Warning : Tolong jangan Boom Like ya
Kimberly adalah seorang gadis berusia 25 thn, dia adalah seorang juara bela diri tingkat dunia, Kimberly berhasil menjadi juara bela diri tingkat dunia selama 5 tahun berturut turut, selain hebat dalam bela diri Kimberly juga seorang hacker yang sangat handal.Dimasa kekayaannya Kimberly tiba-tiba dinyatakan mati tanpa alasan, tapi hal aneh terjadi saat dia membuka mata Kimberly dia terbangun di sebuah kelas dan terlihat seorang guru perempuan memarahinya tanpa alasan jelas
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon @hartati_tati, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Jebakan
Tok tok tok tok tok
"masuk"
Bi ilma membka pintu kemudian masuk kedalam kamar vanessa, bi ilma menoleh kesamping kanannya dan melihat vanessa sedang duduk di meja belajarnya, vanessa terlihat sibuk dengan kamputernya, bi ilma melangkah mendekati vanessa kemudian meletakkan nampan berisi jus dan dessert yang vanessa minta.
Dengan hati hati bi ilma meletakkan nampan tersebut agar tidak menimbulkan suara, setelah meletakkan nampan bi ilma melangkah keluar dari kamar vanessa, langkah bi ilma berhenti saat mendengar namanya di panggil, bi ilma menoleh menatap vanessa yang juga menatapnya dengan sebuah senyuman yang penuh arti.
"apa ada yang nona muda butuhkan lagi"
Vanessa tidak menjawab pertanyaan bi ilma, vanessa berjalan menghampiri bi ilma, tangan vanessa terangkat tepat di depan wajah bi ilma, vanessa melempar beberapa kertas tepat di wajah bi ilma.
"apa ini nona"
"lihatlah sendiri"
"kenapa anda melemparnya ke wajah saya, apa nona sedang menghina saya"
"aku tidak sedang menghina bibi, apa bibi tidak penasaran dengan kertas yang aku lempar tepat di wajah bibi, aku yakin jika bibi melihatnya bibi pasti akan sangat sangat kaget"
"memangnya kertas apa ini, kenapa saya akan kaget jika melihat kertas ini"
"lihatlah sendiri bibi pasti suka dengan kejutan yang ku buat, ini khusus untuk bibi"
Bi ilma mengambil selembar kertas yang berada di lantai, saat membaca isi kertas tersebut mata bi ilma membelalak kaget kemudian tangannya dengan cepat meraih kertas yang lain dan membacanya, wajah bi ilma menjadi pucat pasi saat dia membaca semua kertas yang vanessa lempar ke wajahnya tadi.
Saat mengambil kertas terakhir tangan bi ilma di injak oleh vanessa, bi ilma meringis saat tangannya di injak dengan sangat keras, vanessa berjongkok di depan bi ilma, Kakinya masih menginjak tangannya bi ilma, vanessa mengambil kertas yang ingin di ambil oleh bi ilma.
"coba kita lihat kertas apa ini, oh astaga ini adalah data hasil penggelapan uang gaji para pelayan, coba kita lihat berapa uang yang telah kamu gelapkan, Daebak 769 juta, wow jumlah yang sangat besar"
"mau kamu apakan ini semua hah"
"coba tebak apa yang akan aku lakukan dengan ini semua, jika aku menyerahkan hal ini pada mama dan papa apa yang akan terjadi, tidak tidak aku tidak akan menyerahkan pada mereka tapi aku akan menyerahkan hal ini pada kak kai, menurut apa yang akan terjadi"
"dasar jal**g kecil, jika kamu berani melakukan hal itu aku akan menghabisi mu"
Vanessa melepaskan tangan bi ilma yang dia injak, kemudian melangkah mundur, vanessa menunjuk sebuah flashdisk yang berada di tangannya dan menggoyangkan flashdisk tersebut.
"semua bukti kejahatan mu ada di dalam flashdisk ini, jika ingin menghabisi ku sebaiknya kamu lakukan sekarang karena jika aku keluar dari kamar ini maka dapat aku pastikan hidup mu akan hancur"
"DASAR JAL**G SIALAN!!!!!"
Bi ilma menghampiri vanessa yang tersenyum licik ke arahnya, tangan bi ilma menjambak rambut vanessa dengan sangat keras hingga membuat vanessa terheyung karena jambakan dari bi ilma, bi ilma memukul mukul kepala vanessa dengan keras.
Dari luar pintu thalia menyaksikan hal tersebut, dia berlari ke lantai bawah kemudian berteriak dan mengatakan bi ilma sedang mengamuk pada vanessa, mendengar teriakan dari thalia melinda dan elvan yang berada di rumah langsung berlari ke kamar vanessa untuk memastikan apa yang dikatakan oleh thalia.
Dan benar saja mereka melihat bi ilma mengamuk memukul dan menampar vanessa, melinda yang melihat itu syok, bi ilma tidak lagi memukul vanessa tapi dia mencekik leher vanessa dengan sangat kuat hingga membuat vanessa susah bernafas, elvan menghampiri bi ilma kemudian menjambak dan menarik rambut bi ilam kemudian menghepaskan bi ilma dengan sangat kencang hingga tubuh bi ilma limpung dan menabrak meja di sampingnya, tidak berhenti sampai di situ elvan mengijak dan menendang tubuh bi ilam beberapa kali, elvan baru berhenti menendang bi ilma saat telinganya mendengar jeritan melinda yang panik melihat keadaan vanessa yang sangat berantakan, rambut vanessa acak acakan, wajahnya merah dan sedikit lebam.
"uhuk uhuk uhuk ma-mama to-tolong vanessa ma" vanessa berbicara dengan terbata bata dia memegang lehernya yang di cekik oleh bi ilma.
"vanessa kenapa kamu bisa seperti ini sayang, apa yang terjadi pada mu"
"ma sakit vanessa kesakitan bi ilma mencekik vanessa dengan sangat kuat, vanessa kesulitan untuk bernafas, tolong vanessa ma" air mata jatuh membasahi wajah vanessa, dia menangis sesungukkan, badan vanessa bergetar karena tangisannya, melinda memeluk vanessa mencoba menenangkan putrinya tersebut, melinda melirik elvan yang masih berdiri di samping bi ilma yang sudah pingsan, melinda memberika isyarat tangan untuk membawa bi ilma keluar, elvan mengangguk dan menyeret tubuh bi ilma.
Thalia melihat bi ilma yang tidak sadarkan diri di seret oleh elvan, thalia mengalihkan pandangannya pada vanessa yang berada dalam dekapan melinda yang sedang berusaha menenangkan putrinya, tubuh thalia menegang saat melihat vanessa menatapnya dengan wajah datar, tatapan mata yang tajam walau sedang menangis serta seringai yang menyeramkan, bulu kuduk thalia meremang dia merinding melihat vanessa, thalia menunduk lalu pergi dari depan kamar vanessa, jantungnya berdetak sangat kencang dia takut dengan vanessa, thalia meremas bajunya dan berharap jika dia tidak salah dalam memilih keputusan yang dia ambil, sebisa mungkin thalia akan menghindar dari vanessa dan tidak berhubung apapun kecuali sebagian pelayan dan majikan.