Shu Xiang Li seorang gadis yang kehilangan kekasihnya, Lian Cheng. membuatnya patah hati dan merasakan kesedihan yang mendalam, tiga tahun kemudian Xiang Li melihat seorang pria yang tidak lain adalah pengusaha sukses pemilik Li Yuan Group yang bernama Li Zheng Yuan, yang sangat mirip dengan Lian Cheng.
Apa reaksi Xiang Li saat melihat Li Zheng Yuan yang mirip dengan kekasihnya yang telah meninggal itu?
Dan apa reaksi Zheng Yuan di saat bertemu dengan wanita asing yang tiba-tiba memeluk dan menangis di pelukannya?
Di saat Li Zheng Yuan menyelidiki tentang Fan Lian Cheng dia mengetahui satu kebenaran yang membuatnya marah besar terhadap Ayahnya, Li Suen.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon linda huang, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Shen Ni ketakutan
Keesokan harinya
Villa Keluarga Li
"Suen ge, hari ini aku masak makanan kesukaan mu" ucap Shen Ni yang sedang makan siang bersama suaminya
"Iya terima kasih, tadi aku menyuruh Afang masakan sop untuk kesehatan mu di minumlah nanti setelah selesai makan"
"Baik, akan ku habiskan"
"Semalam kau pergi ke mana bersama teman mu? kenapa bisa keluar sampai 4 jam baru pulang? jangan lupa kamu sudah hamil jadi harus berjaga-jaga setiap pergerakan mu"
"Iya aku tahu, aku akan lebih perhatikanya. Suen ge, apa sudah memikirkan nama untuk bayi kita?"
"Belum, ini masih lama, nanti baru kita cari nama yang sesuai"
"Bagaimana jika di beri nama Zheng Fu?" tanya Shen Ni
"Kenapa nama Zheng Fu?"
"Nama kakaknya adalah Zheng Yuan, jadi adiknya bernama Zheng Fu, apalagi Fu artinya adalah beruntung, jadi anak ini membawa keberuntungan untuk keluarga kita, bukankah begitu?"
"Bisa juga, sebuah nama yang bagus"
"Baiklah kalau begitu aku akan membuat kalung untuk nya dengan nama Fu"
"Ini masih 8 bulan lebih lagi tidak perlu terburu-buru" kata Li Suen dengan santai dan sambil menyantap makanannya
"Baiklah" jawab Shen Ni dengan senyum
"Fu er anak mama yang membawa keberuntungan untuk Mama mu, dengan adanya kamu maka hidup Mama akan lebih mewah" batin Shen Ni dengan yakin
"Suen ge, aku ingin minta sesuatu"
"Kau ingin meminta apa?"
"Aku ingin villa yang memiliki halaman besar dan luas serta mobil" pinta Shen Ni dengan bersikap manja
"Villa dan mobil bukankah kita sudah ada? kenapa kau ingin membelinya lagi?"
"Mungkin saja ini permintaan anak kita, lagi pula jika di beli juga tidak salahkan? setelah Fu er di lahirkan aku bisa membawanya ke sana" jelas Shen Ni
"Dia belum usia sebulan, dan ini masih terlalu cepat"
"Ini tidak cepat, aku melihat ada villa mewah di tepi jalan besar sana, pemandangannya sangat indah, untuk ibu hamil sangat sesuai, selama masa kehamilan aku ingin tinggal di sana"
"Kenapa ingin tinggal di tempat lain? sini juga sangat luas dan memiliki halaman yang indah"
"Suen ge, aku tahu jika Yuan er melihat ku dia pasti marah dan bertengkar terus dengan mu, lagi pula aku sedang hamil tidak baik jika mendengar kalian bertengkar terus dan aku tidak ingin Yuan er mengejutkan anak kita" ucap Shen Ni dengan sengaja
"Jika dia datang maka kau di kamar saja, sifatnya memang keras, dan ini adalah kesalahan ku padanya" kata Li Suen
"Apakah Suen ge tidak berencana membeli villa dan mobil yang ku katakan tadi?"
"Rumah ini juga milik mu dan mobil yang kau gunakan juga milik mu, kenapa harus beli baru? lagi pula aku sudah lama pensiun jika ingin mengeluarkan uang sebanyak ini harus dari Zheng Yuan, dia yang memegang keuangan Li Yuan Group" jelas Li Suen
"Kalau begitu mintalah padanya, ini juga adiknya, dia telah memiliki segalannya jadi Fu er harus ada juga. Suen ge, jangan lupa ini anak kita apa yang Yuan er miliki Fu er harus memilikinya ini baru adil"
"Aku mengerti tapi untuk Fu er masih belum di lahirkan, jadi tahun depan kita baru lihat saja"
"Tahun depan ingin melihat apa?" tanya Zheng Yuan yang tiba-tiba datang
"Yuan er, mari makan bersama" ajak Li Suen yang masih sedang menyantap makanannya
Melihat kedatangan Zheng Yuan membuat Shen Ni merasakan kebencian
"Tuan muda, silahkan makan" sebut Afang dengan sopan
"Terima kasih, Bibi Fang" ucap Zheng Yuan dengan senyum
"Bagaimana dengan Li Yuan belakangan ini?" tanya Li Suen dengan melihat ke arah putranya itu
"Baik-baik saja" jawab Zheng Yuan sambil menyantap makanan
"Yuan er, ini udang saos makanlah ini adalah kesukaan mu dan Papa mu" kata Shen Ni dengan pura-pura senyum
"Aku hanya suka masakan Mama ku, karena yang dia masak rasanya paling lezat" jawab Yuan er dengan dingin
"Bibi Fang semakin lama semakin pintar memasak, aku malah merasa ingin menariknya menjadi koki ku" ucap Zheng Yuan dengan sengaja
"Yuan er, Bibi mu ingin membeli villa dan mobil kau atur nanti uangnya" kata Li Suen
"Keluarga kita tidak kekurangan villa dan mobil, lalu kenapa harus beli lagi?" tanya Zheng Yuan dengan sengaja
"Yuan er, ini bukan keinginan ku, ini hanya permintaan adik mu, jadi harus di turuti" jelas Shen Ni dengan senyum
"Usia nya blm sebulan bagaimana caranya dia meminta?" tanya Zheng Yuan dengan tatapan tajam
"Namanya juga anak dan ibu, tentu saja aku bisa merasakan apa yang ada di pikirannya" jawab Shen Ni dengan alasan
"Hahahahah, lucu sekali" kata Zheng Yuab dengan ketawa kecil
"Kenapa kau ketawa?" tanya Shen Ni
"Bayi masih dalam kandungan sudah bisa meminta villa dan mobil, apalagi kalau sudah dewasa bukankah semakin banyak permintaannya? Bibi Shen, jangan terlalu memanjakannya jika dia mau tunggu saja setelah dia dewasa maka aku yang akan membelikan untuknya, asalkan dia sedarah dan semarga dengan ku apa pun yang dia mau pasti akan ku turuti" ujar Zheng Yuan dengan sengaja
"Suen ge, ini?" ucap Shen Ni yang meminta pembelaan
"Yuan er, Fu er adalah adik mu belikan saja" kata Li Suen
"Fu er? nama yang bagus, tapi aku tidak bisa membelikan untuknya. begini saja bagaimana kita tunggu dia di lahirkan dan di saat itu aku akan membelikan mobil dan villa untuk Fu er dan aku rasa ini akan lebih bagus, anggap saja aku sebagai Kakak menyambutnya datang ke keluarga kita, bukankah ini lebih bagus?"
"Benar sekali apa kata Yuan er, kalau begitu kita tunggu saja kau melahirkan baru kita beli" ucap Li Suen dengan melihat ke arah istrinya
"Tapi Suen ge?"
"Bibi Shen, bersabar saja untuk apa kau harus terburu-buru, kita tidak kekurangan villa atau mobil, kau juga bisa tinggal di rumah ini dan bebas keluar masuk dengan mengunakan mobil Papa ku, bukankah hidup mu sudah lengkap"
"Shen Ni, ada benarnya kata Yuan er, di saat Fu er di lahirkan maka kita beri dia mobil dan villa sebagai hadiah untuk nya" ujar Li Suen
"Bibi, apa kamu memiliki saudara di ShangHai ?" tanya Zheng Yuan dengan sengaja
"Yuan er, Bibi mu tidak miliki saudara sama sekali, kenapa kau bertanya seperti itu?" jawab Li Suen
"Tidak, semalam aku melihat Bibi keluar dari hotel bersama seorang pria, aku kira adiknya atau saudara" jawab Zheng Yuan dengan sengaja
Mendengar perkataan Zheng Yuan wajah Shen Ni menjadi pucat dan gemetaran
"Shen Ni, apa benar yang di katakan Yuan er? siapa pria itu?" tanya Li Suen dengan penasaran
"Ah..tidak ada, aku rasa mungkin hanya salah melihat saja, semalam aku keluar dengan teman ku" jawab Shen Ni dengan merasa cemas
"Apa mungkin aku salah melihat? apakah semalam pakaian Bibi berwarna kuning rok selutut?"tanya Zheng Yuan dengan tatapan kejam ke arah Shen Ni
"Kata Yuan er benar, semalam pakaian mu memang berwarna kuning, kenapa kau bisa keluar dari hotel dan siapa pria itu?" tanya Li Suen lagi