Awas bisa menyebabkan kram pipi dan perut!
Kisah Cherry gadis putih Abu-Abu yang tak menyangka kaget menikah dengan seorang pria mapan bernama Lucas yang sering mengejeknya cabe-cabean.
Seperti apa ceritanya keseruannya langsung saja cus...
Bagaimana kelanjutan kisah mereka?
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Alya Lii, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Epsd. 27. Perasaan sesungguhnya
Epsd. 27. Perasaan sesungguhnya
"Aaaaaaaaaa....," teriak Cherry pagi hari.
Lucas yang tertidur nyenyak terbangun dari tidurnya gara-gara mendengar teriakan Cherry. Masih dengan mengumpulkan nyawa, Lucas mengucek matanya masih belum menyadari kesalahannya.
"Tidur lagi bocah..," ucap Lucas datar. Tangannya kembali menarik tubuh Cherry kedalam pelukannya.
Langsung saja, Cherry memukul dada bidang Lucas. Entah disengaja atau tidak, Lucas malah mempererat pelukannya. Mama Risti dan papa Hadi yang tak sengaja mendengarnya, masuk dengan menggunakan kunci ganda.
BRAK!
Papa Hadi dengan keras mendorong pintu tersebut sehingga menimbulkan suara yang sangat kencang.
Lucas dan Cherry bagaimana? jelas mereka terkejut dengan kedua orang tuanya yang menerobos masuk kamar mereka dengan paksa, apalagi dengan posisi mereka yang sedang tidur berpelukan.
"Oups..., kita sedang berada di waktu yang tidak tepat pa.." ucap mama Risti tersenyum kepada anak dan menantunya.
"Iya mah.. yuh lebih baik kita segera keluar dari sini, takut cucu kita jadinya lama" papa Hadi tak kalah ngeselin dari mama Risti.
"Mama....," panggil Cherry dan Lucas bersamaan.
"Ini tak seperti yang kalian pikirkan," protes Cherry.
"Silahkan dilanjutkan, mama dan papa keluar dulu." ucapnya masih dengan senyum-senyum.
"Ma..Ma.. Mama...," panggil Lucas, tapi sayangnya kedua orang tuanya sudah menutup kembali pintu kamarnya.
"Gara-gara om aku jadi ternoda, kalau aku sampai hamil gimana?" bentak Cherry.
'Ini lagi, apa ga sadar sama ucapannya? kita kan sudah sah dimata agama' batin Lucas.
Ingin sekali Lucas mengucapkannya, tetapi lidahnya terasa kaku.
"Bocah, mana bisa hamil orang kita belum ngelakuin apa-apa," sahut Lucas dengan santai.
"Belum ngelakuin apa-apa om bilang!" teriak Cherry.
"Ini apa coba," sembari menunjuk ke lehernya.
Lucas hanya meliriknya sekilas, lalu beranjak dari tempat tidurnya menuju kamar mandi.
"Ih...Mau kemana om, enak aja ga tanggung jawab! " protes Cherry kesal, sayangnya orang yang mendapat protes sudah berada di dalam kamar mandi.
Sementara didalam kamar mandi, Lucas tersenyum bahagia, dia terus saja menyunggingkan senyum.
Flashback**
Ceklek!
"Cherry berry Strawberry mangga manalagi, semua barang-barangmu sudah kau pindah---" tanya Lucas, namun pertanyaannya terhenti saat melihat Cherry menangis sambil membawa foto tersebut.
"Cherry, apa ada yang terjadi?" tanya Lucas. Betapa terkejutnya Lucas melihat foto yang dibawa Cherry adalah foto Tuan Zain Ayah kandung Cherry.
'Darimana kau mendapatkan itu Cher?' batin Lucas mulai was-was.
Sembari mendekat Cherry, Lucas merangkul pundaknya.
"Setiap manusia yang hidup, suatu saat pasti akan kembali pada-NYA. Ikhlaskan, do'akan insyaallah mereka tenang disana," imbuh Lucas.
"Kau mengenal pria ini?" tanya Cherry merasa curiga karena ucapan Lucas.
Aduh... Gawat... help me!!!
"Lucas... Lucas elu bikin masalah" menggerutu dirinya sendiri.
"Aku tak mengenalnya Cherr... " ucap Lucas berbohong.
"Tapi mengapa foto Ayah ada di lemari om?" tanya Cherry.
"Ya mana tau, kemungkinan kamu sendiri yang membawanya ke lemariku" sahut Lucas beralasan.
"Mana ada aku yang bawa sendiri, gimana caranya... masuk kamar om aja aku ga betah... bau!" sembari menutup hidungnya.
"Kali aja kau kesurupan" sahut Lucas berusaha untuk menutupi semuanya.
"Om, Kira-kira dong ngomongnya, ga tau apa lagi sedih gini" sahut Cherry.
"Sedih ya sedih Cherry, tapi jangan lama-lama" ucap Lucas mengingatkan.
"Ini, buruan dimakan. Nanti sakit aku yang repot" rayu Lucas.
"Ya uda mana, lagi butuh tenaga juga buat perang sama om," sindir Cherry sembari menyahut makanan dan minuman dari tangan Lucas.
Lucas kembali menemui papanya untuk membicarakan hal penting mengenai perusahaannya. Sedangkan mama Risti saat ini sudah tertidur.
Hampir satu jam Lucas dan papanya membicarakan soal perusahaannya. Cherry sendiri dia sudah tertidur di sofa kamar Lucas.
"Kenapa dia tidur disini?" gerutu Lucas yang masuk mendapati Cherry tidur di sofa.
Lucas lalu mengangkat tubuh Cherry untuk dipindahkan keatas ranjang miliknya. Saat Lucas akan melepaskan tangannya, Cherry dalam keadaan tak sadar menarik tangan Lucas hingga terjerembab ketubuhnya.
Lucas sendiri sebenarnya sudah menahan gejolak naf**sunya, tapi apalah daya setan sedang berpihak padanya lewat Cherry.
Cherry yang saat itu entah sudah bermimpi apa langsung saja memeluk erat tubuh Lucas, dan sebagai pria normal Lucas malah meminta lebih dari pelukan.
Lucas tak mengambil kesempatan ini dengan sia-sia, dia menautkan bibirnya dengan bibir Cherry. Terdengar eluhan dari Cherry, tanda Cherry juga menikmatinya.
"Emmmpphh... ka Pras jangan lakukan ini" ucap Cherry diluar kesadarannya.
Aktivitas nyaman Lucas terhenti saat mendengar nama pria keluar dari mulut istrinya.
"Pras? siapa dia?" gumam Lucas. Hatinya langsung saja sakit mendengarnya namun masih bisa dikendalikan.
"Kali ini tiada ampun bagimu Cherry berry strawberry mangga manalagi" ucap Lucas.
Lucas terus menyerang bibir Cherry, awalnya terdapat penolakan dari Cherry, namun setelah lama, Cherry mengikuti ritme Lucas. Hingga sesuatu yang beberapa hari yang lalu terjadi, terjadi kembali. Bahkan Lucas hampir tak bisa mengontrol dirinya, setelah meninggalkan jejak kepemilikannya di leher Cherry, Lucas mengangkat tubuhnya dan merutuki dirinya sendiri.
"Kenapa lagi-lagi kau tak bisa menahannya Lucas?" ucap Lucas pada dirinya sendiri.
"Maafkan aku Cherry, lagi-lagi aku tak bisa menahannya" ucap Lucas kembali.
Lucas kemudian berjalan ke kamar mandi untuk membasuh mukanya, setelah itu dia kembali merebahkan tubuhnya disamping Cherry. Namun sebelumnya, Lucas sudah menata kembali pakaian Cherry yang sedikit terbuka akibat ulahnya. Setelah selesai menaikan selimutnya, Lucas dengan pelan mencium kening Cherry dengan lembutnya.
"Jadilah milikku seutuhnya Cherry, aku akan menyalahkan diriku seumur hidup jika kau tak bisa kumiliki," ucap Lucas.
Benar.. Lucas mulai jatuh cinta kepada gadis yang masih bocah, gadis berseragam abu-abu yang menurutnya hanya bocah biasa tak disangka adalah cinta pertama di masa kecilnya.
Cherry benar-benar sudah menjungkir balikkan kehidupan Lucas dari pria yang anti menikah, sekarang menikmati perannya menjadi seorang suami.
Flash on**
Di Sekolah,
"Cherry....," panggil Neva.
"Elu sakit Cherr?" tanya Neva.
"Kok pake syal...," imbuh Neva kembali.
"Enggak Neva, hanya kurang enak badan" jawab Cherry sudah mempersiapkan seribu alasan untuk pertanyaan Neva dan Steve.
"Kenapa beragkat? lebih baik elu istirahat deh kalau sakit" saran Neva.
"Ga perlu Nev..., gue uda ketinggalan banyak materi ga enak ijin terus," jawab Cherry.
"Eh.. Steve...main lewat aja tanpa salam sapa sayang.." panggil Neva yang melihat Steve melewatinya begitu saja.
"Gue masuk dulu, uda janjian sama Tania" ucap Steve sengaja.
Hati Neva langsung terasa sakit, tangan yang tadi melingkar di pergelangan Steve terlepas begitu saja. Neva terus memandangi punggung Steve dengan air mata yang hampir jatuh. Sedangkan Cherry yang menyaksikan peristiwa tersebut mulai mengerti jika Neva menyukai Steve.
Bersambung....
btw, cherry kelas brapa sih?
ahirnya cherry dan lukas bersatu😍
ahirnya cherry dan lukas bersatu😍