NovelToon NovelToon
Kerinduan Cinta Mafia Muda

Kerinduan Cinta Mafia Muda

Status: sedang berlangsung
Genre:Romantis / Komedi
Popularitas:185k
Nilai: 4.9
Nama Author: kiia sari

"Aku merindukan mu"
itulah ungkapan setiap malam. Kanza Mahendra
saat harus berjauhan dengan Rasyi Syakilla.

Gadis ceria yg berhasil mengambil hati manusia dingin. yg bahkan tak tersentuh. namun kini saat berjauhan hati Kanza selalu merindukan nya.

Setelah melewati banyak perjuangan. hingga kini mereka telah benar benar bersama. membuat Kanza ingin selalu bersama dengan wanita yg saat ini telah memenuhi hati nya.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon kiia sari, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

part 28

*

Berjalan keluar dari hotel mata Kanza melihat ke arah Damian dan rani yg sedang menuju mobil.

"Bukannya mereka teman mu"

"siapa?''

Rasyi pun melihat ke arah mata Kanza. Rasyi langsung ingin memanggil namun belum sempat mengeluarkan suara. Kanza sudah membungkam mulut nya dan menyeret nya ke dalam mobil.

"Apa-apaan sih tuan" kesal nya

"apa kau pikir ini hutan."

Rasyi langsung memajukan bibir nya. karena kesal dengan perbuatan Kanza pada nya.

"Kalau begitu ayo kita pulang"

Kanza pun menjalan kan mobil nya. melewati mobil Damian yg masih di parkiran. selintas kepala Rasyi memutar untuk memastikan kalau Damian memang bersama Rani.

Tapi saat melihat sosok Rani, terlihat senyum lebar di wajah Rasyi yg tanpa sadar Kanza memperhatikan nya.

"Ada apa dengan wajah mu"

"tidak ada tuan"

"Rass"

"i-iya tuan"

"boleh aku bertanya padamu?''

"ada apa tuan"

"sejak kapan kau mengenal Erick"

"Erick??" bingung Rasyi

"iya Erick"

"oh maksud tuan, kak Erick"

"kau bisa memanggil nya kakak. lalu kenapa kau terus memanggil ku tuan apa aku setua itu" kesal Kanza

"Lalu aku harus memanggil mu kakak juga" goda Rasyi

"entah lah"

Kanza yg malas berdebat dengan Rasyi. memilih mengakhiri pertanyaan nya dan fokus menyetir.

"Kak Kanz" ucap Rasyi pelan

yg membuat Kanza langsung melihat ke arah nya.

"Kau bilang apa barusan"

"kak Kanz, bukan kah sedikit canggung saat menyebutkan nya"

Kanza terlihat tersenyum. yg dapat di lihat jelas oleh Rasyi selama kenal dengan Kanza Rasyi memang sudah jarang melihat senyum Kanza. tapi melihat nya malam ini tersenyum tulus hati Rasyi kembali berdetak. dengan mata terus memandang Kanza.

"Apa aku tampan"

"a-apa"

"tidak perlu berbohong, daritadi mata mu terus menatap ku"

"kau pede sekali" Rasyi langsung memutar kepala nya menatap luar jendela.

"Hujan" ucap Rasyi yg memegang kaca jendela.

"sebaiknya kita harus cepat, dimana alamat rumah mu"

"jalan saja nanti akan aku tunjukan."

Kanza pun menyetir sambil merima arahan Rasyi. menuju rumah nya. setelah sampai Rasyi mengajak nya msuk karena hujan semakin deras.

Memasuki rumah Rasyi. mata Kanza melihat sekeliling rumah terlihat rumah kecil sederhana namun dapat terasa rasa nyaman bagi Kanza. karena selama hidup nya Kanza hampir tidak mengenal rumah.

"Apa ini foto mu?? tanya nya saat melihat foto gadis kecil di nakas.

"Benar,ini'' dengan memberikan minuman ke Kanza Rasyi duduk di ruang tamu tempat Kanza berdiri.

"Lucu" kata itu lolos begitu saja dari bibir Kanza. dan lalu mengembalikan foto ke tempat nya. Rasyi hanya memperhatikan Kanza yg melihat setiap sudut rumah nya.

"Aku yakin pasti ini pengalaman pertama mu melihat rumah, siapa sangka kalau laki laki yg menurut orang lain sempurna dan tidak bisa di gapai malah sebenar nya adalah orang yg rapuh" bisik Rasyi dalam hati dengan lamun nya yg menatap Kanza.

"Ada apa"

"aah, tidak minum lah.''

namun Kanza tidak menghiraukan minuman yg Rasyi sediakan malah masih sibuk melihat beberapa foto Rasyi dengan ibu nya. sampai mata nya menangkap sebuah foto gadis remaja dengan hodie hitam yg membuat Kanza terpaku.

Rasyi yg melihat Kanza melamun pun menghampiri nya.

"ini aku waktu liburan akhir sekolah, tapi waktu itu aku mengalami kecelakaan ringan" ucapnya dengan mengambil foto yg di pegang Kanza.

"Ini beneran kamu"

"iya, memang kenapa"

"kami mengalami kecelakaan kecil saat sedang menolong orang di bukit" tegas Kanza

"I-iya bagaimana tuan tahu" Rasyi mulai bingung.

"jadi ini beneran kamu"

Rasyi yg terlihat bingung sedikit memandang aneh ke Kanza. yg terlihat berkaca kaca seperti memenangkan lotre saja.

Kanza langsung memeluk nya tanpa meminta izin oleh Rasyi. yg membuat Rasyi membatu karena kaget nya sambil menahan hati nya yg berdetak tidak karuan lagi.

"Akhirnya aku menemukan nya" ucap Kanza

"maksud tuan apa, aku tidak mengerti"

"ternyata kau gadis itu, terima kasih karena masih baik baik saja" Kanza makin mengerat kan pelukan nya.

Merasa Rasyi yg bingung Kanza melepaskan Rasyi dan memegang tangan nya.

"Kau tidak ingat dengan orang yg kamu tolong waktu itu"

"tidak, karena waktu itu wajah nya penuh luka"!

lalu Kanza mengeluarkan potongan kain dari dompet nya. menunjukan nya pada Rasyi.

"I-inii" jawab nya gugup dengan melihat potongan kain di tangan nya dan wajah Kanza secara bergantian.

"Iya, aku tahu aku pasti akan menemukan mu"

"jadi waktu itu. orang yg aku tolong adalah"

"iya itu aku,"

Kanza kembali memeluk Rasyi, Kanza merasa senang bisa menemukan orang yg menyelamatkan nya.

#Flashback,on

Kanza yg mendapatkan info dari orang nya kalau aiden yg selama ini di cari nya. ada petunjuk memilih pergi melacak keberadaan nya. tapi ternyata Kanza malah di jebak oleh orang suruhan Jordan. yg merupakan musuh terbesar Kanza.

Untuk mengelak kan perhatian james dan anak buah nya Kanza dan Edo berpisah jalan dan menaiki mobil masing masing namun gelagat Kanza sudah terbaca oleh mafia suruhan james. yg membuat aksi kejar kejaran mobil di jalan bukit menuju puncak.

Anggota mafia kiriman Jordan. yg sudah masuk di dalam anggota K.i tanpa sepengetahuan Kanza dan Edo menyabotase mobil Kanza. banyak musuh yg masuk dalam gabungan anak buah Kanza. yg membuat nya kewalahan waktu itu. aksi kejar kejaran terus berlanjut hingga beberapa kali suara tembakan dari mobil yg mengejar Kanza.

Kanza yg di dalam mobil hanya sendiri. tidak bisa terus memainkan pistol nya mengingat jalanan bukit yg curam dan terjal. hingga Kanza menyadari mobil yg dia gunakan rem nya blong membuat Kanza mengumpat.

"Siiiial !!''

ucapnya sambil memukul stir dengan kuat. melihat kaca sepion kalau mobil yg mengejar nya lebih dari satu Kanza memutar otak untuk menyelamatkan dirinya.

Hingga Kanza melihat ujung sungai. tanpa pikir panjang Kanza melemparkan tubuh nya ke sungai. dan membanting setir ke lawan arah. hingga musuh nya berpikir Kanza masuk dalam jurang yg terjal dengan mobil nya.

Mobil yg mengejar Kanza berhenti sebentar. melihat mobil yg Kanza tumpangi terbakar di ujung jurang. mereka pun meninggalkan tempat. berpikir kalau pekerjaan mereka telah berakhir.

Namun Kanza yg melompat ke sungai masih beruntung selamat. dan hanya mengalami beberapa goresan luka ringan akibat terkena ranting saat melompat. dengan kesadaran yg tersisa Kanza bertahan dengan sebongkah batu sungai yg menahan nya. sampai terdengar suara gadis yg memanggil nya untuk tetap sadar.

Sebenar nya Rasyi yg hari ini merayakan kelulusan nya di sekolah. mengadakan perjalanan ke puncak dengan beberapa teman nya. setelah memilih tempat untuk mendirikan tenda mereka bekerja sama untuk memasak makan malam karena hati hampir gelap. Rasyi yg mendapat bagian mengambil air di sungai berjalan sendiri karena sungai dan tempat nya membuat tenda dengan teman temannya tidak terlalu jauh.

Tapi saat mengambil air mata Rasyi melihat orang yg sudah lemas di pinggir sungai. Rasyi mencoba berteriak minta tolong pada teman nya namun tidak ada yg menjawab. akhirnya dia memberanikan diri untuk menolong nya sendiri. karena melihat tangan orang tersebut masih bergerak.

"Hey, bangun kamu tidak papa"

tanya nya sambil menolong orang tersebut agar tidak terbawa arus. dengan susah payah Rasyi membara orang tersebut keluar dari sungai. hingga tubuh nya yg lebih kecil dari orang yg di tolong nya. tidak mampu menopang nya hingga terpeleset di bebatuan. meski kepala nya terluka Rasyi terus berusaha menolong Kanza. hingga akhir nya terdengar suara teman teman Rasyi yg menghampiri nya karena merasa tidak tenang karena Rasyi belum kembali ke tenda.

Rani yg melihat Rasyi berdarah langsung memapah nya. namun belum sempurna Rani memegang Rasyi. Rasyi sudah lemas duluan yg membuat mereka makin panik dan segera membawa Rasyi dan Kanza ke tenda.

Edo yg mendapat kabar dari orang kepercayaan nya. kalau mobil Kanza masuk jurang. langsung datang ke tempat. namun tidak ada wajah panik sedikit pun dari raut wajah Edo.

"Bagaimana tuan?'' tanya orang nya.

"tuan Kanza tidak mungkin kalah oleh tikus seperti mereka"

"tapi tuan. mobil tuan Kanza sudah hangus di dasar jurang"

"itu karena ada yg mesabotase nya"

"lacak GPS jam tangan tuan Kanza, aku yakin tuan Kanza pasti masih di daerah sini" perintah nya.

"Baik tuan"

orang suruhan Edo langsung mengerjakan perintah tuannya untuk mencari keberadaan Kanza. sampai mereka menemukan titik GPS dari arloji Kanza.

Edo yg sudah paham dengan musuh musuh Kanza memasang gps di setiap benda milik Kanza. agar mudah bagi nya menemukan Kanza disaat seperti ini.

"Kami menemukan nya tuan" teriak pangawal kepada Edo dari dalam mobil. Edo langsung berlari kecil menghampiri anak buah nya dan menatap layar laptop di mana letak lokasi Kanza

"Ini masih daerah sini tuan"

"aku tahu,panggil yg lain cari landasan jet pribadi tuan Kanza. kalau tuan Kanza masih selamat aku yakin tubuh nya pasti terluka. kerahkan anak buah mu yg lain cari setiap sudut hutan ini. dan aku mau malam ini kita bisa menemukan tuan Kanza"

"Baik tuan"

pengawal langsung pergi. berpencar mencari Kanza Edo pun langsung melihat sekitar mencari kemungkinan dimana Kanza bisa melompat dari mobil nya tanpa ketahuan musuh nya. sampai mata nya melihat ke arah jalan sunga yg bersebrangan dengan jurang tempat mobil Kanza jatuh.

"Anda harus baik baik saja tuan"

ucap nya lalu mencari jalan untuk menuju bawah sungai.

Rasyi yg masih belum sadar di tendanya. masih dalam pengawasan Rani. sedangkan Kanza mendapat pertolongan pertama dari beberapa wali kelas murid untuk mengobati luka di wajah dan tangan Kanza.

Rani yg senang Rasyi mulai sadar membantu nya bangun dari tidur nya. namun mata Rasyi melihat sekeliling seperti mencari sesuatu.

"Lo mencari apa Rass"

"orang tadi mana"

"ada di tenda guru, untuk di obati kita juga nunggu bus datang buat balik ke ibu kota" jelas Rani

"apa dia baik baik aja"

"lo ngapain mikirin orang. lo saat ini juga terluka" ketus Rani

"Tapi gua mau lihat gimana keadaan nya" lirih Rasyi. Rani yg tidak bisa menolak Rasyi hanya membantunya berjalan menuju tenda tempat Kanza di rawat.

"Kamu sudah bangun Rasyi?'' tanya salah satu guru

"sudah pak, bagaimana keadaan nya pak?'' tanya Rasyi melihat Kanza masih lemas tertidur dengan luka yg sudah di bersihkan.

"Seharusnya dia mendapatkan pengobatan intensif karena luka nya bukan termasuk luka ringan." ucap pak guru sambil memandang ke arah Kanza.

"Kita harus membawa nya ke rumah sakit pak"

"iya, bapak tahu bapak juga sudah menelpon bus dari sekolah untuk menjemput kita kembali. tapi sepertinya membutuh kan waktu." jelas pak guru panjang lebar.

Rasyi hanya berjalan pelan mendekati Kanza. menyentuh tangan nya terlihat ada goresan luka. Rasyi yg tidak menemukan perban. menarik bajunya hingga mendapatkan kain kecil membalutkan nya di luka Kanza.

"Siapa pun kamu, kau harus kuat aku yakin pasti banyak keluarga yg sedang mencari mu" ucap Rasyi sambil membalut luka Kanza.

Edo dan anak buah nya yg terus berjalan mengitari tepi sungai. melihat sedikit cahaya tidak jauh dari tempat nya. Edo pun memberi kode anak buah nya agar cepat kesana.

Edo yg berjalan di ikuti beberapa anak buah nya yg perpakaian serba hitam. membuat Rasyi dan teman teman nya serta guru nya kaget.

"Ada apa ini, siapa kalian?'' teriak guru Rasyi

anak buah yg di bawa Edo semua memiliki senjata lengkap siap mengangkat senjata nya.

"hentikan" teriak Edo

anak buah nya pun menerima instruksi Edo dan kembali memasukan senjata mereka.

"Permisi tuan. kami hanya mencari seseorang disini"

"kalian mencari siapa"

"anda tidak perlu tahu dia siapa. tapi kedatangan kami disini ingin bertanya apa anda menemukan seorang lelaki"

Namun belum sempat guru Rasyi menjawab. anak buah Edo memberikan petunjuk bahwa radar tuannya ada disini. mata Edo pun melihat kaki yg nampak dari pintu tenda. yg dia tahu itu adalah sepatu yg dikenakan tuannya.

Rasyi yg tidak tahu mereka. mencoba menghentikan anak buah Rdo yg berjalan menuju tenda.

"Kalian tidak boleh disini" bentak nya

"minggir lah nona, kami hanya memastikan kalau itu orang yg kami cari" ucap anak buah Edo

Namun Rasyi tidak bergerak dari tempat nya. meskipun Rani sudah mencoba menarik nya. sampai Edo yg sudah tidak tahan membuang buang waktu untuk menyelamatkan tuan nya berjalan menghampiri Rasyi.

"Sebaiknya anda sayangi nyawa anda nona. jika tidak ingin kami melakukan hal yg membuat anda menyesal"

terdengar nada dingin dari cara bicara Edo pada Rasyi. yg membuat nya menelan kasar saliva nya. namun karena dia tahu kalau orang yg di dalam terluka parah. Rasyi hanya takut mereka akan menyakitinya.

"Apa kalian akan menyakiti nya" Rasyi memberanikan diri bertanya dengan tatapan dingin. Edo pada nya

"nona tenang saja dia akan aman bersama kami."

"tapi dia terluka parah" terlihat wajah berkaca kaca dari mata Rasyi.

"Apa nona yg menyelamatkan nya?'' tanya Edo.

Rasyi pun hanya mengangguk kan kepalanya.

"terima kasih nona sudah menyelamatkan tuan kami"

ucap Edo tanpa ekspresi. namun Rasyi mendengar kata tuan terlihat senyum di wajah nya. setidak nya orang dia tolong menemukan keluarga nya.

"Ini benar tuan Kanza, tuan" teriak pengawal dari dalam tenda

Edo yg mendengar langsung berlari masuk ke dalam tenda. melihat kondisi tuan nya. namun mata nya terkejut saat melihat penuh luka di wajah dan tangan Kanza.

"Cepat kabari mereka siap kan pesawat kita bawa tuan Kanza dari sini. dan juga telpon dokter Yudha untuk siap siap"

perintah Edo yg langsung membuat anak buah nya kocar kacir

Setelah pesawat siap. Edo dan beberapa anak buah nya mengangkat tubuh Kanza yg masih tidak sadarkan diri dengan tandu masuk dalam pesawat. yg menunggu mereka di dataran yg tidak terlaku jauh dari tempat berkemah

"Sekali lagi terima kasih nona"

Edo yg berhenti tepat di depan Rasyi. dan langsung berlalu meninggalkan nya masuk dalam pesawat. membawa Kanza ke paris untuk pengobatan nya. dan juga menghindari musuh nya yg masih penasaran dengan Kanza yg mereka pikir sudah mati di dasar jurang.

"Flashback,off

*

"Jadi orang itu kamu?'' tanya Rasyi

"benar," jawab Kanza

"syukurlah kau baik baik saja, kau tahu entah berapa kali aku menghadang mereka untuk tidak membawa mu. karena ku pikir mereka yg membuat mu terluka" lirih Rasyi

"Aku tahu, terima kasih karena kau juga masih baik baik saja. apa kau tahu aku juga berusaha mencari mu. meskipun tanpa petunjuk." ujar Kanza

Rasyi membalas pelukan Kanza. yg membuat Kanza makin memeluk nya. karena bagi Kanza selain Aiden Rasyi juga adalah wanita yg masih trus dicari Kanza sampai saat ini.,

happy reading😊

1
MINDEULLE
Hai kak ceritanya bagus.

mampir juga yuk keceritaku
RAIN BUKAN HUJAN

terimakasih
Tania Saputri
lanjut thoorrr
Erna Mae
mampir thorr ..
Isam Amoy
di tunggu lanjut cerita nya thour
Isam Amoy
lanjut
Isam Amoy
God God God
Isam Amoy
next
Isam Amoy
curi kesempatan kanza pake remas"
Isam Amoy
lanjut lagi
Isam Amoy
next
Isam Amoy
tegang baca nya
Isam Amoy
foto siapa y
Isam Amoy
cepat nikah kan aja thour
Isam Amoy
keren keren
Isam Amoy
next next next lagi baca nya
Isam Amoy
💪💪💪💪💪
Isam Amoy
so sweit
Isam Amoy
lanjutin
Isam Amoy
lanjut
Isam Amoy
next next next next next next
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!