NovelToon NovelToon
Mertua Dan Menantu

Mertua Dan Menantu

Status: tamat
Genre:Konflik etika / Cinta Terlarang / Romansa / Tamat
Popularitas:401.5k
Nilai: 4.9
Nama Author: LaQuin

Lyra mencoba untuk bertahan meski ia terluka oleh kenyataan pahit yang baru saja ia ketahui setelah 6 bulan lamanya. Suami tercinta tega menduakan cintanya dan bermain api dengan Ibunya sendiri.

Rumah Tangga seumur jagung bagai neraka untuk Lyra. Lantas bagaimana ia harus menghadapi situasi ini?

Baca kisahnya yuk readers...

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon LaQuin, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 29. Pingsan

Bab 29. Pingsan

(POV Author)

Setelah membaca pesan Teguh, Lyra nyaris tidak bisa tidur semalaman. Akhirnya dalam keadaan setengah mengantuk ia harus ke kampus untuk mengikuti sisa mata kuliah dan menyelesaikan skripsinya agar bisa mengikuti sidang bulan depan.

Dalam perjalanan menuju kampus, Lyra terus menguap hingga matanya berair. Keadaan Lyra yang seperti itu diperhatikan Mita yang sedang menyetir di sebelahnya.

"Lo nggak tidur ya Ndoro. Emang tadi malam Vc sama Bang onta sampai jam berapa sih? Sampai-sampai Lo ngantuk gitu."

Mita tadi malam tahu Lyra dan Teguh melakukan panggil video. Saat Lyra beranjak pindah ruangan, sekilas Mita melihat Teguh di layar handphone sahabatnya itu.

"Bentaran doang." Ujar Lyra seakan malas untuk menjawab karena mengantuk.

"Yakin?" Tanya Mita meragukan dengan tatapan menyelidiki.

"Ish! Udah nyetir aja yang bener. Nyawa Gue cuma satu jangan sampai Lo ngajak Gue jadi model buku yasin pula."

Mita terkekeh.

"Kita kan sohib, hehehe..."

Setelah itu, Mita kembali fokus menyetir hingga sampailah mereka di kampus yang sudah mereka jalani selama hampir 4 tahun.

Mita dan Lyra satu jurusan. Mereka sudah berteman sejak masih duduk di bangku SMA. Mita yang ceplas ceplos dan galak hanya cocok berteman dengan Lyra yang pendiam dan cuek.

Persahabatan mereka bikin iri kaum hawa yang melihat dua makhluk cantik yang kerap kali mendapat perhatian kaum lelaki meski mereka cuek setengah mati.

Mita yang cantik dan juga Lyra yang cantik tanpa riasan membuat kampus menjuluki mereka bidadari dunia dan surga.

"Pagi ducan...." Sapa salah seorang mahasiswa yang berpapasan dengan mereka.

"Lo ducan?" Tanya Mita kepada Lyra.

"Lo lupa nama Gue?" Tanya Lyra balik.

"Lo manggil siapa?" Tanya Mita kepada lelaki yang menyapa mereka.

"Ya kalian berdua lah, duo cantik." Jawab lelaki itu memasang senyum manisnya. Berharap salah satu di antara Lyra maupun Mita senang terhadap sapaannya.

Gigi lelaki itu serabutan dan salah satunya sedikit maju kedepan sebagai pimpinan bagi yang lain. Namun ia tetap percaya diri untuk tetap tersenyum berhadapan dua wanita pujaan hatinya.

Mata Mita serasa kemasukan batang pohon melihat gigi yang di pamerkan dengan bentuk tak berupa.

"Rebonding dulu tu gigi, jangan sampai Gue jambak!" Ujar Mita galak.

Lyra terkekeh melihat reaksi sahabatnya yang brutal kalau sudah berkomentar.

Tanpa memperdulikan lelaki yang berubah raut wajahnya menjadi manyun itu, mereka berdua berjalan menuju kelas yang sebentar lagi akan masuk waktu pembelajaran.

"Dih, sombong amat neng, ni gigi akan berguna pada waktunya. Hai, Dara... Pulang Abang anterin yuk..."

Hanya sesaat wajah manyun itu bertahan, begitu melihat wanita yang lain lewat, ia mulai beraksi lagi.

Sampai di dalam kelas, Mita dan Lyra duduk bersebelahan di deretan ke tiga.

"Baru datang? Ra, tadi ada yang nyariin Lo!" Ujar Baim yang ngefans dengan Lyra.

"Siapa?" Tanya Lyra.

"Nggak tahu Gue. Itu Om-om dari pagi banget nungguin Lo? Nggak ketemu apa di depan tadi?"

"Om-om?" Ulang Lyra dan Mita serempak.

Mereka berdua saling pandang seolah-olah satu pemikiran siapa yang di maksud Baim.

Lyra mendadak cemas. Keadaannya yang kurang tidur semakin membuatnya lemah.

"Jangan terlalu di pikirin, ada Gue. Gue akan usahain dia nggak akan bisa ketemu sama Lo." Bisik Mita di telinga Lyra.

Lyra mengangguk pelan. Dalam hatinya sudah cukup kacau oleh Umi yang melihatnya di rumah anaknya. Di tambah lagi, lelaki yang mencarinya itu pasti Andi yang berusaha mengurungnya kembali.

"Im, Lo bilang apa sama laki-laki itu?" Tanya Mita, menginterogasi.

"Tumben bener manggil. Gue bilang aja dah berapa Lyra nggak masuk. Emang bener kan? Itu Om-om siapa sih?" Kini Baim yang bertanya penuh selidik.

"Ada onta elegan dari pada Elo yang ilegal. Dia itu suka sama Ndoro. Jadi dia itu saingan Lo. Dan Lyra nggak suka sama dia. Pokoknya kalau dia nyariin lagi bilang aja nggak tahu atau nggak masuk seperti tadi." Ujar Mita.

"Waah, nggak bisa di biarin nih!"

"Makanya." Imbuh Mita, ngompor.

"Tenang aja. Lain kali itu om-om nyariin, Gue nggak akan nyerahin Lyra Gue ke dia." Ujar Baim serius.

Lyra memutar bola mata jengah dirinya di akui Baim sebagai miliknya. Sedangkan Mita hanya terkekeh melihat sahabatnya yang harus menahan risih atas omongan Baim.

Namun berkat Baim, setidaknya Lyra dan Mita sedikit lega, karena Baim tidak akan memberitahukan keberadaan mereka kepada Andi mesti Baim tidak tahu, si Om yang di maksud adalah suami Lyra.

Tidak ada yang tahu Lyra sudah menikah selain Mita di kampusnya. Oleh karena itu, banyak kaum adam yang menggoda Lyra mesti wanita itu tidak menanggapi mereka.

Mereka berhenti berbicara setelah dosen masuk ke kelas dan menyampaikan materi pembelajaran di hari itu. Begitu pula dengan mata kuliah selanjutnya di ikuti Baim, Mita dan juga Lyra dengan serius.

Mata kuliah kedua pun berakhir setelah satu jam 25 menit. Lyra yang mengejar skripsi berencana menghabiskan waktu hari itu di perpustakaan agar bahan skripsinya segera bisa ia konsultasikan kepada dosen pembimbing.

"Lo nggak nyari bahan?" Tanya Lyra berbisik ketika mereka sudah duduk di pojokan perpustakaan.

"Gue udah konsul, bahan Gue dah siap sejak Lo nggak masuk kemarin-kemarin." Ujar Mita sambil merebahkan kepalanya di tumpukan buku yang Lyra ambil.

"Tungguin ya." Pinta Lyra.

Mita menggangguk, dan sesekali menguap. Hingga tidak terasa selama dua jam di habiskan Lyra di ruangan perpus. Mita sudah terlelap dengan mulut sedikit ternganga.

Lyra membiarkan saja sahabatnya itu tertidur. Hingga pukul 15.00. Lyra membereskan buku-buku dan itu membangunkan Mita.

"Dah kelar?" Tanya Mita dengan suara khas bangun tidur.

"Iler Lo!" Tunjuk Lyra dengan dagunya pada salah satu buku yang di tiduri Mita.

"Hehehe..." Mita nyengir lalu mengelap lelehan liur di tepi bibir, lalu ke buku dengan tisu yang ia ambil dari dalam tasnya.

Mita perlahan meregangkan otot-ototnya sambil menunggu Lyra meletakkan kembali buku-buku pada raknya. Setelah itu baru lah mereka beranjak keluar menuju parkiran.

"Lyra!"

Suara yang berseru memanggil itu, Lyra tahu siapa pemiliknya, begitu juga Mita.

Mita segera meraih tangan Lyra.

"Lari!!" Seru Mita mengajak sahabatnya.

Mereka berdua pun berlari sekuat tenaga sambil sesekali melihat kebelakang. Rupanya Andi pun ikut berlari mengejar mereka.

"Mati kita Mitong!!" Ujar Lyra setengah berteriak ketakutan sambil berlari.

"Seenggaknya ntar Gue pesan jenis buku yasin yang keren buat kita Ndoro!" Ujar Mita yang berlari seiring dengan Lyra.

"Udah mati gimana pesennya?!"

"Malaikat pasti catet!"

"Itu amal baik sama amal buruk Tong!! Lo kata malaikat fotografer?!!" Sewot Lyra.

"Au Ah, kabur dulu yang jelas Ndoro!!"

Mereka seperti Tom dan Jerry yang sedang main kejar-kejaran. Dan itu tidak luput dari perhatian beberapa mahasiswa dan mahasiswi yang melihat mereka.

Sampai akhirnya usaha Andi tidak sia-sia mengejar mereka. Staminanya yang seorang pria berhasil menangkap tangan Lyra yang sudah mulai melemah akibat fisiknya yang memang kurang fit di hari itu.

"Lepaskan Gue!!" Berontak Lyra dengan mencoba menarik paksa lengannya yang di cengkeram Andi.

Andi tidak peduli Lyra yang meronta-ronta. Ia terus menarik istrinya itu hingga menuju parkiran mobilnya.

"Lepasin Lyra! Atau nggak, Gue teriak nih, kalau Lo mau culik anak kampus sini!" Ancam Mita.

Andi terkekeh, lalu tersenyum seringai.

"Lo lupa dia istri Gue?! Jangan ikut campur urusan rumah tangga Gue!!" Sergah Andi.

Tidak ada yang salah dengan kata-kata Andi karena dia memang berhak atas Lyra yang masih beratus istrinya.

Mita terdiam sesaat, mencari akal agar sahabatnya itu tidak di bawa oleh suaminya kerumah yang penuh dengan hubungan terlarang itu.

"Lyra!! Lepasin Lyra Om-om fedofil!!" Seru Baim yang baru saja hendak menuju parkiran dan melihat wanita pujaan hatinya di seret paksa oleh Andi yang di kira Om-om penggemar Lyra.

Pria itu berlari lalu menerjang tubuh Andi hingga lelaki itu terjungkal dan Lyra pun jatuh tersungkur.

"Ndoro! Lo nggak apa-apa?" Tanya Mita yang segera menghampiri.

Lyra menggeleng, namun wajahnya kelihatan pucat, lalu tidak lama ia pun pingsan.

"Ndoro!!"

Kepanikan Mita mengundang sejumlah mahasiswa yang berada di sekitar mereka. Apalagi Baim yang sedang baku hantam dengan Andi yang terus mencoba melawan, sesaat berhenti melihat keadaan Lyra.

Berapa mahasiswa pun datang melerai dan dua orang membantu Mita membawa Lyra untuk di bawa ke klinik terdekat.

Bersambung...

1
Ulfayanty Syamsu Rajalia
tolol nangis aj trus sampai kiamat bego banget si knp gk manggil warga bego
Deuis Hilmatussa'dah
Kecewa
Deuis Hilmatussa'dah
Buruk
74 Jameela
manusia berhati iblis tuuh andi😠
74 Jameela
lyra...cemungut yooooo..
hempaskn para bunga bangkai itu
74 Jameela
kyok jallang dech jd ny si clara..
maksain diri amiiiittttt
74 Jameela
waduh..gaswat..
salah sangka..tiwas berbunga hati tryt berbunga bangkai
74 Jameela
Luar biasa
74 Jameela
kaget aq
Vindy swecut
uuwwooowww/Gosh//Gosh//Gosh/
Vindy swecut
sumpah ngakak banget...lucu banget si onta timur ini...gemes deh/Facepalm//Facepalm//Facepalm/
Ristieriswanharti
terbangun haus air minum lewat depan kamar mamah dapur suara desahan miling 😂
Sivia
/Facepalm/
Akbar Razaq
Rasain di culik bener bener ya gak bs di bilangin di cemasin orang gak bs jaga diri juga tapi ngeyel sukurin.
Akbar Razaq
mendadak minta di kawinin gatal ya...urusan aja lo gak bs apa apa klo gak ada temem sama teguh.duh lemot amat ya Si Lyra gemes deh
Akbar Razaq
untung ketemu orang baik klo enggak habis lo.agak kesal sih sama Lyra yg agak.bodoh juga.
Akbar Razaq
Nah kenapa gak sekalian.lo undang orang orang buat lihat secara life kelakuan mereka.li bodoh juga sih
Akbar Razaq
Bodoh.mereka jadi hati hatikan??
harus nya selidiki diam diam saat mereka mengira kamu gak curiga klo gini kan mereka waspada dasar. Polos apa goblok. gregeten akunya 😄
Akbar Razaq
Beneran Lyra mmg terlalu polos harusnya di selidiki mana ada maling yg ngaku.dodol?
Akbar Razaq
Ya ampun ternyata othor belum kasih jalan smua ini blum terkuak.😁
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!