NovelToon NovelToon
Dibeli Sang Mafia

Dibeli Sang Mafia

Status: tamat
Genre:Romantis / Mafia / CEO / Dark Romance / Tamat
Popularitas:736
Nilai: 5
Nama Author: Valéria Bezerra

Di lelang gelap, seorang gadis dijual kepada penawar tertinggi. Pembelinya adalah Hendra Wirakusuma, mafioso yang ditakuti seisi kota, dingin, berbahaya, dan terbiasa mendapatkan apa pun yang ia mau.

Sekar tak punya siapa-siapa lagi. Ia dikhianati keluarganya sendiri dan kini terkurung di rumah pria yang seharusnya paling ia takuti. Namun di balik tatapan dan tangan yang berlumur dosa itu, ada sisi Hendra yang tak pernah dilihat orang lain.

Antara bahaya, rahasia, dan perasaan yang tumbuh tanpa izin, mampukah Sekar bertahan? Dan sampai di mana seorang mafioso rela melangkah demi satu perempuan yang ia beli?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Valéria Bezerra, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Tersegel dan Terkunci

POV Hendra

Aku bangun pagi-pagi sekali dan naik ke treadmill untuk jalan kaki. Berhari-hari tidak bergerak, berat badanku turun. Karena belum boleh angkat beban setelah operasi, aku mulai pelan-pelan dengan treadmill saja.

POV Sekar

Aku bangun dengan hati senang karena hari ini kembali ke sekolah, meski jujur aku agak tegang. Aku ingin cepat lulus SMA. Belum tahu apakah akan kuliah, tapi aku ingin membuka butik pakaian wanita, mungkin sambil ikut kursus manajemen supaya bisa mengelola usahaku dengan baik.

Setelah bersih-bersih, aku keluar kamar. Astaga, jangan-jangan hidupku sekarang cuma soal menabrak tembok otot ini?

POV Hendra

"Selamat pagi!" Aku tersenyum.

POV Sekar

"Selamat pagi, tapi cuma buat Tuan." Aku merapikan bajuku. "Hahaha, bercanda. Aku cuma mau membalas satu kejahatanmu." Aku tersenyum. "Selamat pagi!"

POV Hendra

"Kamu makin berani, ya... Bocah ingusan." Aku berlari masuk ke kamar.

POV Sekar

"Hendra, kembali ke sini... dasar badut." Aku menyusulnya ke kamar. "Memangnya kamu boleh olahraga?" Aku bertolak pinggang, menatapnya.

POV Hendra

"Aku tidak olahraga, cuma jalan sebentar di treadmill." Aku menyeka keringat.

POV Sekar

"Oke, butuh sesuatu?"

POV Hendra

"Kalau kamu mau memandikanku..."

POV Sekar

Kutatap dia. "Aku mau bantu Bu Beti menyiapkan sarapan, Hendra." Aku keluar, dan ia tertawa di belakangku.

POV Hendra

Aku mandi dan bersiap berangkat kerja. Aku harus kembali mengurus bisnisku. Lalu aku turun untuk sarapan, semua sudah menunggu di meja. Kami makan bersama, dan aku berangkat ke kantor.

POV Sekar

Pagi berlalu tenang. Hendra bilang akan mengantarku ke sekolah, tapi aku tidak terlalu percaya. Tak lama pekerjaanku selesai dan makan siang siap.

POV Hendra

"Selamat siang!"

POV Beti

"Siang, Nak, duduklah, kita makan."

Selesai makan, mereka naik ke atas.

POV Sekar

Aku bersiap, lalu turun menemui Pak Darto.

POV Hendra

"Ayo?"

POV Sekar

"Kamu benar-benar mau mengantarku?"

POV Hendra

"Dan menjemput. Sudah kubilang."

POV Sekar

"Soalnya aku..."

POV Hendra

"Kamu tidak percaya padaku. Tidak apa-apa, masih banyak yang akan kubuktikan padamu. Kita berangkat?"

POV Sekar

"Baiklah, ayo." Aku masih takjub.

Di sekolah...

POV Hendra

"Belajar yang rajin." Aku tersenyum sambil membukakan pintu mobil.

POV Sekar

"Terima kasih." Aku tersenyum dan turun dari mobil.

Ia pergi, dan aku menuju kelasku.

POV Lintang

"Selamat siang, cantik, apa kabar?" Kupeluk dia.

POV Sekar

"Syok dengan sikap Hendra."

POV Lintang

"Aku bisa bayangkan... Tapi hati-hati, ya. Jangan sampai kamu terluka lebih dari yang sudah-sudah."

POV Sekar

"Aku tahu. Aku tidak sebodoh yang orang kira. Bagaimana menurutmu soal Panji?"

POV Lintang

"Hih, ogah. Temannya Hendra pasti sama saja atau lebih parah. Aku tidak mau jadi korban."

POV Sekar

"Itu juga yang kupikirkan. Kemarin aku bilang begitu pada Hendra... dia langsung mencoba membantu temannya dengan bilang dia suka padamu."

POV Lintang

"Oh, begitu. Apa yang dia suka dari perempuan, tidak akan kuberikan padanya. Yang ini tersegel dan terkunci rapat untuk suamiku kelak... yang jelas bukan dia." Kami tertawa.

POV Sekar

"Kata-katamu kujadikan kataku juga." Kami tertawa bersama.

Tak lama pelajaran dimulai dan sore berjalan tenang. Sesudahnya kami ke perpustakaan supaya aku bisa mengejar pelajaran yang tertinggal dan belajar sedikit. Syukurlah semuanya aman, aku tidak akan ketinggalan.

POV Hendra

Halo, kamu di mana, aku sudah sampai?

POV Sekar

Di perpustakaan, belajar sebentar. Ini sudah mau keluar.

POV Hendra

Aku di pintu keluar.

POV Sekar

Aku keluar bersama Lintang, dan kami mendapat kejutan.

POV Lintang

"Ya ampun, nasibku." Sekar tertawa.

1
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!