“Terimakasih, untuk pengkhianatan yang kau lakukan dengan sahabat ku! karena dengan itu, aku mendapat kan laki-laki yang membuat merasa beruntung setiap hari..”
~~~Ayumi Diwangkara~~~
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Sanayaa Irany, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab.29 Rencana Tika dan Kiara
“Oke.. Aku mengerti, akan kulakukan sesuai perintah mu!” jawab Dokter Kiara dengan senyum menyeringai.
“Bagus, jangan biarkan Ayumi itu menikahi Bara!”
“Kau tenang saja, kau pikir aku rela kehilangan tambang emas ku?? Aku sudah curiga kalau Bara bukan dokter biasa, dia punya bisnis lain.. Dulu tak sengaja aku melihat nya masuk ke dalam perusahaan SDJewelry dengan pakaian khas CEO nya seusai bertugas dirumah sakit,” imbuh Kiara lagi.
“Yaa.. Aku juga baru tahu saat acara pertunangan ku kemarin, ternyata dia sangat kaya Raya!” Tika juga bersuara, ia seakan menyesal kenapa lebih dulu bertemu Leo.
“Kuta bisa partner yang baik untuk menghancurkan Ayumi Tika,”
“Sudahlah Kiara, aku mau masalah ini cepat selesai.. Jangan banyak membual, aku tidak suka!” Tika beranjak dari sana, dan pergi meninggalkan Kiara.
“Dasar sombong, setelah aku jadi Nyonya Bara Surya Darma, aku tidak akan pernah sudi mengenal nya lagi! tak cantik tapi gaya nya selangit!” umpat Kiara kesal setelah Tika pergi.
**
Keesokan hari nya.. Ayumi beserta mama nya, dan Bara juga beserta Melisa mendatangi butik langganan keluarga Surya Darma untuk fitting baju pengantin.
Ayumi hanya menginginkan pernikahan yang sederhana namun elegan, dia tidak ingin pesta yang mewah dan mengundang banyak orang, ia ingin hanya kerabat dekat saja yang hadir, dan tentu saja keluarga Bara menyetujui hal itu.
“Hai jeng Melisa.. Wah.. Itu calon menantu mu ya?” Sapa Bu Alen owner dari butik itu.
“Hai Bu Alen.. Iya ini Ayumi.. Calon menantuku," Melisa memperkenalkan Ayumi pada Bu Alen.
“Wahh cantik sekali Jeng, cocok sekali dengan anak ganteng ku ini!” Bu Alen mencolek dagu Bara dengan gemas.
“Cocok ya Bude.. Alhamdulillah!”
“Iya cocok, awas ya kalau sampai kamu sakiti hati nya, bude remes jantung mu itu!” semua orang tertawa mendengar candaan dari Bu Alen dan Bara.
“Ini kebaya untuk Neng Ayumi, warna nya sesuai dengan yang diminta, putih tulang.. Dan ada ornamen mutiara kecil dan Berlian..” Bu Alen menjelaskan, dan menunjukan kebaya sesuai pesanan dari Melisa, Bu Alen juga turut memperlihat kan beskap yang akan digunakan Bara, karna acara mereka sebentar lagi, setidaknya untuk acara yang dadakan, gaun nya juga harus tetap bagus, Bara dan Yumi rencana akan melakukan resepsi setelah mereka benar-benar bisa ambil cuti yang sedikit panjang, karena proses pengajuan cuti harus jauh-jauh hari dan gak bisa dadakan.
“Ayo kalian tes masing-masing sana,” seru Melisa pada anak dan calon menantu nya, mereka langsung setuju dan masuk keruang ganti ditemani beberapa karyawan Bu Alen.
Selang beberapa saat kemudian Bara keluar lebih dulu, ia nampak gagah menggunakan Beskap putih tulang dengan aksen Berlian kecil sama dengan kebaya yang digunakan Ayumi.
“Duh.. Kamu tampan sekali sayang.. Beskap nya sudah pas di badan kamu.. ya Kan Bu..”
“Iya.. Sepertinya sudah tidak perlu di ubah lagi, tinggal saya kencangkan sedikit saja..” tambah Bu Alen.
Dan tak lama setelah itu, Ayumi keluar dengan dibantu oleh karyawan Bu Alen, kebaya putih tulang itu sangat cocok dengan Ayumi, pilihan warna nya bagus dan pas sekali dengan warna kulit nya, Bara memandang takjub calon istri nya, Ayumi terlihat berkali-kali lipat cantik nya.
“Ya ampun sayang? Kamu cantik sekali..” kini Lydia juga menatap takjub putri nya, ia tak menduga sebentar lagi Yumi akan melepas masa lajang nya.
“Iya cantik sekali sayang, ya kan Bar..” Melisa menyenggol lengan putra nya, untuk menggoda nya, karena sejak tadi Bara tak berkedip sama sekali.
“Iya Cantik.. Kita nikah sekarang aja yuk!”
“Eehhh sabar dong!” jawab Melisa, Lydia dan By Alen bersamaan.
“Kebaya nya sudah pas kan sayang, atau kamu mau cobain yang lain?” tanya Bu Alen.
“Gak usah Bu, saya sudah suka dengan kebaya ini.. Dan yang terpenting calon suami saya suka melihat saya memakai yang ini..” jawab Ayumi malu-malu.
“eemmm sayang.. Udah kita nikah sekarang aja hayukk!” Jawab Bara gemas, ingin sekali rasanya ia menggendong Yumi menuju KUA untuk segera menghalalkan mereka berdua.
Semua orang hanya tertawa dan geleng-geleng kepala melihat kekonyolan Bara ini.
Disela-sela keseruan mereka fitting baju pengantin, Ada telepon untuk Ayumi.
“Halo sus?”
(Dokter Ayumi.. Anda diminta segera datang kerumah sakit saat ini juga karena dokter Yudha meminta bantuan anda untuk operasi,)
“Sekarang Sus? tapi saya sudah izin loh!”
“Iya Dok.. Dokter kepala sendiri yang menyuruh saya menelpon dokter!) jawab Sang suster diujung sana.
“Oke.. Kalau begitu saya langsung kesana.”
Telepon dimatikan.
“Kenapa Yum?” tanya Bara.
“Aku diminta dokter kepala untuk membantu Yudha operasi hari ini mas, gak apa-apa kan aku tinggal kerumah sakit, sehabis itu kita langsung izin untuk gak nangani pasien di hari pernikahan kita besok!” jawab Ayumi.
“Yaudah Ayo aku antar, biar cepat sampai..”
“Oke.. Aku ganti baju dulu!”
Setelah berganti baju, Ayumi dan Bara langsung pergi kerumah sakit. Kedua orang tua mereka hanya memandangi mereka yang perlahan mulai menjauh.
“Beberapa hari lagi mereka menikah, tapi kedua nya sama-sama sibuk..” gumam Lydia pelan, namun masih bisa didengar oleh Melisa.
“Mereka mencintai profesi mereka mbak.. Kita sebagai orang tua hanya bisa mendo'akan yang terbaik untuk anak dan calon menantu kita.
“Iya sih Mel.. Tapi perasaan aku kok gak enak ya sama Ayumi hari ini, sejak pagi.. Aku ngerasa takut gitu..” imbuh Lydia, memang sejak pagi ia sudah merasa tidak nyaman, seperti akan ada sesuatu yang terjadi, ia sudah menceritakan itu pada suami nya, namun Bario menjawab, itu hanya perasaan Lydia saja sebab Ayumi beberapa hari lagi akan menikah.
“Jangan berpikiran yang aneh-aneh mbak.. Mudah-mudahan acara anak-anak kita akan tetap berjalan lancar..”
“Aamiin!”
*
Ayumi dan Bara sudah tiba dirumah sakit,
“Sayang kamu gak capek? gimana kalau aku aja yang gantiin kamu untuk bantu Yudha!” tawar Bara.
“Gak usah mas, gak profesional namanya.. Kita bagi tugas aja.. Kamu temui dokter kepala untuk minta izin supaya kita free dihari pernikahan kita saja, gimana?”
“Oke.. Kamu semangat ya.. Inget fokus .. Jangan mikir yang aneh-aneh!”
“Iya sayang..”
Setelah itu Ayumi langsung menuju ruang ganti untuk berganti baju operasi dan memasuki ruang operasi.
Ini operasi ketiga Ayumi untuk tranplantasi ginjal, operasi-operasi sebelum nya selalu berjalan lancar, sedangkan untuk Yudha ini adalah operasi kedua nya.
“Dokter Yudha..”
“Hei Dok.. Dokter Ayumi yang ambil alih jadi dokter utama ya.. Saya sedikit pusing hari ini dok.. Boleh kan?”
“Boleh.. Saya baca dulu sebentar berkas nya..”
Dokter Yudha menyerahkan file berisi tentang materi operasi kali ini, ada yang lain.. Sorot mata dokter Yudha seperti mengisyaratkan sesuatu..