NovelToon NovelToon
Putih Semu Jingga

Putih Semu Jingga

Status: tamat
Genre:Kehidupan Tentara / Menikah Karena Anak / Anak Genius / Hamil di luar nikah / Cinta Terlarang / Tamat
Popularitas:359.2k
Nilai: 5
Nama Author: NaraY

Ini bumi dimana tradisional dan modern bergabung.

Ramainya upacara pernikahan adat bergabung dengan tradisi pedang pora malam ini turut menjadi saksi bisu kealpaannya. Tanpa sengaja Letnan muda itu mabuk karena ulah para rekannya. Lebih parahnya lagi ia menyentuh seorang gadis yang sama sekali tidak di kenalnya.

Beberapa tahun berlalu, takdir mempertemukan dirinya dengan seorang anak laki-laki yang mirip dengannya. Matanya, hidungnya, bibirnya sampai perawakan tubuhnya bahkan sifat garang dan pemberaninya sangat mirip dengan dirinya.

"Saya terpaksa mencarimu."

"Apa kita pernah saling kenal?"

"Secara langsung tidak, tapi anak ini menuntunku agar kita saling kenal." Jawab wanita tersebut. "Pendopo kesultanan, usai pernikahan seniormu."

"Kamu.. gadis yang malam itu........."
.
.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon NaraY, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

29. Curiga.

Enam tahun kemudian.

"Galang.. Noven..!!" Bang Seno membentak kedua putranya. "Jangan ribut..!! Mama nggak enak badan, perutnya sudah besar."

"Kenapa Papa buat perut Mama jadi besar??" Tanya Noven.

"Mama hamil, bukan Papa buat perut Mama jadi besar." Kata Bang Seno.

"Tapi kata Mama.. Papa yang buat perut Mama jadi besar." Kata Noven yang selama ini memang terlalu pintar dan kritis menghadapi segala situasi.

Bang Seno terdiam dan mati kutu setiap Noven kritis dengan segala situasi dan kondisi. Putranya itu memang tidak bisa di bantah.

"Jadi benar ya kalau Papa yang buat Mama jadi sakit?' selidik Novendra.

"Ada apa ini? Kenapa Bang Galang sama Bang Noven nggak bisa diam??" Tegur Laras.

Telunjuk kedua putra Kapten Seno itu bersamaan menunjuk ke arah Bang Seno. "Papa berisik."

Pandangan mata Laras seketika mengarah pada Bang Seno dan Laras sudah mulai kesal karena suaminya senang mencari keributan dengannya.

"Nggak Dinda. Mas diam saja lho daritadi." Kata Bang Seno mencoba melindungi dirinya sendiri.

"Jangan berisik, perut sama punggung Laras sakit Mas." Laras terus saja merintih dan merengek sejak semalam.

Bang Seno yang paham keadaan istri tercintanya segera menghampiri dan mengajak Laras untuk duduk di sofa bed ruang tengah. Ia pun segera membantu Laras untuk perlahan merebahkan tubuh di sofa bed tersebut.

"Mas pijati ya..!!" Kata Bang Seno.

Laras mengangguk, lama kelamaan pijatan Bang Seno membuat Laras menjadi rileks dan mengantuk. Memang selama kehamilannya yang ketiga ini, kehamilan kali ini lah yang paling merepotkan. Laras lebih sering menangis dan merajuk bahkan tentang hal sekecil apapun.

"Mas.."

"Iya sayang, kenapa?"

"Tadi Laras hitung cabai rawit, ada seratus dua biji. Yah enam puluh tiga warna merah tua, empat puluh warnanya oranye, tapi sisanya antara hijau dan oranye. Laras sedih Mas.. mereka seperti kelompok yang terkucil." Kata Laras.

Kalau sudah begini Bang Seno hanya bisa mengoceh dalam hati tapi mau bagaimana lagi, bawaan orok mana bisa di cegah.

"Mas??????"

"Ya nggak apa-apa donk.. seperti kita manusia, ada yang kulitnya kuning langsat, sawo matang, bahkan lebih gelap dari itu namun semuanya sama-sama manusia. Jangan pernah membedakan." Ucap Bang Seno menenangkan hati Laras yang terkadang suka terbawa perasaan.

Laras terdiam, mungkin meresapi setiap kata Bang Seno padanya. Ia pun beralih menghadap ke sisi dinding. "Mas?????"

"Ada apa lagi?"

"Kemarin Laras melihat tubuh Laras di cermin. Kenapa Laras gendut sekali ya?" Tanya Laras.

"Biar gendut, Mas tetap suka." Jawab Bang Seno.

Laras beralih menatap kedua bola mata Bang Seno yang masih memijati tubuhnya. "Jadi benar ya Laras segendut itu?????" Tanya Laras lagi.

"Lho.. Dinda khan tanya 'kenapa Laras gendut sekali?', Mas hanya jawab saja." Jawab Bang Seno penuh logika dan tanpa rasa bersalah sama sekali.

Seketika itu juga Laras bangkit dari tidurnya dan menepis tangan Bang Seno. "Laras segendut apa sih???? Apa mas sudah bosan sama Laras karena wanita tentara yang baru datang di markas dan sering hubungi mas itu??"

"Kenapa ngomongnya jadi kesana kemari sih Dinda?" Bang Seno sudah bingung kalau Laras mulai ada gelagat ngambek.

"Oohh.. Tante yang pakai baju loreng yang naik mobil sama Papa kemarin ya Ma?" Kata Noven.

"Apaaaa????? Naik mobil sama Papa???"

Seketika Bang Seno panik mendengar pengaduan putranya padahal tidak seperti itu kejadiannya, di mobil tersebut ada dua orang wanita tentara dan empat orang anggota pria termasuk dirinya dan mereka sedang mengadakan peninjauan lapangan tembak untuk acara sinergitas antar abdi negara.

"Iya Ma, Papa senyum sama Tante cantik itu terus masuk berdua ke dalam mobil."

"Noveenn..!!!!" Tegur Bang Seno panik setengah mati.

Lirikan mata Laras sudah tajam menusuk. "Kalau memang tidak terjadi kenapa Mas harus panik??" Ucap Laras penuh selidik.

"Bagaimana tidak panik, anakmu yang pintar ini hobby sekali mengarang bebas. Bagaimana kalau Dinda salah paham dan malah buat kita jadi ribut??" Bang Seno sudah jujur mengungkapkan perasaannya namun memang tidak semudah itu Laras percaya padanya.

"Kalau begitu kemarin Mas kemana? Kenapa tidak bilang sama Laras?" Laras masih tetap melakukan penyelidikan.

Tau situasi mulai dalam tahap waspada, Bang Seno kembali mencoba untuk membujuk Laras. "Dadakan Dinda... Danyon minta Mas untuk berangkat, jadi Mas benar-benar lupa hubungi Dinda."

Laras masih terdiam namun kemudian ada panggilan telepon di ponsel Bang Seno. Bang Seno sudah mengabaikannya tapi siapa sangka Noven mengambil ponsel Papanya.

"Papaaa.. ada yang telepon Papa. Cantik nih.. namanya Serda Mariana." Kata Noven yang sudah bisa membaca.

Laras menepis tangan Bang Seno. "Urus saja itu Serda Mariana..!!"

"Noveeenn.. kamu ini pengen Mama sama Papa marahan ya??" Tegur Bang Seno pada putranya.

.

.

.

.

1
Mawar Merah
🤣🤣🤣🤣🤣🤣waduh bisa berabe urusanya ma daluman.sumpah perut q sakit bacanya ketawa terus👍👍👍
V-hans🌺
laras kayak wanita murahan bgt si maap maap ya thor
Si Memeh
Luar biasa
titiek
🤣🤣🤣 ada yang semua aman bang
titiek
🤣🤣🤣🤣
titiek
kok Asmarani??
titiek
😭😭😭😭😭
titiek
Ya Allah selamatkan Gilang.
titiek
jgn2 tu komandan yg ngasih obat dl ya
titiek
ni laki bnr2 ya. apa gak ngidam muntah2 ya seno 😁😁
Umun Munawaroh
good
fhittriya nurunaja
Luar biasa
Pipin Nurma
udah ku perbaiki ya kak bintangnya👍👍👍
Pipin Nurma
trima kasih kak nara udah di kelarin novelnya sampai END..ada kepuasan tersediri klo baca novelnya sampe selesai..💪💪💪💪👃 terus berkarua ya lak nara..
Pipin Nurma
kak nara jenapa sekarang gak ada lagunya lagi biasanya setiap novel kak nara pasti ada di sisipin lagunya😁😁😁✌✌✌
jadi bacanya gak tegang amat..🙏🙏
Rittu Rollin
mantaaaanbb
Rittu Rollin
ga ush dirayu², asal dsodorin ATM insyallah amarah lgs reda... hihihi
Nur Asiyah
keren aku suka...
cerita nya bikin hatinano2
Kusriyati Kusriyati
I💓U Thor karyamu luar biasa
Nazwan Faiq
awaaal baca sediiih tapi hadir lah noven yeeh ngakak sendiri dehh jadi 'y🤣🤣🤣
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!