NovelToon NovelToon
Mahligai Cinta Yang Terbagi

Mahligai Cinta Yang Terbagi

Status: tamat
Genre:Selingkuh / Cerai / Pelakor / Angst / Tamat
Popularitas:2M
Nilai: 4.8
Nama Author: Ayu Andila

Dilarang boom like dan plagiat !!!

Silvia Maharani, seorang wanita yang sudah menyandang status seorang istri, bahkan juga ibu harus menelan pil pahit pengkhianatan dari suami yang sangat dia cintai.

kebahagiaan dan cinta yang setiap hari dia rasakan, ternyata hanya bualan semata. Suaminya ternyata sedang bermain api dengan wanita lain.

Hancur, itu sudah pasti. Kecewa, jangan ditanya lagi. Setelah dia menata hati dan menemukan arah hidup, Silvia memilih untuk melepaskan sang suami.

Tapi, lagi-lagi takdir tidak berpihak padanya. Masalah demi masalah terus membelitnya hingga tidak bisa melepaskan diri.

Bagaimana kisah Silvia selanjutnya?

Bisakah dia melepaskan diri dari sang suami?

Yuk, ikuti kisah mereka yang penuh dengan air mata!

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Ayu Andila, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab. 28. Mencari Identitas Sendiri.

Via dan Riani terpaku sambil menatap Nanda yang saat ini sedang tersenyum ke arah mereka. "Yang anda katakan benar, Tuan Nanda!" Riani menganggukkan kepalanya karna setuju dengan apa yang Nanda katakan.

"Tidak semua suami seperti itu, hanya saja ada beberapa orang yang memang tidak bersyukur dengan apa yang mereka miliki. Sebagai wanita pun harus punya identitas sendiri, agar nantinya suami atau siapapun juga tidak bisa meremehkan wanita tersebut!"

Via meremmas kedua tangannya dengan erat saat mendengar apa yang Nanda katakan, karna semua yang laki-laki itu ucapkan adalah benar.

Setiap orang punya perasaan, dan perasaan itu mungkin suatu saat nanti akan berubah. Mungkin tidak semua seperti itu, dan yang seperti itu pastinya juga ada. Salah satunya adalah Mahen, yang mungkin saja menyukai wanita lain dengan alasan seperti yang Nanda ucapkan tadi.

"Jadi, mulai sekarang buatlah identitas anda sendiri. Tidak bergantung pada siapapun, dan tidak terpengaruh oleh apapun! Baik pekerjaan besar maupun kecil, semua itu diukur dari sebarapa bahagia dan kenyamanan anda saat bekerja!" Nanda tersenyum ke arah Via yang sedang menatapnya.

Via langsung menganggukkan kepalanya untuk menanggapi ucapan Nanda. "Terima kasih atas apa yang sudah anda katakan, Tuan Nanda! Saya merasa sadar kalau selama ini mungkin saya sudah terlalu nyaman, hingga terlena dan tidak menyadari apa yang telah terjadi!" Dia menghembuskan napas kasar dan penuh sesal.

"Menyesal itu boleh, tetapi jangan pernah menyerah dan merasa kecil hati. Juga jangan menganggap semua laki-laki itu sama hanya karna apa yang telah suami anda lakukan, karna pada hakikatnya setiap manusia itu berbeda!"

Via dan Riani kembali mengangguk, mereka benar-benar merasa beruntung bisa mengenal pengacara yang baik juga bijak seperti Nanda.

Setelah pertemuan itu selesai, mereka semua segera kembali ke tempat masing-masing. Nanda sendiri ingin langsung menyelesaikan gugatan kliennya itu, supaya semuanya berjalan dengan cepat.

"setelah ini kau mau bagaimana, Vi? Apa kau akan tetap tinggal di rumah itu?" tanya Riani sambil mengemudikan mobil.

"Hah!" Via menghembuskan napas kasar. "Sebenarnya itulah yang sedang aku pikirkan, Rin! Sepertinya aku tidak bisa tinggal di rumah kami lagi, karna Mas Mahen pasti akan tinggal di sana juga!"

Ya, itulah yang sedang Via pikirkan. Tidak mungkin dia tetap berada satu rumah dengan Mahen dalam keadaan seperti ini, apalagi jika proses perceraian sudah berlangsung.

"Kenapa kau memasang wajah seperti itu?" Riani melirik sekilas ke arah Via, lalu kembali melihat ke jalanan. "Kau tidak perlu memikirkan apapun, Vi! Fokus saja pada proses perceraianmu, untuk yang lainnya biar aku yang urus!"

Via menatap Riani dengan sendu, sejak dulu dia selalu saja menyusahkan sahabatnya itu. "Rin, aku, aku akan pulang ke rumah ibu!"

Ckiittt!

Tiba-tiba Riani menginjak rem secara mendadak membuat tubuh Via terhuyung ke depan, untung saja dia memakai sabuk pengaman.

"Kau mau ke rumah Bibi?" Riani melihat ke arah Via dengan tajam.

Via langsung menganggukkan kepalanya, dalam keadaan seperti ini, tentu saja dia harus pulang ke rumah orangtuanya sendiri.

"Vi, kau akan pulang ke rumah Bibi saat Paman mengatakan hal seperti itu padamu?"

Via terdiam, dia yang tadinya menunduk kini melihat ke arah Riani. "Aku tau, Rin. Tapi mungkin maksud Ayah tidak seperti itu, mungkin dia hanya merasa terkejut karna tiba-tiba aku dan Mas Mahen akan berpisah!"

Riani menarik sudut bibirnya hingga membentuk senyum miring, dia tau benar bagaimana sifat Ayah Via yang sejak dulu tidak pernah berubah.

"Maaf, Vi! Bukannya aku mau menghalangimu untuk kembali ke rumah orangtuamu, hanya saja aku yakin kalau ayahmu akan melakukan apa yang dia katakan. Kau yang paling tau bagaimana sifat Ayahmu, coba kau pikirkan sendiri!"

Via kembali diam, dia lalu menyandarkan tubuhnya dengan helaan napas frustasi. Kalau pun dia memang ingin kembali ke rumah Ibunya, lalu bagaimana jika Ayahnya benar-benar tidak mau menerimanya? Pasti nanti akan terjadi keributan yang akan mengundang banyak tetangga.

"begini saja, kalau kau memang tidak mau ikut denganku. Lebih baik kita mencari tempat tinggal untukmu dan Yara, yah anggap saja kalian sudah terbebas dari Mahen!"

"Tapi, apa tidak menjadi masalah jika aku pergi dari rumah sekarang, Rin? Aku pernah dengar bahwa proses perceraian sangat sensitif sekali, tidak boleh ada sedikit cela agar lawan tidak mengambil kesempatan!" Via merasa jika Mahen akan melakukan sesuatu jika dia pergi, dia baru ingat kalau suaminya itu orang yang cerdik.

Riani juga baru terpikir hal yang sama, bisa gawat kalau sampai terjadi masalah sebelum Via dan Mahen resmi berpisah. "Begini saja, kita bicarakan dulu hal ini dengan Tuan Nanda. Setelah itu baru ambil keputusan."

Via menganggukkan kepalanya, lalu mereka kembali ke kantor Riani untuk menjeput Yara yang sedang ditemani oleh salah satu karyawan di sana.

Pada saat yang sama, di tempat lain terlihat seorang wanita sedang berada di salah satu toko peralatan bayi. Siapa lagi jika bukan Clara, wanita itu sangat bersemangat sekali untuk menyiapkan perlengkapan buah hatinya.

"Waah, yang ini lucu sekali!" Dia mengambil sebuah kaus kaki bergambar mickey mouse berwarna merah, pasti akan sangat cantik sekali jika dipakai oleh anak yang ada dalam perutnya.

"Sepertinya kau bahagia sekali, ya!"

Tiba- tiba terdengar suara baritone seseorang yang membuat Clara langsung meremmas kaus kaki itu sampai kusut, dia lalu melirik ke arah orang tersebut dengan sinis.

"Ayolah, Clara! Jangan memandangku seperti itu!" Laki-laki itu menyenggol lengan Clara membuat wanita itu berdecak kesal.

"Kau mau apa lagi, Indra? Sudah ku katakan jangan ganggu aku lagi!"

Laki-laki bernama Indra itu tertawa mendengar ucapan Clara. "Aku dengar saat ini kau sedang hamil, Clara?"

Clara langsung menutupi perutnya dengan kedua tangan. "Itu bukan urusanmu!"

"Hem ... apa itu anak dari Direktur R Group?"

Clara mengepalkan kedua tangannya dengan punuh emosi, laki-laki selalu saja mengetahui semuanya. "Kau mau apa lagi, Indra? Jangan bermain-main denganku!"

"Oh ... ayolah, Sayang! Kau sudah tau apa yang selalu aku inginkan darimu!" Laki-laki itu memasang smirik iblisnya membuat Clara ingin sekali memukul wajahnya itu.

"Si*alan! Aku benar-benar tidak bisa lepas dari bajing*an ini!"

Tbc.

1
Siti Maulidah
ceritanya sangat menarik sekaliii /Good//Good//Heart//Heart/
Sulfia Nuriawati
zaman skrg g ckup dg percy jg cinta tp bukti, cinta blh bego jgn, kalo udah 1xberbohong akan nyusul kebohongan² selanjunya,bapa lg sll d maafkan makin merajalelabihong nya, hrs waspada jd g terpukul dg telak, msh bs ngelak jg berjelit biar g terlalu fatal efeknya, cr bukti jgn oercy gt aja
Sri Puryani
jadilah salah paham
Sri Puryani
rasain maher ...
Sri Puryani
menyesal kan kamu maher .....kau buang berlian utk mendapatkan batu viasa
Surati
bagus
Sri Puryani
jgn temui vano dl via....
vano kenapa kamu gk wa sj via utk jgn telp dl krn msh rapat klo sdh selesai di hub.lg....klo spt itu pasti via tdk mikir kemana- mana
Sri Puryani
ya krn putramu bodoh mengutamakan kesenangan sementara sj
Sri Puryani
vano blm menyelidiki latar belakang clara ya ..
Sri Puryani
hak asuhnya hrsnya diputus kan jg
Sri Puryani
kok tamat nya ngantung gini thor?
Sri Puryani
hrsnya wkt nyamperin di apartemen di foto & video utk bukti ....biasa nya gt sih klo orang pinter
Sri Puryani
gk usah membela pengacaramy ...dia lbh mahir , bs berkelahi via
Sri Puryani
memangnya via tdk kb? sdh lama gk hamil hub.sekali msk lgsg mau dibuat hamil thor?
Sri Puryani
memangnya kakimu gk bs nendang aset mahen via , klo tangan gk bs gerak kaki nya dong dipake nendang .....pasrah aja sih...gigit nahen ...atau apa kek
Sri Puryani
Luar biasa
Sri Puryani
Lumayan
Yuli Sadira
Luar biasa
Siti Maskanah
mahen pahlawan ku wkwk
Siti Maskanah
riani jodohin aza sm bang mahen ..
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!