NovelToon NovelToon
Takdir Cinta Di Zaman Kuno

Takdir Cinta Di Zaman Kuno

Status: tamat
Genre:TimeTravel / Isekai / Peningkatan diri-Perubahan dan Mengubah Takdir / Balas dendam. / Perubahan Hidup / Action / Fantasi Timur / Pusaka Ajaib / Penyeberangan Dunia Lain / Mengubah Takdir / Romansa Fantasi / Tamat
Popularitas:2.5M
Nilai: 4.9
Nama Author: Risa Jey

Ditakdirkan Menjalani Kehidupan Di Zaman Kuno.

Qing Mao—mantan resimen bayaran kuno dengan kode Mao, terpaksa berpindah ke zaman kuno akibat cincin batu giok hijau yang dicurinya dari museum. Cincin giok membuka portal dan mengirimnya ke zaman kuno. Berpindah dimensi, terpaksa membuatnya harus menanggung identitas baru yang ditakdirkan. Ia membenci keluarga kekaisaran karena terbunuhnya Klan Qing. Belum lagi, reputasinya hancur setelah Pangeran Kesebelas—Gu Yihao, mempermalukannya di masa lalu.

Setelah melihat jalan takdir baru yang diberikan oleh cincin batu giok hijau, Qing Mao berusaha untuk tidak lagi menyukai Gu Yihao. Tapi bagaimana bisa pria itu justru yang bergantian mengejarnya untuk memperbaiki kedekatan di masa lalu?

Qing Mao ingin menjauh. Tapi Gu Yihao mendatanginya lagi dan lagi. Hingga sebuah insiden menyebabkan keduanya menjadi lebih dekat. Akankah Qing Mao kembali jatuh cinta pada Gu Yihao?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Risa Jey, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Melanjutkan Perburuan

“AKU menghukumnya untuk pergi ke perbatasan dan menjadi perwakilan Negara Quentian demi kedamaian.” Gu Yihao menjawab pertanyaan Putri Lailan dengan ekspresi datar.

Perbatasan negara tidak selamanya damai. Jika perlu, kedua negara akan melakukan perjanjian perdamaian dengan melalui pernikahan. Dan hanya Gu Yihao yang menjadi pengecualian. Tidak ada kekaisaran negara tetangga yang berani menikahkan putri mereka dengan raja perang yang satu ini.

Gu Yihao selalu berada di barak militer sepanjang tahun dan jarang kembali ke ibu kota sehingga tidak memungkinkan baginya membangun halaman belakang dengan baik. Selain itu juga, Gu Yihao tidak suka memelihara selir apa lagi membiarkan wanghao-nya harus bertarung dengan selir di halaman belakang.

Sekilas ia melihat Qing Mao. Dia yakin jika di masa depan memilih selir, gadis itu akan menjadi yang pertama mengirim surat perceraian. Setelah bercerai, Qing Mao tidak akan mengalami kesulitan karena memiliki token bebas kematian.

Di masa depan, dia harus menghindarkan semua wanita di dekatnya. Jika tidak, Qing Mao aman semakin tidak mempercayainya.

Qing Mao dan Putri Lailan tidak tahu apa yang dipikirkan Gu Yihao. Keduanya hanya menghangatkan diri di dekat api unggun seraya memanggang daging.

Setelah daging matang dan mereka sarapan, Qing Mao segera meminta salah satu penjaga geloa untuk membiarkan tiga orang di sungai segera naik. Kakinya sakit sehingga tidak memungkinkannya untuk pergi. Bahkan nanti saja, Qing Mao hanya bisa duduk dan berdiri dengan bantuan seseorang.

Tidak banyak perawatan yang diberikan Hyou sebelumnya. Bukan karena tidak mau, melainkan sengaja untuk membiarkan Gu Yihao mengurus Qing Mao lebih banyak. Mungkin Hyou sendiri saat ini sedang makan olahan udang kesukaannya di rumah.

"Benar-benar dingin. Tega sekali membiarkan kami berlama-lama di sungai. Nona Qing, kamu harus bertanggung jawab!" An Daiyu datang sambil memeluk tubuhnya sendiri. Dia sudah berpakaian tentunya, tapi tidak memiliki baju ganti.

Untungnya sebagai seorang yang mendalami ilmu tenaga dalam, ia menggunakan kemampuan untuk mengeringkan tubuh. Dong Mei dan Fan Chen sudah kembali ke bayang-bayang sambil memegang ikan bakar.

Sialnya, An Daiyu belum kenyang sarapan. Ia makan beberapa potong daging bakar lagi.

Gu Yihao menyipitkan matanya dan menatap An Daiyu dengan penuh peringatan. "Kamu bilang meminta pertanggungjawaban?" tanyanya agak dalam.

"Ya, tentu saja. Aku mungkin akan jatuh sakit ketika pulang nanti," jawab An Daiyu sedikit malu. Siapa yang tidak ingin merayu gadis cantik seperti Qing Mao? Dia sendiri seorang playboy, tentu saja mengambil kesempatan.

Tapi An Daiyu tidak tahu jika Gu Yihao dan Qing Mao merupakan takdir cincin batu giok sehingga berkata apa adanya. Belum lagi dengan mulut bocornya itu, mungkin akan membuatnya lebih sial cepat atau lambat.

"Oh, tanggung jawab, ya? Bagaimana jika kamu pergi ke perbatasan setelah meminta pertanggungjawaban pada Qing Mao?" Gu Yihao tersenyum penuh misterius, membuat An Daiyu merasa merinding tanpa alasan.

Pria berpakaian merah itu menggelengkan kepala dan tersenyum penuh arti pada Gu Yihao. "Hei, aku hanya bercanda. Hanya bercanda. Dia adalah orang yang kamu incar. Aku tahu kamu sangat menyukainya hingga berusaha untuk membersihkan nama baiknya. Bagaimana mungkin aku mengambil apa yang sudah jadi milikmu. Hao Hao, jangan khawatir ... Aku sahabatmu yang paling setia," katanya.

Suasana menjadi hening setelah hal itu terucap hingga ekspresi Gu Yihao berubah total. Dia ingin memuntahkan darah lamanya gara-gara mulut bocor An Daiyu.

"Kamu benar-benar tidak bisa menjaga mulutmu!" Dia menendang An Daiyu dengan kasar hingga pria berpakaian serba merah itu jatuh dari duduknya.

"Ah! Hao Hao ... Aku tidak sengaja mengatakannya! Sungguh ...! Itu karena aku takut kamu akan megirimku ke perbatasan untuk perdamaian negara ..." An Daiyu memasang ekspresi yang menyedihkan saat ini dan mengelus pinggangnya yang baru saja kena tendang.

"Justru aku berpikir untuk mengirimmu ke sana setelah acara perburuan berakhir!" Gu Yihao sedikit malu tentang ini. Terutama karena An Daiyu mengatakannya di depan Qing Mao secara langsung.

Adapun Putri Lailan yang sedang minum air hangat, hampir saja menyemprotkannya ke samping. Benar! Pria berpakaian serba merah itu sungguh tidak bisa menjadi mulutnya.

Pertengkaran Gu Yihao dengan An Daiyu sebenarnya cukup menghibur. Dua sahabat yang sering saling membujuk dan memarahi, mungkin hanya keduanya saja. Qing Mao diam-diam menundukkan kepala dan mengulum senyum tanpa sadar.

Gu Yihao melirik Qing Mao sebentar untuk mengetahui ekspresi apa yang dipakainya. Tapi saat melihat gadis itu tersenyum sedikit, dia agak lega. Mungkin apa yang dikatakan oleh Hyou benar, gadis itu masih memiliki perasaan untuknya. Hanya saja tidak ingin mengulangi masa lalu.

Karena jika perasaan itu sudah hilang, tidak mungkin untuk menyembuhkannya bahkan datang secara pribadi untuk mengirim bunga api demi menetralisir racun bunga es di tubuhnya.

"Hao Hao, aku berjanji tidak akan mengulanginya lagi." An Daiyu segera memohon pada Gu Yihao.

"Semua janjimu palsu. Tidak heran kamu belum memiliki istri bahkan jika tampan!" Pria itu mendengus.

"Hao Hao, kamu juga gagal untuk menikah sebelumnya karena salah arah. Setidaknya aku belum pernah memiliki mantan tunangan." An Daiyu berkata lagi dengan polos.

"Jangan membahas hal yang tidak menyenangkan hati. Kamu masih tidak menjaga mulutmu?!" Gu Yihao kembali berekspresi jelek ketika mendengar itu. Bagaimana jika hal ini membuat Qing Mao tidak senang?

Benar saja, saat ia melirik melirik Qing Mao yang mengerutkan kening, hatinya gelisah. Sehingga dia meminta An Daiyu untuk mengatakan hal-hal baik di masa depan.

Ketika hari semakin siang, mereka melanjutkan perburuan. Qing Mao tidak bisa menunggang kuda sendirian sehingga Gu Yihao segera duduk bersamanya. Walaupun Qing Mao tidak mau, itu lebih baik daripada bersama An Daiyu.

Tapi ia ingin Dong Mei yang duduk bersamanya di punggung kuda. Hanya saja Gu Yihao berkata jika penjaga gelap tidak bisa berpartisipasi dalam perburuan. Jadi mau tidak mau, ia akur dengan pria itu.

An Daiyu dan Putri Lailan berhasil memburu beberapa rusa dan kelinci. Bahkan seekor beruang yang cukup dewasa juga berhasil dilumpuhkan oleh An Daiyu.

"Putri Lailan, panahlah beberapa kelinci. Itu lebih mudah untukmu," kata An Daiyu seraya menghitung jumlah panah yang tersisa.

"Justru karena kelinci terlalu menggemaskan, aku tidak berani membunuhnya." Putri Lailan menggelengkan kepalanya.

"..." Wanita memang merepotkan, pikir An Daiyu.

Sementara itu, Qing Mao tidak peduli dengan hasil buruan. Gu Yihao memanah beberapa hewan untuknya. Tapi gadis itu tidak terlalu peduli. Ia tahu teknik memanah Gu Yihao selalu baik. Belum lagi sebagai jenderal di medan perang, pria itu telah dihormati banyak bawahan.

Qing Mao tidak mau menang. Dia hanya ingin tahu siapa yang selalu mencekai Putri Lailan bahkan meracuninya. Melihat sang putri yang sedang bertengkar kecil dengan An Daiyu, dia sedikit diyakinkan jika ini masih konspirasi dari Selir Kehormatan Yi.

"Ada apa?" tanya Gu Yihao saat melihat gadis itu sedikit linglung.

"Seberapa dekat hubungan adik-kakak putri Yu Yang dan putra mahkota?" Gadis itu bertanya begitu saja.

1
Siska Sutartini
dih si an daiyu ini waktu lo tebanr benih gak mikir itu putri raja kalo hamidun gimana? masih aja diajak ena-ena. giliran hamidun malah panik 😂😂
Siska Sutartini
lah kirain bakalan diungkap smua perbuatan buruk ibu & anak di hadapan kaisar. mentang2 selir kesayangan berbuat seenaknya mencelakai smua orang. kalo gitu anak2nya juga perlu dicelakai spt selir yi mencelakai pihak lain. huh bener2 menguras esmosi
Siska Sutartini
ni si yu yang mau ketemu siapa coba? heran ibu & anak kelakuan sama buruk. didikan jelek dari maknya nih
Dania
semangat tor
Erna Masliana
kau pikir sakit hati di permalukan diejek yatim piatu bisa sembuh gitu saja.. ditambah fitnah...memaafkan bisa tapi melupakan oh syulit
Erna Masliana
percuma dia kan wanita mu saat itu
Erna Masliana
jam dinding udah ada 🤔
Erna Masliana
🤣🤣🤣🤣🤣 terlalu blak blakan
Erna Masliana
jangan cuma berpikir..di lihat!! punya mata gak.. punya otak gak
Erna Masliana
🤣🤣🤣🤣🤣 penjaga juga tahu Tuannya biang masalah dg kecerewetan nya ..gak mau ikutan mereka 🤣🤣
Erna Masliana
👍👍Hyou
Erna Masliana
ngatain orang situ juga gak tau kan
Erna Masliana
pedes sih tapi gapapa biar jelas.. suka aku dg Daiyu ini blak blakan
Erna Masliana
harusnya perasaan Mao cuek karena kamu bukan Mao yang dulu..kamu jiwa baru
Erna Masliana
cih siapa yang tidak sakit hati dikatain yatim piatu.. terus di permalukan.. sangat normal untuk membenci orang sepertimu
Erna Masliana
Sagala teu nyaho..masa teu nyaho sakitu rame na..naha bae
Erna Masliana
ho'oh Yihao hanya pria angkuh arogan tapi gampang ditipu kecantikan
Erna Masliana
kalo aku pasti bodo amat.. sokooooooorrrr dg apa yang dia alami.. tapi cerita ini dia jodoh Mao
Erna Masliana
hadeuh masa jodohnya dia... bisa ganti gak? Kaisar muda hebat tidak punya selir dari kerajaan lain
Erna Masliana
biarkan saja dulu..😁
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!