NovelToon NovelToon
TERPAKSA MENIKAH

TERPAKSA MENIKAH

Status: sedang berlangsung
Genre:Romantis / Teen / Misteri / Nikahmuda / CEO / Mengubah Takdir / Keluarga
Popularitas:325k
Nilai: 5
Nama Author: AioraAghfi

(Baca Ulang, Sudah aku edit)

Harap Bijak karena beberapa episode mengandung adegan dua puluh satu plus. Thankyou 😘😘

***

Nasta Ayruma

Gadis itu sedang duduk bersimpuh diatas tempat tidurnya. Bahu nya bergetar hebat merasakan sakit yang menusuk dalam kerelung hatinya. Kedua tangannya mencengkram kuat sprei yang terlihat mulai lusuh.
Tangis yang seharusnya terdengar keras, kini hanya tercekat didalam tenggorokan.
Tak mampu dia bagikan.

Langkah nya tidak bisa mundur. Tak ada pilihan dalam situasi yang sulit ini untuk mengatakan Tidak ataupun Menolak.

Dia tidak punya kuasa saat harus terpaksa menikah dengan laki-laki penguasa yang arogan itu.

Pandu Bragistandara.!

Nasta : Bagaimana bisa aku egois memilih masa depanku sedangkan ibu sedang membutuhkan bantuan ku?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon AioraAghfi, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Vampire Ompong

Diluar, Hamparan kabut tebal masih mendekap erat sorot sinar mentari. Menghalangi hangat menyambut permukaan bumi. Burung-burung pun ikut malas bernyanyi, dan lebih memilih kembali tidur merajut mimpi.

Nasta mengerjab saat tubuhnya terasa sangat hangat. Dengan selimut yang masih terus melekat, nampaknya semalam gadis itu tertidur dengan sangat nyenyak.

Tunggu. Selimut?

"Aaaaaaaaaa.."

Terkejut bukan main. Sumpah demi apapun, Nasta berteriak seolah-seolah melihat hantu ketika dia menyadari, tubuhnya di rengkuh dengan erat oleh lelaki tanpa baju.

Pandu yang semula tidur tidak tahu apa-apa ikut membelalakkan mata. Kembali khawatir dengan teriakan Nasta yang mengganggu telinga. "Ada apa?"

"Mas Pandu ngapain disini? Dasar mesum." Dibawah pelukan sang suami, Nasta memberontak. Berusaha melepaskan diri meskipun tubuhnya minim energi. "Lepass mas, ihhh."

Alih-alih marah karena tidurnya terganggu, Pandu justru mengulas senyum tipis. Merasa lucu dengan segala upaya kabur sang istri. "Hust, diam. Aku masih mengantuk Nasta." Lelaki itu kembali memejamkan mata tanpa merubah posisi sedikitpun.

"Mas Pandu, lepasin. Dasar mesum."

Bukan melonggarkan dekapan, Pandu justru semakin mengeratkan pelukan. Membuat nyali Nasta semakin ketakutan. "Diam lah, jangan bergerak. Gerakan mu nanti bisa membuat ku terpaksa mengulang kejadian semalam."

Mendengar ucapan lelaki itu, sontak jantung Nasta berdebar bukan main. Apa? Memang semalam mereka melakukan apa?

"Mas Pandu jangan macem-macem ya mas?"

"Makanya diam, lima belas menit lagi atau aku akan bertindak macam-macam."

Seketika Nasta menutup mulutnya rapat sampai terkunci. Ancaman Pandu sukses membuat bulu kuduk gadis itu merinding geli. Nasta akhirnya memilih menurut dan diam tanpa protes lagi.

Nasta akui, berasa di dalam tubuh Pandu memang sangat nyaman. Tapi akal kewarasannya berkata dengan tegas, ini tidak boleh terjadi...!!

Kau harus ingat siapa diri mu, Nasta! Dia memang suami mu, tapi dia bukan milik mu.

Ta-tapi... kenapa bangun tidur begini mas Pandu sangat tampan ya?

Tanpa sadar, Nasta malah terpesona. Wajah Pandu yang berada tepat di depan matanya tak bisa membuat gadis itu menyia-nyiakannya begitu saja.

"Jangan menatapku seperti itu, aku tau aku tampan." Ucap Pandu dengan mata yang masih terpejam.

Bagaimana lelaki itu bisa tau?

Pipi Nasta merah padam menahan malu karena ketahuan sedang mengagumi suaminya sendiri. Dan segera gadis itu mengelak dengan cepat untuk sekedar menutupi. "Jangan ge-er. Sudah mas, ini sudah lima belas menit."

Pandu seketika melepas dekapan nya, yang sebenarnya justru membuat Nasta sedikit kecewa. Apa? Kecewa? Tidak mungkin.

Namanya juga wanita. Jadi jangan heran ya. Labil soalnya

Nasta segera bangkit untuk memeriksa pakaiannya. Seketika gadis itu bernafas lega saat baju tidur dan celananya masih menutupi seluruh tubuhnya dengan sempurna. "Oh, syukurlah..."

Diam-diam tanpa Nasta ketahui, Pandu mengulas senyum tipis sekali. Memperhatikan sikap Nasta yang baginya begitu menggemaskan membuat hangat di dalam hati.

Nasta buru-buru berlari masuk ke dalam kamar mandi, sebelum akhirnya Pandu bangun dan merecokinya lagi. Meninggalkan lelaki itu dalam posisi meringkuk di atas ranjang dengan sesuka hati.

Sedangkan di dalam kamar mandi, Nasta sempat tertegun dan kebingungan kala melihat tanda merah di bagian belakang leher nya. Tidak mungkin kan, di kamar sebagus ini ada kecoa?

Bahkan sampai dia keluar dari kamar mandi pun, raut wajah yang bingung itu belum memudar. Nasta mondar-mandir di depan cermin memastikan tanda merahnya tidak ada luka.

"Semut apa ya yang bisa gigit sampai segede ini?" Gumam nya lirih. "Tapi ini tidak sakit sama sekali, bahkan ga ada rasanya. Tapi kok bisa semerah ini?"

Dari ranjang, Pandu hanya mengulas senyum. Lelaki itu sebenarnya ingin tertawa. Tapi di tahan agar ulah nakalnya tidak ketahuan. Pandu bergegas ke kamar mandi, seraya menghindarkan diri dari Nasta ketika gadis itu lengah. Meninggalkan Nasta yang sibuk memilih baju di dalam kopernya.

***

Seperti hari-hari yang lain, pagi ini Pandu dan sang Mama tengah menikmati sarapan di meja makan. Suasana semakin ramai ketika personil anggota nya bertambah dua orang, yaitu Nasta dan Rista. Disitu juga ada asisten rumah tangga yang masih sibuk menyiapkan hidangan.

"Selamat pagi ma," Sapa Pandu dan Nasta secara bersamaan, yang baru saja turun dari kamarnya.

"Pagi juga sayang." Balas Maria dengan ramah. "Nasta gimana? Baik-baik saja kan? Mama khawatir lo Nasta semalam ga mau makan."

"Nasta baik ma,"

"Bagus deh, lain kali kalau Pandu pergi gak bilang-bilang marahin aja dia. Udah punya istri kok kayak bujangan aja."

Nasta hanya menutup mulutnya tertawa, membuat Pandu yang duduk di sampingnya merajuk tak terima kepada sang mama. "Aku cuma keluar sebentar padahal."

"Alah." Jawab Maria yang mencibir dengan cepat. "Oh iya Nasta, kenalin ini bibi Mina. Bibi Mina ini sudah bekerja sama kami sejak Pandu masih kecil."

"Halo bibi, salam kenal. Nama saya Nasta.. semoga kedepannya saya tidak merepotkan bibi ya?" Ucap Nasta dengan sangat ramah.

"Halo nona Nasta... tambah gede tambah cantik saja."

"Terimakasih bik."

Menu pagi ini cukup sederhana. Sepotong sandwich dan segelas susu sudah tersaji di piring masing-masing. Dan di tengahnya, ada nasi goreng seafood.

"Mbak Nasta cobain deh nasi gorengnya, tadi yang masak aku lo mbak, dibantuin bibik." Dari seberang meja, Rista memamerkan hasil karya nya dengan sangat bangga.

"Oiya?" Jawab Nasta penasaran.

"HE'eh.." Rista mengangguk meyakinkan. "Tadi tante Maria juga udah nyobain, enak kan tante?"

"Enak kok, cobain Nas..."

Nasta mengangguk, mengambil mangkok kecil untuk mencicipi nasi goreng buatan sang adik. "Mas Pandu mau nyobain juga? Bikinan adek ku ini.."

Jujur, Pandu begitu terkesima. Nasta benar-benar berusaha sebaik mungkin untuk menjadi istri yang baik. Bahkan tadi pagi gadis itu juga sempat menyiapkan pakaian kerja yang kini dia kenakan. "Boleh, sedikit aja ya."

Setelah menyiapkan nasi Goreng untuk Pandu, Nasta mengambil nasi goreng untuk dirinya sendiri. Mereka makan sambil sesekali mengobrol. "Mama punya salep ga ma?? Leher ku tiba-tiba memerah."

"Uhuuuk.." Tepat saat Nasta menyelesaikan ucapanya, saat itu juga Pandu batuk tersedak. "Uhukk uhukk.."

"Mas Pandu pelan-pelan makannya. Gak ada yang mau ngrebut.." Nasta mengomel, seraya menyerahkan segelas susu untuk sang suami. "Ini minum dulu..."

"Leher kamu kenapa Nas??" Karena masih penasaran Maria kembali bertanya.

"Gak tau ma, tiba-tiba merah. Kayaknya digigit semut deh.. Tapi kok gak berasa apa-apa ya ma? Gak sakit juga ga gatal." Ucap Nasta menjawab tante Maria.

"Mana ada? Disini gak ada semut yaa.." Sangkal mama Maria dengan cepat, sambil melirik ke arah Pandu dengan sorot mata curiga. "Coba lihat.."

"Ini ma.."

"Uhukkk.." Lagi-lagi Pandu tersedak karena minumannya.

"Ya Tuhan Mas Panduu kenapa sihh? Pelan pelan aja makannya bisa kan mas?? Bahaya loooo...."

Tanpa menghiraukan lagi, Nasta berjalan mendekati Maria dan menunjukkan tanda merah di lehernya.

Membuat Maria memicingkan mata ke arah sang Putra setelah mengetahui dialah tersangkanya.

"Heemmm, ini mah bukan semut sayang... Ini mah ulahnya vampir."

"Vampir??" Setelah sedari tadi menjadi pendengar setia, sekarang Rista mulai penasaran dan mencoba bertanya.

"Iyaa Vampir Ompong." Jawab Maria penuh penekanan, jelas sekali tengah menyindir Pandu.

Membuat Pandu salah tingkah sendiri.

"Mana ada vampir ompong.." Pandu yang tidak terima dikatakan vampir oleh sang mama, segera menyela. "Mama ada-ada ajaa.."

"Lha itu buktinya, leher Nasta bisa merah gituu. Kalau vampirnya gak ompong udah pasti berlubang bekas taring dua."

"Itu bukan vampir mama" Jawab Pandu. "Itu ulah nya pangeran yang turun dari surga."

"Alah." Maria mencibir.

"Terus ini gimana ya ma? bahaya gak sihh" Nasta yang masih khawatir, semakin bingung karena tidak tahu arah perdebatan ibu dan anak tersebut. "Kok mengkhawatirkan."

"Gak papa sayang, sudah biarin saja nanti ilang sendiri. Kamu lanjut makan aja ya.."

"Beneran ma?"

Maria mengangguk, sambil melirik kearah Pandu dengan sorot mata yang kesal. Bisa-bisanya putra nakalnya itu mencuri kesempatan disaat Nasta tidur..?

Sedangkan Pandu yang merasa terpojok memilih diam dan berpura-pura tidak peduli.

"Ngeri banget ya kalau beneran ada vampir" Gumam Rista setengah tidak percaya.

"Oiya Nasta, hari ini kamu berangkat bareng Pandu dulu yaa, sekalian nganterin Rista ke sekolah. Soalnya mama ada urusan."

"Iya ma.."

"Pandu, jaga Nasta baik-baik. Anterin Rista juga. Jangan berantem sama istri sendiri."

"Iya mama."

1
Tovix Zoda
dari awal uda nggak menarik bacanya
Khoiruddin Febriansyah
bagus
Yanti Ana
lanjut thor
Ceöl Cuìlcuil Cowek
kok gag up lg thor,,, ditunggu lanjutannya😊
Yanti Ana
karyanya bagus dan menarik
Sheninna Shen
Semangat kakak! Aku kasih vote biar makin semangat
maredni Jiba
kasian pandunya,nasta juga sudah mencintai suaminya , semoga ibu Winda merestui
Tri Unhie
semoga pandu dan nasta tidak jadi di pisahkan..
Tri Unhie
jangan egois lahh Bu,aku tau perasaanmu, meninggalnya putramu mungkin itu takdir ,tapi memisahkan suami istri bukankah juga sebuah dosa?
iNDy💞
baiqlaahhh..sedikit demi sedikit benang merah mulai terurai😊
buat mas ato kak Arya,ntar sama Rista aja ya,dia ga kalah cantik n baik ko ma nasta🤭
MamaSaskia
mumet aku 😁
MamaSaskia
aku kok tmbh bingung to😁🤔
MamaSaskia
Kaciaann 😁😁🤭
MamaSaskia
hadeehhh... nasta dibelain suami mlh marah
MamaSaskia
polos bgt nasta 😄😄
maredni Jiba
lanjut Thor semangat 💪
MamaSaskia
mampir aahhh ...
maredni Jiba
wah,nastanya hilang ingatan ya sampai begitu takutnya pandu
maredni Jiba
wah, hati''Arya jngna sampai si pandu bikin kamu jadi perkedel🤣🤣
iNDy💞
dan sepertinya tujuan pandu pun seperti itu indah🤭😂
please..Jan lama² ya ndah resign nya🤭
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!