NovelToon NovelToon
Kebangkitan Pewaris Rahasia

Kebangkitan Pewaris Rahasia

Status: sedang berlangsung
Genre:Balas Dendam / Identitas Tersembunyi / Crazy Rich/Konglomerat
Popularitas:14.6k
Nilai: 5
Nama Author: BRAXX

Atlas hancur dalam semalam: dipecat karena jebakan kotor, dikhianati kekasihnya Clara yang berselingkuh dengan Stevan—anak bosnya, lalu diserang hingga tak sadarkan diri.

Tapi takdir berkata lain.

Kalung peninggalan nenek buyutnya, Black Star Diopside, yang selama 20 tahun ia kenakan, tiba-tiba terbangkit. Kalung itu memberinya kekuatan luar biasa: menyembuhkan penyakit, mendeteksi ajal, dan kekuatan fisik dahsyat.

Dari pegawai rendahan yang diinjak-injak, Atlas bangkit sebagai pewaris kekuatan rahasia. Ia bertemu dengan Tuan Benjamin, miliarder tua misterius yang membutuhkan pertolongan medisnya. Namun di balik kebaikan Benjamin, tersembunyi agenda besar.

Dengan adiknya Alicia yang terancam bahaya, Atlas harus melawan Stevan, Clara, hingga geng bayaran Dragon Blood. Akankah kekuatan kalungnya cukup untuk melindungi semua yang ia cintai?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon BRAXX, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 28 - Ketakutan Jimmy

Beberapa pegawai tampak tertawa kecil melihat Jimmy memperlakukan Atlas dengan sinis. Jimmy memang dikenal arogan dan sering meremehkan orang yang ia anggap berada di bawahnya.

"Aku minta maaf, Tuan Jimmy, tapi aku adalah perwakilan dari Tuan Benjamin, pemilik baru perusahaan ini. Kau pasti sudah menerima pesan mengenai kunjungan kami untuk memeriksa perusahaan, bukan?"

Jimmy mengangkat alisnya lalu mengarahkan pandangannya ke para pegawai sebelum berkata, "Dia penggantiku. Teman-teman, dia pemimpin baru kalian!"

Terdengar tepuk tangan, tetapi bukan dalam nada positif. Jelas sekali mereka semua sedang mengejek Atlas.

"Baiklah, apa yang kau inginkan, direktur baru?"

"Semua yang perlu aku ketahui sudah tercantum di sini, Tuan Jimmy." Atlas menyerahkan map biru kepada Jimmy.

"Baik, aku akan menjelaskan semuanya kepadamu. Namun, apa pun yang terjadi, aku ingin mengingatkanmu bahwa kau tidak akan pernah bisa mendapatkan posisi ini. Aku akan tetap berada di sini. Aku pikir penggantiku akan jauh lebih mengesankan, tapi ternyata hanya seorang pria lemah yang aku yakin tidak paham dunia kerja. Apakah kalian semua setuju, teman-teman?" Jimmy sekali lagi mencari dukungan dari para pegawainya.

"Aku minta maaf, Tuan Jimmy, tetapi Tuan Benjamin sebagai pemilik ingin aku menjadi direktur sementara. Aku juga diberi mandat untuk mengawasi dan merombak seluruh perusahaan, termasuk pemecatan pegawai."

Beberapa pegawai yang mendengar ucapan Atlas tampak terkejut, dan rasa ragu serta takut mulai muncul karena mereka khawatir terhadap pekerjaan mereka sendiri.

"Hahaha, apa kau pikir aku peduli? Kau harus ingat bahwa aku mencapai posisiku sekarang karena banyak hal, termasuk kemampuanku memanipulasi kata-kata di depan pemilik perusahaan, CEO, dan pejabat tinggi lainnya. Melawan bocah sepertimu tidak akan memengaruhi posisiku saat ini. Kau hanya-Ugh! Ugh! Ah!”

Jimmy memegang tenggorokannya, tiba-tiba merasa sesak dan kesulitan bernapas. Ia akhirnya terduduk di lantai sambil mencoba mencari bantuan. Seketika beberapa pegawai bergegas mendekat dan menolongnya.

Senyum samar muncul di wajah Atlas. Semua yang terjadi itu adalah ulahnya.

"Ah! Tolong aku! A... aku tidak bisa bernapas! Ah!"

"Apa yang harus kita lakukan? Panggil ambulans!"

Para pegawai mulai panik karena Jimmy tidak menunjukkan tanda-tanda membaik.

"Tuan Jimmy, bisakah kau berjanji untuk tidak menentang perkataanku?"

Jimmy dan semua pegawai di sekitarnya menoleh ke arah Atlas. Senyum licik Atlas membuat Jimmy mengeluarkan suara sambil menggelengkan kepala.

Atlas mendongakkan kepalanya, dan rasa sakit di leher serta dada Jimmy tiba-tiba semakin parah. Jimmy memukul-mukul dadanya yang terasa panas lalu kembali menatap Atlas sambil menganggukkan kepala.

"Bagus, kalau begitu kita bisa melanjutkan inspeksi ini, Tuan Jimmy."

Atlas menjentikkan tangannya yang tersembunyi di saku celananya, dan seketika Jimmy pulih kembali. Semua orang, termasuk Jimmy, tercengang, dan beberapa pegawai mulai berbisik satu sama lain.

"Ini gila. Apa ini karena dia?”

Tatapan seluruh penghuni perusahaan yang sebelumnya terlihat meremehkan dan mengejek Atlas benar-benar berubah setelah insiden yang melibatkan Jimmy.

Berita itu dengan cepat menyebar ke telinga seluruh pegawai. Bahkan dua wanita yang sebelumnya mendapat teguran dari Atlas memperingatkan wanita lain agar tidak bersikap tidak sopan kepada Atlas.

"Baiklah, semuanya sudah jelas sekarang. Ini cukup untuk dilaporkan kepada Tuan Benjamin. Aku harus pergi, sudah mulai larut, dan aku lelah. Ngomong-ngomong, mungkin aku akan datang lagi bulan depan, Tuan Jimmy."

Atlas memasukkan berkas-berkas di depannya ke dalam tasnya. Jam menunjukkan pukul lima sore membuatnya sadar bahwa ia sudah berada di kantor cukup lama. Awalnya, ia dijadwalkan datang hanya selama tiga jam, tetapi semuanya tertunda karena Atlas memeriksa setiap aspek perusahaan dengan sangat teliti.

"Tuan Atlas, bisakah aku berbicara sebentar denganmu?" Jimmy menghentikan Atlas saat ia sedang merapikan tasnya.

"Ya, tentu saja. Apa yang ingin kau katakan?"

"Aku ingin meminta maaf atas apa yang kulakukan kepadamu tadi. Aku benar-benar tidak bermaksud buruk. Aku–"

"Bagaimana kau bisa mengatakan tidak bermaksud buruk ketika kau sudah melakukan sesuatu yang merugikanku, Tuan Jimmy? Itu pernyataan paling konyol yang pernah kudengar. Baiklah, lanjutkan."

Jimmy menelan ludahnya lalu melanjutkan kalimatnya. "Aku minta maaf, Tuan Atlas. Sejujurnya, aku panik. Aku takut kehilangan pekerjaanku. Aku terlalu cepat menilaimu berdasarkan penampilan. Sudah seharusnya aku mengubah sudut pandangku. Aku terlalu arogan. Aku merasa malu setelah melihat betapa telitinya kau memeriksa setiap detail perusahaan ini. Kau sangat kompeten dan luar biasa. Bahkan ada beberapa hal yang mungkin terlewat jika aku yang menjadi direktur baru sepertimu."

"Kau takut dipecat, kan? Jika aku datang sebagai pengawas biasa yang tidak berdampak pada pekerjaanmu, apakah kau masih akan meminta maaf? Atau kau akan terus bersikap arogan seperti itu?"

Jimmy menundukkan pandangannya sambil menggeleng perlahan. Ia terlihat takut dan diam tak bergerak, seperti anak kucing yang sedang dimarahi induknya.

"Aku harap kau bisa mengubah sikapmu. Entah kenapa, aku masih percaya bahwa kau lebih baik dari yang sudah kau tunjukkan. Aku akan memberimu kesempatan lagi untuk tetap berada di perusahaan ini. Kau tidak akan dipecat. Namun sayangnya, kau tidak akan bisa tetap berada di posisi sekarang. Aku akan memindahkanmu ke posisi kepala pengawas jika kau tertarik. Jika tidak, kau bisa meninggalkan perusahaan ini, Tuan Jimmy."

Mata Jimmy menatap Atlas dengan marah, tetapi wajahnya tidak menunjukkannya. Ia menyembunyikan rasa frustrasinya di balik senyum canggung lalu berkata, "Aku akan memikirkannya, Tuan. Tapi sepertinya aku setuju dengan keputusanmu. Aku tidak punya tempat lain untuk bekerja, dan perusahaan ini satu-satunya yang menawarkan gaji tinggi di kota kecil ini."

Atlas menutup tasnya, menghabiskan sisa teh di cangkirnya, lalu berdiri. Ia tidak mengatakan apa-apa lagi dan langsung meninggalkan ruangan, meninggalkan Jimmy yang mulai memukul sisi sofa berulang kali.

Semua pegawai menundukkan pandangan mereka saat Atlas berjalan melewati mereka.

Tepat sebelum pintu lift terbuka, Atlas memandang mereka dan berkata, "Nikmati waktu kalian satu bulan lagi. Saat aku kembali bulan depan, aku akan datang membawa hasil restrukturisasi. Aku ingat semua orang yang mengejekku bersama Tuan Jimmy tadi."

1
Was pray
flhasbacknya terlalu panjang, diringkas aja Thor, singkat tepat padat, kalau terlalu panjang jadi kayak emak2 yg lagi ngerumpi gak kelar2
Was pray
Alicia sosok cewek lemahkah?
Was pray
awal cerita dimulai konflik yg membosankan, urusan apem cewek
✦͙͙͙*͙❥⃝🅚𝖎𝖐𝖎💋ᶫᵒᵛᵉᵧₒᵤ♫·♪·♬
Sebagai manusia, kita seharusnya belajar untuk tidak terlalu cepat menarik kesimpulan tentang seseorang hanya dari penampilannya.
Ungkapan "Don't judge a book by its cover" menekankan pentingnya tidak menilai seseorang hanya dari penampilan luar.
Penampilan fisik tidak mencerminkan kualitas, karakter, atau kemampuan seseorang yang sebenarnya.
Menilai berdasarkan penampilan dapat menyebabkan prasangka, kesalahan interpretasi, dan ketidakadilan.

Berikut poin penting mengapa kita tidak boleh menilai dari penampilan:
Kualitas Tersembunyi: Kebaikan atau karakter sejati seseorang sering kali tidak terlihat dari luar.
Menghindari Prasangka: Menilai orang lain dengan cepat dapat menghasilkan asumsi yang salah dan tidak adil.
Pentingnya Mengenal Lebih Dalam: Diperlukan waktu untuk memahami sifat dan hati seseorang, bukan sekadar melihat pakaian atau gaya mereka.
Keadilan dalam Berinteraksi: Semua orang layak dihormati tanpa memandang status sosial atau penampilan.
Prinsip ini mengajak kita untuk lebih terbuka, tidak mudah berprasangka, dan menghargai orang lain berdasarkan tindakan serta karakternya...🤔🤭🤗
amida
ditunggu part selanjutnya dengan sabar tapi deg-degan
Coutinho
teruskan kak
sweetie
semangat truss kak author
ariantono
.
Stevanus1278
dobel up dong kk
oppa
lanjut kak, jangan lama-lama
cokky
lanjut terus ya kak
corY
next chapter please, lagi butuh hiburan nih
Coutinho
kok bingung ya dengan jalan ceritanya, sebenarnya Benjamin ingin menyelamatkan Atlas atau ingin membunuhnya???
sweetie
terimakasih Thor, dobel up nyaaa, semangat terus
Billie
kualitas cerita selalu konsisten, keren
MELBOURNE: bab terbarunya sudah di up yaa, semangat terus bacanyaa
total 1 replies
laba6
keren karya nya tor
MELBOURNE: bab terbarunya sudah di up yaa, semangat terus bacanyaa
total 1 replies
Coffemilk
hadir tor
MELBOURNE: bab terbarunya sudah di up yaa, semangat terus bacanyaa
total 1 replies
ariantono
jangan lama-lama up nya ya kak🙏🙏
MELBOURNE: bab terbarunya sudah di up yaa, semangat terus bacanyaa
total 1 replies
king polo
ini baru seru
MELBOURNE: bab terbarunya sudah di up yaa, semangat terus bacanyaa
total 1 replies
Budiman
ditunggu up berikutnya ya kak
MELBOURNE: bab terbarunya sudah di up yaa, semangat terus bacanyaa
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!