fadli hanyalah seorang penyihir rank E yang di anggap beban. puncak nya ia di hianati oleh rekan sendiri. ia di tinggalkan begitu saja di dalam sebuah dungeon rank A. namun terjadi keajaiban di mana fadli justru mendapatkan status. ia di berikan kekuatan oleh entitas misterius dan harus mencapai nya sendiri. bagaimana kisah fadli mencapai kekuatan baru itu?
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Hilman padli, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Dungeon break
Ke esokan hari nya tiba. Di pagi hari fadli sudah berada jauh di dalam hutan daerah jawa tengah. Ia pergi dari jakarta ke jawab tengah hanya untuk masuk ke dalam hutan.
"sampai juga. Ini sudah di tengah hutan aku rasa tidak akan ada yang datang ke sini," kata nya dalam hati.
"tuan pergi ke sini hanya untuk mencoba senjata yang baru tuan beli?" tanya rapael.
"benar sekali, senjata apa ini, pistol sihir?" tanya fadli dalam hati nya sambil memengang sebuah pistol sihir milik nya.
"tuan tadi malam kan sudah di baca penjelasan nya. Masa ruan pura- pura tidak tau sih, itu pistol sihir alam , bisa di bilang sama dengan tongkat sihir yang tuan miliki," jelas rapael.
"sama- sama menguras mana ya, sekarang akan aku coba,"
Fadli segera mengarahkan pistol itu ke arah baru besar di depan nya. Ia lalu membayangkan sebuah sihir es. Bum.. Fadli menembakan pistol nya, peluru melesat dan menembus batu raksasa itu.
"hah.. Tidak terjadi apa-apa nih?" tanya fadli.
Beberapa detik kemudian baru besar itu retak, dan terpecah belah, sebuah bongkahan es raksasa keluar dari batu nya.
"gila senjata uang gila," kata fadli dalam hati nya.
fadli terseyum ia lalu mencoba hal lain nya. Ia menembakan peluru api dan bum ledakan besar terjadi, ia menembakan peluru angin dan wos.. angin besar terjadi sampai membuat pohon beterbangan. Tidak lupa ia menembak ke arah lagi dan beberapa detik kemudian sambaran petir keluar.
"ini sangat gila senjata ini lua biasa. Tapi tentu saja menguras mana aku sangat banyak sial..." kata nya dalam hati.
"tuan jarak 500 meter ada orang," jelas rapael.
Mendengar itu fadli segera melesat menjauh. beberapa menit kemudian orang- orang itu datang ke tempat fadli, mereka terkejut melihat tempat yang sudah acak- acakan. Mereka segera menelpon pemadan kebakaran karena ada api yang masih menyala.
Sementara itu fadli sudah berada di tepi jalan ia memandangi status milik nya.
(Status fadli). Fadli level 60, gold 0
Hp, 6.800. Mana poin, 28.038, Kekuatan, 1.045, Kecepatan, 1.060.
(Senjata), tongkat sihir tingkat B, sepasang belati. Ramuan penyembuh 8. Jubah pelindung, cicin seve, katana, pistol sihir.
Poin terkumpul ( 0 )
"rapael senjata aku kayak nya kebanyakan deh,"
"tidak tuan itu masih kurang. simpan saja buat jaga-jaga. Kalau tuan mau saya bisa buatkan lagi senjata dengan skil tuan. Tapi batu sihir tuan di gunakan,"
"ngak usah nanti saja kita buat senjata yang di butuhkan. Senjata aku saja ini sudah termasuk senjata tingkat tinggi,
"iya tuan,"
Fadli segera pergi ke kota pati. Di kota pati ia memesan hotel dan tiduran di hotel itu dengan tenang sambil main ponsel.
"ada pesan dari citra adikku aku balas deh. Lalu ngak ada apa- apa lagi. Lebih baik aku tidur saja," kata nya dalam hati.
Ia pun menutup mata nya tertidur pulas untuk memulihkan kembali mana nya.
Setelah beberapa jam tertidur tiba- tiba. Brak...suara keras akibat runtuh nya hotel yang fadli tempati terdengar sangat dasyat. Sementara itu fadli yang baru tersadar dari tidur nya langsung keluar dari reruntuhan.
"kenapa kamu tidak memberitahu aku kalau ada bahaya rapael," tanya fadli sambil melempar puing reruntuhan.
"tidak ada puing yang menimpa tuan. Jadi aku diam saja. Tapi ada 3 moster yang datang," jelas rapael.
Benar saja tiga ekor moster ular menyerang fadli. Namun fadli menghindari nya dengan cepat. Ia segera mengambil tongkat sihir nya dari penyimpanan dan berkata, "sihir api, : bakar semua nya," bum.. ketiga moster itu langsung terbakar. "astaga menganggu saja aku tidur. Padahal lagi enak- enak nya tidur. Ada apa sih ini?" tanya fadli dalam hati nya sambil menjauh. Namun ia di panggil oleh seseorang.
"kamu hunter tolong kami" teriak orang itu.
Fadli melirik dan melihat ada sekita 100 orang yang ketakutan. "eh.. Aku menolong mereka," tanya fadli dalam hati nya.
Namun saat ada moster ular raksasa yang akan melahap mereka sekaligus fadli langsung, "sihir air : jet air ter arah," ia membelah moster ular itu dengan sihir air nya. "sudah aku duga sihir yang ini memakan banyak sekali mana," kata nya dalam hati.
Ia lalu mendekat dan memerintahkan mereka pergi. orang- orang itu pun pergi menjauh di dampingi oleh fadli. Beberapa menit berjaoan moster ular kembali datang namun fadli dengan mudah menumbangkan mereka.
Akhir nya setelah berjalan cukup jauh ada tim militer dan beberapa hunter yang menjemput. Mereka pun di evakuasi sementara fadli pergi ke area dungeon break di antar oleh tentara.
Hunter lain, "kamu juga hunter, kamu sudah siap kan melawan para moster,"
Fadli,"ya aku siap,"
Hunter lain," tenang saja aku akan melindungi kamu,"
Fadli hanya terseyum kecil saja. Saat mereka tiba di dekat dungeon 3 orang hunter tipe teng sedang menahan seekor moster raksasa. "moster apa itu aku tidak pernah melihat nya," tanya fadli dalam hati nya, "menjawab, itu adalah bos dungeon," jelas rapael. "begitu ya, para moster lain nya sudah banyak yang di kalahkan sisa satu ya," tanya fadli salam hati nya.
Para teng berjibaku menahan gerakan bos dungeon itu. Sementara para assasin dan hunter lain nya berusahan menyerang. Namun tidak berepek sama sekali.
"sial pertahanan moster ini tidak bisa di tembus," kata salah satu hunter dengan kesal.
Salah satu teng berbisik di dalam hati nya,"andai saja ada serangan yang lebih kuat, serangan yang mempu menggoyahkan pertahan moster ini kita lasti menang,"
Di saat itulah fadli datang. Ia segera melaparkan sihir milik nya, "sihir petir, "sambaran petir," lingkaran sihir terbentuk di atas moster itu. Semua terkejut dan bertanya- tanya "apa itu," dan bum.... Petir dasyat langsung menghantam moster itu. melihat kesempatan para hunter mulai menyerang sementara fadli pergi.
"ya sudah di pastikan akan menang juga aku pergi saja lah pulang sebelum ketinggalan kereta," kata nga dalam hati berjalan menuju ke stasiun.
Sementara itu para petualang berhasil menumbangkan bos moster itu. Mereka terseyum dan bersorak bangga.
"serangan petir tadi membuat kita menang," kata salah satu teng dari 3 teng.
"benar sekali," jawab teng lain.
"tapi siapa yang melancarkan serangan dasyat itu?" tanya teng lain bingung.
Sementara itu fadli sudah tiba di stasiun namun, "apa jadwal kereta di undur sial..." kata nya dengan kesal pada petugas.
Fadli yang pusing memilih masuk ke restoran dan makan sambil menunggu jadwal keberangkatan kereta. Setelah beberapa jam kemudian akhir nya kereta berangkat juga menuju ke arah jakarta sekalian mampir ke kota lain nya.