NovelToon NovelToon
Merebut Hatimu Kembali

Merebut Hatimu Kembali

Status: tamat
Genre:Pihak Ketiga / Romansa / Cinta Murni / Lari Saat Hamil / Selingkuh / Cinta Terlarang / Tamat
Popularitas:17.1k
Nilai: 5
Nama Author: AnnaYoung

Setelah menerima penolakan Shena yang memilih untuk hidup bersama pria lain, dunia Joe Mafarulls tentu runtuh hingga hancur lebih dari apa yang dirasakannya ketika dulu gadis itu pergi jauh akibat terlalu sering ia lukai hatinya. Joe berubah menjadi pria kaku nan dingin.

Kehancuran yang dirasakan Joe nyatanya tidak berhenti sampai di situ saja. Saat gadis yang dicintainya itu dalam perjalanan menuju bandara, ia terlibat dalam kecelakaan hebat dan nahasnya menewaskan semua orang. Kecuali Shena. Gadis itu mengalami luka yang cukup serius dan berujung koma.

"Aku bisa saja merebutmu dengan paksa dari laki-laki mana pun! Tapi jika Pemilik Kehidupan yang mengambilmu, aku bisa apa?" Adakah seseorang yang bersedia merangkul pemilik segenap luka yang melumuri jiwa hampa seperti Joe? Jikapun ada, apakah Joe akan menerimanya dan berpaling dari Shena?

Kisah ini merupakan sequel kedua dari "JARAK ANTARA DUA HATI"

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon AnnaYoung, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 29 - Pemandangan Manis

Ini adalah kali pertama Zoe berkunjung ke rumah orang tua Lily. Sebelumnya memang hanya Papa Ruly dan Mama Amelia saja yang terhubung dengan keluarga ini, sedang dirinya sekadar kenal saja itu pun karena dekat dengan Lily.

Dulu, jauh sebelum Kriss dan gadis berwajah oriental itu menikah. Zoe sendirilah yang memperkenalkan keduanya. Tanpa ada niatan menjodohkan. Namun, ternyata mereka memiliki ketertarikan yang sama seiring pertemuan yang terus berlanjut.

Zoe sendiri tak menyangka, jika di lingkungan yang ditinggali oleh keluarga Lily terdapat seseorang yang mengalami gangguan kejiwaan. Tadi, untungnya ia dibantu oleh ibunya Lily dan juga beberapa warga hingga bisa lolos dari jeratan Ibu Neneng.

Sejujurnya, ia iba dengan nasib wanita itu. Berakhir gila karena ditipu oleh suaminya terdahulu. Setelah diselingkuhi, Ibu Neneng juga dibuat cacat mental, kemudian dikeruk pula hartanya.

Kondisinya kian terpuruk lantaran hal itu terjadi ketika dirinya tengah mengandung anak pertama mereka, lalu sang janin meninggal saat masih kandungannya berusia tujuh bulan.

"Cari tahu informasi lengkap tentang wanita tadi, dan segera laporkan padaku. Secepatnya!"

"Baik, Bos!"

Jiwa dermawan yang mengalir di dalam tubuh Zoe seketika muncul, ia ingin mengulurkan bantuan pada ibu-ubu malang tersebut. Tak butuh waktu lama, para orang-orang suruhannya mengirimkan data lengkap tentang Ibu Neneng.

Para bodyguard bayangan yang selalu mengikuti ke mana pun Zoe pergi.

Zoe akan membiayai seluruh biaya pengobatannya dengan pelayanan full VIP di rumah sakit jiwa, tempat di mana Ibu Neneng dirawat.

"Rumah Sakit Jiwa Simpati," gumam Zoe, membaca laporan melalui email. Rasa-rasanya ia tidak asing dengan nama rumah sakit tersebut. Namun, ... entahlah! Zoe tidak ingat.

Menjelang siang, ia tak lantas pulang ke rumah, tetapi terus melajukan mobil Roll royce yang dikendarainya ke sebuah hotel, tempat kejadian video viral.

"Putar videonya!" perintah Zoe dengan tegas.

"Siap, Pak!" Tak ada yang berani membantah. Para petugas bagian CCTV dan staff hotel tersebut begitu tunduk setelah tahu mereka tengah berurusan dengan keturunan Mafarulls.

Keluarga konglomerat paling berpengaruh di seantero negeri.

"Tunggu! Berhenti di menit ke-45!"

Lagi-lagi mereka menurut, memutar ulang video dan berhenti di menit yang sang tuan inginkan.

Dua petugas berpakaian serba hitam itu mundur beberapa langkah, memberi ruang pada laki-laki bertubuh tegap agar lebih mudah menjangkau monitor.

Mata Zoe menyipit, menatap tajam pada perempuan berpakaian serba biru dengan rambut panjang yang diikat ke atas.

Benar, tidak salah lagi. Itu adalah Lily.

Setelah puas dan yakin dengan penglihatannya, Zoe meminta salinan rekaman tersebut untuk ia jadikan bukti. Sebagai laporan pertama yang akan ia setor pada Papa Ruly.

Ia memang tidak bisa menangkap jelas wajah laki-laki yang berada di dalam video, tetapi Lily saja sudah cukup. Kalau bukan Kriss, siapa lagi?

"Terima kasih kerjasamanya, Pak! Permisi!"

"Sama-sama, Pak. Lain kali Bapak bisa hubungi kamu jika ada sesuatu mendesak seperti ini!" balas kepala bagian keamanan hotel dengan, ia bicara dengan penuh hormat dan sopan santun.

Zoe mengangguk kecil, kemudian kembali ke mobilnya yang ia parkir di basement hotel.

Seiring kepergian satu-satunya ahli waris keluarga Mafarulls tersebut, para petugas tadi sontak mengusap dadanya masing-masing. Lega dan mereka bisa bernapas lega. Berlama-lama dengan seorang penguasa, memberikan tekanan tersendiri untuk mereka.

Meski begitu, mereka tak menduga jika di akhir pria tampan itu tetap rendah hati dengan mengucapkan terima kasih. Tidak seperti para tamu kelas atas mereka yang lainnya. Angkuh, seperti tak mengenal tata krama.

"Sudah tampan, kaya, baik hati pula. Duh, kalau saya masih muda, saya rela jadi istrinya," kata seorang sekwan alias security wanita. Tatapannya penuh puja dan kekaguman.

"Situ rela, Pak Zoe yang gak rela!" seru semua petugas tadi. Semua orang tertawa, begitu juga sang sekwan. Ia tak sakit hati karena itulah kenyataannya.

...*...

...*...

Di rumah, tepatnya di bagian dapur bersih. Erlita begitu senang karena diberi kesempatan menemani Mama Amelia.

Dalam sekejap, ia merasa dirinya adalah wanita spesial karena hubungannya dengan Mama Amelia semakin akrab saja.

"Mama pintar sekali membuat kue!" puji Erlita saat melihat Mama Amelia mengaduk adonan.

Sementara dirinya hanya berdiri di samping, lebih seperti menjadi penonton daripada membantu pekerjaan.

"Mama memang suka membuat kue, Sayang. Apalagi kue ini kesukaan Mama dan Zoe. Dulu, biasanya kami membeli di toko kue langganan kami di ujung jalan sana, tetapi Shena menyarankan Mama agar mempelajari cara membuatnya saja. Soalnya ..., Zoe sukaaa sekali dengan kue ini."

Erlita tak langsung menanggapi, ia memutar bola matanya dengan malas setelah mendengar nama Shena disebut-sebut.

Shena lagi, Shena lagi. Bosan!

Ia terus menggerutu dalam hati.

"Maaf, Sayang. Mama gak maksud ...."

"Tidak apa-apa, Ma. Aku paham, kok, dulu kalian sangat dekat. Jadi, wajar saja kalau banyak kenangannya. Sekarang, ada aku yang akan selalu nemenin Mama." Erlita mengatakannya dengan sangat lembut, bahkan lebih lembut dari kulit bayi.

Ia silap menjilat kapan pun selagi itu bisa mengambil hati Mama Amelia, dan untuk memaksimalkan tujuannya, ia sampai memeluk tangan Mama Amelia begitu erat.

"Kamu memang gadis yang baik, Sayang. Gak salah Mama memercayai kamu." Entah sadar atau tidak, Mama Amelia mengusap pipi Erlita menggunakan tangannya yang kotor, penuh adonan.

Erlita yang merasakan ada sesuatu super lengket di pipinya sontak menarik diri dan mengusap titik tersebut.

"Ishhh, iiiih. Mamaaa ..., kotooor!" pekiknya, iq bahkan setengah merengek saking jijinya.

Sungguh, ia bukanlah wanita yang menyukai pekerjaan di dapur. Biasanya tinggal makan karena tak suka dengan proses pembuatan yang akan mengotori tangannya. Namun, ini ..., bagaimana bisa? Argh!

Erlita terus memekik dalam hati.

"Ya ampun, Sayang! Maaf, Mama gak sengaja!" Mulut Mama Amelia sampai membulat sempurna, begitu juga dengan matanya yang tampak terkejut.

"Aduh, bagaimana ini! Bersihkan wajahmu, Sayang. Ayo sana ke kamar mandi!" katanya lagi dengan tergesa. Ia menyentuh kedua pundak Erlita, kemudian mendorongnya pelan.

"Maaa, sekarang bahuku juga jadi kotor! Berhenti menyentuhku!" Kali ini pekikan Erlita lebih kencang, bahkan hampir menangis.

Bagaimana ia pulang nanti? Dirinya tak memiliki baju ganti.

Argh! Sial, sial, sial! Ini benar-benar lebih sial daripada lagunya Mahalini.

Setelah Erlita tak terlihat lagi, tawa yang sejak tadi ditahan oleh Mama Amelia akhirnya bisa ia lepaskan juga.

Shena yang menyaksikan semuanya dari sudut sana hanya tersenyum kecil sambil mengusap air mata yang kian berjatuhan. Diam-diam ia keluar kamar karena merasa suntuk, lalu meminta bantuan sang dokter.

Akan tetapi, tak disangka ia disuguhkan dengan peristiwa tersebut Di matanya, pemandangan barusan sangatlah manis. Mama Amelia akhirnya menemukan seorang gadis pilihannya yang bisa dijadikan teman, sekaligus menantu.

"Aku ingin kembali ke kamar," pinta Shena lirih pada Dokter Andrew.

"Baik, Mbak!" Dokter Andrew mendorong kursi roda dengan sangat hati-hati, lalu masuk ke dalam lift dan naik ke lantai dua.

1
Om Rudi
pertanda burung
Om Rudi
bau bau bajak laut namanya
Om Rudi
Vivian mah kucing, minta dielus
Om Rudi
Playboy Insyaf, hehehhehe
Om Rudi
semoga langgeng ceritanya
AnnaYoung: Pasti langgeng, Om, di NT. 😁
total 1 replies
Om Rudi
Joe kok jadi Zoe, Cantik? Bab 1 pakai Joe
AnnaYoung: Mulanya Zoe, aku mau ubah jadi Joe tapi malas kebanyakan. 😅
total 2 replies
Om Rudi
wadduh
Om Rudi
hahahaha banjir ini lho, khas nya Jakarta
Om Rudi
Om Rudi Hadir, Anna Cantik
AnnaYoung: Makasih, Om Rud. 🤩
total 1 replies
〈⎳🥑⃟HIATUS
Novel yang menarik ada manis-manisnya
Ada pedes-pedesnya
Ada pahit-pahitnya.
Nano-Nano memang.
Best-lah
〈⎳🥑⃟HIATUS
Untung menantu ibu baik. Coba kalau saya yang jadi Shena. Ibu udah saya buang ke kawah gunung.
〈⎳🥑⃟HIATUS
Istrinya Samuel 😂
Ya namanya bener sih
〈⎳🥑⃟HIATUS
Zoe anak pungut
〈⎳🥑⃟HIATUS
Heleh
〈⎳🥑⃟HIATUS
Nonton Exhuma
〈⎳🥑⃟HIATUS
Allahuakbar
〈⎳🥑⃟HIATUS
Kapan aku punya yang seperti itu? 😭
〈⎳🥑⃟HIATUS
Yeobo!
〈⎳🥑⃟HIATUS
Beliin aku juga Pak Zoe!!!!!
〈⎳🥑⃟HIATUS
Istrimu down Syndrome Pak makanya tantrum
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!