Selamat Datang Di Novel Pertama Saya.
Cerita ini adalah cerita kehidupan Celyn mulai dari dia kecil saat ditinggal orangtuanya sampai dia menjadi istri seorang yang bernama Dimas.
Siapa Celyn itu?
Apa yang terjadi padanya?
Bagaimana kehidupan pernikahannya?
Mari kita baca bersama-sama.
Dimohon bagi yang tidak suka dengan cerita ini, tolong jangan di beri komentar atau rate jelek. Di skip saja. Hargai Author sebagai penulis yang sudah capek memikirkan alur ceritanya.
Bagi teman-teman authors boleh promosi di karya ini.
Akhir kata saya ucapkan terima kasih dan selamat membaca.
God Bless You All..
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Anita Jenius, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Episode 28
Makan Enak...!!!
Hari ini hari yang mungkin paling membahagiakan bagi ketiga anak Pak Handoko. Setelah beberapa bulan kedua orangtua mereka meninggal baru ini mereka bisa makan di luar. Baru hari ini mereka bisa tertawa lepas kembali.
Beberapa bulan ini mereka fokus kepada kesembuhan trauma nya Dinar yang lumayan parah. Untung saja Rani dan Nek Imah cepat tanggap dan langsung membawanya ke Psikiater sehingga trauma yang dia rasakan tidak berkepanjangan bahkan boleh di bilang sudah sembuh sembilan puluh persen. Kenangan buruk yang menghantui Dinar beberapa bukan sejak kecelakaan itu perlahan mulai memudar seiring berjalannya waktu.
Hari ini tepatnya saat ini sepertinya kesedihan yang mendera, memenjara mereka seketika menghilang bagai abu yang diterbangkan angin. Pergi jauh ntah kemana meninggalkan mereka yang sedang dipenuhi dengan perasaan bahagia yang tiada tara.
Saat ini kelima manusia yang ada di dalam mobil bernyanyi penuh bahagia sepanjang jalan. Memang mereka hanya akan pergi ke mall untuk makan dan bermain, akan tetapi ketiga anak itu betul-betul sangat menikmatinya. Sepertinya mereka telah lama kehilangan moment kebahagiaan sehingga mendapat kebahagiaan seperti ini mereka layaknya mendapat secercah cahaya yang menerangi kegelapan dunia ini.
Di dalam mobil Celyn sangat senang melihat adiknya itu tersenyum lebar dan tertawa lepas seperti dulu.
" Makasih ya Kak..!!" Ucapnya pada Rani
" Makasih untuk apa Celyn?" Tanya Rani
" Makasih karena kakak sudah mengembalikan senyum adik adikku. Makasih sudah membuat mereka bahagia. Makasih telah merawat kami dan tidak membiarkan kami sendiri di dunia. Makasih karena....." Ucap Celyn tapi kata katanya terhenti di stop oleh Rani.
" Banyak amat makasih nya Celyn.. Kalo kakak punya tas besar mungkin sudah penuh dengan kata makasih dari kamu. Tidak perlu ucapan makasih. Kita kan sekarang keluarga. Kita harus saling menjaga dan menghibur satu sama lain.". Jelas Rani
" Iya Kak. Celyn Tau." Jawab Celyn
" Mulai sekarang kamu tidak boleh sedih ya Celyn.
Apapun yang kamu rasakan. Apapun yang kamu alami. Apapun yang membuat kamu sedih dan kecewa dan apapun keadaan yang kamu inginkan tapi tak dapat kamu raiih kamu bisa menceritakan semua sama kakak. Mudah-mudahan kakak bisa memberi nasehat dan jalan keluar. Paling tidak perasaan yang sesak di dada kamu bisa sedikit berkurang. Jangan di pendam sendiri nanti kamu bisa sakit. Kalo Celyn sakit yang sedih siapa? Yang sedih itu kakak, Nek Imah, Dinar dan Dika". Ucap Rani panjang lebar
" Iya kakak. Celyn janji mulai hari ini dan seterusnya Celyn akan mencoba terbuka kepada kakak. Celyn akan mencoba mendekatkan diri pada kakak. Celyn janji kak.!!". Janji Celyn pada Rani
" Gitu dong Celyn. Jangan pernah sungkan sama kakak ya. Anggap aja kakak ini adalah kakak kandung kamu yang bisa diajak bicara, curhat dan juga bisa di ajak jalan kemanapun." Kata Rani
" iya kak..!!". Jawab Celyn singkat
" Udah.. Sekarang kita nggak perlu ngomong sedih-sedih ya.. Pokoknya hari ini kita Having Fun.. Semoga kalian suka ya..!!". Kata Rani
" Celyn senang kok kak" Jawab Celyn
" Dinar juga senang kak". Kata Dinar menimpali
" Dika juga kak. Dika seneennngggg banget..!!". Jawab Dika dengan gaya manjanya.
Semuanya serentak tertawa melihat tingkah Dika. Mereka bener-bener bahagia. Nek Imah melihat itu pun ikut senang dan tertawa lepas.
Setengah Jam berlalu akhirnya mereka sampai di mall XXX.. Mall Itu tidak terlalu jauh dari sekolah mereka. Mall itu adalah mall terbesar di Jakarta. Di dalamnya menjual berbagai jenis barang. Mulai dari barang elektronik, handphone, berbagai jenis pakaian, tas, sepatu sampai ke jajanan murah sekalipun ada. Di sana juga terdapat arena bermain, mulai dari timezone, bom bom car, permainan salju dan masih banyak lagi. Ada juga terdapat toko mainan.
Mulai dari harga yang paling murah hingga mainan dengan harga yang paling mahal. Di mall tersebut tersedia berbagai macam makanan di mulai dari makanan lokal sampai mancanegara dari harga yang paling murah hingga selangit. Pokoknya mall tersebut merupakan mall terbesar dan terlengkap di Jakarta.
Sesampainya di sana mereka turun di lobby sementara pak supir membawa mobilnya ke parkiran. Setelah sampai mereka senang bukan main dan ingin langsung ke tempat yang penuh mainan dan permainan yang mereka inginkan.
Dahulu mereka sering ke sini bersama orangtuanya. Rani menyuruh Nek Imah membawa mereka ke toilet umum untuk mengganti seragam sekolah yang mereka pakai dengan pakaian yang telah di bawa oleh Nek Imah dari rumah.
" Nek, itu ada toilet. Lebih baik Nek Imah menggantikan baju seragam sekolah mereka dengan pakaian rumah yang Nenek bawa". Kata Rani
" Iya Nak." Jawab Nek Imah
" Ayo anak-anak ikutin nenek ke toilet. Kita ganti baju dulu." Ajak Nek Imah pada ketiga anaknya.
" Iya nek. Ayo. Dika nggak nyaman pake baju ini". Keluh Dika.
" Iya Nek. Dinar juga nggak nyaman". Ucap Dinar.
" Ya sudah ayo kita ke toilet sebelah situ." Ajak Nek Imah
Sebelum beranjak ke toilet Nek Imah melirik Rani
" Kamu mau bantu Nenek, Nak?". Tanya Nek Imah pada Rani
" Bantu apa Nek?". Tanyanya
" Bantu pegangin baju sekolah mereka setelah nenek menggantikan baju mereka di toilet. Kamu tidak perlu masuk. Kamu hanya menunggu di luar." Kata Nek Imah
" Baikkah Nek.. Pergilah ke toilet saya menunggu di luar ini.". Kata Rani menunjukkan tempat dia menunggu yakni di pintu toilet
Nek Imah pun membuka seragam anak- anak, melipatnya dan memasukkan ke dalam tas yang isinya pakaian ganti yang sudah dikeluarkan Nek Imah terlebih dahulu.
Lalu Nek Imah menyerahkan tas yang berisi seragam sekolah itu pada Rani lalu masuk ke dalam toilet lagi dan membagikan baju ganti itu. Celyn dan Dinar dapat memakai bajunya sendiri. Nek Imah hanya membantu Dika yang kerepotan memakaikan bajunya sendiri karena dia masuh kecil.
Setelah itu mereka keluar dari toilet dan berjalan mendekat ke arah Rani yang menunggu tak jauh dari toilet.
" Sudah selesai ganti bajunya?". Tanya Rani pada mereka bertiga.
" Sudah Kak..!!". Jawab mereka bertiga serentak seperti di komandoi oleh seseorang.
" Kalo begitu kita makan di mana?". Tanya Rani
" Makan Sushi kak di sana". Kata Dika menunjukkan restoran yang menghidangkan makanan kesukaannya itu.
" Gimana? Kalian setuju kita makan sushi?". Tanya Rani memungut suara.
" Sushi itu apa Nak?". Tanya Nek Imah yang tidak tau jenis makanan sushi.
" Sushi itu makanan Jepang Nek. Itu seperti ikan mentah yang dipakaikan bumbu". Jelas Nek Imah
" Selain sushi apa di restoran itu menyediakan makanan lain? Yang sudah di masak gitu bukan yang mentah". Tanya Nek Imah.
" Biasanya ada Nek. Makanan seperti nasi ayam penyet dan sebagainya tapi tak banyak pilihan." Jelas Rani lagi
" Ya sudah, asal anak- anak bisa makan sushi dan saya bisa makan yang lain nggak apa apa kita makan di restoran itu.". Jawab Nek Imah mengalah
" Asyiikkk...!!". Sorak Dinar dan Dika yang memang sangat menyukai sushi.
" Ya sudah ayo kita ke sana dan makan sepuasnya". Ajak Rani.
Celyn dan Nek Imah hanya ikut saja keinginan Dinar dan Dika. Sebenarnya Celyn tidak begitu suka dengan sushi. Tapi karena ada makanan lain selain sushi di sana mereka pun ngikut aja.
semangat