Dea Kanita putri gadis remaja berusia 18tahun dia adalah putri bungsu dari keluarga Wijaya yaitu Adison Wijaya dan Rianti Wijaya
Dea menyukai Abang dari sahabatnya yaitu Rion jovian tapi karna tak pernah mendapat respon dari Rion akhir nya dia berusaha untuk tak peduli lagi dengan perasaan nya,,
lalu bagaimana dengan Rion setelah Dea tak lagi mengganggu dan mengusili nya,yuk ikuti kisah ini agar tau kelanjutannya!
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Beibe, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab 28
Sudah satu Minggu Dea, terbaring di ranjang pesakitan tapi ia, masih enggan membuka mata, ia masih nyaman dengan tidurnya..
"sayang kamu betah banget sih di sana pulang yuk Abang kangen.."Rion terus mengajak Dea, bicara meskipun tak ada respon dari istrinya..
"sayang bantu papa bujuk mama buat pulang dong..ajak mama pulang ya nak.. bilang sama mama jangan jauh-jauh main nya kita semua yang ada disini udah kangen..."Rion mengelus perut istri nya..
"Abang keluar dulu ya sayang, nanti Abang kesini lagi.."cup.. Rion mengecup kening istrinya. Lalu melangkah keluar ruangan.
"mama sama papa pulang aja, istirahat dulu di rumah biar Rion yang jagain Dea.."ucap Rion pada orang tua dan mertua nya..
"Gita ikut temenin Abang disini"sahut Gita..
"ya udah, kalau gitu kami pulang dulu kalau ada apa-apa cepat hubungi kami.."puk..papa Harris menepuk pundak Rion.. begitu juga dengan papa Adison.. para mama mengikuti suaminya untuk pulang ke rumah.
"Abang makan dulu nih, Abang belum makan dari pagi. Jangan sampai Abang ikutan sakit. Nanti kalau Dea, bangun Abang malah lagi sakit gimana.." ucap Gita.
Sungguh Rion tak berselera makan selama beberapa hari ini entah kemana perginya selera makan nya. Melihat istrinya hanya terbaring tak berdaya di rumah sakit apa ia masih memiliki nafsu makan..
Tapi mau tak mau Rion harus makan meski hanya beberapa suap.
"Abang istirahat dulu aja biar Gita yang jagain Dea."ucap Gita.
"nggak usah, nggak papa biar Abang aja yang jagain Dea, kamu aja dulu yang istirahat."jawab Rion.
"Abang pliss nurut lah, Abang juga butuh istirahat."mohon Gita. Rion diam saja. tapi akhirnya ia melangkahkan kakinya ke ranjang yang disediakan untuk keluarga pasien.
"Abang istirahat sebentar tolong jaga Dea."pinta Rion ia membaringkan tubuhnya di ranjang.
"iya,,"jawab Gita.
Pagi-pagi sekali mama Rianti dan mama Mirna sudah tiba di rumah sakit. Mereka bergegas menuju rumah sakit sa'at Gita mengabari kalau Dea, sudah siuman.
Mereka tak henti-henti nya mengungkapkan syukur.
kini Dea, sedang di periksa oleh dokter. Mereka semua menunggu di luar.
Tak lama mereka di perbolehkan masuk. Rion langsung memeluk istrinya. "terimakasih sayang kembali. Kamu hebat sayang,kamu kuat.."Rion tak henti-henti nya menciumi seluruh wajah istri nya. Sedangkan Dea, dia masih diam saja ia masih bingung dengan keadaan di sekelilingnya ia, lupa dengan kejadian beberapa saat lalu. Wajar ia bahkan koma hampir dua Minggu lamanya.
Rion berangsur mundur bergantian dengan mertua dan orang tua nya. mama Rianti menangis memeluk anak bungsu nya,, "Alhamdulillah ya Allah," hanya itu yang mampu mama Rianti ucapkan.
Dea, sedang makan siang di suapi oleh suami nya, setelah mengingat kejadian beberapa waktu lalu, ia, langsung bertanya tentang kandungan nya, bagaimana dengan keadaan bayi nya, setelah di jelaskan oleh Rion bahwa semuanya baik-baik saja baru lah Dea, merasa lega. ia meraba perut nya, benar perut nya masih terasa buncit..
Tak lama datang Sofia dan Aldo kali ini Sofia membawa putranya, karena anaknya benar-benar tak mau di tinggalkan.
"assalamualaikum wah udah rame ternyata."ucap Sofia melangkah masuk ke ruangan Dea.
"loh Aiden kok di ajak kak.?"tanya mama Rianti. Yang melihat cucu nya berada di gendongan papa nya.
"iya,mah Aiden rewel bener-bener nggak mau di tinggal."jawab Sofia.
"sini boy, sama opa."papa Adison mengambil alih cucunya.
"gimana dek, udah baikan rasanya.?"Sofia menghampiri Dea.
"Alhamdulillah kak, aku udah ngerasa lebih baik."jawab Dea..
"weehh.. calon mama semangat buat sembuh ya.."ujar Aldo.
"pasti bang.."jawab Dea.
Dea, Gita, Amel dan Clara kini mereka sedang vc di grup Wacana ( wanita cantik mempesona 😜)
(***Amel***) "**emaaakkkkk ya ampun Alhamdulillah akhirnya Lo sadar juga Mak**...!!!"
(**Clara) "ya ampun mel jangan teriak-teriak gitu dong**.."
(**Amel) "hehehe, sorry Ra abis gue seneng banget denger si emak udah siuman 🥹**"
( **Dea) "sembarangan aja manggil gue emak**."
( **Amel) "ya elah kan udah mau punya anak ya emak lah panggil nya**.."
(**Gita) "hahaha.... nggak ada keren keren nya, masa Dea, di panggil emak🤣🤣**"
(**Dea) "nggak usah ketawa Lo ya, dasar ipar nggak ada akhlak😠**"
(***Clara***) "**oh iya Gita... gimana sama babang Nathan hemm.. udah akur belum..masa udah mau nikah masih musuhan..😉**"
(**Gita) "nggak usah bahas dia**.."
Sudah tiga hari setelah Dea, siuman akhirnya hari ini sudah di perbolehkan pulang.
"Dea, jalan aja bang."ucap Dea.
"jangan sayang sini pake kursi roda. Biar Abang dorong.."pinta Rion.
Dea, duduk di kursi belakang bersama mama Mirna dan mama Rianti.
"ada yang mau di beli sayang" tanya Rion yang duduk di sebelah supir. Sedangkan Gita duduk di bangku bagian paling belakang.
"nggak ada bang."jawab Dea.
Setelah nya, sampai di rumah Rion langsung membawa istrinya ke kamar.."kamu istirahat ya sayang.."Dea, mengangguk.
"mbak Nuri sama pak Sapri udah pulang duluan kan ya bang.?"tanya Dea, menanyakan mbak yang menemani nya, dan pak supir nya.
"udah mereka hanya di rawat lima hari saja jadi mereka udah pulang lebih dulu.. dari kamu.."jawab Rion.
"ya udah tidur,, nanti malam para orang tua mau ngadain makan-makan.."ucap Rion.
"wihh,,seru tuh bang.."mata Dea, berbinar mendengar kata makan-makan..
"iya, makanya kamu istirahat dulu.."perintah Rion lagi..
Rion turun ke lantai bawah setelah menunggu istri nya, terlelap.
"Hay, boy lagi ngapain Hem.."Rion melihat Aiden sibuk bermain dengan mainannya.
"lagi main Obin om.."jawab nya yang masih cadel karena umurnya baru satu tahun setengah..
"wahh..seru ya," bocah itu hanya mengangguk saja.."om ke belakang dulu ya.."Rion menggusak rambut lebat Aiden.
Ternyata orang tua Nathan datang ke kediaman Rion. Gita jangan di tanya lagi ia, sudah ngomel-ngomel sedari tadi pada cowok gila nya itu.."heran deh, mami sama papi tu baik banget loh padahal. kok bisa sih mereka punya anak nggak waras kaya kamu.."ketus Gita. Sedangkan yang di omelein sama Gita, tak henti-henti nya, menatap Gita.
"matanya gue colok juga nih.."Nathan nyengir..
"udah dong ngomel-ngomel nya, nggak kangen apa dua Minggu loh nggak ketemu di telfon jarang di angkat, di chat jarang bales juga. Emang nggak kangen apa.."cemberut nya.
"idihh.. nggak pantes banget Lo begitu.."Gita bergidik geli melihat tingkah cowok gila nya,itu.
Nathan sudah pulang tadi malam dengan orang tua nya juga, mereka tak bisa menginap. Ingin sekali Nathan menculik calon istri nya untuk di bawa pulang. Tapi Gita sudah mewanti-wanti nya, supaya tak macam-macam.
"liat nggak ekspresi Nathan tadi malam haha, dia pengen banget bawa Lo balik katanya.."Dea, masih terus ketawa mengingat tingkah Nathan.
"dih apasih nggak jelas emang dia itu. Kesel banget gue, ngadepin dia tiap hari ada aja tingkah nya, yang bikin gue emosi.."ketus Gita saat membahas cowok gila nya.
"Lo lanjut kuliah tahun depan dong De,?"tanya Gita mengalihkan pembicaraan.
"iya, kalau mau.."santai Dea.
"eh,, ada mamang tahu gejrot tuh panggilin dong git.."pinta Dea, mendorong Gita..
Gita bergegas keluar buat manggil mamang tahu gejrot...
"gue, porsi double pokoknya.."ucap Dea, setelah ia mengambil uang nya..
"amit-amit serakah banget Lo.."hardik Gita.
"kan yang makan bukan gue, sendiri nih sama baby juga.."tunjuk Dea,di perut nya..
Gita memutar matanya malas.."heleh kan emang makan Lo banyak sekarang.."ucap Gita yang langsung mendapatkan tatapan horor dari Dea.
"tuh punya Lo udah jadi.."ucap Gita..
Dea, menyerahkan uang nya, "sama punya dia ya mang, makasih mang.."Dea, melangkah masuk ke dalam rumah..
"seger banget sumpah..."ucap Dea, sa'at merasai suapan pertama nya..
"hamil bikin nafsu makan orang berubah-ubah ya.."ucap Gita.
"mungkin.. nafsu makan gue meningkat setelah masuk trimester ketiga ini gue nggak kesulitan makan lagi malah mau nya, ngemil terus seperti yang Lo liat badan gue jadi gemoy... kalau kata Abang sekseh.."jawab Dea.
Gita mencebik mendengar kata terakhir Dea,.."iya, karena kalau Abang bilang gemuk Lo ngamuk.."cetus Gita.. membuat Dea terkekeh..."nggak tau, nggak terima aja pokoknya, kalau Abang yang bilang gue gemuk..ya masa suami ngatain istrinya gemuk.."akhirnya Dea, sewot juga...
"iya ya udah, habisin tuh tahu gejrot Lo.."ucap Gita..
"kayanya gue besok balik duluan deh de, udah kelamaan izin soalnya.."ucap Gita..
Dea, mengangguk kan kepala nya, ia tiba-tiba memeluk Gita..."makasih ya karena selalu ada buat gue sebagai sahabat dan ipar yang baik buat gue..."melow nya...
Gita membalas pelukan kakak ipar nya..."hemmm.. baik-baik ya, nanti kalau Lo udah lahiran gue bakal langsung kesini..ya baby tungguin mami ya..."elus Gita di perut buncit Dea. Yang di respon dengan tendangan lembut dari dalam membuat keduanya tertawa..
Pagi ini Rion mengantar Gita ke bandara ia tak bisa mengantarkan adiknya pulang sedangkan mama papa lusa baru pulang...
Sebenarnya Nathan sudah izin Rion untuk menjemput Gita...tapi Gita mengancam kalau sampai Nathan menjemputnya Gita akan semakin marah padanya...
hari ini Dea, merengek minta ikut ke kantor. Alasannya karena bosan di rumah. Dan nggak ngapa-ngapain juga. Akhirnya Rion mengiyakan permintaan istri nya.
"Dea, mau beli cemilan dulu deh bang..."ucap Dea,
"kamu tunggu di mobil aja, biar Abang yang beli..."jawab Rion.
"lahh..Dea, nggak bisa milih maunya Dea apa dong.."bibir nya langsung cemberut...
Cup..Rion mengecup bibir istri nya yang lagi cemberut.."kalau kamu yang milih sendiri yang kamu beli itu yang nggak sehat. Kasian baby nya, sayang.."jelas Rion...
Setelah itu mereka melanjutkan perjalanan ke kantor. Padahal di kantor ya sama aja Dea, juga hanya nonton dan tidur di kamar yang ada di ruangan suaminya. Kalau gini sih namanya cuma pindah tempat nongkrong aja😅