"Tanggal 1 April pukul 11.11 aku sepertinya telah jatuh cinta!"
Gema menyadari perasaannya dan pada hari itu juga pemuda yang masih duduk di bangku sekolah itu akan melamar sang pujaan hati.
"Aku akan menikahi Chila sekarang juga!"
Bagaimana kisah mereka?
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon DHEVIS JUWITA, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Niat Buruk
Galang merasa heran melihat Gema yang senyum-senyum sendiri sedari tadi.
Hari ini Gema pulang di rumah orang tuanya karena ingin mengambil motornya untuk riding bersama teman-temannya.
"Jangan membuatku takut seperti itu!" tegur Galang.
"Papa selalu merusak suasana," balas Gema. Dia mengelap helmnya supaya bersih saat dipakai.
"Apa yang sedang kau pikirkan sampai senyum-senyum sendiri seperti itu?" tanya Galang lagi ingin tahu.
"Sepertinya Chila sudah mulai menyukaiku," ungkap Gema percaya diri.
"Sebenarnya kau sangat menghancurkan reputasi keluarga Bamantara," ucap Galang.
"Bisa-bisanya kau ditolak oleh istrimu sendiri!"
"Haish, aku adalah lelaki pejuang jadi jangan terus remehkan aku," balas Gema jadi kesal.
"Maka dari itu, pikirkan istrimu dan jangan terlalu kencang saat berkendara. Utamakan keselamatan!" Galang memberi peringatan. Dulu dia juga mempunyai geng motor tapi semenjak menikah Galang lebih memprioritaskan keluarga.
Suatu hari pasti Gema akan merasakan masa-masa seperti itu.
Sementara Chila sendiri sudah dalam perjalanan untuk melakukan kemping.
Tidak semua murid yang ikut, hanya separuh saja karena memang bukan acara wajib.
"Ish, kenapa Tony juga ikut?" gerutu Kyla yang melihat pemuda itu satu bus bersama mereka.
"Biarkan saja!" balas Chila tidak peduli.
Toh, akun gosip sekolah sudah tidak ada jadi tidak akan ada gosip sembarangan lagi yang beredar.
Saat mereka sampai, Tony mencoba mendekati Chila untuk membantu membawakan barang-barang gadis itu.
"Tidak perlu, Tony. Aku bisa sendiri!" tolak Chila.
"Aku tetap memaksa!" Tony mengambil tas besar Chila dan membawanya berkumpul bersama rombongan.
Mereka semua mengadakan kemping di kaki gunung karena akan ada acara hiking bagi yang mau ikut.
"Biar aku yang membawa tas Chila," ucap Kyla seraya merebut tas temannya saat mereka berkumpul.
Tony mengeratkan gigi gerahamnya karena merasa Kyla adalah pengganggu jadi dia berencana untuk memisahkan pasangan sahabat itu.
Saat mendirikan tenda kemping, Tony sengaja meletakkan paku tajam di dekat tenda yang Kyla dirikan.
Lalu pemuda itu menyenggol Kyla sampai gadis itu terkena paku tajam.
"Auw! Kakiku!" seru Kyla yang melihat kakinya berdarah.
"Ada apa?" Chila merasa panik dan mencoba membantu temannya itu.
"Siapa yang meletakkan paku tajam di sini?"
Tim medis segera membantu supaya kaki Kyla tidak terkena infeksi.
Karena insiden itu, Chila tidak bisa satu tenda dengan temannya. Dia harus bergabung dengan kelompok lain.
Meminta pulang pun tidak bisa karena mereka datang satu rombongan.
"Hanya dua hari, aku akan bertahan," gumam Chila.
Tony merasa kemenangan karena sudah tidak ada pengganggu lagi. Sekarang dia bisa melanjutkan rencananya yang lain.
Malam itu, perasaan Gema sangat tidak enak karena terus memikirkan istrinya.
"Aku harus pergi, guys!" Gema akhirnya pamit pada teman-temannya.
"Kita baru saja berkumpul, ayolah Gema!"
Teman-teman Gema berusaha menahan pemuda itu.
"Aku punya urusan penting!" seru Gema seraya memakai helmnya.
Gema segera melajukan motor menuju tempat kemping berada.
Di sana acara sudah dimulai, ada pesta api unggun dan banyak permainan yang seru.
Chila mulai menikmati acara kempingnya tapi udara di tempat itu begitu dingin.
"Hachim!"
Gadis itu sampai bersin-bersin beberapa kali.
"Pakai saja jaketku!" Tony tiba-tiba saja memakaikan jaketnya tanpa permisi.
Chila berusaha menolak tapi seperti sebelumnya, Tony terus memaksanya.
"Kau tidak bisa terus-terusan menolakku, Chila!" bisik Tony setengah mengancam.
cui cui cui