Permintaan Maaf dan Terima kasih ^^ untuk semua Readers 💐😍💜
REVISI ..
Mimpiku Menikahi CEO season 1 END~
Mimpiku Menikahi CEO season 2 On Going~
Mimpiku Menikahi CEO season 3 Start now
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Mrs. Nicegirlz, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Salah kira
Dave melihat Celine sesaat, Celine pun memilih meninggalkan Dave dan ke dapur.
Dave mencium kening Gretta sekilas. "Sudah pulanglah".
Tanpa berlama lama lagi, Gretta memilih pulang.
Dave pun berjalan menghampiri Celine di dapur, "Sudah puas kamu kan, awas kamu bilang sama Mama Papa", ancamnya.
"Aku gak akan bilang Mama Papa kamu jangan kuatir, cukup tetaplah berada di sisiku Dave", ucap Celine lembut.
***
Sementara itu di dalam Kamarnya, Dave tidak bisa tidur, pikirannya terus melayang memikirkan ucapan Celine "Cukup tetaplah berada di sisiku Dave", Huhh , Apa maksudnya ngomong begitu coba, apa dia coba coba mempengaruhiku~ batin Dave.
Cekrek
Pintu kamar tiba tiba terbuka.
"Mau ngapain kamu disini?", sarkas Dave ketus.
Sial, ngapain coba dia masuk segala, apa dia tau aku lagi pikirin dia dari tadi~keluh hati Dave.
"Aku mau izin, aku mau pamit sama kamu Dave".
Apa dia bilang barusan?, mau pamit?, maksudnya dia mau ninggalin gue~batin Dave.
"Oh, jadi hanya sebatas ini pengabdian kamu sebagai Istri?, apa lagi yang kamu rencanakan sekarang?, apa kamu akan meninggalkanku dan pergi bersama pria asing itu hah?, terus kamu lapor ke Mama Papa kalau aku selingkuh dengan Gretta, sehingga kamu memilih bercerai denganku, lalu kamu akan mendapatkan apa yang kamu mau, begitu rencanamu Celine? .. Camkan baik baik, sampai kapanpun aku tidak akan melepaskanmu, aku tidak akan membiarkanmu pergi, jadi lebih baik kau urungkan niatmu untuk pamit dan pergi dari hidupku". Dave terbawa emosinya setelah mendengar permintaan Celine yang ingin pergi, desiran emosi di dadanya tidak bisa di tahan lagi.
Celine tampak terperangah dengan kata kata dan sikap Dave barusan.
Apa maksudnya?, kenapa dia begitu marah padaku, astaga.. aku tidak mau berdebat dengannya, tuduhan tuduhannya adalah makanan sehari hari ku sekarang, tapi masalahnya, kenapa dia sangat marah kalau aku pamit mau pergi~batin Celine tampak heran.
Kenapa dia? kenapa dia gak merespon kata kataku.. aarrghh sial sial~umpat Dave.
"Apa kamu tuli hah?, kenapa diam aja!", pekik Dave setengah berteriak, Celine pun tersadar dari pikirannya.
"Maa.. maaaaff, tapi aku benar benar harus pergi sekarang juga", tekad Celine bulat.
Dave yang geram pun, berjalan mendekati Celine, "Jadi kamu berani melawanku hah?, kamu benar benar ingin pergi sekarang?".
Celine hanya berani menganggukkan kepalanya membenarkan pertanyaan Dave.
Arrgghhh .. kepala ku sakit banget lagi~erang Dave, menahan rasa sakit dan pusing di kepalanya. Rasanya ia ingin sekali membalas Celine, tapi tenaganya seakan terforsir dan tak berdaya saat ini.
"Kamu .. kamu benar benar --------"
Bruukk
Tubuh besar Dave perlahan sempoyongan, sebelum tubuhnya menyentuh lantai, Celine sudah lebih dulu menahannya.
Astaga.. Dave !!!!
Dengan sekuat tenaga, Celine berusaha menahan tubuh besar dan tinggi Dave, dibandingkan dengan dirinya, yang bahkan tingginya tidak sampai telinga Dave itu.
Uughh Dave .. kamu berraat banget ini~ gumam Celine.
Perjuangan Celine membawa tubuh Dave kembali ke ranjangnya, sukses membuat tenaga Celine hampir habis, nafasnya tersengal sengal, tapi dirinya harus kembali menyadarkan Dave.
Setelah merebahkan tubuh Dave, Celine menaruh minyak angin di hidung Dave, serta mengolesi perut dan dahi Dave membuatnya tetap hangat.
Celine pun bergegas turun meninggalkan Dave sebelum Dave tersadar, dan segera membuatkan Teh Manis hangat untuk Dave.
Setelah beberapa saat, Celine kembali ke kamar Dave dengan membawa Teh hangat di nampan.
Kembali Celine memberi minyak angin di hidung Dave. "Bangunlah Dave, jangan membuatku takut"
"Akkhh" , Dave menunjukan tanda tanda kesadarannya.
"Kepalaku sakit sekali akhh"
"Syukurlah kamu sudah sadar Dave", Celine pun bersyukur atas kesadaran Dave.
Dave membuka matanya pelan pelan setelah mendengar suara yang sangat dia kenal itu.
"Ngapain kamu masih disini?", tanya Dave.
"Aku khawatir sama kamu Dave, tadi kamu pingsan".
"Bullshit, gak usah sok perhatian deh, pergi sana.. bukannya kamu tadi bilang mau pergi"
"Aku akan pergi, tapi kalau kamu sudah enakan Dave".
Cih, lihatlah.. dia benar benar Wanita jahat, Suaminya sedang sakit tapi dia berniat meninggalkan aku, tadi dia bilang asal aku tetap disisinya, dasar wanita, pasti dia sudah menemukan lelaki kaya lainnya~ Lirih Dave.
"Gak usah tunggu aku sembuh, silahkan pergi sekarang, tinggalkan aku, jangan perhatikan aku lagi, aku sakit, aku sembuh bahkan aku mati sekalipun , jangan hiraukan aku, pergi saja sana", tutur Dave tapi kali ini dengan nada bicara yang datar .
Dave kenapa ya?, daritadi bahas bahas aku mau pergi terus~ Celine terus memikirkannya, apa ada kata katanya yang salah dan menghina Dave.
Perasaan aku tadi cuma izin mau pamit, mau pergi ke Swalayan , bahan bahan di kulkas sudah habis semua. Terus salah aku dimana coba?~ Celine masih belum menyadari bahwa persepsi dirinya dan Dave tentang pergi adalah berbeda.
"Baiklah aku akan pergi, jika itu mau kamu Dave".
Tunggu?, kenapa dia jadi membalikan kata kata sih, jelas jelas dia yang mau pergi, sekarang bilang kalau pergi itu maunya aku~ Dave semakin heran dan pusing di buatnya.
"Kamu??, kenapa jadi kamu yang seakan akan seperti korban disini hah!, jelas jelas kamu yang mau pergi tinggalin aku, jangan putar balikan fakta Celine, jangan bertingkah polos", Dave semakin geram dibuatnya.
"Cukup .. cukup Dave"
"Aku gak ngerti apa mau kamu, kamu yang suruh suruh aku pergi dari tadi, aku disini khawatir, aku ingin menjaga kamu, kenapa kamu seolah olah mau usir aku"
"Kenapa kamu jadi marah?, aku harusnya yang marah, kamu datang ke tiba tiba berkata ingin pamit, ingin pergi.. apa itu kelakukan yang baik dari seorang Istri di saat suaminya sedang sakit hah!!", ketus Dave kesal.
"Kenapa kamu mempersoalkan aku ingin pergi ke Swalayan Dave?, aku pamit, karena aku menghormati kamu sebagai suamiku, makanya aku izin sama kamu kalau aku akan pergi ke Swalayan, aku datang ke kamar kamu juga karena aku ingin melihat keadaanmu dulu sebelum aku pergi", lirih Celine mulai lelah karena berdebat dengan Dave.
"Apa ?? pergi ke Swalayan?", kembali tekan Dave.
"Iyah" , jawab Celine pelan.
Jadi maksud dia tadi pamit dan pergi itu, pergi ke Swalayan!!, hanya pergi ke Swalayan Dave.. dasar bodoh kau~maki Dave kesal pada dirinya sendiri.
Tanpa Dave sadari, ada kelegaan di hatinya mendengar bahwa Celine tidak akan meninggalkannya, tidak akan pergi dari sisinya, hanya ke Swalayan saja.
Wajah Dave sontak tersenyum, namun buru buru ditepisnya dengan kembali menunjukan wajah dinginnya kepada Celine.
"Pergi sana, katanya mau ke Swalayan.. kenapa masih lama lama disini, bosen aku melihat wajahmu disini, bikin kepalaku tambah sakit", tutur Dave
udah nyidam...
ditinggal pulak...wkwkwk
ikut mewek...Ya Allah Thor
capek q bacanya Celine
udah nyerah aja
laki mulut sumur dipertahankan buat apa, makan hati aja kaleeee
jadinya ga seru deh waktu jatuh dari ranjang paginya n kepergok sama orang²
orang sakit main dihajar aja
itu mulut apa sumur yah...wkwkwk
dasar buaya darat....wkwkwk