Up tiap hari
pliss.... jangan lupa tinggalkan jejak
Ilmy Amelia adalah sosok gadis yang cantik dan juga pemberani, tapi ia juga sosok gadis yang sangat cuek pada sekitarnya, itu di karenakan sosok ilmy mempunyai kekuatan dapat melihat makhluk halus, ia juga dapat mengetahui masalalu orang lain.
Dimas adalah sosok arwah yang entah mengapa bisa melupakan kejadian disaat ia meninggal.
Pertemuan antara ilmy dan juga bima yang secara tidak sengaja, bisa membuat dimas mengingat sepenggal masalalunya.
Akankah ilmy membantu bima......???
Apakah yang sesungguhnya terjadi dan ada hubungan apa antara bima dan Ilmy....????
Penasaran....???
Nantikan kelanjutan ya......
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Dark Queen, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Season 29
Selamat membaca
Akibat ulah Dion yang tiba-tiba bangun membuat Ilmy dan Sinta melompat kearah Billy dan Randy, alhasil mereka berempat jatuh saling menindih, Sinta tepat di atas Billy dan Ilmy tepat di atas Randy.
"Hei....!!!, Kenapa loe pada tiduran di bawah sih...???" tanya Dion tampa dosa.
"Sialan loe Dion....!!!, ini semua gara-gara loe tau...!!!, kenapa juga loe tiba-tiba bangun sih...??? Ngagetin kita aja.." Sinta yang mengomel sambil bangun dari tubuh Billy.
"Ia...!!!, Bener tuh sin..!!!, emang sial dah gue hari ini... " tambah Ilmy lagi yang juga berusaha bangun dari tubuh Randy.
"Lu pada yang berisik tau...!!!, ngegangu gue aja yang lagi tidur nyenyak." jawab Dion lagi sambil menguap.
Setelah mereka bertempat bangun, mereka mulai memperhatikan wajah Dion yang cemong akibat ulah kedua gadis jail di depan mereka.
"Ha haha ha ha ah" tawa mereka berlima yang melihat hasil lukisan di wajah Dion.
"Kenapa loe semua pada ketawa hah...??? Apa yang lucu...??? Kenapa ketawanya ngadep ke gue...???." Dion merasa bingung kenapa dirinya di tertawai.
"Nga..., nga ada apa-apa..., hanya saja tampang loe lebih cocok seperti ini Dion.." jawab Sinta sambil tersenyum puas.
"Gila lu pada...!!!, au ah... Laperrr nih gue.. " Dion keluar tenda bertujuan untuk mencari makan, tapi ia mendapatkan tatapan aneh di sertai tawa di setiap ia berjalan.
"Kenapa sih lu pada...??? Apa yang lucu coba...???." Dion mencoba bertanya lagi pada teman-temannya, dan salah satu murid datang membawa cermin untuk memperlihatkan wajah Dion.
"Sebaiknya loe lihat sendiri deh...!!!, kenapa kita semua pada ketawa ngeliat loe...???." salah satu murid langsung memperlihatkan wajah Dion di cermin yang ia pegang.
"APA......!!!, sial..., ini pasti ulah kedua gadis nakal itu...???." Dion langsung menggelap mukanya dengan tangannya sendiri, walaupun ia tahu itu tak akan berguna, ia berjalan kembali menuju tenda nya untuk mencari gadis pembuat onar.
"Ilmy......!!!, Sinta......!!!. " teriak Dion yang sudah ada di depan tenda.
"Mampus dah kita...!!!, si Dion bakalan ngamuk nih..." Sinta dan Ilmy mencoba mencari tempat untuk berlindung dari singa jantan yang siap menerkam mereka berdua.
"Loe berdua mau sembunyi di mana hah...???, sini nga loe berdua...!!!, akan gue balas loe pada...." Dion sudah siap dengan spidol di tangannya.
"He he he he... Pisss..... Dion tampan sejagad raya, jangan marah yah..., Pliss" Ilmy dan Sinta mencoba meminta pengampunan, tapi sepertinya itu sia-sia.
"Sudah terlambat..... !!!." gumam Dion dan tersenyum aneh, ia langsung menangkap Sinta dan melukis di wajah Sinta, Sinta mencoba meminta tolong kepala Ilmy, tapi Ilmy malah kabur lebih dulu, membuat harapan Sinta pudar sudah.
'Ilmy..... !!!, Awas yah loe ninggalin gue...!!!," Sinta mencoba mengancam sahabatnya itu, tapi yang di ancam malah cengar-cengir sendiri.
"Maaf ya ta...., gue akan terima hukuman dari loe entar, jadi loe nikmati dulu bersama Dion, gue ada urusan... Dah...." Ilmy langsung lari keluar dari tenda dan mendapat sumpah serapah dari Sinta yang sedang terpojok oleh Dion yang sedang memegang spidol berwarna merah di tangannya.
"He he he...., Dion...., itu tadi ide si Ilmy...., jadi kalau loe mau balas dendam, sepertinya loe salah orang deh.... " Sinta mencoba bernegosiasi dengan Dion saat ini, berharap Dion mau melepaskannya.