NovelToon NovelToon
Twins Revenge War

Twins Revenge War

Status: tamat
Genre:Action / Fantasi / Petualangan / Supernatural / Balas Dendam / Anak Genius / Tamat
Popularitas:508.7k
Nilai: 5
Nama Author: Nagi Sanzenin

Kaoru menghabiskan malam panas dengan CEO Organisasi tempat Sang Kakak menjualnya. Tanpa diduga peristiwa di malam tersebut memberikan Kaoru anak kembar yang sangat genius.

Sakaki Akira, CEO dingin dengan tatapan mata rajawali. Pria tampan yang menguasai alam semesta, menundukkan siapa saja yang berani menatapnya, menyibak habis semua status dan menjadikan mereka rakyat jelata.

Terjadi kesalahpahaman tentang peristiwa 8 tahun lalu diantara Si Kembar dan Sang Ayah...

Si kembar akan membalas dendam Kaoru. Hancurkan Organisasi Sakaki Akira, beri hukuman terberat pada Sang Kakak yang berani menjual ibu mereka.

Perang yang sebenarnya menanti, kita hidup dalam different world, tak ada yang tak mungkin dalam dunia Paralel. Petualangan balas dendam Twins menjadi kunci penghubung antar dunia.

Dimulailah perjalanan mereka melakukan pembalasan dan mencari kebenaran...


Novel ini adalah karya pertama dan masih dalam tahap pengembangan.

Genre: Action, Adventure, Comedy, Drama, Fantasy, Romance, School, Slice of Life, Thriller, Supernatural, Super power.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Nagi Sanzenin, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 29: Pegunungan Rocky

"Tu... Tunggu dulu!" Seru Hikiko seraya menahan tangan Presdir Akira yang merobek bajunya dengan buas.

"Kenapa? Bukankah kau sangat menginginkannya?" Presdir Akira berkata dingin dan menatap dengan tatapan pembunuh, aura pembunuh dari Presdir Akira sangat haus darah.

"A—aku berubah pikiran..." Jawab Hikiko, terlihat sangat takut pada Presdir Akira. Akan sesadis apa dia saat melakukannya?

"Kalau tidak mau, kau bisa menghajar-ku dengan jurus Judo..." Sela Presdir Akira dingin, mendekatkan wajahnya pada Hikiko dan mulai menggigit lehernya.

"Tidak, kau sudah jauh lebih kuat dari aku dalam 10 tahun ini... Akira... Sakit..." Hikiko merintih sambil meremas kemeja Presdir Akira, Presdir Akira menggigitnya dengan ganas seperti vampir. Hikiko sudah menangis, beberapa tetes darah keluar dari lehernya.

Dilain pihak...

"Umm... Umm..."

Duakk!

Kaoru menendang Kirihito dengan kakinya yang terikat, rantai besi itu menyobek pergelangan tangan Kaoru semakin dalam, darahnya mengalir dengan deras.

"Hebat kucing manis, kau bisa menendang dengan bertumpu pada kedua tangan yang terikat itu? Sungguh menarik." Puji Kirihito, segera bangkit dari lantai.

Kaoru sudah terlihat lemas, dia tak dapat lagi menahan air matanya, Kaoru menangis, darah dari pergelangan tangannya semakin banyak.

"Baik, baik... Jangan menangis, aku tak bermaksud membunuhmu." Ujar Kirihito, berhenti mendekati Kaoru ketika melihat dia menangis.

Brumm!

Rin menambah kecepatan mobilnya saat mereka memasuki jalan aspal pegunungan. Rin berbelok tajam pada tikungan jurang yang curam dengan kecepatan penuh, beberapa batu yang dilewati mobil itu jatuh ke dalam jurang.

Gubrak!

"Kau mau menyelamatkan orang atau membunuh orang?" Seru Rei, memegang kepalanya yang terbentur pintu mobil saat berbelok tiba-tiba.

"Ini hukum Newton 1, hukum kelebaman... Benda cenderung mempertahankan posisinya bila dalam kecepatan konstan mobil tersebut tiba-tiba berbelok. Maka dari itu diciptakan inovasi sabuk pengaman dalam mobil. Untuk apa sabuk pengaman kalau nggak dipakai? Salah sendiri nggak pakai." Sahut Rin, sekarang membelokkan mobilnya dengan tajam lagi ke arah kanan.

Gubrak!

Rei kembali terjatuh, menabrak kursi penumpang di sebelah kiri. Rei bersungut-sungut memakai sabuk pengaman, entah siapa yang salah dalam hal ini.

..............

"A—akan kuberitahu... Hentikan..." Kata Hikiko pada Presdir Akira yang masih menggigitnya, darahnya tumpah di atas kasur.

"Ohh, ya? Coba katakan..." Sahut Presdir Akira, menarik wajahnya dari leher Hikiko dengan jijik, mulut Presdir Akira berlumuran darah seperti habis memakan manusia, merobek leher Hikiko dengan gigi taringnya.

Aura pembunuh masih terasa pada Presdir Akira, dia menatap tajam dengan tatapan jahat. Lalu memuntahkan darah Hikiko yang sempat tertelan dengan jijiknya.

"K... Kak Hito tinggal di Pegunungan Rocky, Amerika Serikat bagian utara... Disana terdapat dua rumah mewah. Yang satu adalah kamuflase agar orang yang mencarinya tak dapat menemukan... Dia tinggal di atas Pegunungan Rocky, bukan rumah yang ada di jalan pegunungan itu..."

"Bisa menjamin kalau informasi ini asli? Jangan coba-coba menipuku..." Potong Presdir Akira, mencekam dagu Hikiko dengan tangannya.

"Tentu saja! Tentu saja! Informasi ini asli... Sangat asli!" Jawab Hikiko, menutup matanya karena rasa sakit cengkraman tangan Presdir Akira.

"Baik, kalau itu bohong... Aku akan balik ke sini dan membunuhmu..."

Presdir Akira memberikan tatapan hina, asal saja melepaskannya, bergegas mengancing baju, dan memakai jasnya, kemudian sedikit membersihkan mulutnya dengan sapu tangan.

"Buka pintunya!" Presdir Akira menoleh dengan ganas ke arah Hikiko.

Hikiko patah-patah mengeluarkan remote control pintu seukuran koin dan menekan tombolnya.

Pintu kamar Hikiko terbuka, Presdir Akira berjalan dengan cepat meninggalkan kamar Hikiko.

"Tuan muda Akira..." Asisten Presdir Akira membungkuk hormat ketika Presdir Akira melewatinya.

"Tama, bawa kakakku ke rumah sakit, panggil seluruh unit helikopter Organisasi yang ada di Amerika dan brigade Pegunungan Rocky, laksanakan segera!" Perintah Presdir Akira, terus berjalan ke halaman rumah.

"Baik!" Sahut Tama, membungkuk dan bergegas menelepon, memberi perintah pada anak buahnya.

Presdir Akira asal saja menaiki sebuah mobil berwarna putih milik keluarga Sakaki yang terparkir di halaman... Presdir Akira langsung melesat dengan kecepatan penuh.

Dilain pihak...

"Itu dia, itu rumah mewah yang kita cari." Rin berkata pada Rei saat mereka melihat sebuah rumah di tengah-tengah jalan pegunungan.

"Berhenti di sini, kita lanjut jalan kaki sambil membawa senjata." Sahut Rei.

Rin menghentikan mobilnya. Mereka turun dari mobil sambil membawa senjata Amunisi F-5 dan F-8...

Mereka berjalan mengendap-endap sambil tetap siaga senjata, menuju rumah itu...

"Coba kita hancurkan..." Ucap Rei seraya membidik pintu rumah itu, ketika mereka sudah cukup dekat.

"Tunggu, ditilik dari debu pada pintunya, rumah ini sudah tak ditinggali lebih dari 1 tahun..." Sela Rin berjongkok di depan pintu rumah itu.

"Mustahil, berarti bukan disini?" Tanya Rei tidak percaya, mengerutkan keningnya dengan kesal.

Pip! Pip! Pip!

Jepit rambut setengah bintang milik Rei berbunyi, telepon dari Presdir Akira.

"Hei, Rei? Kalian Dimana?" Tanya Presdir Akira sambil mengemudikan mobil dengan kecepatan tinggi.

"Di Pegunungan Rocky, kau sudah bebas dari harimau betina itu?" Jawab Rei, balik bertanya.

"Yeah... Bagaimana disana?" Ucap Presdir Akira, semakin menambah kecepatan mobilnya.

"Percuma, mama tak ada di Pengunungan Rocky yang kami datangi..." Sahut Rei.

"Tidak, Kaoru memang disekap di Pegunungan Rocky, tapi bukan rumah yang itu... Mama kalian ada di puncak pegunungan-nya. Pergi ke atas Pegunungan Rocky itu kalau bisa." Celetuk Presdir Akira dan langsung menutup telepon.

"Ohh, hampir saja kita tertipu. Papa sialan itu bilang mama ada dipuncak gunung, kalau bisa kita harus naik ke atas." Ucap Rei pada Rin.

"Baiklah, tidak masalah... Ada jalan ke atas pegunungan itu..." Balas Rin, mendongak ke puncak gunung.

Mereka segera masuk kembali kedalam mobil, putar balik menuju jalan menanjak pegunungan yang terjal dan curam itu.

Dilain pihak...

"Kau sudah selesai menyiksanya?" Terdengar suara lelaki tua umur 50 tahun ke atas saat Kirihito membuka pintu ruang tamu VIP dirumahnya, itu Yui Natsuki.

"Belum... Aku mau istirahat sebentar... Nanti ku-sambung lagi." Jawab Kirihito, berjalan ke dalam ruangan itu dan memberikan amplop berwarna coklat, meletakkannya di depan Natsuki, "Ini pendapatan bulan kemarin..."

"Apa kelompok mafia Lucius masih mengejar dan sudah mengetahui keberadaan kita?" Tanya Natsuki dengan nada sinis.

"Tidak... Mereka masih mengejar, tapi kita yang tinggal berpindah-pindah dalam kurun waktu 1 bulan ini tak mungkin ditemukan dengan mudah..." Jawab Kirihito setengah hati.

"Biasanya kau tidak pernah tanggung-tanggung? Kenapa kau menunda menyiksa gadis itu?" Natsuki bertanya tajam pada Kirihito.

"Yah... Hmm... Kalau kau mendekatinya, dia akan menghajar-mu..." Kirihito menjawab sambil memalingkan wajahnya, "Lagipula yang namanya menyiksa itu harus pelan-pelan..."

"Baik, jika dia melawan, kau boleh memasung-nya, berikan pengalaman terburuk ketika kau menidurinya." Natsuki mengambil amplop yang ada di depannya, "Kau boleh pergi..."

Kirihito pergi meninggalkan ruang tamu VIP itu dan kembali masuk ke dalam kamarnya, Kaoru sudah hilang kesadaran karena kehilangan banyak darah.

"Sebenarnya tidak perlu seperti ini kalau kau tak melawan dari tadi, kucing manis." Ucap Kirihito dengan nada lembut dan sedih, menyentuh dan mengelus wajah Kaoru dengan jarinya.

Tin! Tin!

Presdir Akira membunyikan klakson mobil ketika melihat mobil Rei dan Rin di depan mobilnya.

"Kau sudah sampai? Cepat juga..." Rei segera menghubungi handphone Presdir Akira lewat jepit rambut setengah bintang.

"Yeah, akan ada yang mem-brikade tempat ini, helikopter segera menyusul... percepat mobil kalian." Terdengar suara Presdir Akira dari jepit rambut setengah bintang Rei.

"Sekarang kau tidak membawa pasukan?" Tanya Rei dengan cepat.

"Tidak, mereka menyandera Kaoru, menurutku tidak bijak membawa satu pasukan khusus, lagipula Amerika ini... Tidak menuruti keinginan Organisasi." Jawab Presdir Akira.

Bruum!

Mereka menambah kecepatan mobilnya...

Tak lama kemudian mereka sampai didepan halaman rumah Kirihito. Mereka langsung melompat turun dari mobil.

"Nah, boleh tembak dari mana?" Rei membidik rumah Kirihito.

"Ditempat yang kira-kira ada orangnya... Papa, kau bawa senjata?" Tanya Rin pada Presdir Akira.

"Yah... Ada sebuah pistol." Presdir Akira mengeluarkan pistol Smith and Wesson Model 29 Revolver 44 Magnum.

"Begitu... Bawa ini," Ucap Rei sembari melempar alat las seukuran pulpen pada Presdir Akira, "Kau masuk ke dalam rumah itu setelah kami membuat jalannya, selamatkan mama."

DOR! DOR! DUARR!!

Rei dan Rin mulai menembak hancur tembok rumah dengan senjata Amunisi roket. Presdir Akira berlari masuk di tengah-tengah asap abu-abu yang menyelimuti rumah Kirihito.

DOR! DOR! DUARR! DUARR! BLARR!

Terdengar bunyi dentuman keras senjata Rei dan Rin yang sedang menghancurkan rumah Kirihito.

BLARR!

Tembakan Amunisi roket mereka berhasil menghancurkan tembok kamar Kirihito.

"Apa!?..."

Kirihito menoleh ke arah tembok kamarnya yang hancur, asap menyelimuti seluruh kamarnya. Presdir Akira berlari masuk kedalam kamar Kirihito.

"Kaoru!?..." Seru Presdir Akira, memanggil Kaoru saat sampai dikamar Kirihito.

Tak lama kemudian asap di kamar Kirihito menghilang, tampaklah Kaoru yang kehilangan kesadaran, berdarah, menangis, dan tergantung pada sebuah rantai dengan pakaian yang disobek.

Disampingnya berdiri Kirihito yang kebetulan sedang memegang wajah Kaoru.

Presdir Akira berdiri terpaku ketika melihat Kaoru...

“Kaoru terluka... Luka... Berdarah... Darah....”

Pikiran Presdir Akira terus menggumam-kan kata-kata itu. Mata rajawali Presdir Akira kehilangan kilauan cahayanya, berubah menjadi merah darah yang sangat pekat karena diselimuti amarah.

Aura pembunuh terasa sangat kuat darinya. Dia mengangkat pistolnya, menodongkan ke arah Kirihito dengan perasaan kalap.

"Akira..."

DOR!!

Presdir Akira menembak Kirihito dengan pistol Smith and Wesson Model 29 Revolver 44 Magnum, salah satu pistol terkuat di dunia.

To be continued...

1
mellamello
gantung🥺
Kita_Yama
kalo adik lu dijual, siapa yang bakal nafkahin ente
Kita_Yama
Tiba-tiba keinget lagu LaoNeis
Kita_Yama
jangan bilang situ kalo dah nikah istrinya yang disuruh kerja
Gissa_Chieko
bagus
@Ay_k02
👍👍👍👍👍👍👍👍
Tara
Pengen dech punya anak jenis seperti ini.. Uhuy🤭😉🌹😱🥰🙏
Tara
Untung cuman 1 nyawa. Anyway, turut berduka cita. Sore sore gini enaknya ngopi Cantiq.. Here gift 4 ur kak.. Semangat🎁👍🥰🤭😱🙏💐🌹💕
Tara
Ingat jurit malam waktu itu ada ploncoan😅😱🤭
Tara
Ya lah.. Sing lish dipake.. Ini yg bloon siapa. Bujug bune😤
Gubrak!
Tara
Hadeuh.. Pusying aku Baca ini.. Huibat idenya.. Tapi bisa bisa kutintut guru nya Buat soal ancur Kaya gitu.. Hadeuh.. Gilingan😤😱🙈🤭😉😡🥺🤯
Tara
Gila. Soal apaan tuch.. Yg Buat soal lagi mabuk yach.. Ada Ada aja.. Hadeuh🙈😱😤🤭😉🤔🤯
Tara
Katanya Sultan. Kalo aku mah uda Buat gelang atau kalung dengan GPS didalamnya.. With money u can make it all.. 🤔🙈🤗😉👌
Tara
Betul.. Hajar Bozz...
Tara
Keren
Tara
Wah jadi selebriti terkenal dach🤭😱😉
kak, itu cover nya Soraru sama Mafu ya?
Aisyah Suyuti
seru juga
(◕ᴗ◕✿) CH
Ayo, kapan diupdate?
(◕ᴗ◕✿) CH
Ehem, apaan tuh? Aku aku benci dengan pikiranku
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!