Nayla Putri Atmaja (21) seorang gadis riang yang tengah menempuh pendidikan di sebuah universitas swasta di kota Jakarta, tak pernah menyangka hidupnya akan serumit ini setelah ia bertemu dengan Bayu Pratama (30). Seorang dosen muda yang mengisi mata kuliah di semester lima. Selain menjadi seorang dosen Bayu merupakan seorang pengusaha muda. Pria yang cukup sukses dan berpendidikan tinggi, namun menyandang status duda beranak satu.
Entah disengaja ataupun tidak pertemuan mereka di kampus menjadi awal kisah cerita mereka dimulai. Hidup Bayu yang semula terlihat begitu datar, kini berubah menjadi sangat menyebalkan ketika takdir mempertemukan dirinya dengan sosok Nayla yang memiliki sikap menjengkelkan, merepotkan, banyak maunya, bicara sembarangan dan blak-blakan. Sangat berbanding terbalik dengan kehidupan Bayu yang terlihat begitu tenang, datar dan tertutup.
Mau tau kelajutan kisah mereka selanjutnya? Yuk simak terus cerita Jodoh Tak Diundang...
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon saputri90, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
JTD Bab 29
Tak terasa mobil yang dikendarai oleh Bayu sudah sampai di lobby sebuah showroom mobil dengan brand ternama di Indonesia. Bayu menurunkan istri, anak dan juga pengasuh anaknya itu, tepat di depan lobby showroom.
"Turun, kok pada diem aja," ucap Bayu dari balik stirnya dengan memasang wajah datarnya kembali, ia menatap ketiganya secara bergantian, saat kendaraan yang ia kemudikan itu berhenti dan mereka yang tak mengerti maksud Bayu tak kunjung turun dari mobilnya.
"Bareng ajalah, Pih," sahut Nayla yang menatap wajah menyebalkan suaminya yang kembali memasang wajah dingin dan datarnya itu.
Sungguh menyebalkan bagi Nayla. Ia harus kembali melihat wajah suaminya seperti itu,sebenarnya ia sudah tak ingin lagi melihat suaminya memasang mimik wajah yang terlihat kejam bagi sebagian orang yang melihatnya, namun mau harus bagaimana lagi. Sudah menjadi kebiasaan Bayu memasang mimik wajah dingin dan datar sepert itu, akan sulit dihapuskan dari diri Bayu.
"Papi parkir mobil dulu Mih, kalian masuk duluan saja. Sengaja Papi berhenti di sini, supaya kalian gak ikut jalan terlalu jauh dan kepanasan," jelas Bayu pada istrinya.
Memang hari ini cuaca begitu terik, walaupun jam belum menunjukkan pukul 12:00 siang. Bayu begitu bersikap perhatian kepada anak dan juga istrinya itu, dia sosok pria Family Man yang sempurna di mata Nayla. Terbukti dengan sikapnya yang tak mau anak dan istrinya itu merasakan kepanasan walau hanya sebentar saja, ia merelakan dirinya untuk merasakan panas terik matahari seorang diri.
"Oh so sweet-nya suami aku,Papi gak apa-apa jalan sendirian? Gak iseng? Tapi kok Mami jadi khawatir Papi jalan sendirian nanti ya," Nayla menanggapi ucapan suaminya denga rasa penuh khawatir.
Bagaimana tidak, ia saat ini sedang berada di showroom mobil, dimana terdapat banyak sales promosion girl yang menggunakan rok mini dan berpenampilan aduhai disana. Ia khawatir suami barunya ini akan tergoda ataupun tercantok oleh salah satu diantara mereka.
Bayu yang tak peka malah menanggapi kekhawatiran Nayla dengan candaannya yang garing, tapi cukup bisa membuat Nayla tertawa dan kemudian kembali mengejek suaminya itu.
"Gak apa-apa kok Mih, gak iseng juga. Lagi puls gak akan ada hantu yang keluar dalam keadaan terang benderang begini, Mih. Mami gak perlu khawatir, Papi gak akan di culik sama Tante kunti dan sejenisnya kok disini," jawab Bayu yang memancing gelak tawa Nayla.
"Hahaha bisa aja si Papi, mereka juga mikir dulu kali Pih kalau mau nyulik Papi, kerena wajah mereka sama Papi itu lebih nyeremin wajah Papi loh,insecure mereka sama saingan mereka sendiri," tambah Nayla yang membuat putra sambungnya ikut tertawa.
"Hahaha iya bener Mami, wajah Papi itu suka nakutin banyak orang, lebih menakutkan dari zombie, buktinya semua orang takut sama Papi, apalagi orang-orang yang ada di kantor Papi, semuanya takut sama Papi kalau Papi datang, Mih," tambah Sultan yang makin membuat Nayla tak bisa menghentikan tawanya.
"Benarkah itu sayang? Hahahaha Mami jadi pengen pergi ke kantor Papi dan liat respon mereka saat Papi datang deh," sahut Nayla yang bertanya pada sang anak sambung seraya melirik sang suami yang sudah terlihat bertanduk.
"Benar Mami, Sultan gak bohong," jawab Sultan meyakinkan Nayla. Kemudian keduanya tertawa renyah membuat Bayu kesal.
"Sultan, Mami...! Sudah cukup menertawakan Papi! Sekarang cepatlah kalian turun! Semakin lama kalian tidak turun, semakin kepanasan nanti Papi jalan untuk menyusul keberadaan kalian di dalam," pinta Bayu dengan nada meninggi meluapkan kekesalannya pada anak dan istrinya.
"Ow..owww Papi marah.Oke deh kalau gitu, kita keluar, tapi jangan lama-lama ya Papi nyusulin kita, Papi gak maukan kalau nanti kita berdua diculik Om-Om ganteng di dalam sana? Ingatlah istri mu ini sangat cantik mempesona," Nayla masih saja tak berhenti untuk meledek sang suami yang sudah nampak kesal.
"Ya gak lama lah Mih, paling cuma sebentar, gak usah ngomong yang aneh-aneh. Gak akan ada yang niat menculik kamu Mih, udah berisik, banyak maunya pula. Apalagi anak kamu tuh tukang jajan, bisa bikin Om-Om yang nyulik kalia itu bangkrut dalam seketika," ucap Bayu ketus dengan cibirannya, ia mulai memancarkan aura kecemburuannya saat Nayla menyebut Om-Om akan menculik dirinya di dalam nanti.
"Hahaha cemburu ya Pih?" tanya Nayla yang menoel dagu Bayu seraya mengedipkan mata genitnya pada sang suami.
"Nggak. Ngapain cemburu sama Mami, buang waktu Papi aja!" kilah Bayu, padahal di hatinya sudah panas membara.
Tak akan terbayangkan jadinya oleh Bayu. Jika istrinya di rebut orang lain untuk kedua kalinya. Jika saat dipernikahan pertamanya ia bisa mengalah dan membiarkan Linda pergi meninggalkannya demi pria lain tapi untuk kali ini ia tak akan rela Nayla direbut oleh siapapun.
"Ya deh kalau gak cemburu gak apa-apa, nanti kalau Mami di deketin pria lain, Papi jangan marah ya?"
"Gak, Papi gak marah cuma ngamuk,"
"Hahahaha...." Nayla dan Sultan kembali tertawa lepas yang makin membuat Bayu merasa kesal. Jangan tanya bagaimana Suster Mirna yang sedang berusaha kuat menahan tawanya agar tidak pecah dihadapan para majikannya.
"Cepet turun! Ketawa terus kalian, jadi beli mobil tidak Mih?"
"Jadi dong, ini udah mau turun kok. Papi awas ya kalau lama nyusulinnya! Mami hukum Papi nanti loh,"
"Hemmmm .... Iya," jawab singkat Bayu dengan tatapan tajamnya.
"Yuk kita turun jagoan Mami, kita borong mobil yang ada disini, suster juga yuk kita turun!" Ajak Nayla pada keduanya.
"Hidupku sekarang jadi penuh drama,semua ini karena Nayla. Memintanya untuk turun dari mobil saja sebegitu sulitnya, tapi aku bahagia Sultan bisa tertawa selepas ini sekarang," batin Bayu yang memandangi anak dan istrinya ketika mereka turun dari mobilnya.
Ketiganya berjalan masuk ke dalam showroom. Kedatangan mereka di sambut seorang sales wanita bernama Nita.
"Selamat siang, ada yang bisa kami bantu Nyonya," sapa Nita ramah pada calon customernya itu.
"Cantik banget nih sales, awas aja kalau Mas Bayu kepincut, siap-siap tuh torpedo jadi sop,"batin Nayla yang mengagumi kecantikan sales wanita yat menyapanya.
"Siang juga Mba Nita. Di sini gak ada sales laki-laki ya?" balas Nayla yang membuat Nita mengerutkan kedua alisnya.
"Tentu ada Nyonya," jawab Nita dengan tanda tanya besar pada dirinya, kenapa calon costumernya ini malah mencari sales laki-laki bukan cari mobil yang akan mereka beli?
"Kalau ada tolong panggilkan ya! Saya mau dilayani sama sales laki-laki saja," pinta Nayla yang seketika membuat wajah Nita tertekuk.
Dengan berat hati Nita undur diri dari hadapan Nayla. Ia berjalan menghampiri Anto, teman prianya sesama sales marketing di showroom itu sembari menggerutu di dalam hatinya, "Ada ya, orang kaya dia. Apa bedanya dilayanin gue sama dilayanin sama cowok, ribet banget sih jadi orang,"
emang bener-bner si Nayla