Aku istrinya, tapi aku disembunyikan layaknya simpanan. Dinikahi secara siri, kemudian suamiku menikah lagi. Aku pikir itu adalah puncak neraka duniaku, aku salah. Berpisah dengan putriku yang baru lahir ke dunia, itu lebih sakit dari pada luka hatiku.
Akulah Padma, wanita yang kalian hina hanya karena starta sosial yang berbeda. Ini aku, ini kisahku, tentang istri siri yang bangkit dari lubang hina yang kalian gali untukku. Satu persatu, akan kubalas kalian! Ini janjiku, dari jiwa yang kalian benci selama ini.
Follow IG author Sept : Sept_September2020
Selamat datang di karyaku ke 22. Selamat membaca, semoga terhibur.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Sept, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
HURTS
Istri Rasa Simpanan Bab 28
Oleh Sept
Padma masih di atas ranjang, tanpa mengenakan apapun. Guntur sudah merampas semua pakaian wanita itu dengan paksa. Tanpa ijin, tanpa kelembutan.
Padma yang memejamkan mata rapat-rapat, menahan rasa sakit di sekujur tubuhnya. Rasa perih bercampur sakit, luka batin dan juga luka fisik kini ia rasakan akibat ulah Guntur.
Lalu di mana pria pembawa luka tersebut? Dia ada di dalam kamar mandi, membersihkan diri. Menyirami kepalanya dengan air yang mengalir deras. Biar ia tersadar atas apa yang sudah ia lakukan barusan.
BUGH ...
Guntur yang masih marah, memukul tembok kamar dengan keras. Ini bukan yang ia harapkan, dan ini bukan yang ia mau. Ia hanya ingin Padma kembali ke sisinya, bukannya malah menolak kemudian menangis saat mereka berhubungan. Guntur sesungguhnya sangat tersiksa dan terganggu dengan sikap Padma yang telah jauh berubah.
Wanitanya yang lugu sudah sangat berubah, bahkan malah sangat membencinya. Membuat Guntur frustasi, dan hanya bisa melampiasakan pada tembok kamar mandi di sebelahnya.
Beberapa saat kemudian.
Guntur keluar kamar mandi dengan tubuh yang masih basah. Bahkan rambutnya masih meneteskan banyak air. Ia hanya memakai handuk yang melilit di pinggangnya. Kemudian menatap Padma yang sudah duduk di tepi ranjang dengan selimut yang membalut tubuhnya.
"Bersihkan tubuhmu!" titah Guntur dengan datar.
Padma tidak menjawab, ia hanya berjalan tanpa menatap Guntur. Sakit hatinya atas perlakuan Guntur barusan. Sehingga ia mengabaikan Guntur, ia anggap sebagai angin yang tak terlihat.
Di dalam kamar mandi, Padma membersihkan seluruh tubuhnya dari sisa-sisa sentuhan Guntur. Sorot matanya menatap marah, pada cermin yang ada di depannya.
KLEK
Guntur menoleh, dilihatnya Padma hanya memakai handuk. Dan itu membuat kaki jenjang Padma terekspose. Sempat menelan ludah sesaat, kemudian Guntur langsung berdiri. Pria itu menuju lemari, mengambil salah satu kemeja miliknya. Warna putih, sebuah kemeja panjang yang biasanya ia pakai untuk berangkat kerja.
"Pakai ini!" seru Guntur sembari menatap Padma.
Padma yang masih sakit hati, kemudian mengambil kemeja putih tersebut. Ia kembali ke kamar mandi. Lalu sesaat kemudian, muncul dengan kemeja yang kebesaran saat ia kenakan.
Meskipun kebesaran, tapi Padma merasa tidak nyaman. Sebab itu terlalu rendah, seperti dress yang tanggung. Bila membungkuk sedikit saja, sudah pasti kelihatan bumpernya.
Sepertinya Guntur sengaja, padahal ia punya piyama set yang ada celana pendeknya.
"Tidak ada pakaian lain?" tanya Padma gengsi. Sebenarnya ia tidak mau bicara pada Guntur. Namun, ia tidak nyaman mengenakan baju yang menggoda iman tersebut.
"Cari saja sendiri," kata Guntur sembari menatap lemari besar yang ada di dalam kamar itu.
Padma pun tidak sungkan, tidak malu-malu seperti dulu. Ia langsung saja mencari baju Guntur yang pas untuk ia kenakan. Sebuah kaos pendek dan celana kolor. Itu lebih baik dari pada kemeja putih yang menganggu ini.
Selesai ganti pakaian, Padma kemudian mengulurkan tangannya.
"Mana kunci mobilku, dan buka pintunya!"
Guntur melirik sinis.
"Besok! Sudah malam. Besok aku antar!" terang Guntur sangat tegas.
"Oke ... kamu mau aku berteriak kencang sampai tetangga apartment di sini dengar?" ancam Padma.
"Jangan mulai lagi, istirahat lah. Aku lelah!"
Guntur langsung keluar kamar, pria itu juga sudah gantu dengan pakaian santai. Kemudian rebahan di sofa ruang tamu. Ia malam ini akan memenjarakan Padma di apartment miliknya.
Padma tambah geram, ia kemudian menyusul Guntur ke ruang tamu.
Baru akan melabrak Guntur, ponsel Padma berdering nyaring. Buru-buru Guntur berlari, ia merampas ponsel milik Padma. Sebuah panggilan video masuk, dengan nama ibu. Namun, yang muncul di layar kaca saat Guntur mengangkat telpon tersebut, malah wajah seorang anak perempuan yang cantik.
'Keny ...'
Melihat putrinya walau hanya lewat video call, ternyata cukup menohok hati Guntur. Pria itu sampai tidak bisa berkata-kata, memalingkan wajah sesaat, kemudian mengusap wajahnya dengan berat.
Padma yang marah, merampas kembali ponselnya. Kemudian melihat Keny yang terlihat bingung.
"Ibu kok belum pulang? Tadi itu siapa, Bu?"
Padma mau menjawab, tapi lidahnya keluh. Apalagi saat melirik Guntur yang masih shock.
"It ... itu ..." Padma sampai gagap.
"Ibu ... itu tadi siapa ibu?"
Hati Guntur terkoyak, anaknya tidak tahu dia siapa.
"Padma ...!" ucap Guntur dengan suara berat. Pria itu kemudian terduduk lemas di depan Padma.
'Apa yang dia lakukan?' batin Padma seketika langsung beringsut.
Bersambung
Hufff ... ikut emosional. Hehheheh
IG Sept_September2020
Fb Sept September
maaf ya,klo slh..jngn di bully/Pray/