NovelToon NovelToon
Nyonya Kampung Di Rumah Megah Sang Perwira

Nyonya Kampung Di Rumah Megah Sang Perwira

Status: sedang berlangsung
Genre:Cinta Seiring Waktu / Penyelamat / Menikahi tentara
Popularitas:1.9k
Nilai: 5
Nama Author: PqxxyZ

Vina, gadis desa sederhana, menyelamatkan Radit, perwira militer yang terjebak perangkap dan badai kabut di hutan perbatasan. Merasa berutang budi sekaligus kagum, Radit akhirnya membawa Vina ke kota untuk dinikahi dan tinggal bersama keluarganya yang kaya raya serta terpandang.

​Namun di rumah itu, Vina terus ditekan dan direndahkan sebagai "gadis kampung". Di tengah kejamnya intrik kasta kota dan perbedaan status sosial, sebuah rahasia masa lalu perlahan terkuak.

Akankah cinta mereka mampu bertahan diuji antara ketulusan, harga diri, dan kejamnya tatanan kasta kota?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon PqxxyZ, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 26 : Kilas Balik — Niat Busuk dsn Transaksi di Gang Gelap

​Satu Hari Sebelum Kejadian...

​Matahari kota bersinar terik, memayungi hiruk-pikuk pasar kota yang padat. Mila, adik tiri Vina, sedang sibuk memilah beberapa keperluan asrama dan sekolahnya bersama segerombolan teman-temannya sesama anak asrama.

Namun, langkah Mila mendadak terhenti total ketika pandangannya tidak sengaja menangkap sepasang kekasih yang baru saja keluar dari sebuah butik pakaian mewah nan terkenal di seberang jalan.

​Itu Radit dan Vina. Radit tampak gagah menggandeng Vina yang tersenyum manis membawa beberapa kantong belanjaan mahal. Teman-teman Mila yang ikut melihat ke arah pasangan serasi itu langsung heboh dan mulai bercengkerama.

​"Eh, lihat deh! Kau tahu lelaki itu? Dia adalah seorang perwira tentara yang terkenal itu, kan?" bisik salah satu teman Mila sambil menyenggol lengan temannya.

​"Wah, ganteng dan gagah sekali ya! Auranya benar-benar berwibawa," sahut yang lain dengan mata berbinar-binar kagum.

​"Jelas ganteng, tapi sepertinya wanita di sampingnya itu istrinya deh. Lihat, mereka bergandengan tangan mesra sekali," timpal teman yang berkuncir kuda dengan nada kecewa.

​"Aduh, kecewa deh aku! Padahal aku sempat bermimpi untuk bisa menarik perhatian dan menikahi dirinya suatu saat nanti. Dan ternyata dia sudah menikah."

​Tiba-tiba, salah satu teman Mila menoleh dan menatap Mila dengan kening berkerut. "Oh iya, Mila. Aku dengar-dengar dari gosip orang pasar, wanita yang jadi istri perwira itu berasal dari satu kampung yang sama dengan kamu, ya?"

​Mila seketika melipat kedua tangannya di dada, wajahnya berubah ketus dan memancarkan rasa iri yang mendalam, meski ia mencoba menutupinya dengan keangkuhan.

​"Siapa? Wanita itu?" cibir Mila sambil membuang muka dengan sinis. "Cih... Aku tidak tahu dan tidak kenal. Kau tahu sendiri, kan, aku di kampung itu termasuk keluarga orang kaya dan terpandang, jadi aku tidak pernah tahu tentang orang-orang miskin di luar sana. Yah... biasalah, dia bukan level pergaulanku."

​"Tapi tetap saja, beruntung sekali ya wanita itu bisa mendapatkan perwira kaya dan tampan seperti Radit," puji teman Mila tanpa sadar telah menyulut api cemburu di hati Mila.

​"Eh, sudah-sudah! Ayo kita pergi dari sini, entar kita kena marah lagi oleh tentara jaga seperti dulu karena menatap lama-lama ke arah Radit," ajak teman yang lain sambil menarik lengan mereka untuk melanjutkan perjalanan.

​Semua gadis asrama itu tertawa renyah dan melanjutkan langkah mereka menyusuri pasar, kecuali Mila. Kakinya seolah terpaku di atas tanah, matanya terus menatap tajam dan penuh kedengkian ke arah mobil Radit yang mulai menjauh.

​"Sepertinya aku harus kasih tahu Ibu deh kalau hidup Kak Vina ini sangat enak dan mewah di kota," batin Mila dalam hati dengan seringai licik. "Siapa tahu aku bisa ikut menikmati dan mendapatkan sebagian hartanya atau pakaian-pakaian mahal itu."

​Mila langsung memutar otaknya mencari alasan agar bisa memisahkan diri dari rombongan asrama.

​"Eh teman-teman, aku pergi ke arah sana dulu ya!" seru Mila tiba-tiba, menunjuk ke arah jalan keluar pasar. "Kalau Ibu Asrama nanti mencariku... bilang saja aku lagi izin pulang sebentar untuk mengantarkan obat buat Ayahku yang sedang sakit."

​"Oke deh, Mila! Jangan lama-lama ya, nanti gerbang asrama dikunci!" sahut teman-temannya tanpa menaruh rasa curiga sedikit pun.

​"Beres!" bohong Mila sambil melambaikan tangan dan langsung berbalik arah.

​Mila berjalan dengan langkah terburu-buru menuju ke jalan arah pulang yang mengarah ke pinggiran kampungnya.

Namun, saat ia melintasi sebuah jalanan sepi di pertengahan jalan kota, langkahnya mendadak melambat. Telinganya yang tajam menangkap suara percakapan berbisik-bisik yang sangat mencurigakan dan dingin dari arah sebuah gang kecil, sempit, dan gelap di antara dua bangunan tua.

​Mila menahan napasnya, rasa penasarannya bergejolak. Ia memutuskan untuk mengendap-endap dan menyembunyikan tubuhnya di balik tumpukan barang-barang dan kardus bekas di mulut gang untuk mengintip.

​Di dalam kegelapan gang itu, tampak seorang wanita yang wajah dan kepalanya tertutup rapat oleh selembar kain hitam sedang berhadapan dengan seorang lelaki berpenampilan kumal dan mencurigakan.

​"Apa obat di dalam botol ini benar-benar akan bisa mematikan?" tanya suara wanita misterius itu dengan nada rendah dan tajam.

​"Oh, jelas sekali, Nona. Jangan ragukan khasiatnya," jawab si lelaki kumal itu dengan tawa kecil yang terdengar licik dan serak. "Jika kau ingin membunuh orang tanpa perlu menyentuh atau mengotori tanganmu, Nona cukup menaruhnya di dalam makanannya. Setetes saja... setetes saja sudah bisa membuat orang yang memakannya langsung mengeluarkan darah dari mulut dan berakhir dengan kematian yang mengenaskan."

​Mata Mila yang bersembunyi di balik kardus seketika membelalak lebar mendengar penjelasan kejam tersebut.

​Wanita berkain hitam itu tampak menghela napas berat. "Apa kau tidak bisa mengurangi harga barang ini sedikit saja?"

​"Tidak bisa, Nona manis. Ini adalah barang langka dan sangat berbahaya. Tiga batang emas itu sudah harga paling murah yang bisa kuberikan pada Nona," tegas lelaki itu, melipat tangan di dada. "Biasanya aku menjual barang sejenis ini dengan harga dua puluh batang emas ke luar kota. Bagaimana? Mau diambil atau tidak... kalau tidak ya—"

​"Aku ambil!" potong wanita itu dengan cepat dan tegas. Ia langsung menyerahkan sebuah kantong kecil berisi logam mulia kepada si lelaki, dan sebagai gantinya, ia menerima sebuah botol kaca kecil berisi cairan bening.

​Di balik tempat persembunyiannya, jantung Mila berdegup kencang. Otak liciknya yang penuh dengan kegelapan dan ambisi langsung menyusun sebuah rencana yang jauh lebih mengerikan dan biadab dari apa pun.

​"Jika aku memberitahukan Ibu jika ada racun yang sejenis seperti ini di kota..." benak Mila berbisik dalam hati dengan tatapan mata yang dipenuhi kegilaan dan keserakahan. "Mungkin kami bisa menggunakannya untuk membunuh Ayah agar hartanya jatuh ke tangan kami... atau... kita bisa melenyapkan Kak Vina sekaligus! Dengan begitu, Kak Radit yang tampan dan kaya itu pasti akan menjadi milikku sepenuhnya!"

​Setelah beberapa saat bertukar barang dan memastikan keadaan aman, akhirnya wanita misterius berkain hitam itu melangkah keluar dari dalam gang gelap tersebut.

​Begitu keluar ke jalanan utama yang terpapar sinar matahari, wanita itu sengaja membuka kain penutup kepalanya, lalu berjalan dengan gaya santai dan anggun seolah tidak ada kejadian mengerikan apa pun yang baru saja ia lakukan.

Yang membuat Mila tertegun adalah penampilan wanita itu—di siang hari yang cerah dan terik ini, ia mengenakan pakaian atau gaun yang berwarna merah sangat menyala dan mencolok, kontras dengan perbuatan gelapnya.

​Mila memperhatikan punggung wanita bergaun merah menyala itu sampai menghilang di tikungan jalan.

​"Aku harus secepatnya pulang dan memberitahukan hal ini ke Ibu!" gumam Mila dengan seringai puas yang mengerikan.

​Mila langsung keluar dari tumpukan barang persembunyiannya dan bergegas berlari sekencang mungkin menuju rumah ibunya, membawa sebuah rahasia gelap dan niat berdarah yang siap menghancurkan kebahagiaan Vina.

1
Putri Ayu/PqxxyZ
aduh maaf banget di bab kali ini banyak typo bertebaran 😭🙏
Ris Ris.25
Semangat ya Thor🙏
Ris Ris.25
Semangat thor🙏🙏
Ris Ris.25
mana nih kelanjutannya?🙏
Putri Ayu/PqxxyZ: Oke ditunggu ya kak😊
total 1 replies
Ris Ris.25
Bagus sekali Thor... semangat! 🙏
Sri Sulastri
mana lanjutannya min 🙏
Putri Ayu/PqxxyZ: huhu makasih ya kak sudah nungguin.. setiap Hari update 1 kali sehari ya biar sehat 🤣🤭 setiap jam 9
total 1 replies
Wawan
Salam kenal Vina ✍️💪
Putri Ayu/PqxxyZ: Hai kakk.. salam kenal kembali..
total 1 replies
Mustafa
Keren
Putri Ayu/PqxxyZ
ayo kita lihat bersama PERWIRA GANTENG DAN BAIK
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!