Flora, seorang gadis cantik yang mengalami kejadian di luar nalar. Ia kembali ke masa lalu! Flora yakin kalau sebelumnya dia benar-benar sudah mati, bahkan ia sendiri masih merasakan sakit di sekujur tubuhnya akibat terbakar api yang melahap dirinya di malam itu.
Meskipun berat dan sulit untuk di percaya akan situasi tersebut, Flora menganggap kalau tuhan telah memberikan kesempatan kedua padanya, semata-mata untuk membuat Flora memperbaiki semua kesalahan yang telah dia perbuat di kehidupan sebelumnya.
Dan yang paling penting adalah, ia kembali bertemu Daniel, laki-laki yang sangat dia benci di kehidupan sebelumnya, Daniel adalah sosok pria tampan namun lumpuh yang di jodohkan oleh sang papa dengan Flora.
"Terlahir Kembali! Kali ini aku tidak akan salah pilih lagi!" ucap Flora penuh tekad.
Kesalahan apa yang telah di lakukan Flora di kehidupan sebelumnya? Dan apa penyebab kematiannya? Penasaran bukan? Ayo ikuti kisahnya di sini bersama author.
"Terlahir Kembali, Menikahi CEO Lump
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Nadia, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab 28
"Wenda!!!!!" jerit Flora kesal karena ia belum sempat mengatakan sepatah kata pun Wenda sudah mematikan telpon nya.
"Anak ini menyebalkan sekali, benar-benar membuat ku kesal di pagi hari," ucap Flora marah.
Namun dia tetap bangkit dari tempat tidur nya, mengambil handuk dan berjalan masuk ke kamar mandi.
Satu setengah jam kemudian.
Kini Flora tiba di caffe xxx tempat di mana Wenda sudah menunggunya beberapa puluh menit yang lalu.
"Aku di sini," ucap Wenda sambil mengangkat tangan nya melambai-lambai ke arah Flora.
Flora yang melihat itu segera menghampirinya dengan wajah yang sedikit di tekuk.
"Duduklah, aku sudah pesan kan sarapan untuk mu, ini minum dulu sebelum kau mendengarkan ceritaku yang mungkin akan menguji jantung mu," Wenda menyodorkan segelas minuman untuk Flora yang sudah ia pesan sejak awal.
"Hmm, sebenarnya cerita apa yang membuat mu ingin bertemu dengan ku pagi-pagi seperti ini," ucap Flora sambil menyeruput minuman tersebut.
"Ini tentang Liam dan teman-teman nya," ucap Wenda.
"Memang nya kenapa dengan mereka?" tanya Flora lagi, kali ini ia terlihat penasaran dan mulai mengerutkan keningnya.
"Kau benar-benar tidak tau soal ini? Apa jangan-jangan kau hanya pura-pura tidak tau? Ini kerjaan mu kan?" tanya Wenda terlihat mencurigai Flora.
"Kau gila? Perbuatan apa yang ku lakukan? Aku benar-benar tidak tau," ungkap Flora mulai kesal dengan tuduhan tersebut.
"Hmm, sepertinya kau benar-benar tidak tau, mereka berlima di culik dan di siksa oleh seseorang, sekarang di rawat di rumah sakit terdekat, mereka di temukan tak berdaya pagi ini di trotoar," ucap Wenda dengan mata besar nya yang membulat sempurna.
"Apa? Bagaimana bisa? Berlima?" tanya Flora kaget.
"Ya aku juga tidak tau, penculik nya menculik mereka menyiksa mereka setelah itu mereka di lempar ke trotoar, orang-orang menemukan mereka langsung membawa ke rumah sakit," ucap Wenda menjelaskan.
Flora terdiam sejenak mendengar ucapan Wenda barusan.
"Tidak ada yang bisa melakukan hal seperti ini kecuali ..." Flora menghentikan kalimatnya.
"Kecuali apa?" tanya Wenda singkat.
"Mereka berlima itu semua yang makan di restoran mu tadi malam?" tanya Flora memastikan.
"Iya, Tara dan Liam, lalu tiga temannya," ungkap Wenda.
"Hm baiklah aku mengerti sekarang," ucap Flora yang kecurigaan nya kini tertuju kepada satu orang, ya itu Daniel dan Hans.
"Apa yang kau tau dan apa yang kau mengerti?" tanya Wenda penasaran.
"Menurut mu siapa yang bisa melakukan ini kepada mereka tanpa takut akan urusan dengan kepolisian?" ucap Flora sambil tersenyum kecil kepada Wenda.
Wenda terdiam dan berfikir sejenak, namun dalam sekejap ia tiba-tiba teringat sesuatu yang membuat nya sedikit kaget.
"T-tuan muda Daniel? Apakah benar dia?" ucap Wenda dengan mulut sedikit terbuka karena kaget.
"Sudah mengerti kan sekarang? Tutup mulut mu dan jangan banyak bicara," ungkap Flora sambil memasukkan beberapa potong kentang goreng ke mulut Wenda.
Wenda mengangguk dan segera mengunyah makanan tersebut, mereka kini tak ingin membahas soal itu lagi karena sudah tau siapa pelakunya.
"Meskipun ini hanya kecurigaan ku saja, tapi hanya kak Niel yang punya kemampuan sperti ini kan? Baiklah setelah dari sini aku akan ke perusahaan nya, aku akan bertanya langsung padanya," batin Flora.
Sementara itu di rumah sakit ...
"Liam, apa yang terjadi kepada kalian? Kenapa kalian sperti ini?" tanya Anton yang saat ini berada di rumah sakit juga menyaksikan perawatan sang putra yang kini beberapa bagian tubuh nya di perban.
"Aku juga tidak tau ayah, seseorang bertopeng separuh wajahnya, dia menyiksa kami habis-habisan," ucap Liam sambil menahan sakit.
"Apa mungkin itu tuan muda Daniel?" ucap sang ayah.
"Bukan ayah, dia bukan tuan muda Daniel, dia berdiri sedangkan laki-laki itu lumpuh," ucap Liam kekeh.
Sang ayah yang mendengar itu seketika terdiam, dia merasa kalau dirinya tidak punya musuh sama sekali, dan tidak mungkin ada sosok lain yang diam-diam balas dendam.
"Sekarang aku tanya padamu, apakah kau punya musuh?" ucap Anton.
"Sudahlah om, semua ini pasti perbuatan Flora, hanya dia musuh kita sekarang, dia mempermalukan kami di depan umum, sampai-sampai aku kehilangan kalung ku untuk menebus biaya makan di restoran tadi malam, dan Flora, dia malah merayakan ulang tahun bersama Daniel," ucap Tara angkat bicara karena sudah tidak tahan.
"Iya ayah, Tara benar, hubungan ku dan Flora sekarang benar-benar sudah kandas, aku tidak bisa melakukan apapun lagi karena dia sepertinya sudah menyadari sesuatu dia sekarang benar-benar bersama tuan muda Daniel," jelas Liam kepada sang ayah.
"Apa? Bagaimana mungkin?! Bukan kah selama ini dia selalu tergila-gila kepada mu? Ini tidak benar, pasti karena kau yang membuat nya cemburu benar kan?!" ucap sang ayah semakin marah.
"Tidak ayah," jawab Liam mengelak.
"Lalu apa lagi? Sudah pasti Flora tau tentang hubungan kalian berdua, jangan pikir ayah tidak tau kalau kalian berdua sering pergi ke hotel! Flora itu anak orang kaya Liam, kau pikir dia tidak bisa membayar orang untuk menyelidiki mu? Apalagi sejak kejadian itu ia mulai berubah jadi sosok yang pintar," ucap Anton terlihat frustasi dengan keadaan saat ini.
"Aku minta maaf ayah," jawab Liam sambil menundukkan kepalanya.
"Bodoh, aku tidak mau tau, kau tau sendiri kan sekarang gajiku di potong setiap bulannya, itu artinya ekonomi kita akan semakin sulit, apapun yang terjadi kau harus membuat nya kembali padamu, sekarang giliran mu yang mengejarnya, kau harus minta maaf, jika tidak jangan bergantung hidup padaku lagi," ucap Anton yang kemudian berlalu keluar dari ruang tersebut.
Tara yang mendengar itu merasa senang, karena hanya Anton lah yang bisa menggerakkan dan memaksa Liam.
"Seperti nya masih ada harapan," batin Tara.
"Kak Liam," ucap Tara. Ia turun dari tempat perawatan nya dan kemudian menghampiri Liam sambil memegangi lengan laki-laki itu.
"Aku benar-benar tidak ingin melakukannya, aku bisa berusaha untuk mengubah kehidupan ini tanpa mengharapkan keluarga Flora, dia wanita yang egois aku benar-benar tidak mau bersama dengan nya apalagi mengejarnya," ucap Liam dengan wajah tertekan.
"Dengar kan saja kata-kata ayah mu, kau harus minta maaf kepada Flora dan menjelaskan semuanya,buat dia kembali padamu dengan begitu urusan kita akan sangat mudah di selesaikan," ucap Tara membujuk Liam.
"Kenapa kau dan ayah sama saja? Kenapa kalian malah mendorong ku kepada Flora, kau juga, apa kau tidak mencintaiku lagi?" tanya Liam dengan tatapan tak terima.
"Bukan sperti itu, kak Liam kau tau sendiri kalau aku juga terkahir di keluarga yang susah, jika kita tidak berani bertindak kita tidak akan mendapatkan apapun," jelas Tara sambil memasang wajah sedihnya.
Melihat itu Liam pun tidak tega, ia mulai kembali mengumpulkan kepercayaan diri nya demi Tara dan sang ayah.
"Baiklah aku akan mencoba lagi," ucap nya dengan tatapan pasrah.
****
yu ah cus pindah lapak💜