Aluna Geanata seorang Dokter muda yang dijodohkan dengan Putra dari teman Papanya bernama Radit, Aluna berusaha menerima perjodohan itu tapi berbeda dari Radit, Radit ingin menolak karna sudah punya seseorang dihatinya.
Takdir mempertemukan Aluna kembali dengan masa lalunya lewat Radit.
Kisah cinta Aluna hampir sama dengan kisah cinta anaknya nanti.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Dwi Karyani, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
29
Beberapa bulan berlalu
Di kamar, Aluna sedang mengobrol berdua dengan Revan.
"Kau yakin tidak ingin menunda yang kedua?" tanya Revan
Aluna mengangguk
Revan mulai mencium lembut pipi Aluna.
"Aku mencintaimu selamanya" ucap Revan
"Aku juga, kita akan tua bersama dan melihat anak-anak kita menikah" ucap Aluna
Pagi hari saat bangun, Revan mencium kening Aluna.
"Selamat pagi istriku" ucap Revan
"Pagi" ucap Aluna
Mereka tersenyum bahagia
"Sepertinya Kiara nangis, kita lihat dulu" ucap Aluna
Aluna dan Revan masuk ke kamar Kiara.
"Tadi saya terlambat buat susu" kata Kinta
"Ya sudah biar saya yang pegang, o ya hari ini kau bisa libur sebentar, karna kami bertiga mau jalan-jalan" kata Aluna
"Iya makasih" kata Kinta
"Pulang sebelum sore" ucap Aluna
Kinta mengangguk dan langsung keluar dari kamar Kiara.
"Aku mandiin Kiara dulu" ucap Alina
"Iya, aku juga mau mandi" ucap Revan
"Kiara cantik nanti kita jalan-jalan sama papi" ucap Aluna saat menimang Kiara.
Mereka bertiga pun pergi ke taman.
"Di sini anginnya gak kuat, jadi aman untuk Kiara" ucap Revan
"Bukankah itu Radit" ucap Aluna saat melihat Radit.
"Ya, dia sedang serius melukis" ucap Revan yang ikut melihat ke arah Radit.
Revan memanggil Radit.
Radit melihat mereka dan langsung mendekat sambil tersenyum.
"Kalian di sini, si cantik juga di sini ternyata" ucap Radit saat memegang hidung Kiara.
"Maukah kau mengambil foto kami?" tanya Aluna
"Ah iya sini kamera Kakak" kata Radit
Radit mengambil beberapa foto dan sesekali ikut berfoto bersama mereka.
2 bulan berlalu
Aluna ke rumah sakit sendirian
"Selamat lo kehamilan kedua sudah memasuki usia 9 minggu" ucap Indah
"Jangan kasih tau siapa\-siapa dulu ya, aku ingin memberikan kejutan" ucap Aluna bahagia
"Iya pasti" kata Indah yang ikut tersenyum
Aluna tersenyum bahagia dan memegang perutnya.
Aluna pergi ke rumah orang tuanya.
"Kau terlihat bahagia?" kata Mamanya
"Kalian akan punya cucu kedua" ucap Aluna antusias
"Benarkah?" tanya Hadi bahagia
"Iya, sudah masuk minggu ke 9" kata Aluna
"Apa Revan sudah tau?" tanya Indira
"Na berencana memberitahunya hari ini, o ya Ma, Pa, Aluna mau makan malam di sini, habis makan malam baru pulang" ucap Aluna
"Ya baiklah ayo makan, sudah lama juga kita tidak makan bersama" ucap Indira
Mereka makan bersama, Aluna melihat kedua orang tuanya dengan bahagia.
Setelah makan
"Kau harus cepat pulang kasian Kiara di tinggal lama" kata Hadi
"Iya Pa" ucap Aluna
Aluna berjalan menuju mobil tapi berbalik lagi.
"Pa, Ma, Aluna mencintai kalian" ucap Aluna
"Kami juga" kata Indira penuh senyuman.
Aluna melaju pulang dan sampai rumah
"Apa tuan sudah pulang?" tanya Aluna
"Iya, dia di atas lagi bicara dengan..." ucap Ela
Belum sempat Ela meneruskan bicara, Aluna langsung naik ke atas dengan bahagia, karna tidak sabar ingin memberitahukan berita bahagia.
Aluna naik pelan\-pelan ke atas dan melihat pintu kamar tidak ditutup. Wajah Aluna berubah serius.
Di balkon
"Aku sudah mengingatkanmu sebelumnya jangan seperti ini, aku sudah punya keluarga, aku tidak mau kau menghancurkan keluargaku " ucap Revan tegas
Aluna kaget saat ada pembicaraan
"Kak aku yang lebih dulu mengenalmu, aku yang lebih dulu mencintaimu, aku tidak bisa setiap hari melihatmu mesra dengannya," kata Hana
Aluna tidak bisa mendengar dengan jelas tapi tetap melanjutkan jalannya dengan pelan saat menuju balkon.
Aluna kaget melihat Hana menarik Revan dan menciumnya.
Aluna shock dan mematung, Revan melepaskan diri dan kaget melihat ke sampingnya ada Aluna yang perlahan berjalan mundur sambil menitikkan air mata.
"Aluna kau jangan salah paham" kata Revan
Aluna berlari keluar, Revan mengejarnya.
Aluna masuk ke kamar Kiara.
"Aluna" kata Revan pelan
Aluna mencium Kiara dan mengangkatnya.
"Kau ingin kemana?" tanya Revan khawatir
"Aku akan membawa Kiara bersamaku" ucap Aluna dengan penuh air mata.
"Aluna tadi tidak seperti yang kau lihat," ucap Revan berusaha menjelaskan.
"Kau ingat sewaktu aku masih SMA, kau bilang jangan percaya yang kau dengar tapi percaya dengan yang kau lihat, sekarang aku melihatnya, aku percaya apa yang aku lihat" ucap Aluna
Aluna berjalan pergi
"Kau bisa menenangkan diri dulu di rumah Mama dan Papa, tapi Kiara biarkan di sini, ini sudah malam dia gak bisa kedinginan" bujuk Revan
"Baiklah besok aku akan menjemputnya" ucap Aluna sambil membaringkan kembali Kiara.
Revan memegang tangan Aluna
"Besok kau harus mendengar penjelasanku"
Aluna hanya berlalu pergi dengan penuh air mata.
Disepanjang jalan Aluna masih menangis.
Aluna menghapus air matanya, tapi air matanya menetes terus.
Aluna datang lagi ke rumah orang tuanya.
"Aluna kenapa kau kembali lagi, kenapa kau menangis, siapa yang menyakitimu?" tanya Mamanya
Aluna hanya diam sambil menangis
"Katakan" desak Papanya
"Ma, Pa, Na ingin istirahat, besok baru cerita" ucap Aluna.
tapi kalau lupa kenapa dia tau klau Dy 2 kali kecelakaan, apa dia sengaja ganti identitas?
siapa Karin, apa anak mereka?
dasar Revan, laki2 sama di mulut lain kelakuan lain. nyesek rasanya jadi Aluna