Vania Adinata, tanpa sengaja melewatkan malam panasnya dengan seorang CEO terkenal. Putus cinta membuatnya frustasi hingga dia mabuk dan melakukan one night stand tanpa sengaja.
Dikucilkan karena hamil, hingga dijodohkan dengan pria tua. Namun, nasib baik masih berpihak padanya, dia kabur dan tanpa di duga bisa bertemu dengan Ayah biologis bayi yang ada dalam kandungannya.
Bagaimana kisah selanjutnya? Siapa kira kira CEO terkenal dan nomor satu itu?
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Mom AL, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab . 28 Kebahagiaanmu adalah bahagiaku
Selama kehamilannya, Vania selalu berdandan setiap hari. Dia bahkan mengikuti les makeup. Hal tersebut tidak membuat Gio marah, malah pria itu senang karena melihat istrinya bahagia.
Pagi ini, Vania sudah terlihat rapi dan cantik dengan make-up tipis yang melekat di wajahnya. Namun, dia tidak suka dengan wangi parfum, dirinya lebih memilih memakai minyak angin. Meskipun sering mual, Vania tetap berkomitmen untuk terlihat wow setiap harinya.
Jam 6 pagi, Gio keluar dari kamar mandi dengan rambut masih basah. Matanya langsung mencari sosok yang sekarang jadi pemandangan favoritnya setiap pagi.
Di depan meja rias, Vania duduk anggun. Baby bump 4 bulannya sudah mulai kelihatan, tapi itu tidak mengurangi kelincahannya mengoles blush on. Di sebelahnya, botol minyak kayu putih jadi pengganti parfum.
Gio bersandar di kusen pintu, lipatan tangannya di dada. “Ibu hamil paling cantik sedunia ini mau kemana pagi-pagi udah full makeup?”
Vania menoleh lewat cermin, bibirnya mengerucut. “Ke depan, ngantar Axel ke sekolah. Terus mau ke kelas makeup. Hari ini temanya _glamour look_.”
Gio berjalan mendekat, lalu jongkok di samping kursi Vania. Tangannya hati-hati mengelus perut istrinya. “Adeknya belum protes, Ma? Mamanya dandan terus.”
Vania terkekeh, menutup bedak taburnya. “Adek justru seneng. Katanya, Mama kalau cantik, Papa jadi nggak jelalatan liat ibu-ibu lain."
“Astaga,” Gio geleng-geleng, tapi senyumnya nggak hilang. “Fitnah. Papa cuma jelalatan liat Mama doang. Apalagi Mama sekarang wangi minyak angin. Unik, bikin candu.”
“Idih,” Vania pura-pura jijik, padahal pipinya memerah.
Gio mengambil tas makeup Vania, dikalungkan ke bahunya. "Ayo, Ratu rumah tangga yang paling glowing. Papa anter ke depan. Axel pasti udah nungguin Mama cantiknya.”
Benar saja, di ruang tamu Axel sudah rapi dengan seragam SD-nya. Begitu lihat Vania, matanya berbinar.
“Mama cantik banget! Kayak princess di YouTube!” seru Axel, langsung memeluk perut Vania. “Adek, liat Mama cantik kan? Nanti kalau adek cewek, harus cantik kayak Mama ya!”
Vania dan Gio tertawa bersamaan.
“Nah, kan,” bisik Gio di telinga Vania. “Satu rumah ini udah jadi fans berat kamu. Nggak cuma Papa.”
Sebelum berangkat, Gio menahan pinggang Vania pelan. “Van...”
“Hm?”
“Makasih ya, udah bahagia. Mau dandan, mau les, mau beli skincare ibu hamil segambreng juga nggak papa. Asal kamu ketawa kayak gini tiap hari. Papa kerja jadi semangat.”
Vania berjinjit, mengecup rahang Gio singkat. “Karena ada Papa yang selalu bilang aku cantik, walau aku mual-mual sambil olesin minyak angin. Itu yang bikin aku bahagia.”
Gio mengantar istri dan anaknya sampai ke mobil. Sebelum pintu ditutup, Axel nyeletuk, “Pa, nanti pulang dari kantor beliin Mama rujak ya! Tadi adek bisikin ke Axel, katanya pengen makan rujak!”
Gio dan Vania saling pandang, lalu tertawa lepas.
Siang itu, grup kantor Gio heboh. Bukan karena tender baru, tapi karena bos mereka izin setengah hari dengan alasan: _“Mau cari rujak jambu kristal buat istri sama anak-anak saya.”_
Dan Gio? Dia nggak malu sama sekali. Karena baginya, jadi suami siaga untuk Vania dan calon adek Axel adalah proyek paling penting seumur hidupnya. Dia tidak akan mengulangi kesalahan yang kedua kali. Di kehamilan Vania saat ini, dia harus standby di sisi istrinya. Apa pun yang Vania minta, pasti akan Gio turuti. Meskipun harus keliling dunia.
.....
BERSAMBUNG
ROMANTISNYAAAAA 😍😍
LANJUT BESOK YA, XIXI. SO, STAY TUNE!!!