Spin off Kings and Queens dan My Darling...
Disaat Eléonore Blair McGregor bertemu dengan Billy Gallagher Luna, dia masih berusia lima tahun. Elle dan Billy melakukan perjanjian 15 tahun kemudian, Elle akan meminta sesuatu pada Billy di hari ulangtahunnya ke 20.
Sayang, Billy mengalami kecelakaan di usianya ke 15 yang mengakibatkan amnesia berat dan hanya ingat keluarga intinya. Billy melupakan semua terutama Elle dan janjinya.
Elle berusah membuat Billy ingat tapi tidak berhasil hingga Billy berpacaran dengan seorang gadis. Elle akhirnya menyerah dan menerima cinta Eliot. Disaat Elle sudah bersama Eliot, Billy mengingat semuanya. Sekarang giliran Billy mengejar Elle tanpa perduli statusnya.
Generasi ketujuh klan Pratomo.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Hana Reeves, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Eliot Jujur Kepada Eléonore
"What ?" tanya Eliot dengan wajah polos.
"Ada bocil tahu !" tegur Elfesya.
"Halah ! Sudah biasa lihat mommy dan Daddy ciuman juga," sahut Arletta cuek. "Iya kan Gray?"
Grayson yang sedang asyik makan ikan dengan cara seperti sedang membedah, hanya mengangguk.
"Pantas kamu minta ikan utuh, rupanya cara makan pun ala bedah pulak ?" kekeh Avaro.
"Meniru ajaran mommy," jawab Grayson cuek.
Semua orang menoleh ke Galena yang dengan santainya memakan salmonnya.
"Apaan sih? Biasa saja. Macam tidak tahu aku bagaimana..." balas Galena cuek.
"Kalian mau menikah dimana ?" tanya Alex Darling ke Eléonore dan Eliot, mengacuhkan kekacauan istrinya.
"Ya disini lah bang," senyum Eléonore.
"Tahu. Mau dimana? Rumah keluarga McGregor atau rumah keluarga Tudor ?" ralat Alex Darling.
"Di kastil milik keluarga Tudor," jawab Eliot.
Semua orang tahu keluarga Tudor memiliki kastil di pinggiran Essex, tidak jauh dari London. Kastil itu sudah dimiliki keluarga Tudor secara turun temurun dan akan menjadi Eliot suatu hari nanti.
"Serius disana?" tanya Avaro.
"Serius mas Varo," jawab Eliot yang sudah mengikuti cara memanggil para anggota keluarga Eléonore seperti kekasihnya.
"Aku tidak heran kalau keluarga Tudor ingin mengadakan acara pernikahan disana karena Eliot kan keturunan satu-satunya dan mereka ingin memperkenalkan pewaris nya," ucap Sabira, istri Avaro.
"Rencana kapan ?" tanya Arletta.
"Dua bulan lagi."
***
Eliot meminta ijin pada semua kakak Eléonore bahwa dirinya akan mengantarkan tunangannya pulang. Semua orang disana pun tertawa dengan gaya pria itu.
"Ya ampun Eliot, sudah sewajarnya kamu mengantarkan Elle pulang lah. Kok pakai minta ijin?" gelak Galena.
"Aku kan bersikap gentleman," jawab Eliot kalem. "Elle baru menjadi tunangan belum menjadi istri. Jadi aku minta ijin lah..."
"Dasar !"
***
Namun Eliot tidak membawa Eléonore pulang melainkan mereka ke Hyde Park, ke sebuah Coffee Shop yang buka 24 jam. Eléonore menatap wajah serius Eliot yang tidak seperti biasanya.
"Elle..."
"Ya Eliot."
"Kita sudah berapa lama bersama ?" tanya Eliot.
"Kalau dari jaman aku masih kecil ya sekitar sepuluh tahun... Kenapa ?" Eléonore memang sudah kenal Eliot sejak dirinya menjadi model anak-anak buat Burberry.
"Kita akan menikah kan ?" Mata biru Eliot menatap lembut ke Eléonore.
"Iya. Apakah kamu akan..."
"No, no... Aku tidak akan membatalkan. Tapi aku ingin bercerita tentang sesuatu." Eliot lalu menceritakan bahwa dirinya saat berusia 15 tahun didiagnosis leukemia dan kedua orang tuanya berusaha mengobatinya hingga ke Swiss. Eléonore tertegun karena selama ini Eliot tidak pernah bercerita apapun bahkan tidak menunjukkan dirinya kondisi sakit.
"Bagaimana kondisi kamu sekarang?" tanya Eléonore sambil menggenggam tangan Eliot lembut.
"Alhamdulillah dapat remisi. Aku dinyatakan sudah sembuh Elle. Aku masih harus tetap kontrol rutin dan minum obat. Bagaimana pun, penyakit ini bisa muncul kembali ..." Eliot menatap Eléonore. "Apakah kamu akan mundur, setelah tahu kondisi aku begini ?"
Eléonore menggelengkan kepalanya. "Terimakasih kamu sudah mau jujur sama aku. Tenang Eliot, aku tidak akan mundur. Sekarang, jika situasinya terbalik, kamu bagaimana?"
"Aku juga tidak akan mundur, Elle. Aku akan selalu ada di sisi kamu," jawab Eliot tegas.
"Exactly. Kamu tenang saja. Aku akan menjadi pengawas pengobatan kamu!" ucap Eléonore galak.
Eliot tertawa. "Kamu jangan galak-galak. Serem tahu !"
Eléonore mencium ujung hidung Eliot. "I love you Eliot."
"I love you more, Elle."
***
Hari-hari pun dilalui dengan kegiatan dan kesibukan rutin baik dari Eléonore maupun Eliot yang semakin semangat bekerja setelah tahu kekasihnya selalu mensupport dirinya. Eléonore menjadi Emilia kedua untuk mengingatkan obat dan istirahat cukup.
Eléonore memang tidak bercerita pada kedua orang tuanya karena dirinya tidak tahu bagaimana reaksi mereka. Bisa jadi mereka menerima kondisi Eliot tapi bisa saja menolak dan membatalkan pernikahan sementara dirinya sangat mencintai kekasihnya.
Menjelang pernikahan mereka, Emilia dan Raine semakin sibuk apalagi kedua wanita itu dikenal sebagai sosialita Inggris yang memiliki banyak relasi. Meskipun Eléonore dan Eliot sudah meminta agar pestanya sesederhana mungkin, tapi tetap saja sebagai CEO Burberry dan CEO PRC Group - MB Enterprise, tidak bisa seperti permintaan kedua calon pengantin.
***
Seminggu sebelum acara pernikahan
"Ya ampun mommy ... Elle sudah punya banyak perhiasan..." ucap Eliot yang melihat bagaimana ibunya menjejerkan kotak-kotak perhiasan yang indah-indah dari berbagai brand dan bahkan ada yang custom. Entah kapan mommy memesannya.
"Kira-kira Elle suka yang mana ya Eliot ?" gumam Emilia sambil memilah-milah perhiasan di sana.
"Mom, apakah ini mommy beli semua ?" tanya Eliot.
"Belum sih. Mommy sedang bingung mau beli yang mana. Apa mommy beli semua ya ?"
Eliot menggelengkan kepalanya. "Mom, Elle bukan wanita seperti itu."
"Eh menantu mommy kan cuma Elle, wajar dong kalau mommy memanjakannya. Elle itu menantu idaman lho !" eyel Emilia. "Kamu memang pintar memilih calon istri."
"Terserah mommy deh !" Eliot pun memilih masuk ke dalam kamarnya dan menghubungi kekasihnya yang sudah masuk masa pingitan. Entah mengapa tapi Eliot dan Eléonore ingin tahu rasanya kena pingit.
"Assalamualaikum Eliot," sapa Eléonore.
"Wa'alaikum salam." Eliot memang tidak melakukan panggilan video karena dia berusaha memenuhi syarat pingitan tidak boleh tatap muka. "Elle, mommy tuh !"
"Lho Tante Emilia kenapa ?"
"Galau memilih perhiasan buat seserahan dan kayaknya mau beli semua."
"Eh? Ya Allah, Eliot, tidak usah banyak-banyak..." gelak Eléonore.
"Susah kalau kasih tahu mommy."
"Eliot, tidak apa-apa. Tante Emilia sedang bahagia kamu hendak menikah dan mendapatkan menantu perempuan. Nanti aku simpan buat anak-anak kita nanti."
Eliot tersenyum. "Duh, anak-anak. Kita punya anak berapa ya enaknya ?"
"Sedikasihnya. Yang penting kamu tetap rutin berobat dan kontrol, Eliot," jawab Eléonore manis.
"Ah tidak sabar rasanya segera ijab kabul."
***
Sementara itu di apartemen Billy, Oxford
Billy menenggak whiskey saat tahu Seminggu lagi Eléonore akan menikah dengan Eliot. Pria itu tidak pernah minum alkohol tapi kali ini dirinya ingin mabuk berat seolah berusaha melupakan akan ditinggal menikah.
Billy meminum sesloki whiskey dan merasakan air yang terasa hangat itu melewati tenggorokannya.
"Besok libur saja ! Jadi aku bisa tidur seharian ..." ucap Billy. "Damn it Billy ! Bagaimana bisa kamu melupakan janji kamu ke Elle !"
Billy menghabiskan separuh botol Jack Daniels lalu tak lama dirinya tertidur di sofa.
***
Yuhuuuu Up Siang Yaaaaaaaa
Thank you for reading and support author
Don't forget to like vote and gift
Tararengkyu ❤️🙂❤️