Alice adalah seorang mafia sekaligus pengusaha termuda didunia. Dia yang menduduki puncak kejayaannya pastilah memiliki banyak musuh. Tapi bagaimana jika musuh terbesarnya adalah orang yang sudah dianggapnya saudara mengkhianatinya? ya sahabatnya sendirilah yang dengan teganya membunuhnya. tapi... Dia bukannya mati, malah hidup kembali menjadi putri dari seorang kaisar tiran yang diberi nama ARYALANIA FROSEN ALEXANDER ROSELAND.
memiliki tiga sahabat : "kalau ketuanya gila, memangnya salah jika bawahannya juga gila"
disukai oleh empat kaisar
serigala : "aku akan mendapatkanmu, walaupun aku harus mengelilingi dunia untuk menemukan mu"
yandere : " apapun yang menjadi milikku akan tetap menjadi milikku, apapun akan kulakukan untuk mendapatkannya"
Topeng : "aku akan tetap menjadi pelindung mu, walaupun aku tidak mendapatkan cintamu"
si pucat : "walau pun aku duduk dikursi roda, aku akan pastikan jika aku akan menyingkirkan semua hama yang mencoba mendekati mu"
Bagaimana kah kehidupan Alice didunia ini?
Ada misteri apakah yang selalu ada dikehidupan ini dan sebelumnya?
apakah Arya bisa memilih diantara keempat kaisar tersebut atau lebih memilih membuat harem?
langsung aja cus!?
banyak bahasa kasar, kalau tidak suka jangan baca!!!?
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Fhatma Wati, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
KELAS PENERUS
Malam berlalu dan pagi pun menyapa dunia yang penuh akan misteri ini.
Di sebuah kamar sudah ada seorang gadis kecil yang sudah siap akan kelasnya yang akan dilaksanakan selama tiga minggu dari hari ini. Dia akan dikirim ke ruang 'belajar' oleh para pengawal, yang berasa seperti narapidana yang lagi akan disidang.
~ ~ ~
Sampai didepan pintu gadis itu hanya menatap nanar akan suasana yang mencekam disekelilingnya.
Ketika dia akan masuk dia disambut oleh lima orang laki-laki yang memiliki tinggi kira-kira 170 cm. Arya memperhatikan setiap wajah yang sangat dingin menatapnya tidak bersahabat.
Gleg...
Entah mengapa dia merasa jika mereka bukanlah hal yang baik. Dia dikawal terus oleh mereka berlima. saat mereka memasiki kelas yang merupakan ruang tanpa cahaya matahari pun seketika menegang dan gemetar.
Dia trauma dengan ruang gelap tanpa cahaya!
Dia tidak mau dikurung diruangan ini?!
Ibu dari kehidupan nya yang dulu bukan lah hal yang baik, baginya, ibunya hanyalah b1tch yang dengan tidak tahu malunya ingin mengambil semua harta milik ayahnya. Dia adalah seorang yang suka bergonta ganti pasangan setiap hari nya. Bahkan dia pernah mendengar suara l4kn4t dari dalam kamar ibunya padahal saat itu ayahnya sedang di luar negri mengurusi perusahaannya. Sedangkan dia? Seorang gadis malang yang selalu dikunci digudang tanpa jendela dan cahaya matahari benar benar membuat dia trauma berat. Bahkan, sampai sekarang dia masih sangat trauma dengan ruangan tanpa cahaya.
Apa yang akan mereka lakukan padanya?
Tepat saat Arya melamun, lima laki-laki tadi mengambil alat 'pengajaran' yang terpasang di meja mereka. Ada yang memegang cambuk, pisau, air panas, dll
Mereka sudah biasa melakukan hal ini pada semua penerus kaisar. Tapi sayangnya kaisar sekarang ini hanya memiliki seorang anak, tapi kenapa anaknya adalah seorang perempuan?!
Mereka mulai berlaku kasar pada Arya, mulai dari menariknya untuk duduk. Arya sempat memberontak tapi dia tiba tiba dipasangi sebuah alat yang khusus digunakan untuk mengontrol Mana seseorang. Alat itu dipasang di lehernya dan rasanya seperti tersengat setrum bertegangan tinggi.
Pengekang Mana!
"Hey, apa apaan ini?! Apa maksud kalian dengan melakukan semua ini, hah?!"
"Diamlah, jika kau berisik terus maka kami tidak akan segan-segan untuk memukulmu!!" Ujar salah satu laki-laki yang memegang cambuk.
Arya memejamkan matanya karena terkejut. Dia tidak pernah dipukul oleh siapapun menggunakan alat. Biasanya dia hanya akan dipukul pakai tangan. Dan tak terasa tiba2 dia memikirkan tentang ibunya dari kehidupan yang pertama.
Kenapa semuanya selalu tidak adil padanya?!
Mau sedewasa apapun Arya dia tetaplah gadis kecil yang takut di pukul apalagi dihukum menggunakan alat alat penyiksaan seperti itu.
Diawal mereka hanya berlaku bisa saja, tapi ketika Arya melakukan kesalahan dalam menjawab pertanyaan yang diajukan oleh mereka berlima maka dia akan dipukul.
"Apa yang harus dilakukan seorang kaisar?" Tanya salah satu dari mereka yang memiliki rambut putih uban dan jengot panjang.
"..." Mana aku tahu, aku saja bukan kaisar!
"Kenapa kamu diam hah?! Cepat jawab dan selesaikan segera!!!" Teriak salah satu dari mereka yang tadi membawa cambuk.
Arya yang diteriaki tersentak, dia terkejut mendengarkan teriakan yang sangat memekakan telinganya.
Beraninya dia meneriakinya?!
Tanpa sadar Arya melepaskan mananya, namun dia langsung berhenti ketika tubuhnya tersetrum listrik membuat dia terjatuh dalam keadaan lemas, tak berdaya
Oh **1*, tubuhnya terasa sangat lemas!
Arya mencoba untuk berdiri tapi dia tidak bisa. Dia menatap mereka berlima dengan mata melotot tajam.
Dia tidak akan pernah memaafkan orang-orang itu!!
•
•
•
Kekaisaran Ruffela...
Saat ini pangeran tampan kita sedang berhadapan dengan ayahnya yang tidak kalah tampannya dari dirinya.
"Jadi... Ada apa?" Tanya Kelion, kaisar Ruffela, ayah dari Feron Jeres Ruffela. Dia merasa bingung dengan anaknya yang tiba tiba saja datang ke ruangannya, tidak biasa anaknya yang paling sering menghilang itu tiba-tiba mendatanginya.
Apakah anaknya sudah mulai sadar jika ayahnya perlu diperhatikan?
Tidak, dia tidak datang untuk bertemu ayahnya!!
Kelion menatap aneh pada anaknya yang terlihat seperti orang yang linglung. Entahlah, apa hanya perasaannya saja?
"Ayah, kenapa aku merasa ada yang aneh pada diriku, rasanya aku ingin selalu berada disisi putri Roseland?" Tanya Feron ketika mulai agak sadar.
Kelion mengernyit kan dahinya. Dia menatap rumit pada anaknya. Dan tiba tiba pupil matanya menyusut.
Jangan-jangan...
"Apakah kamu merasa ingin didekat gadis itu terus?" Feron mengangguk.
"Apakah kamu ingin memilikinya sebagai milikmu, tidak ingin melepaskannya?" Feron kembali mengangguk.
"Apakah kamu merasa posesif ketika menyangkut dirinya?" Dan lagi-lagi Feron mengangguk mengiyakan.
"Apakah kamu menyukainya atau mencintainya?" Kali ini Kelion bertanya pertanyaan paling penting. Jika dia menjawab dia menyukainya maka dia belum mengalami 'itu', tapi jika dia menjawab dia mencintainya maka dia 100% yakin jika anaknya sedang tahap mengalami 'itu'.
"Aku.... Mencintainya" Jawab Feron dengan tatapan kosong.
Seketika Kelion kembali membulatkan matanya terkejut.
Sial, dia benar-benar mengalaminya!?
Sedari tadi Kelion sudah curiga jika anaknya itu mengalami 'kutukan' karena awal dari kutukan itu bukan suka tapi cinta. Cinta bukan, itu lebih ke tingkat yang paling mengerikan...
Obsesi!!!
keturunan Ruffela sudah mengalami hal semacam kutukan ini semenjak dahulu kala. kutukan ini bermula dari leluhur mereka yang mencintai seorang gadis yang juga mencintai pria lain. Tapi dengan alasan dia sangat mencintai gadis itu dia mampu melakukan apa saja untuk mendapatkannya, bahkan membunuh pria yang disukai gadis itu. Karena itulah kutukan itu disebut 'kutukan cinta'
Ingat ketika Dark memanggil Keturunan Ruffela adalah orang yang sangat yandere? Ya, itulah awal mulanya.
Feron hanya menatap bingung kearah ayahnya. Dia kembali sadar ketika dia menarik dirinya dari kelinglunganya. Dia bahkan tidak mengingat tentang apa yang dia lakukan dan katakan tadi.
Ada apa ini?
•
•
•
Ruang kerja Zaint...
Sudah sekitar dua minggu sejak dia mengirim anaknya ke kelas penerus. Dia berdiri dijendela menatap bulan yang bersinar terang, tapi tidak dengan hatinya yang terasa sangat sesak. Dia tidak ingin melewatkan malam ini karena malam ini adalah hari yang sangat istimewa.
Ya, hari ini adalah hari ulang tahun anaknya yang keenam tahun. Disetiap ulang tahun Anaknya dia akan menyuruh orang untuk menyalakan kembang api di tengah malam. Dia tidak menyangka jika dia akan mengirim anaknya untuk pergi ke meraka itu untuk menyelesaikan urusan memusnahkan faksi itu. Dan entah kenapa dia menghadiahi kelas itu sebagai kado pertamanya, ibarat kata itu adalah hadiah pembuka.
Dia yakin jika anaknya itu akan menyelesaikan masalah itu dalam waktu dekat. Tidak ada orang yang lebih mampu dibandingkan dengan anaknya itu.
Tapi... Apakah anak itu akan berhasil?
•
•
•
03: yang minta up nya dibanyakin
-Hansel: " aku tidak suka laki-laki bren*sek yang membuat seorang wanita menangis, apalagi si sialan itu membawa-bawa orang tua." pria itu bangkit dari posisi rebahan nya dan menepuk kepala gadis yang menangis. "aku tidak pernah punya adik perempuan, tapi untuk pertama kalinya aku merasakan perasaan sakit hati seorang kakak, aku pergi dulu, ada pasukan yang harus aku persiapkan untuk perang"
-Arya: "jangan menangis Lily, kami akan menyelesaikan semuanya tanpa sisa, ok? jika perlu aku akan membawakan lidah pria itu padamu" dengan tatapan tajam menatap ke depan memeluk tubuh Emilly yang masih gemetar karena tangisannya.
hanya itu ya, dadah dan permohonan maaf seluruh jiwa raga untuk semuanya, Terima kasih untuk dukungannya semua, saya akhiri disini dan sampai jumpa🙇♀️ 🫂
khom-khom haloo gyss ini akun author yg baru hehe😅
ada beberapa hal serius yang harus saya ungkapan, tolong dia baca ya...
1. akun untuk nulis cerita hilang (lupa sandi) karena ganti HP(HP lama rusak)
2. cerita akan diberhentikan secara paksa (sumpah pengen nangis, padahal udah ngerencanain sampai ending😭)
3.niat ngetik saya menurun (efek kelamaan gak megang hp krna rusak)
4. mungkin cerita akan berlanjut tapi di cerita lain dengan sudut pandang orang lain(masih draft) (update di platform lain)