Xiao Feng adalah Tuan Muda dari salah satu Keluarga Besar di sebuah Kota, Dia di anggap "sampah" karena tidak bisa berkultivasi tetapi memiliki sifat yang pantang menyerah dan harga diri tinggi yang tidak mau di kasihani.
Saksikanlah Perjalanan "Xiao Feng" dalam menjalani kehidupannya di dunia -Yang Kuat Memakan Yang Lemah-.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon @Rzaa, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab. 29 - Kekacauan
Di sisi Xiao Zhen kini ia mulai membantai banyak kultivator berpakaian hitam bersama dengan kedua Tetua nya.
Slash!
Brukkk...
"Mereka terlalu banyak cepat atau lambat aku pun akan tumbang karena kehabisan Qi "Ujar nya melihat sekelilingnya masih banyak sosok-sosok hitam itu.
Xiao Zhen kemudian ingin bergerak ke tempat Tetua Xiao Tang yang tak jauh dari nya, Tetapi insting nya untuk bertahan hidup bekerja dengan cepat lari dari tempat nya itu, Sepersekian detik sebuah bilah energi menghancurkan tempat nya berdiri tadi.
Boomm..
"Ohh, Xiao Zhen kau masih seperti dahulu begitu cepat sampai dengan mudah nya menghindari pukulan telak meski pun itu di titik buta mu "Kata seorang paruh baya yang muncul setelah kata-kata itu jatuh.
Xiao Zhen dengan cepat mengalihkan pandangan nya kemudian menampilkan sosok itu setelah asap menghilang.
"Yu Wei sudah kuduga bahwa kau pastilah bersangkutan dengan ini semua, Meski aku tak begitu mengerti tetapi ini kemungkinan berkaitan dengan tekanan Keluarga Huan "Kata Xiao Zhen yang berdiri tegak memandang Yu Wei saat ini memberontak.
"Hahahhaha... Xiao Zhen seperti biasa kau begitu pintar, Tetapi yang terjadi kali ini tidak lah sepenuhnya salah "
Mendengar itu kerutan tampak di dahinya 'Apakah mungkin ada seseorang di belakang nya 'Batin Xiao Zhen.
"Kau pastilah sadar dengan kekuatan mu saat ini mustahil untuk mengalahkan ku "
"Heh, Kau memang tangguh di Ranah Jalan Kesengsaraan Lapis 7 tetapi bukan berarti tak terkalahkan dan juga aku tidak berkata menghadapi mu sendirian "Tepat saat Yu Wei berkata sosok paruh baya yaitu Patriak Zu muncul di samping Yu Wei.
Graakk!!!
Gertakan gigi terdengar dari Xiao Zhen melihat kemunculan Zu Jin 'Sial meskipun aku tetap unggul melawan Yu Wei tetap akan sangat merepotkan jika bersama Zu Jin '
"Yu Wei sudahi bicaramu kita harus cepat mungkin Tuan akan murka tugas sekecil ini membutuhkan banyak waktu "Ujar Zu Jin memandang semua orang dan berhenti saat melihat arah Xiao Zhen.
"Yaa, Mari kita mulai dari dia lebih dulu "Kata nya yang kini bergerak ke arah Xiao Zhen, Zu Jin hanya diam dan ikut bergerak.
Zhep! Zhep!
Melihat kedua pemberontak itu bergerak ke arah nya Xiao Zhen kemudian mengeluarkan Pedang nya yang kemudian mengeluarkan Api setelah di aliri Qi milik nya.
Xiao Zhen kemudian menerjang ke arah datang nya Yu Wei dan Zu Jin yang sudah mengeluarkan Pedang dan Belati mereka.
Yu Wei lebih dahulu tiba dan bentrokan dengan pedang api milik Xiao Zhen.
Trangg!!!
Ketika bentrokan terjadi Xiao Zhen yang kini sudah meningkatkan kewaspadaan nya ketingkat tertinggi nya merasakan fluktuasi Qi yang berpotensi membahayakan nyawa nya muncul dari samping kanan nya.
Dengan cepat memutar tubuh nya dengan kaki terayun mengarah pada dada Yu Wei untuk menjauhkan nya sebelum diri nya menghindar.
Bamm!
Whussss
Yu Wei yang kini menstabilkan tubuh nya setelah mendapat tendangan yang berisi Qi sudah mulai berdiri kemudian melihat ke arah Xiao Zhen "Sial meski di bawah kombinasi kita dia tetap bisa menghindar "Yu Wei menggertakkan gigi nya yang mengetahui ketangguhan Xiao Zhen meningkat dari terakhir mereka bertarung dulu.
"Hmm, Meski begitu ia tetap terdesak. Ayo serang cepat atau lambat ia akan kelelahan akibat kehabisan Qi milik nya "Ucap Zu Jin yang kini mengeksekusi teknik nya.
"Teknik Belati Pembunuh ~ Tebasan Darah "
Melihat pergerakan Zu Jin, Yu Wei juga tidak mau ketinggalan.
"Teknik Pedang Angin ~ Amukan Badai "
Whoossss
Whoossss
Kedua teknik itu bergerak ke arah Xiao Zhen dengan kecepatan tinggi, Melihat itu Xiao Zhen hanya bisa membalas nya karena tak sempat membuat pertahanan.
Aura Xiao Zhen pun meledak dengan gila.
"Teknik Pedang Bulan ~ Gerakan Pertama, Bilah Bulan Sabit "
Sraing!
Boom! Boom! Boom!
Duaaarrr
Xiao Zhen kemudian mengeluarkan Teknik yang membuat Keluarga nya bisa menjadi unggul selama ini, Setelah nya ketiga teknik itu bertemu kemudian menghasilkan ledakan yang cukup besar.
Di sela-sela ledakan itu terlihat sosok yang terlempar dan membentur dinding Colosseum.
Duaarr..
Brukk
"Uhukk... S-sial efek dari bentrok itu cukup membuat aku terluka dalam "Sosok yang terlempar itu adalah Xiao Zhen yang jarak nya cukup dekat dari benturan itu dengan cepat ia mengeluarkan Pill Penyembuhan untuk mengurangi sedikit rasa sakit nya.
***
Di sisi Xiao Feng yang kini sedang berhadapan dengan 2 sosok hitam dengan Ranah Kondensasi Qi Lapis 1.
Whussssh
Boomm
"Ugh, Bocah sialan aku akan mencincang tubuh mu "Raung Sosok itu yang kini di terbangkan oleh Xiao Feng dengan sebuah tendangan, Begitu pun dengan teman nya yang sudah terpental ke dua arah berbeda.
'Aku harus mengakhiri ini dengan cepat, aku harus memastikan keselamatan Kakak Yun dan Kakak Ying secepat nya 'Batin Xiao Feng yang mengabaikan teriakan lawan nya yang tengah marah kepada nya.
"Aku tidak memiliki banyak waktu untuk bermain dengan kalian maka dair itu, Matilah! "Ujar Xiao Feng dengan tatapan tajam nya.
Aura Xiao Feng pun meledak saat ia mengeluarkan Pedang Pembunuh Dewa nya. karena ingin dengan cepat membunuh kedua lawan nya.
"Teknik Dewa Perang ~ Gerakan Kedua, Bilah Kematian "
Sraingg!
Sraingg!
Ia kemudian mengayunkan Pedang nya sebanyak dua kali yang masing-masing mengarah kepada sosok hitam itu.
Di tempat sosok itu mereka dapat merasakan kekuatan Xiao Feng yang ternyata jauh berada di atas mereka berdua dari ledakan auranya saja.
Dan sekarang mereka merasakan apa itu ambang kematian bahkan jika mereka tak memakai penutup wajah kita bisa melihat wajah mereka yang sudah pucat pasi, Mereka hanya bisa mengeluarkan pertahanan terkuat mereka untuk menahan Bilah pedang kehitaman yang Xiao Feng keluarkan.
Swinggg!
Krakkk...
Krakkk...
Melihat pertahanan yang terbuat dari Qi mereka mulai terjadi retakan hanya ada satu yang terlintas di kepala mereka yaitu memohon pengampunan.
"T-tuan muda a-ampun kam-..."
Srakkk!
Buukkk
Buukkk
Kata mereka yang terpotong karena bilah milik Xiao Feng lebih dulu memotong tubuh mereka layak nya memotong tahu.
Xiao Feng bahkan tak melirik mereka setelah nya dan pergi ke Arena Saudara dan Saudarinya bertanding karena ingin memastikan apakah mereka masih berada di sana saat kekacauan sekarang ini.
***
Di suatu tempat terdengar berbagai suara ledakan akibat pertarungan.
"Uhuk... Hei Baj*ngan apa yang kalian lakukan Hah? apakah kalian tidak takut Tuan Kota tahu akan hal ini? "Kata Seorang pemuda yang terlihat melindungi dua wanita yang berada di belakang diri nya.
"Xiao Yun kau begitu banyak berbicara yang harus kau tahu bahwa kota ini akan jatuh kepada dua keluarga dan saat itu terjadi Keluarga Huan dan Xiao akan terhapus "Kata Pemuda yang terlihat memimpin beberapa orang.
"Kami hanya ingin menangkap Putri Huan Zi karena diri nya begitu cantik bahkan bakat nya juga jauh di atas kami itu membuat kami bertiga iri pada nya "Kata salah satu pemuda yang memiliki paras yang sama dengan pemuda yang berada di samping nya.
"Br*ngsek selagi aku masih berada di sini kalian para pemberontak tidak ada bisa menyentuh Putri Huan Zi "Teriak Xiao Yun yang masih mencoba berdiri akibat luka yang di berikan Zu Mo, Yu Hong, Yu Hung dan beberapa sosok hitam
Ya, Xiao Yun pergi dengan cepat ke Arena 1 berniat membawa pergi Xiao Ying bersama diri nya ke tempat yang aman. Tetapi sesampai nya di sana ia melihat Xiao Ying itu tengah bertarung bersama seorang Gadis Cantik di bawah kepungan beberapa sosok hitam. Melihat itu ia pun dengan cepat ikut membantu dan terjadi lah pertarungan yang membawa nya ke situasi nya saat ini.
...****************...
baca'a sdh serius ujung"a ga sampai tamat