agam dan agler adalah anak kembar dari syakila azalea nugraha yang berumur 5 tahun.
mereka menyelidiki tentang sang bunda yang belum mereka ketahui, dan mencari tau apa yang menyebabkan sang bunda mengalami trauma akan kegelapan.
kebungkaman sang bunda akan jati dirinya tak menyulitkan si kembar, tapi banyak cara yang dilakukan untuk mengungkap fakta tersembunyi.
agam dan agler berjanji akan mengembalikan hak yang seharusnya menjadi milik bundanya.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Mami Arum, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
POV erik
POV erik
aku bosan di dalam penthouse jadi aku memutuskan untuk sarapan direstoran bawa, kulangkahkan kakiku menuju lift, keluar dari lift ku edarkan pandangan mencari meja kosong, aku berjalan tak ku hiraukan orang sekitar, aku terduduk, ada seorang anak kecil yang tiba tiba mendorong dompetku di atas meja, tatapannya sangat tajam, tapi melihat matanya aku seperti melihat diriku.
dia pergi begitu saja, ku pandangi dia yang terus melangkahkan kakinya sampai dia berhenti di sebuah meja yang terisi beberapa orang, aku ingin mengucapkan terima kasih, tapi sebenarnya bukan itu tujuanku, aku tertarik ingin mengenalnya, ku putuskan menuju meja tempat mereka duduk bersama.
ketika sampai aku terkejut pertama kali kulihat wanita berkerudung abu abu beralih kesebelahnya ada sisi desainer yang bekerja sama denganku.
sisi menyapaku dan mempersilahkan ku bergabung dengan mereka, dia memperkenalkan aku pada semuanya, lea itu adalah nama pemilik lea food yang ada di paris, ya aku mengingatnya, agam agler itu anak dari lea, lebih tampan ketika kulihat mereka dari foto yang dikumpulkan jhon asistenku.
mata kedua anak kembar itu menatapku, ntah perasaan apa yang hadir rasanya aku ingin merengkuh mereka ke dalam pelukanku, warna mata mereka seperti diriku, mungkinkah, mungkinkah mereka anakku. sarapan kali ini terasa berbeda, seperti sebuah keluarga yang utuh, ada ayah ibu anak anak dan saudara, apa karna aku kesepian selama ini, aku merindukan suasana seperti ini, suasana yang sudah lama tak pernah kurasakan.
ku ucapkan terima kasih, hanya di jawab anggukan olehnya, sepertinya aku harus mendapatkan informasi lebih, ku putuskan berbincang untuk mengakrabkan diri.
"*kenapa presdir erik terus menatap si kembar, apa dia juga merasa kalau anak anak itu ada kemiripan dengannya" tukas sisi dalam hati
"ada apa ini ketika berhadapan dengannya ada perasaan takut yang tiba tiba menyergabku, kenapa aku merasa sekhawatir ini, kenapa hatiku jadi gelisa, aku pernah melihatnya dari jauh ketika dia berkunjung ke restoran ku waktu itu, tatapan matanya....seperti agam, mungkinkah dia orang dimalam itu" lirih lea di dalam hati*
agam yang memegang gadget diam diam memphoto presdir erik, ntah apa yang akan dia lakukan selanjutnya dengan foto itu, hanya dia yang tau.
presdir anda belum memesan makanan anda "eh ya mm saya nasi goreng seafood aja minumnya jus alpokat tanpa es di banyakin susunya.
baik, silahkan di tunggu tuan
presdir erik bertanya agak ragu ragu "apa kalian juga tinggal disini?
ya kami tinggal disini di lantai tiga " jawab sisi
apa mereka keluargamu si" tanyanya lagi
"tentu kami keluarganya aunty sisikan tetangga kami di paris, rumah kami bersebelahan", celetuk agler asal menjawab
agam menendang kaki adiknya
aduh " agler mengeluh
kenapa nak" bunda hawatir putranya mengeluh
ah tak apa bun, ada semut yang gigit kaki ku
oh ya sudah
apa sebelumnya kalian pernah ke negara ini, "tanya erik kembali
tapi sebelum ada yang menjawab pelayan menyajikan hidangan "silahkan di nikmati tuan nona"
sebelum memulai makan mari kita berdo'a menurut kepercayaan masing masing, ucap sisi, kemudian mereka makan dalam diam sesekali mata erik menatap lea dan si kembar merasa ada mata yang terus mengawasi agam menaikkan pandangannya, kemudian dia mengacuhkannya dan melanjutkan makan.
selesai sarapan mereka berbincang kembali, lea apa hari ini kamu akan pergi," tanya sisi
ya "jawabnya singkat
aku tak bisa menemanimu, kamu di antar pak suryo ya, aku bisa naik taksi
lea menatap anak anaknya, "kalian ikut bundakan" tanyanya
ya bun" jawab mereka serentak