Seina adalah gadis cantik yang bercita-cita menjadi aktris terkenal. Setelah lulus sekolah, hidupnya terasa sempurna ketika dia berhasil debut di dunia hiburan. Namun, kebahagiaan itu tidak bertahan lama. Di puncak awal kariernya, Seina justru dibunuh oleh seorang haters yang iri padanya.
Saat membuka mata, Seina tidak lagi berada di tubuhnya sendiri. Dia terbangun di tubuh Serina Elvano, seorang wanita egois yang dibenci banyak orang. Lebih mengejutkannya lagi, dia berpindah tubuh saat Serina sedang berjuang melahirkan anaknya.
Serina harus menjalani kehidupan baru sebagai istri Cristian Elvano, pria dingin dan berkuasa yang sama sekali tidak mencintai istrinya. Tidak hanya diabaikan oleh sang suami, Serina juga diperlakukan rendah oleh keluarga Elvano karena sikap buruknya di masa lalu.
Dia bertekad mengubah hidupnya, merebut kembali harga dirinya, dan membuat semua orang yang meremehkannya menyesal, terutama Cristian.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon eka zeya257, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab 28
"Apa kamu pikir kami semua menerima kamu dan anakmu?" Kali ini Robin yang bertanya dengan suara berat yang menjadi ciri khasnya.
Serina menatap takjub ke arah mertuanya, selama ini Robin lebih sering diam lebih tepatnya mengabaikan Serina. Tapi sekarang, sepertinya pria tua itu ingin terlibat dalam percakapan mereka.
"Aku tahu kalian semua belum bisa menerima keberadaanku dan Arcelio, tapi nenek Abigail sudah jelas menerimanya. Dan aku yakin kalian juga akan melakukan hal yang sama, entah itu cepat atau lambat."
Nada suara Serina tampak sangat tenang, tapi di hatinya dia merasa sedikit takut melihat tatapan Robin padanya. Pria yang jarang bicara itu mendadak mengeluarkan suara dengan intonasi dingin, yang membuat Serina merasa tidak nyaman.
"Wah, kamu sombong sekali." Jesika menatap remeh Serina. "Semua itu hanya ada dalam mimpimu."
Serina terkekeh, "Bukan dalam mimpiku, Jes. Aku berbicara secara fakta, lihatlah suamiku jika dia tidak menerima anakku sudah pasti dia tidak mau menggendongnya." Serina menoleh ke arah Cristian, "Benarkan, Sayang?"
Panggilan sayang dari Serina mampu membuat Cristian tertegun, sampai dia tidak mengeluarkan suara.
Melihat itu, Jesika kembali berkata dengan nada mencemooh. "Lihat, Kakakku bahkan tidak menjawabnya dan kamu masih bersikeras membenarkan argumenmu?"
Serina mengangkat bahunya acuh. "Kenapa tidak? Toh semua sudah terjadi, mau bagaimana pun tanggapan kalian tentangku dan Arcelio itu tidak akan mengubah statusku sebagai istri dan anak yang sah dari Cristian Elvano."
Ruangan makan mendadak hening setelah ucapan Serina.
Jesika mendecakkan lidahnya kesal. Dia benar-benar tidak menyukai cara bicara Serina yang terdengar begitu percaya diri.
"Kamu benar-benar tidak tahu malu, ya?" sindir Jesika. "Kalau bukan karena Nenek, mana mungkin kamu masih duduk di sini?"
Serina tersenyum tipis."Aneh sekali."
"Apa yang aneh?" tanya Jesika dengan alis berkerut.
"Orang yang paling sibuk mempertanyakan keberadaanku justru bukan pemilik rumah ini."
Wajah Jesika langsung berubah. "Maksudmu apa?"
"Aku hanya heran." Serina menyandarkan punggungnya ke kursi. "Yang menikah denganku itu Cristian. Yang punya masalah denganku seharusnya Cristian. Yang harus menerima atau menolakku juga Cristian. Tapi kenapa kamu yang terlihat paling stres?"
"Ka-kamu!" Jesika mengepalkan tangannya kuat-kuat.
Di sisi lain, Cristian yang sedang menggendong Arcelio hampir tersedak mendengar ucapan Serina.
Wanita itu benar-benar berubah, dulu Serina hanya akan menunduk dan menangis jika disudutkan. Sekarang?
Dia malah membalas dengan senyum, Robin yang sedari tadi memperhatikan akhirnya kembali angkat bicara.
"Kepercayaan dirimu terlalu tinggi."
Serina menoleh hormat kepada pria itu. "Mungkin."
"Lalu apa yang membuatmu begitu yakin?"
Serina tersenyum. "Sederhana." Semua orang menatapnya. "Aku tidak sedang meminta diterima di rumah ini."
Ucapan itu membuat beberapa orang terdiam.
"Aku tidak datang ke keluarga ini untuk memohon belas kasihan atau mencari pengakuan dari siapa pun." Tatapan Serina menyapu satu per satu wajah mereka. "Aku hanya menjalani hidupku sebagai istri Cristian dan ibu dari Arcelio, aku tidak berniat menjadi menantu yang baik untuk kalian atau pun menjadi ipar yang patuh karena itu bukan tugasku."
Nada suaranya tetap tenang.
"Tidak peduli kalian menerimaku hari ini, bulan depan, atau sepuluh tahun lagi, matahari tetap terbit besok pagi. Hidupku tetap berjalan seperti semestinya, kecuali kalau Cristian sendiri yang mengatakan bahwa dia tidak menginginkanku lagi maka aku akan angkat kaki dari rumah ini."
Mariam mengerutkan kening. "Kamu bicara seolah tidak membutuhkan keluarga ini, padahal selama ini kamu hidup seperti lintah yang menempel di keluarga ini."
Serina terkekeh pelan. "Itu tidak seratus persen benar, tapi juga tidak salah."
"Lalu?"
"Aku jelas masih menghormati keluarga ini karena kalian keluarga suamiku. Tapi menghormati bukan berarti aku harus mengorbankan harga diriku seperti dulu, merendahkan diriku demi kepuasan kalian? Itu tidak akan terjadi lagi."
Deg.
Untuk pertama kalinya Mariam kehilangan kata-kata. Sementara itu, Jesika yang sudah tidak tahan langsung berdiri.
"Aku tetap nggak suka sama kamu!"
Serina mengangguk santai. "Ya sudah, itu urusanmu bukan urusanku."
Alice berkedip. "Hah?"
"Ya sudah."
"Cuma itu?"
Serina mengangkat bahunya. "Aku juga tidak suka durian, dan aku tidak memaksakan makanan yang tidak aku suka masuk ke dalam perutku."
Semua orang tampak tertegun mendengar perkataan Serina, mereka bertanya-tanya dari mana keberanian wanita itu muncul.
"Berhubung semuanya sudah ada di sini, aku ingin mengatakan keberatanku dengan niat kalian yang ingin menjodohkan suamiku dengan wanita lain." Kata Serina setelah mengamati tidak ada yang bersuara.
"Tidak bisa! Walaupun Cristian sudah memiliki istri, tapi dia tetap harus menikah dengan Gladis yang sangat mencintainya." Ucap Adam tegas.
Siapa yang tidak menginginkan seorang Cristian Elvano sebagai menantu? Jika ada mereka pasti orang bodoh. Cristian merupakan pria matang dengan segudang prestasi, belum lagi kekayaan yang di miliki pria itu sudah jelas hasil kerja kerasnya sendiri bukan bantuan dari ayahnya. Dia tidak bisa melepaskan Cristian begitu saja, terlebih Gladis sangat mencintai pria itu.
"Cinta?" Serina menopang dagu dan memajukan sedikit tubuhnya. "Menurut Anda apa Cristian juga mencintai putri Anda?"
.. pelan pelan sajaaaaa 🎵🎶🎵
mulai berpihak ke serin kamu cris🫶