Ares Geraldi Darmadji hidup serba mewah, namun sayangnya keluarga baru ternyata terlilit hutang besar kepada renternir, ia pun terpaksa memanfaatkan paras ketampanan untuk memperdaya setiap wanita yang menyukainya dengan menjadi 'Cowok Mokondo' yang ingin serba gratis.
Suatu hari pertemuan dengan Athena Sudarsono di sebuah tempat kebugaran membuat Ares merasa sakit hati karena hinaan Hena, hingga ia berniat untuk membalas dendam dengan cara membuat Hena jatuh hati, namun lambat laun Ares terpikat akan paras cantik Hena. Ia pun mulai jatuh cinta sungguhan dan melupakan balas dendamnya.
Mrs Arrogant penasaran dengan latar belakang Ares, ia pun menyuruh Violin untuk menyelidiki siapa pria yang kini mencoba mendekatinya, namun sayangnya Violin juga jatuh hati pada Ares
Mungkinkah cinta mereka bisa bersama, jika di balik payung emas itu ada peristiwa yang tak terduga.
penasaran dengan kisah cinta mereka?
Beri dukungan ya Thank you
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Fanie Liem, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
28. Pertandingan Ares Vs Kevin
Tidak ada kata yang lebih indah dari rasa bahagia Ares yang di berikan dukungan penuh oleh gadis yang di cintai.
"Semesta sedang memihak gua," ucap Ares dengan senyum simpul.
Berbeda dengan yang Ares rasakan, Kevin mulai naik pitam melihat tunangan yang selama ini memberikan dukungan penuh pada Kevin tiba-tiba saja bisa berubah drastis untuk mendukung pria lain yang tak lain ada musuh dalam pertandingan persahabatan.
"Ada apa dengan Hena? kenapa dia berubah gua harus cari tahu," batin Kevin.
Pertandingan di mulai kembali.
Kini Kevin menguasai pertandingan dengan mengiring bola dengan rasa penuh amarah. Ia pun berkali-kali memasukan bola ke keranjang, sehingga tim lawan merasa kewalahan dengan sikap brutal yang tunjukan oleh Kevin.
"Kalau begini caranya terus kita akan kalah," ucap Rian.
"Gua akan cetak 3 point untuk menyamakan kedudukan kita, jadi lu tenang saja," ucap Ares untuk menghibur hati sahabatnya.
"Oke,"ucap Rian.
Keyakinan Ares untuk mencetak tiga poin berturut-turut mulai terlaksana. Ia dengan semangat yang tinggi memasukan bola basket dalam keranjang yang berjarak jauh melalui sebuah tembakan dari luar garis penalti.
Dukungan Hena mampu membuat Ares kembali bangkit kembali dan mengejar ketertinggalan poin yang sempat di menangkan oleh Universitas Golden Mark.
Dalam jeda singkat,
"Aneh sekali kenapa tunangan lu malah mendukung kampus lain," ucap Justin dengan napas yang masih tak teratur.
"Ya, ini aneh banget! Lu harus cari tahu sama tunangan aneh lu itu,"ujar Devan dengan menyeka peluh.
"Gua yakin banget pasti ada sebabnya Hena seperti itu. Apa dia sudah tahu kalau gua dulu ada hubungan dengan Violin?" tanya Kevin.
"Kita nggak pernah kasih tahu, mungkin saja dia tahu melalui orang bayarannya. Lu nggak lupa kalau Hena itu punya kekuasaan," ucap Justin.
"Gua tahu, tapi selama ini gua sudah main bersih jadi mana mungkin Hena sampai tahu," ucap Kevin.
"Bisa jadi si Violin yang mengungkapkan kepada Hena," ucap Devan.
"Gua setuju pendapat Devan," ucap Justin.
"Kalau begitu gua akan bicarakan masalah ini pada Violin,"ucap Kevin.
"Apa lu masih cinta sama Violin?" tanya Justin.
"Ya, tapi gua butuh Hena yang bisa gua andalkan di bandingkan dengan Violin yang belum bisa gua andalkan," ucap Kevin.
"Lu dan Ares sama ajah kalian berdua memang cowok mokondo," celetuk Justin.
Kevin tersenyum kecut," terserah apa kata kalian tentang gua."
"Jangan ngambek bro, gua becanda,"ucap Justin.
"Sudah, hayu fokus kembali pada jalannya pertandingan, kita nggak bisa tertinggal skor lagi," ucap Devan.
Akhirnya Kevin dan teman-teman kembali fokus untuk mengejar poin dari Ares, hingga pada akhirnya kedudukan mereka pun berimbang saat peluit panjang di bunyikan oleh wasit.
Para pemain beristirahat sejenak untuk membersihkan peluh dan mengisi dahaga yang kering meronta.
Babak perpanjangan waktu akan di berikan dalam waktu lima menit, semua para pemain mulai hadir kembali di lapangan untuk melanjutkan pertandingan yang tertunda sesaat.
Prit.
Bunyi peluit dari wasit menandakan bahwa pertandingan basket tengah di mulai kembali.
Kira-kira siapa yang menang ya?
Yuk, komentar di bawah ini. Makasih.
Bersambung.
...Jangan lupa untuk memberikan dukungan berupa like di setiap episode, vote sebanyak mungkin, dan tambahkan di rak buku kalian sebagai favorite/subscribe....
...Terima kasih sudah mampir di karya ini, semoga bisa menghibur kalian semua...
dulu dia bersikap sangat arogan itu karena kesalahan ibunya dalam mendidik hena anaknya. 😅😅
semoga di karya berikutnya mendapatkan rating tinggi!