Kisah seorang Anak Gadis, berparas cantik. Yang bernama, Tasya Clinton Wijaya. Yang terlahir dari keluarga yang sederhana dan harmonis.
Yang di didik dengan penuh cinta dan kasih sayang.
Tetapi harus merasakan sakitnya hidup, kehidupan yang begitu sulit untuk dilalui seorang diri. Kepahitan itu bersumber dari dendam seseorang yang berasal dari Kisah cinta masa lalu Mamanya.
Kisah cintanya pun, hampir hancur hanya karena masalalu dari kekasihnya juga.
Tetapi, Semua Doa dan usaha Tasya di kabulkan oleh sang pencipta. Semua kebaikan kembali kepadanya.
Sang kekasih, Christian W Angkasa. Selalu setia bersamanya. dan mampu menggantikan luka itu dengan kebahagiaan.
Untuk kelanjutan cerita, langsung aja mampir ke novel ku ya.
BACA AJA DULU, SIAPA TAU JADI SUKA.
Happy reading guyss 😊🙏🙏
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Rusma, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Nomor Ponsel
Happy reading^^^
"Baik-baik Lo Syaa" teriak Linda.
"Cieee .. Cieee." ucap mereka teriak bersamaan menggoda Tasya, kecuali jefry.
Tasya dan Chris pun berjalan menuju taman kecil yang ada di belakang gedung. Suasa begitu hening, mereka terus berjalan tanpa ada satu katapun keluar dari bibir mereka.
Mereka pun sampai di taman dan Tasya pun duduk lebih dulu, Chris masih berdiri di depan Tasya dan Ia lebih dulu memulai pembicaraanya.
"Em-Emm Kamu masih ingat sama aku" ucap Chris dengan rasa gugup.
"Masih, kamu kan yang menabrak mobil Papa pagi itu" ucap Tasya dengan menatap mata Chris dan mata mereka saling menatap hanya untuk beberapa detik.
Hening..
"Syaa..."
"Iya ada apa? Sini duduk jangan berdiri saja entar pegal loh" ucap Tasya. Chris pun duduk di samping Tasya.
"Syaa...!" Ucap Chris lagi yang masih tertahan, ia masih gugup dan tidak mengerti untuk memulai dari mana. Karena sudah begitu lama Ia tidak menjalin hubungan dengan seorang wanita setelah lima tahun yang lalu berpisah dari Valen.
"Iya ada apa? Ngomong Saja ga perlu takut gitu. Aku ga makan manusia kok, hehe" ucap Tasya sambil tertawa kecil yang membuat Chris untuk percaya diri memulai pembicaraan nya yang tertahan.
" hemmm...Syaa. Lo percaya ga sih Cinta pada pandangan pertama?" Ucap Chris dengan begitu gugup.
"Hemm, aku percaya kok. Kenapa kamu ngomong begitu?
Chris memiringkan sedikit badan nya ke kiri menghadap Tasya dan memegang tangan Tasya dengan penuh kasih sayang dan kelembutan" Syaa, mungkin ini terlalu cepat bagi kamu, tapi semenjak pertama kali aku melihat kamu waktu kejadian itu aku langsung suka sama kamu dan aku kepikiran kamu terus, mungkin kamu tidak percaya, tapi ini beneran aku mimikirkan kamu terus-menerus, aku suka dan cinta sama kamu Anastasya Wijaya.
Deg..
Jantung Tasya berdetak cukup kencang, setelah Chris mengatakan suka dan cinta kepadanya. Ia juga sebenarnya merasakan hal yang sama tapi ia masih ragu apakah itu perasaan sebatas kagum atau memang cinta.
"Emm-ma-maaf aku ga bisa jawab sekarang" ucap Tasya sambil melepas genggaman Chris dari tangannya.
"Ia gappa, aku ga akan maksa kamu untuk jawab sekarang, kamu juga mungkin butuh waktu untuk memikirkannya, aku akan sabar menunggu." ucap Chris sungguh-sungguh." selama aku menunggu jawaban kamu, apakah aku boleh kenal kamu lebih dekat sama kamu ? Ucap Chris lagi.
Tasya hanya menjawab omongan clChris dengan menganggukan kepalanya sambil tersenyum.
"Makasih ya" ucap Chris sambil memeluk tubuh Tasya, dan Otomatis Tasya menjauhkan tubuhnya dari Chris.
"Ma-maaf aku terlalu bahagia" ucap Chris sambil menggaruk belakang kepalanya karena gugup.
Duh, bodohnya kenapa lagi gue meluk dia tiba-tiba, kan gue belum ada hubungan apa-apa sama dia, ya jelaslah dia menghindar..Chris..Chris dasar otak Lo uda ga beres, apa coba yang dipikirkanya tentang Lo, ahh pasti jadi bikin dia mikir seribu kali buat nerima Lo" batin Chris.
"Kamu maafin aku kan Syaa? " ucap Chris lagi
Dan di balas hanya anggukan oleh Tasya.
Tanpa mereka sadari ada seseorang yang mengikuti mereka dari tadi, dan mendengar semua yang mereka katakan membuat seseorang itu semakin panas dan cemburu. Ia merutuki diri atas kebodohannya, karena tidak langsung mengatakan perasaannya pada Tasya. Setelah mendengar semuanya Ia pun pergi dari tempat persembunyiannya dan bergabung dengan sahabat-sahabatnya.
"Lo lama banget sih, habis dari mana Lo" ucap James.
"Lama apaan bambannkk gue bentaran doang perasaan" ucap Jefry.
"Uda ga usah berdebat yuk cicipin makanan lagi, masih banyak tuh" ucap Linda sambil melirik makanan-makanan yang tersaji.
"Dasar Lo! Perut Lo terbuat dari apa sih Lin?" Ucap Agnes.
"Iya perasaan kerja Lo makan mulu, tapi ga gede-gede " ucap James.
"Bhuahahaha...baru sadar Lo James" ucap Linda sambil tertawa.
"Tapi walaupun Lo doyan makan, gue suka kok. Hehe" ucap James yang memang waktu pertama kali mereka makan bareng ketika James yang traktir ia mulai ada rasa sama Linda. Ucapan James membuat wajah Linda merah merona, dan Linda pun jadi malu.
"What!! Kaget Agnes dan jefry bersamaan.
Sejak kapan?" Tanya Agnes.
"Sejak kita makan waktu di M*D hehe" ucap James.
"Wah hebat Lo Lin, baru beberapa hari perut gentong Lo itu uda bisa bikin orang jatuh hati.Wkwkwk" " ucap Jefry sambil tertawa.
"Cieee sepertinya akan ada benih-benih cinta niiyee, ehem" ucap Agnes meledek. Hari ini hari yang istimewah banget spertinya, Tasya di ajak jalan sama Abang Chris, nah ini Linda dapat pacar baru juga, gue kapan dong" ucap Agnes dengan bahagia dan seketika Ia menjadi cemberut karena Ia belum punya gebetan.
"Tenang, Lo ga sendiri kok. Gue aja belum ada gebetan, sekalinya punya gebetan eh malah di tikung sama orang lain" curhat Jefry yang membuat James, Agnes dan Linda penasaran dan bertanya-tanya. "Siapa? Kenapa Jefry tidak pernah cerita ke kita-kita" batin Agnes dan Linda.
"Siapa Jef" ucap Linda dan Agnes penasaran.
"Emtar ada saat nya gue kasih tau ke kalian, yang jelas saat ini gue lagi patah hati" ucap Jefry.
"Pelit Lo, bikin orang penasaran Saja" ucap Linda mengomel.
"Sudah sana makan, ajak tuh James. Ucap Jefry pada Linda. "Oia James Lo segeralah nembak Linda di tempat yang romantis, karena dia suka laki-laki romantis" ucap Jefry berbisik pada James.
"Iya iya bawel" ucap James dan beranjak dari tempat duduknya dan mengajak Linda berburu makanan.
Di tempat lain, Tasya dan Chris masih duduk sambil melihat ke langit malam setalah Chris meminta maaf dan diiyakan oleh Tasya.
"Syaa, besok aku main kerumah kamu boleh ga?" ucap Chris. "Boleh kok, tapi ajak Jefry, Linda, Agnes dan James ya?"
"Loh janganlah, kan aku mau kenal kamu lebih jauh, seperti orang lagi pedekate gitu" ucap Chris.
"Nih anak polos banget sih, itu aja harus di jelasin. Duh kan jadi gemes" batin chris.
"Yaudah kalau begitu" ucap Tasya.
"Yaudah yuk, kita gabung bareng meraka" ucap Chris sambil menunjuk ke arah Jefry dan Agnes yang memang hanya mereka berdua, karena Linda dan James lagi berburu makanan.
Tasya pun mengiyakan dan mereka berjalan ke arah Jefry dan Linda.
"Eh gimana, ngobrolin apa aja sih. Aku kepo nih" ucap Agnes. Tetapi beda hal denga Jefry yang masih kesal dia hanya diam saja.
"Entar juga kamu akan tau Nes" ucap Chris.
"Eh btw kemana James dan Linda ?" Tanya Tasya sambil duduk dan di ikuti oleh Chris.
"Mereka pergi tuh berburu makanan, ucap Agnes dengan memonyongkan bibirnya menunjuk ke arah James dan Linda di ujung sana.
"Tumben!" Ucap Tasya penasaran.
"Akan ada kabar gembira Syaa" ucap Agnes dengan wajah sumringahnya.
"Mksudnya ? Dan Lo kenapa diam saja dari tadi Jef" Tanya Tasya lagi.
"James suka sama Linda Syaa" ucap Agnes menjelaskan dengan bahagianya.
"What !!" Serius Lo ? " ucap Tasya dengan berteriak dan langsung di tatap oleh Chris dan Jefry.
"Iya beneran, kalau Lo ga percaya tanya saja sama Jefry, iya kan Jef" ucap Agnes meyakinkan, Tetapi Jefry masih diam saja.
"Ga nyangka gue si perut gentong ada juga yang suka" ucap Tasya.
"Apa lagi kita Saa, iya kan Jef" ucap Agnes yang di balas hanya anggukan oleh Jefry.
"Lo sariawan ya Jef, dari tadi diam mulu" ucap Tasya.
"Sepertinya Adek gue lagi kesel sama seseorang" ucap Chris dengan tebakannya yang benar. Setelah mengatakan begitu ada suara yang memanggil dan sepertinya ke arah mereka.
"Nak, kemari!" panggil Laras dan Baskoro pada Chris dan Tasya.
"Chris ?" Ucap Chris sambil menunjuk dirinya kepada Laras dan Baskoro yang langsung dianggukin oleh papa dan mamanya.
"Iya, kamu sama Tasya kemari dulu" panggil Laras lagi. Chris dan Tasya pun bergabung dengan para orangtua tersebut.
"Ada apa Pa?"
"Ada apa Om, Tante?"
Ucap mereka bersama, yang langsung di ledek sama Baskoro.
"Tuh kan, nannya aja sampai bisa barengan gitu, uda deh Jay mereka ini memang jodoh"
"Ah papa ada-ada aja sih" ucap Chris malu.
Setelah habis godain Tasya dan Chris, waktu pun begitu cepat beputar, sekarang sudah pukul 22.00 wib dan acara pun sudah selesai, para undangan sudah pamit pulang jam 9 tadi, sekarang tinggallah keluarga Baskoro dan para orangtua sahabat Jefry. Setelah dua puluh menitan mereka pun pamit untuk pulang. Dan saling mengucapkan rasa terima kasih kepada satu dengan yang lain.
Sebelum mereka pulang tadi, Chris meminta nomor ponsel Tasya, Karena hari ini semua berjalan lancar, Chris tiada henti-hentinya mengucap syukur kepada sang pencipta. Selama di mobil Chris senyum-senyum sendiri. Ia begitu bahagia dan berharap Tasya mau menerimanya, sehingga cintanya tidak bertepuk sebelah tangan.
.
.
.
To Be Continued...
nunggu nikah si Tasya lma beud 😂😂
salam dari "wanita seribu luka"
semangatt terus ya.. lanjutin sampe tamat..
🤗🤗🤗🤗🤗🤗🤗🤗🤗🤗🤗🤗🤗
aku tunggu kunjungannya