinan mereka."

1
Komsiyah Komsiyah
masa dokter gak tau nama pasien nya
caramelate_
Ini dimana thor cerita yang 2? Kok ngga ada aku baru baca 😔
Novano Asih
artinya Thor 😄😄😄
Novano Asih
apakah Fadel???
Novano Asih
kok tua sih harusnya tau y😄😄😄merinding jd merindong🤣🤣
Novano Asih
Eldar kak bukan Erland 🤭🤭
Rahma AR: oiya hehe....🤭
total 1 replies
Novano Asih
Dr semua novelnya Rahma yg udah aku baca rata "anknya cuma satu kalaupun dua itu karena kembar
Novano Asih
emang nya Skylar nggak melihat rekam medisnya kan ada namanya
karin
sy mau gabung groupchat donk thorr
Rahma AR: ok... udh ya....
total 1 replies
Lia Kiftia Usman
kejamnya dunia....
semoga eldar kuat menghadapinya...

pelajaran berharga dari karya mu thor..
u menghargai sesama
Tutuk Isnawati
bagus
Boldz
namanya Skyla apa Skylar?
Rahma AR: skylar... suka.typo
total 1 replies
Wayan Sucani
Luar biasa
Wayan Sucani
Ya Tuhan..
Dbz Mar
lha..malah kebalik ini..dulu si Aiden yg badboy..skrg anaknya xavi yg Mlah ngikutin jejak oom nya🤭🤭
Sri Wahyuni
Luar biasa
3sna
bukan gk kebalik,tp menjg kewarasa hati dn pikiran sky,,
3sna
nah kan
3sna
diam2 sj ,gk ush bilng2 dulu tau2 berkembng aja
Maizuki Bintang
bgs
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!