Kalila gadis yang berasal dari negara indonesia , dia mengalami kecelakaan pesawat saat akan menuju ke Negara I untuk melanjutkan kuliah s2 nya , namun jiwanya bukan pergi ke alam baka , melainkan masuk ke raga seorang gadis cantik yang bernama NEVA QUEEN MARTINEZ .
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Zakiya el Fahira, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab 28
Di rumah sakit kota Demian dengan wajah paniknya , mengikuti petugas rumah sakit yang mendorong brangkar dimana ada tubuh Jassy yang berbaring di atasnya dengan keadaan tak sadarkan diri , bahkan darah yang membasahi wajah Jassy juga mulai mengering .
'' Tuan , tolong anda tunggu di luar '' . Ucap salah satu perwata , ketika mereka sudah membawa masuk Jassy ke ruang UGD .
'' Tolong , tolong selamatkan dia , saya mohon '' . Ujar Demian dan tanpa sadar air matanya menetes membasahi pipinya .
'' Kami akan berusaha melakukan semampu kami '' . Sahut petugas rumah sakit lalu menutup pintunya .
'' Jassy , kamu harus baik baik saja '' . Gumam Demian dengan penuh harap , di depan pintu ruang UGD .
Demian mengepalkan tangannya ketika teringat dengan orang yang sudah membuat Jassy terluka sampai seperti saat ini . Tadi saat di perusahaan Demian yang baru menyelesaikan rapat , dia bergegas masuk ke dalam ruangannya , dan langsung membuka ponselnya untuk melihat wanita yang sejak tadi membuatnya tidak konsentrasi ketika rapat berlangsung , awalnya Demian biasa biasa saja ketika melihat Jassy yang sedang mengepal lantai apartemennya , namun dia tiba tiba memiliki firasat buruk ketika melihat Jassy menghampiri Fiona , lalu dia melihat Jassy yang mengambil air dalam baskom serta kain , dan saat itu dia membulatkan kedua matanya ketika melihat Fiona menendang Jassy , yang mana membuat kepala Jassy kejatuhan hiasan marmer dari atas rak , hingga membuat kepala Jassy berdarah , dan tanpa pikir panjang Demian langsung pergi meninggalkan pekerjaannya begitu saja , karna dia terlalu panik dan hawatir dengan keadaan Jassy , saat di jalan menuju apartemennya ,Demian berfikir jika Fiona sudah memanggilkan dokter untuk memeriksa Jassy , namun alangkah terkejutnya ketika saat tiba di apartemen dia melihat Jassy yang pingsan dengan keadaan duduk bersandar pada rak yang tadi di tuburuk oleh punggungnya .
Ceklek..
Demian langsung beranjak berdiri ketika melihat pintu ruang UGD di buka .
'' Dokter bagaimana keadaan tunangan saya ?'' . Tanya Demian yang tidak sadar mengakui Jassy sebagai tunangannya .
'' Syukurlah , luka di kepala pasien tidak terlalu dalam , tapi saya sarankan untuk di rawat inap dua sampai tiga hari baru boleh pulang , agar kami bisa memastikan jika kondisi pasien benar baik baik saja '' . Ujar dokter yang menangani Jassy .
Demian bernafas lega mendengar jika Jassy baik baik saja .
'' Baik dokter terimkasih '' . Ucap Demian .
'' Sama sama Tuan '' . Sahut dokter itu .
Dan tak berselang lama Demian melihat dua suster yang mendorong brangkar Jassy , dan di bawa ke ruangan VIP seperti yang di minta oleh Demian , agar Jassy merasa nyaman selama menjalani rawat inap di rumah sakit .
'' Tuan kami permisi '' . Pamit salah satu suster itu dengan sopan .
'' Iya '' . Sahut Demian .
Setelah kepergian dua suster itu , perlahan Demian menarik kursi yang tak jauh dari brangkar Jassy , lalu dia duduk di samping Jassy , Demian terus memperhatikan wajah Jassy yang sudah tak sepucat tadi , dan perlahan tangannya terangkat untuk menyentuh perban yang membalut di kepala Jassy , Demian mengelus luka itu dengan sangat pelan dan lembut , agar Jassy tidak merasa sakit .
Demian kembali mengingat lagi tujuan dirinya yang membawa Jassy untuk tinggal di apartemennya , awalnya dia hanya ingin mengahalangi Jassy agar tidak mengganggu rumah tangga Hugo dan Neva , selain itu dia juga sudah candu dengan tubuh Jassy , yang mana membuatnya tidak ingin jauh jauh dari Jassy , dia marah ketika Jassy berusaha kabur darinya , meskipun dia tahu jika Jassy sudah tidak akan mendatangi Hugo lagi , namun dia takut jika Jassy akan pergi jauh darinya , dia tidak bisa jika harus jauh dari Jassy , dirinya yang marah karna Jassy berusaha kabur , dia menghukum Jassy dengan melampiaskan nafsunya sampai berjam jam lamanya , dia tidak perduli meskipun Jassy sudah berkali kali memohon untuk di lepasakan dan berjanji tidak akan mengganggu Hugo lagi , karna yang dia takutkan bukan itu lagi , jika dia sampai melepaskan Jassy , dia benar benar akan kehilangannya , hingga akhir akhir ini dia merasa jika Jassy berubah diam , dia juga tak lagi memohon untuk di bebaskan padanya , yang mana membuatnya hawatir takut jika Jassy sudah putus asa dengan hidupnya .
'' Aku minta maaf , karna selama ini aku selalu membuatmu tersiksa '' . Gumam Demian mengelus punggung tangan Jassy yang tidak tertancap oleh jarum infus .
Sore hari di butik ternama di pusat kota , Hugo tengan menemani istrinya yang sedang memilih gaun untuk menghadiri acara pesta ulang tahun Kakek Willson .
'' Kak , bagaimana dengan yang ini ?, apa cocok untukku '' . Tanya Queen sembari memperlihatkan gaun warna navy yang panjangnya selutut dengan lengan sebahu , dan di hiasi mutiara di bagian lehernya , dan kebetulan gaun itu tak terlalu terbuka di bagian dada maupun punggungnya .
'' Cocok , aku juga suka karna tidak terlalu terbuka '' . Sahut Hugo tersenyum , karna menurutnya apapun yang di pakai oleh Queen itu pasti sangat cocok , apa lagi dia tahu jika Queen tidak terlalu suka dengan gaun yang belahan dadanya terlalu terbuka .
'' Ya sudah , aku ambil yang ini '' . Ucap Queen pada pramuniaga , lalu Queen masuk kembali ke ruang ganti untuk mengganti dengan baju yang di pakainya tadi saat kuliah .
Setelah membeli gaun untuk acara pesta ulang tahun Kakek Willson , Hugo dan Queen langsung pergi menuju ke mansion Willson , karna kebetulan hari sudah hampir gelap , jika mereka harus pulang lebih dulu di mansion Martinez mereka takut telat , apa lagi acara di adakan tepat pukul tujuh malam , dan sekarang sudah jam enam .
Saat mereka tiba di mansion Willson , mereka menemui Caludia dan Kakek Willson sebentar , lalu bergegas masuk ke dalam kamar Hugo yang berada di lantai dua .
'' Sayang ,kamu mandi duluan saja '' . Ujar Hugo dan Queen menganggukan kepalanya , lalu bergegas masuk ke dalam kamar mandi .
Hugo yang duduk di sofa panjang yang berda di kamarnya , dia mengambil ponselnya saat mendengar suara notifikasi pesan masuk , dan ternyata pesan dari Demian yang mengatakan tidak bisa hadir di acara ulang tahun Kakek Willson , tapi Demian juga mengatakan jika sudah mengirim kado ulang tahun unutuk Kakek Willson dan mungkin masih ada di perjalanan , setelah membaca pesan dari Demian, Hugo meletakkan ponselnya di atas nakas , dia juga tidak penasaran dengan alasan Demian tidak bisa hadir .
Tok
Tok
Tok
Hugo beranjak berdiri ketika mendengar ada yang mengetuk pintu kamarnya , lalu berjalan ke arah pintu dan di bukanya .
Ceklek
'' Tuan , ini setelan jas yang anda minta '' . Ujar Jack memberikan paperbag berukuran mini pada Hugo .
Setelah memberikan setelan jas milik Tuannya , Jack bergegas pergi meninggalkan kamar Tuannya.
Sedangkan Hugo yang sudah kembali masuk ke dalam kamarnya , bergegas melihat jas yang ia minta pada Jack satu jam yang lalu , Hugo mengembangkan senyumnya saat melihat setelan jas miliknya yang warnanya senada dengan gaun milik Queen .