Pernikahan terpaksa membuat kami terjebak diantara hubungan pernikahan tanpa cinta, kemarahan Mileas atas perjodohan ini berhasil membawa seorang pihak ketiga yang membuat hubungan kami makin renggang, diantara cinta segitiga itu tiba tiba sepupunya hadir di antara bahtera rumah tangga kami hingga , keadaan pun semakin sulit.
Ada sebuah konspirasi di balik kedatangan yul itu. Dia membawa sebuah dendam dari kenangan kelamnya pada Kean Mileas apa yang terjadi antara mereka? Hingga mileas tak bisa ia maafkannya .
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Geerqiasilatusiluchen, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Tercengang...
Di perjalanan menuju ke bandara internasional Incheon aku tak kuasa menahan rasa sedihku, Rasa sedih saat harus benar-benar melepas orang yang paling aku cintai seumur hidupku.
Mertuaku seperti setengah menutup matanya sendiri, ia seakan tak ingin tahu apa sebenarnya yang terjadi.
Tangisan sepanjang perjalanan itu membuatku sungguh mengantuk hingga aku mulai terlelap di bahu mertuaku. Nyonya Gong.
* * *
Di tempat lain,
Mileas sangat sibuk dengan pekerjaannya yang sangat bertumpuk. Matanya yang serius itu tetap pokus menatap layar komputer, seraya jemarinya tak henti menekan keyboard di area jemarinya.
Matanya mulai terlihat berlingkar hitam, mungkin Karena pekerjaannya yang bertumpuk iapun merasa lelah dan kurang istirahat.
Tok! Tok! Tok!
" Tuan Presdir, Tuan Kim ingin bertemu dengan Anda" Ucap Sekeras pribadi nya.
" Suruh dia masuk"
" Baik..."
Pengawal Kim mulai masuk dan mendekat untuk memberikan sebuah informasi yang telah ia dapatkan. Mungkin informasi tersebut akan sangat berharga.
" Ada apa Kim, aku tidak bisa pergi kemanapun... hari ini aku sungguh sibuk. Kau tahu... Yul sudah dua hari tak masuk kerja, hingga aku sungguh kerepotan mengurus beberapa proposal penting yang telah di ajukan beberapa dewan direksi" Panjang lebar Mileas menggerutu dengan segala kesibukannya, bahkan Pengawal Kim tak di izinkan untuk ikut memberi saran atau bahkan memberikan sebuah informasi penting itu.
" Tuan Mileas, Nona muda dan ibu anda sekarang akan pergi ke Paris" Ucap Pengawal Kim.
" Lalu..." Mileas masih sibuk dan tak menghiraukan pengawal Kim yang sedari tadi berdiri di hadapannya.
" Nona muda sudah membuka pesan spam... hingga virus yang telah anda masukkan mulai bereaksi..." Jelas Kim.
" Lalu..." Acuh Mileas seraya masih mengotak Atik jemarinya di keyboard yang terpasang di depannya.
" Lalu... beberapa percakapan Nona muda mulai terekam di ponsel settingan anda..."
" Apakah itu penting?" Tanya Mileas.
" I-ini sesuai dengan perintah anda untuk memantau pesan apa saja yang terekam dalam percakapan Nona muda dengan seseorang"
" Oh, Virus nya mulai berfungsi ya?" Tanya Mileas mulai terdiam dan memutar mutar kursinya kekiri dan kekanan seraya menyender santai.
" Coba bacakanlah untukku..." Pekik Mileas masih dalam suasana rileks nya saat sebuah lelah memaksa staminya untuk terus terpacu memutar otak disela deadline yang bertumpuk.
" Maaf tuan, Hamba tidak berani untuk membacanya..." Balas Kim menunduk patuh.
" Kalau begitu sini... biar aku saja yang mulai membacanya..." Ucap Mileas.
Ponsel mulai berpindah tangan... Kini ponsel tersebut mulai di berikan pada mister arogan yang ada di hadapan pengawal Kim.
Mileas mulai membuka ponselnya...
Degh!
" Apa-apaan ini? Dia sungguh keterlaluan...sudah kubilang aku tidak suka pada laki-laki yang bernama Rain itu!" Bentak Mileas Tangannya gemas dan mulai meremas ponselnya itu.
" Tuan, apakah saya perlu memperingatkan nona muda untuk tidak berangkat hari ini?" Tanya Pengawal Kim.
" Cih, Wanita itu... di sudah berani sekali padaku, semua ini gara-gara ayah dan ibuku, ini sebabnya wanita itu tidak patuh padaku mungkin dia berfikir bahwa ayah anak ibuku akan terus membelanya" Mileas mendumel. Karna rasa marah itulah, Mileas mulai berdiri dan berencana untuk berangkat menjemput istrinya untuk ikut dengannya kembali ke Daejong. Mileas yang murka tak mengizinkan istrinya untuk ikut bersenang-senang bersama ibunya itu.
" Kim tugasmu siapkan mobil, kita akan menjemput tuan puteri ( memperolok)dari acara rekreasi yang tak bermanfaat" Ucap Mileas marah.
* * *
Mileas dan pengawal Kim mulai keluar dari perusahaan Nanggong Group, mereka melajukan kendaraannya sangat cepat.
Hingga mereka dengan mudah melewati beberapa kendaraan yang sangat menggangu dan menghambat perjalanan mereka.
.
.
.
Mobil yang di tumpangi Mileas dan Pengawal Kim mulai berhenti di Incheon Airport Internasional .
" Kim apa kita terlambat?" Tanya Mileas.
" Tidak tuan, kita datang lebih awal... pesawat Seoul-Paris akan lepas landas beberapa jam lagi.." Jelas Kim.
" Dimana orang tuaku? Apakah mereka terlambat?" Tanya Mileas.
" Tidak tuan, Laddar menunjukan mereka masih berada di perjalanan. Mungkin sebentar lagi akan tiba" Ucap Kim.
Mileas terlihat gelisah, ia memandangi jam di lengannya berkali-kali, hingga pengawal Kim pun merasa risih pada kelakuan aneh tuannya itu .
" Aggh! Apa mereka masih lama?? Aku saat ini sungguh tertekan deadline! Lagipula apa yang harus kupastikan? Jika wanita liar itu sampai tahu bahwa aku mengawasi nya, dia bisa jadi besar kepala nanti! menyebalkan!" Pekik Mileas .
" BRUUUUM..." Mobil mulai lain terparkir di belakang mobil Mileas.
" Tuan, Raddar GPS menunjukkan mobil Tuan dan Nyonya besar ada di belakang mobil anda..."
" Benarkah? Kalau begitu , seret wanita liar itu hingga dia harus tunduk di bawah kakiku, beraninya dia selalu berhubungan dengan pria lain di belakang ku!!"
* * *
Ibu mertuaku mulai keluar dari mobilnya, begitupun aku dan ayah mertuaku.
" Bu, kita sudah sampai... rasanya aku sedikit pusing" Ucapku, mertuaku segera memapahku untuk duduk di sebuah kursi.
" Kau baik-baik saja nak?"
Akupun mengangguk, mertuaku segara memberikan ku segelas air mineral.
" Duduklah, kau akan sedikit membaik..." Pekik Nyonya Gong.
Saat mereka terduduk santai melepas lelah... Tiba-tiba dua pria berpakaian rapi mulai menghampiri.
" Ibu, kalian akan pergi tanpa mengabariku... sungguh keterlaluan" Pekik Mileas, Nyonya Gongpun tercengang.
" Nak kenapa kau ada disini? Bukankah kau sedang di luar kota? kau sangat sibuk hingga sangat sulit di hubungi, bagaimana bisa kami mengajakmu berangkat hari ini" Balas ibu mertuaku.
" Akh! Mil- Su-suamiku?" Akupun kaget dan segera menegakkan posisiku yang sedari tadi terlihat lemah.
" Bu, sebaiknya istriku ku bawa pulang saja, wajahnya juga tampak pucat, mungkin saja dia sedang sakit" Pekik Mileas mencoba meyakinkan kedua orang tua nya.
Tak berselang lama Mileas berhasil meyakinkan orang tuanya, hingga Yuriccapun berhasil di bawa pulang Mileas ke suatu tempat, tapi bukan kediaman Mileas.
* * *
Lama perjalanan akhirnya aku sampai di Nanggong Group.
" Ini, pakai pakaian ini, aku akan berbaik hati padamu dengan membiarkan mu bekerja di perusahaan ku sebagian cleaning servis... kau puas?"
JDEEER!!...
Karena mertuaku pergi, lantas Mileas kembali menindas ku?? Pria gila, dia bahkan tidak berubah sama sekali...