Follow Instagram Author @tulisan_bee 😘
Session 1 - Xavier - Cassandra [Tamat]
Session 2 - Roman - Alesha [Tamat]
Session 3 - Ongoing
Tiga tahun menjalani pernikahan akhirnya membawa Alesha pada keputusan penting, yaitu meminta perceraian dari sang suami, Roman Alvero.
Apakah keretakan rumah tangga itu akan berakhir di persidangan? Atau mampukah Roman, mempertahankan Alesha sekali lagi?
~Selamat membaca terima kasih sudah mampir~ ♥️
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon NadiraBee, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
28. Cenayang
"Kadang kala hanya dengan perkataan yang tidak biasa, dapat membuatmu menjadi berbunga-bunga". ~Cassandra Aglenia.
.
.
.
Cassandra mengerjapkan mata, membawa tubuhnya menjauhi Xavier. Tanpa sadar rona pipinya memerah, seketika setelah dia mendengar dengan jelas perkataan yang baru saja diucapkan lelaki tampan itu di telinganya.
Kenapa aku berdebar-debar? Astaga.
Xavier menahan senyuman. Dia tahu mungkin Cassandra sedang berbunga sekarang. Bukankah memang gampang menaklukkan hati wanita? Bahkan yang awalnya mati-matian menolak pasti akan bertekuk lutut untuknya. Dia bisa memastikan itu.
"Kau!" seru Cassandra cepat, menyembunyikan perasaan cemas pada nada suaranya. Dia memainkan rambutnya mengusir rasa canggung.
"Jangan katakan yang tidak-tidak. Hah apa maksudmu berkata demikan," gerutu gadis itu, masih salah tingkah dia berusaha mengipas wajahnya yang terasa panas.
Xavier tertawa.
"Kau mengipasi wajahmu di tepi laut, Cassandra?" Xavier menahan senyum.
Cassandra berdecak.
"Iya, kenapa memangnya? Apakah itu dilarang?!" jawabnya masih dengan nada ketus.
Xavier semakin terbahak. Dia puas menikmati bagaimana Cassandra bermain dengan perasaannya, senang memikirkan gadis itu yang pasti salah tingkah karena ucapan romantisnya tadi.
"Nyalakan ponselmu," kata Xavier memerintah, setelah selesai dengan tertawaannya.
Cassandra menarik tasnya yang berada tepat di antara dirinya dan Xavier, mengambil sebuah ponsel dari dalam sana dan menekan tombol power, menunggu sejenak hingga ponselnya kembali beroperasi.
Xavier kembali menatap ke arah laut, sesekali melirik pada Cassandra yang menimang-nimang ponselnya.
"Alesha pasti menghubungimu. Kau mungkin harus tetap masuk kerja sore ini," Xavier bersuara.
Cassandra membuang napasnya.
"Tidak bisakah aku istirahat saja hari ini, aku lelah sekali," bisiknya pelan. Gadis itu menunduk.
Xavier menyunggingkan senyuman di ujung bibirnya.
"Kau harus pergi. Mungkin saja ada berita baik yang menantimu di sana," kata lelaki itu penuh misteri.
Cassandra menaikkan kepalanya, menatap Xavier penuh tanya.
Apakah benar apa yang dikatakan lelaki ini?
Baru saja ponselnya hidup sempurna, sebuah telepon dari Alesha membuat Cassandra sedikit terkaget. Xavier benar. Dia buru-buru mengangkat panggilan itu.
"Halo Lesh."
Terdengar jelas suara khas Alesha di sebrang. Cassandra terdiam sejenak mendengarkan seksama apa yang diucapkan Alesha di telepon itu.
"Baiklah. Gue akan datang," katanya kemudian, lalu menutup telepon.
Cassandra mengembalikan ponselnya ke dalam tas.
"Apa katanya?" tanya Xavier penasaran.
Cassandra menaikkan jempolnya, mengarahkan pada Xavier.
"Kau benar, tuan muda. Mungkin akan ada berita baik. Alesha bilang akan ada meeting penting. Dia mengatakan soal pemilik kafe yang baru," Cassandra menjelaskan.
Xavier menaikkan alisnya.
"Kalau begitu kita harus bergegas," kata lelaki itu bangkit.
Cassandra ikut bangkit dari kursinya.
"Xavier," panggilnya.
Xavier menoleh. Dia telah bersiap untuk berjalan menuju mobilnya, berniat untuk berangkat dari sana.
"Apa kau cenayang?" tanya Cassandra lugu, dengan wajah polosnya.
Sontak membuat Xavier tersenyum lebar. Cassandra sungguh manis saat ini. Pertanyaan konyolnya, sungguh membuat lelaki itu tertawa, sekaligus terhibur.
Xavier menyentil pipi Cassandra pelan, membuat gadis itu meringis.
"Mana ada cenayang tampan seperti aku ini," katanya membanggakan diri.
Cassandra mengelus pipinya, melayangkan tatapan sinis pada Xavier.
Xavier tidak begeming, malah dia menarik tangan gadis itu, mengunci dalam genggamannya.
"Berhentilah bersikap lucu. Nanti aku bisa beneran jatuh hati padamu," katanya sambil berlalu.
***
Alesha menyunggingkan senyuman lebar seketika setelah Cassandra muncul di ambang pintu masuk kafe. Dia memanggil Cassandra untuk mendekat dengan tangannya, seperti akan berbisik sesuatu.
"Cass, jangan kaget ya," katanya berbisik pelan. Celingukan agar tidak ada yang mendengar mereka.
"Apa apa?!" Cassandra telah masuk dalam bujuk rayu Alesha.
"Gue denger ini kafe udah dibeli pemilik baru. Gue seneng banget, mudah-mudahan pemilik baru lebih baik dan naikin gaji kita," kata gadis berambut panjang itu bersemangat.
Cassandra mengangguk. Dia juga setuju dengan Alesha. Bukan karena pemilik kafe mereka yang sekarang ini jahat atau tidak baik. Cassandra mengenal Pak Arif dengan lumayan baik, memang Bapak itu tipikal bos yang merasa bos. Dia jarang datang ke kafe, tidak pernah memberi bonus, bahkan pernah beberapa kali telat mengirim gaji karyawannya yang tidak seberapa itu. Namun Pak Arif sangat santai dan tidak pernah marah selama Cassandra bekerja di sana. Cassandra tidak begitu senang mendengar kabar ini. Bagaimana jika pemilik baru ternyata lebih heboh dan ribet? Astaga, dia berdoa agar pemilik baru lebih baik. Sehingga dia dan Alesha bisa tetap bekerja di kafe ini. Oh iya, bagaimana dengan cabang di daerah lain tempat Yoyo bekerja? Apakah akan berganti pemilik juga? Cassandra masih bertanya-tanya dalam hatinya.
Tiba-tiba seorang pria masuk ke dalam kafe. Itu Mas Rangga, orang kepercayaan sang pemilik. Dialah yang biasanya memeriksa keadaan kafe selama ini, dan dia cukup akrab dengan Alesha dan Cassandra. Lelaki itu datang dengan seorang pria muda, berambut pirang yang berpakaian sangat stylish.
"Kita meeting bentar ya," ujarnya terkesan buru-buru, membalikkan tulisan OPEN di depan pintu sehingga berganti menjadi CLOSED. Syukurnya sedang tidak ada pelanggan di dalam kafe. Alesha dan Cassandra mengangguk cepat, bergabung dengan beberapa karyawan lain bersama Mas Rangga dan temannya tadi menuju ruang meeting.
"Jadi gini, langsung aja ya," kata Mas Rangga membuka pembicaraan. Dia berdiri di antara beberapa karyawan yang duduk di kursi, memimpin rapat di depan ruangan.
"Kafe ini sudah berpindah tangan. Tidak lagi milik Pak Arif, dan kedepannya saya tidak akan datang lagi, kecuali untuk membeli segelas kopi," katanya berusaha mencairkan suasana di antara mereka, yang membuat beberapa karyawan tersenyum tipis.
"Per hari ini, pemilik kafe sudah berganti. Perkenalkan, Pak Axel, yang akan menjadi manajer tim kalian yang baru." Mas Rangga menunjuk pada lelaki yang datang bersamanya tadi, mempersilakan lelaki itu mengambil posisi di sampingnya.
Lelaki yang bernama Axel itu tersenyum, membungkuk sekilas pada beberapa karyawan di sana, dan berdiri di samping Rangga. Dia tersenyum tulus.
"Halo. Aku Axel, nantinya akan menjadi manajer tim kalian yang baru. Aku akan langsung melapor pada pemilik kafe mengenai operasional dan semua hal berkaitan dengan kafe ini," kata lelaki itu cepat. Sepertinya dia sudah pro untuk berbicara di depan orang banyak.
Alesha menyenggol lengan Cassandra yang duduk di sampingnya.
"Ganteng Cass!" bisik gadis itu genit, membuat Cassandra memelototinya.
"Tidak ada perubahan jam kerja dan prosedur, semuanya masih sama ya," kata Axel melanjutkan, menangkap beberapa ekspresi datar dari karyawan kafe itu.
"Oh iya, kafe ini akan berganti nama menjadi C- Kingdom," katanya tersenyum. Membuat beberapa orang berbisik termasuk Alesha yang terang-terangan mendekatkan diri pada Cassandra.
"Ha, nama baru lagi Cass. Boleh juga tuh," katanya tertawa. Cassandra tersenyum kecil.
"Tidak hanya itu saja, mungkin ini bagian yang ditunggu-tunggu. Mulai bulan ini, gaji kalian akan dinaikkan 30%, akan dapat dana transportasi dan biaya makan ditanggung oleh kafe," lanjut Axel lagi. Kali ini mendapat respon riuh dari penontonnya.
Cassandra tersenyum lebar. Ini yang dia tunggu-tunggu. Xavier lagi-lagi benar, sebab dia mendapat berita baik sore ini. Mungkin lelaki itu memang cenayang.
.
.
.
🌾Bersambung🌾
~Makasih untuk semua like, vote dan komennya ya kak.. semoga suka dan selamat membaca 🙏
kalau novel ini kayaknya seru jadi mau lanjut baca dulu