NovelToon NovelToon
TRACE OF LOVE

TRACE OF LOVE

Status: tamat
Genre:Komedi / Contest / Tamat
Popularitas:224k
Nilai: 5
Nama Author: lizbethsusanti

Kisah seorang gadis muda nan lugu yang berprofesi sebagai guru TK ditakdirkan bertemu dengan seorang duda beranak satu.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon lizbethsusanti, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Pujian Untuk Nathan

Acara berkeliling museum selesai dan tiba saatnya bagi anak didik, guru, dan wali murid berkumpul di tengah taman, menggelar tikar dan makan bersama-sama.

Nathan berdiri cukup lama di sampingnya Kenes dan ia nampak ragu untuk duduk di atas tikar itu. Nathan alergi duduk di atas tikar yang terbuat dari plastik. Dia pernah duduk di atas tikar berbahan plastik semasa dia masih duduk di bangku Sekolah Dasar dan pantatnya langsung terasa gatal dan bengkak.

Kenes kemudian bangkit dan menghadap ke suaminya, "kok nggak duduk, Mas?"

Nathan berbisik ke telinganya Kenes dan untuk sejenak dia berdiam diri karena, terbius wangi rambutnya Kenes lalu ia berkata, "aku alergi duduk di atas tikar berbahan plastik"

Kenes langsung berucap, "Oh! kalau gitu sebentar ya" Kenes merogoh tas ranselnya dan mengeluarkan handuk berukuran sedang miliknya dan dia gelar di atas tikar itu, "Nah, Mas coba duduk di atas handukku ini!"

Nathan melepas sepatu sneakers-nya lalu duduk di atas handuk yang sudah Kenes siapkan untuknya itu. Nathan kemudian menoleh ke Kenes dan tersenyum lalu kembali menyusupkan wajah tampannya ke telinganya Kenes, "makasih, cukup nyaman dan aman nih"

Kenes tersenyum senang melihat suaminya bisa merasa nyaman lalu dia segera duduk di samping suaminya.

Nathan berbisik lagi di telinganya Kenes, "sandwich yang kamu bawa masih?"

Kenes menganggukkan kepalanya lalu menoleh ke Nathan, "Mas masih mau?"

Nathan kembali berbisik di telinganya Kenes, "iya aku mau sandwich kamu, daripada makan makanan yang tidak aku tahu asal usulnya"

Kenes mendelik ke Nathan lalu berkata lirih, "semua makanan yang ada di depan kita itu dimasak dengan higienis oleh ibu-ibu wali murid dan ibu guru di sini jangan bilang seperti itu dan makanan itu semuanya bergizi dan pasti lezat. Mas mau coba?"

Nathan kembali berbisik ke telinganya Kenes, "aku nggak mau iya tetap nggak mau, titik nggak pakai koma"

Kenes kemudian menggeser letak duduknya dan menoleh ke Nathan lalu mulai melempar protesnya, "Mas, kenapa bicaranya harus berbisik ke telinganya Kenes terus? bicara nggak pakai berbisik di telinganya Kenes emangnya nggak bisa ya?"

Nathan meringis lalu berkata dengan santainya, "habisnya pas aku berbisik pertama kali tadi, aku mencium wangi rambut kamu dan jadi kecanduan pengen nyium wanginya terus makanya aku langsung berpikir cerdas dan ngomongnya pakai cara yang lain daripada yang lain agar supaya aku bisa mencium rambut kamu lagi dan lagi, hehehehe"

Kenes langsung menautkan alis dan berkata, "cerdas dari Hongkong, itu namanya jahil bukannya cerdas, dasar aneh" Kenes lalu menggeser lagi letak duduknya agar ia tidak terlalu menempel dengan suaminya.

Nathan mendengus kesal dan ia ikutan menggeser letak duduknya sambil menarik handuk mandi yang dia pakai untuk alas duduknya. Dia lalu menarik pinggangnya Kenes, memeluknya dengan erat lalu berbisik kembali di telinganya Kenes, "kalau kamu bergeser terus untuk menjauhiku maka aku akan membopongmu saat ini juga masuk ke dalam mobil dan kita akan......."

Kenes langsung mematung dan tidak berani bergerak maupun menggerakkan bibirnya untuk sekadar mengeluarkan kata jangan.

Nathan kemudian menyandarkan dagunya di pundaknya Kenes. Dia hirup dalam-dalam wangi rambutnya Kenes lalu dia menegakkan wajahnya dan dia jumput rambut itu lalu dia mainkan di sela-sela jari jemarinya.

Kenes membiarkan suaminya bertindak semaunya karena, dia takut jika dia melayangkan protes maka dia akan diangkut sama suaminya menuju ke mobil mewah suaminya yang telah sampai di lokasi museum seni itu.

Nathan tersenyum puas dan sembari memainkan rambutnya Kenes dia berucap, "kamu tuh kalau nggak ngeyel tampak sangat manis dan imut" Nathan kemudian menarik rambut Kenes yang masih ada di sela jari jemarinya menuju ke hidungnya. Dia ciumi rambut itu sambil berucap, "wangi kamu enak banget dan......."

Kenes segera menarik rambutnya dari jari jemarinya Nathan lalu ia berkata, "Mas, makan dulu ya, kalau terus memainkan rambutku dan menciumi rambutku, nggak enak dilihat sama wali murid dan kolegaku. Tolong jaga sikap ya, Mas" Kenes kemudian menyodorkan dua sandwich yang masih ada ke Nathan.

Nathan tampak kecewa karena, pas lagi senang-senangnya bermain dan menciumi rambutnya Kenes, Kenes menarik rambut itu. Nathan mendengus kesal lalu menerima sandwich yang diberikan Kenes dengan merengut.

Kenes mengabaikan sikap suaminya yang selalu tampak aneh di matanya Kenes. Kenes kemudian berdiri dan Nathan segera mencekal tangannya Kenes, "mau ke mana?" protesnya karena, dia nggak mau ditinggalkan Kenes barang sedetik pun.

Kenes menarik tangannya lalu berkata, "Arga memanggilku tuh, nggak lihat ya?" Kenes lalu melangkah lebar meninggalkan Nathan begitu saja.

Nathan ikutan berdiri dan mengekor langkahnya Kenes tanpa Kenes sadari di saat dia mengerem langkahnya perut Nathan menabrak punggungnya. Kenes segera memutar badan dan merapatkan bibirnya menahan kesal, "Mas, Kok ikutan ke sini?"

Arga berdiri lalu mendongakkan wajah tampan nan mungilnya ke Nathan, "papa takut ditinggal sama ibu ya? kok manja sih?"

Nathan segera mendelik ke Arga dan berkata, "papa nggak manja tapi, papa takut kalau ibu kenapa-kenapa jadi papa harus mengawalnya"

"Oh! kalau gitu, Arga juga akan selalu mengawal ibu ke mana pun ibu pergi" Arga langsung menggenggam tangan kirinya Kenes dan Nathan berucap, "betul! kita harus selalu mengawal ibu kamu" Nathan pun segera menggenggam tangan kanannya Kenes.

Kenes menoleh ke kiri lalu ke kanan dan sambil meringis dia berkata di dalam hatinya

"Kegilaan apa nih? kalau mereka berdua terus menempel ke aku kayak gini, bisa ribet nih kerjaanku"

Kenes lalu menarik kedua tangannya dan segera berkata "Arga mau apa kok manggil ibu?"

"Arga nggak bisa membuka botol minumnya Arga"

"Manja" sahut Nathan dengan melempar mimik jenaka ke Arga.

Arga segera berucap, "nggak manja. Botol minumnya emang susah banget dibuka"

Nathan segera meraih botol minum yang dipegang oleh Kenes lalu dia mencoba memutarnya dan benar apa yang dikatakan oleh Arga, botol minum itu susah sekali untuk diputar tutupnya.

Kenes tersenyum geli lalu meraih kembali botol itu dan berkata, "makanya jangan suka menjahili orang! kena batunya kan sekarang"

Nathan mencebikkan bibirnya ke Kenes, "kena batunya apa? botol itu rusak nggak bisa dibuka. Sebentar ya, papa belikan minum dulu buat kamu"

Arga menganggukkan kepalanya ke papanya.

"Stop!" pekik Kenes. Nathan menoleh ke Kenes dan seketika itu pula dia mendengar bunyi plup dan melihat botol itu berhasil dibuka oleh Kenes dengan mudahnya.

Arga bertepuk tangan lalu meraih botol minumnya sambil berucap, "terima kasih, Bu. Ibu memang hebat" Arga kemudian duduk kembali ke tempatnya semula.

Nathan kembali mencebikkan bibir lalu berkata, "aku bisa sebenarnya membuka botol itu tadi, tapi aku memang sengaja memberikan kesempatan ke kamu untuk unjuk gigi, hehehehe"

Kenes tersenyum lebar lalu melangkah kembali ke tempatnya semula tanpa mengomentari ucapan suaminya.

Nathan berlari kecil dan duduk kembali di sampingnya Kenes di atas alas khususnya lalu berkata, "kamu meremehkan aku ya dengan senyum lebar kamu tadi? aku beneran bisa membuka botol itu tadi"

Kenes menggeleng-nggelengkan kepalanya dan mendesah panjang tanpa menoleh ke Nathan lalu dia mulai membuka obrolan dengan kolega-kolega dan wali murid yang duduk tidak jauh dari tempatnya bersila.

Nathan mengerucutkan bibir dan mulai memakan sandwichnya saat Kenes terus mengobrol dan mengabaikannya.

Nathan terus menghitung berapa kali Kenes mengabaikannya dan berkata di dalam hatinya, tiga kali kau abaikan aku maka lihat saja nanti, aku akan kasih hukuman dua kali lipat ke kamu.

"Kenken" Nathan mencoba memanggil Kenes dan Kenes akhirnya menoleh kepadanya dan bertanya, "ada apa, Mas? minumnya udah Kenes siapkan tuh di depannya Mas, mau apalagi?"

Nathan menarik pinggangnya Kenes dan berbisik, "mau pulang. Aku bosan di sini"

"Mas jangan rewel deh. Arga aja nggak rewel tuh"

"Arga enak ada kegiatan dan punya banyak teman nah aku? dari tadi kamu cuekin aku terus, aku bosan"

"Bu Kenes, wajar kalau suaminya Bu Kenes merasa bosan karena, kita semua kebanyakkan wanita. Laki-lakinya cuma dua yaitu suaminya Bu Kenes sama bapak..........."

"Si duda caper" sahut Nathan dengan polosnya.

"Mas!" Kenes mendelik ke Nathan dan koleganya Kenes langsung tersenyum lalu berkata, "anda sudah saling kenal, kok tahu kalau beliau itu duda?"

"Aku tahu karena duda itu.........."

Kenes segera membungkam mulutnya Nathan dan berkata, "maaf Bu, emm, kita sudahi aja acaranya, saya akan pimpin doa untuk pulang" Kenes segera berdiri, meninggalkan Nathan dan menuju ke depan untuk mengeluarkan satu dua patah kata untuk menutup acara outbond tersebut dan dengan segera dia memimpin doa untuk pulang.

Selang dua puluh menit, Kenes dan Arga sudah berada di dalam mobil mewahnya Nathan. Arga yang duduk di tengah-tengahnya papa dan ibunya ketiduran karena, kecapekkan.

Nathan lalu menoleh ke Kenes, "kamu nggak tidur? bersandarlah di bahuku kalau kamu capek"

"Nggak Mas, aku masih menyiapkan pengumuman untuk besok. Kita mampir ke sekolahan dulu ya, Mas?!"

"Mampir ke sekolahannya Arga dulu Jon" perintah Nathan ke supir pribadinya.

"Baik tuan" sahut supir pribadinya Nathan.

Kenes lalu mengusap pipinya Arga yang tengah tidur di dalam pelukan papanya. "dia menggemaskan sekali kalau tidur"

"Lalu aku?" tanya Nathan.

"Apanya?" Kenes segera menegakkan badan dan menatap ke depan.

"Aku kalau tidur, menggemaskan nggak?" Nathan meninggikan nada suaranya dan Jono sang supir pribadi langsung terkekeh geli.

"Mas, ada pak Jono, jangan nanya yang aneh-aneh!"

"Aneh di mana? aku nanya istriku sendiri kalau aku tidur tuh gimana kok aneh? emang aneh ya Jon?" tanya Nathan dengan santainya ke Jono.

"Enggak tuan, sama sekali nggak aneh" sahut Jono sambil tersenyum geli.

Kenes langsung merona malu dan merapatkan gerahamnya lalu berkata di dalam hatinya, "dasar gila! malah nanya ke pak Jono, aaarrgggh!"

"Jawab! kebiasaan jelek kamu tuh jangan dipelihara! Kalau ditanya tuh dijawab jangan malah bengong!" kata Nathan dengan santainya

Iya itu karena pertanyaan kamu tuh aneh semuanya. Batin Kenes kesal.

"Kenken"

"Kamu menggemaskan juga pas tidur, puas?" Kenes berucap sambil menoleh ke Nathan lalu melipat tangan dan kembali menatap ke depan.

"Jon!" Nathan memanggil nama supir pribadinya itu.

"Iya tuan?" sahut Jono.

"Hari ini gaji kamu aku naikkan karena, aku happy banget nih dapat pujian dari istriku yang manis ini" Nathan berucap sembari mencubit hidungnya Kenes.

"Terima kasih tuan dan nyonya sering-seringlah kasih pujian ke tuan Nathan biar gaji saya naik terus, hehehehe"

"Tuh dengar kata Jono" ucap Nathan dengan santainya.

Kenes hanya bisa menghela napas panjang dan berucap di dalam hatinya, "dasar gila dua-duanya"

1
Jue
Ceritanya Ok , Visual untuk pameran watak pun tip top , Setakat ini Good , Serta terima kasih kerana sudi singgah di Novelku ya Author
Ayukartika
kayaknya nenek anjani lg akting ni
Siena
lanjut
Siena
semangat
Fa Rel
nathan uda tdr kah sma.nora kok.sekamar
Tyara Lantobelo Simal
Mandi bareng
Win
Hadir kak😁

Mampir juga dong di novel aku

"Pernikahan impian"

Makasih
Neni_Queen
aamiiin🤲🤲
Siska Choice
aku mampir kak, membawa bom like dan komen.

salam dari Sekretaris Pilihan Milik Ceo Tampan

ditunggu feedbacknya 👋
Siska Choice
aku mampir kak, membawa like dan komen.

salam dari Sekretaris Pilihan Milik Ceo Tampan
Dewi Masitoh
♥️♥️♥️♥️♥️
ZasNov
Aku datang membawa 20 like Kakak..🤗
Sehat, bahagia & semakin sukses ya 🥰
Semangaaaatt ⭐❤️❤️❤️❤️❤️⭐
🦊⃫⃟⃤Haryani_hiatGC𝕸y💞🎯™
lanjut kak.. sukses selalu buat akak
🌹Rose❤️❤️
yaa, udah tamat Ternyata. Aku tunggu2, padahal selama ini. Aku kira gak up gara2 tangan lagi sakit.😁
Airin
Semangat kk..
ZasNov
Hai Kakak Author, aku bawa 20 like, rate bintang 5 & favorit ya 🤗
Sehat, bahagia & sukses selalu ya 🥰
Semangaaaatt ⭐❤️⭐❤️⭐❤️⭐
Rozh
💓💓
Puan Harahap
hadir dibab yg belakangan, dua like
Ezrahi
semangat ya
Quora_youtixs🖋️
lanjut 👍👍
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!