NovelToon NovelToon
Destiny

Destiny

Status: sedang berlangsung
Genre:Berondong
Popularitas:435
Nilai: 5
Nama Author: Typ

Niat hati ingin mengabulkan permintaan adiknya yang sedang sakit, Larasati malah terjebak dengan berondong yang banyak digilai kaum perempuan. Gadis yang biasa dipanggil Laras itu dengan keras menolak kehadiran Aditya, tapi bukan Aditya namanya jika menyerah begitu saja. Bagaimana keseruan kisah mereka? langsung baca aja guyss

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Typ, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

27. Istriku

Aroma segar menguar dari dalam kamar mandi, sedetik kemudian Aditya keluar dengan handuk yang disampirkan ke kepala serta bawahan celana boxer. Seakan tidak merasa kedinginan, cowo itu bahkan bertelanjang dada.

Aditya dapat menghirup aroma tubuhnya sendiri, sabun rasa jeruk milik Laras membuatnya lebih fresh. Cowok itu memuji selera istrinya yang bagus. Aditya menggosok rambutnya yang basah dengan handuk baru dan menaruh handuk basahnya di sofa. Rambutnya mulai mengering karena terkena angin malam. Yeah, cowok itu sedang berdiri di balkon dengan pintu terbuka setengah. Menatap jalanan yang ramai dari ketinggian. Lampu-lampu gedung dan jalan menambah keindahan kota, tapi sayangnya langit sedang tidak bersahabat. Mendung yang sejak sore menyelimuti tak kunjung hilang, pun dengan hujan yang tidak pernah jatuh.

Kondisi di kamar masih remang-remang, sedangkan Laras masih setia pada posisinya, sama sekali tidak terganggu. Aditya menutup kembali pintu balkon, melangkah mendekati ranjang sedangkan tangannya melempar asal handuk. Cowok itu menjatuhkan tubuhnya tepat disamping Laras, menimbulkan guncangan yang membuat Laras bangun karena mengira ada gempa. Gadis itu tidak berteriak, matanya menyapu ke seluruh tempat.

"Astagaa!" barulah gadis itu mengeluarkan suara saat melihat Aditya sedang menatapnya dengan seringai mengerikan.

Belum sempat Laras menghindar, Aditya lebih dahulu menarik pinggang Laras, memeluknya erat sampai tidak ada jarak antara keduanya. Laras memekik dengan sedikit ringisan. Pinggangnya yang terkena stang motor masih terasa sakit.

Aditya berpikir itu hanya pekikan biasa, reflek dari rasa kaget. "Selamat malam Laras."

Demi godaan setan yang terkutuk, Laras tidak bisa merespon. Gadis itu terlalu kaget karena kedatangan Aditya yang tiba-tiba. Cowok itu terlihat lebih dewasa setelah tiga tahun berlalu, sedikit kumis tipis membuat wajahnya semakin manis. Tubuhnya juga bertambah kekar, namun tidak berlebihan.

"Kamu enggak kangen?"

Jantungnya berirama semakin cepat, perasaan menggelitik tidak pernah sekentara ini. Laras benci mengakuinya, kagum.

"Sepertinya hidupmu terlihat lebih baik dari beberapa tahun yang lalu,"

"Tapi sekarang tidak lagi," celetuk Laras, Aditya tentu tahu maksudnya. "Aditya, akhirnya waktu telah tiba. Aku tidak lupa masa itu, dimana kau memaksa untuk menikah denganku. Dan sesuai kesepakatan, ah, bahkan sudah melebihi masa yang disepakati. Mari kita bercerai." Laras tidak bisa berbasa-basi, gadis itu langsung mengutarakan keinginannya tanpa melihat kondisi.

"Kenapa? Apa karena musang itu?

"Musang?"

"Cowok yang berkunjung ke sini kemarin, apa kau menyukainya?"

"Dia memberimu bunga?"

"Enggak, dia hanya teman biasa... Ini tidak ada hubungannya dengan siapapun Aditya. Tapi jika kamu mau melibatkan orang luar, apa perlu aku menunjukkan padamu tentang hubunganmu dengan bule Amerika itu?" Laras akan meminta adiknya untuk mengumpulkan bukti jika memang diperlukan. "Aditya, kemarin kamu masih remaja, masih proses pencarian jati diri. Dan perasaan seperti cinta atau segala macamnya wajar. Tapi kini kamu sudah lebih dewasa, dan dialah orang yang tepat untukku. Dia yang kamu butuhkan."

Aditya menggeleng. "Dia hanya teman, yang ku cinta tetap Kak Larasku."

"Janji harus ditepati, Aditya. Kau sudah berjanji waktu itu. Jangan pura-pura lupa!"

"Kenapa? Itu alasan biar kamu bisa dekat sama musang itu, kan? Apa seperti itu tipe lelaki pilihanmu?" Aditya berdecak sebal. Kalimat Laras menyakiti hatinya.

Aditya mendekap Laras dalam pelukannya, membanting dirinya ke kasur bersamaan dengan Laras, menindih tubuh yang lebih kecil darinya itu.

Saat Laras hendak bangkit, Aditya menarik pinggang Laras. Gadis itu kembali meringis. "Sakit, lepaskan aku!"

Aditya seakan tuli, cowok itu mencium Laras dalam-dalam sedangkan tangannya mulai menjelajah. Dengan lembut dan pelan menelusup ke dalam pakaian Laras, menekan pinggang kemudian merayap naik ke dada.

Laras meronta, tapi Aditya menarik kedua tangan Laras ke atas. Dalam hitungan detik, kaos oblong Laras juga ikut di tarik ke atas, sampai ke pergelangan tangan, Aditya menyatukan kedua lengan pada kaus itu kemudian mengikatnya.

Semakin heboh Laras karena tindakan Aditya yang menurutnya terlalu brutal. Ini yang pertama, sebelumnya tidak ada siapapun yang bisa melihat Laras dalam keadaan se-sexy itu. Wajah Aditya turun, menciumi pipi hingga ke leher. Terus turun sampai ke dada.

"Please Aditya."

Penolakan Laras terdengar seperti permohonan untuk terus menyentuh sampai titik terdalam. Aditya tidak bisa berhenti, cowok itu sudah menantikannya dari lama dan kini dirinya tidak akan mengalah lagi.

Jantung keduanya berdegup semakin kencang, Baik Laras maupun Aditya sibuk dalam kegiatannya yang saling bertentangan. Tangan Aditya turun semakin ke bawah, masuk kedalam celana dan berhenti di atas intinya.

Laras menggeleng karena perasaan aneh menjalar , menggelitik perut serta dadanya semakin kaku. Perasaan yang sekuat tenaga di tolak, tapi pada kenyataannya, dari diri yang paling dalam meminta agar Aditya tidak menghentikan aksinya.

Aditya menatap Laras yang tengah mendongak, kemudian menggeleng keras karena sensasi aneh yang terus-menerus di tahan.

Seringai itu kembali muncul, Aditya langsung membuat Laras kuwalahan dengan aksinya. "Aku tahu tubuhmu menyukainya. Aku bahkan lebih tau apa yang diinginkan tubuhmu, Laras."

"Jang-ah seperti ini..."

"Seperti apa? Apa kurang keras?" Aditya mempercepat gerakan tangannya. "Seperti ini."

"Jangannnn..." Laras ingin merapatkan kaki, tapi kemudian Aditya mengangkat sebelah kakinya ke pinggang Aditya sedangkan cowok itu tidak pernah berhenti.

Laras semakin kehilangan kendali, gadis itu mulai mengejang tapi kemudian perasaan tak nyaman muncul saat Aditya tiba-tiba menghentikan kegiatannya. Tatapan Aditya seakan berkata 'tidak semudah itu sayang'.

Aditya beranjak sebagian, sehingga Laras meringkukkan tubuhnya di tengah kelonggaran itu. Saat Aditya sibuk melepas semua pakaiannya, Laras dengan sisa kewarasannya mulai beranjak duduk, berusaha menghindar. Sedetik kemudian Aditya, menarik kaki Laras sehingga gadis itu tersentak kemudian jatuh kembali. Aditya dengan cekatan melepas kain yang menempel di tubuh Laras, semua tanpa kecuali. Cowok itu sejenak menjadi patung, tapi matanya tidak berhenti menatap tubuh Laras. Dalam hati bergumam indah.

"Jadi ini alasan perempuan harus menggunakan pakaian yang tertutup? Karena memang seindah ini."

"Gadiskuu." Lirih Aditya, cowok itu kembali menindih Laras dengan satu tangannya berusaha membuka kaki Laras agar tubuh bagian bawahnya bisa mendapat posisi yang pas.

Laras berteriak saat pahanya menyenggol benda yang tidak ingin Laras lihat seumur hidupnya, teriakan semakin parah saat benda itu bergesekan dengan daerah sensitifnya.

Aditya tidak peduli dengan teriakan Laras, cowok itu terus saja fokus pada tujuannya. Karena tidak tahan dengan segala godaan yang diciptakannya sendiri, Aditya menuntun adiknya lebih dekat, menekan sampai ke inti Laras. Berontakan kecil tidak menjadi penghalang. Cowok itu menengadahkan saat sesuatu yang hangat menyelimuti dirinya, mencengkram begitu kuat sehingga menimbulkan sedikit rasa perih.

Aditya kemudian menatap Laras yang tengah terisak, karena tidak tega, cowok itu melepas ikatan di tangan Laras. Tangan Laras reflek terjatuh, kemudahan mencengkram sprei dengan sisa tenaga yang ada.

"Kamu jahat,"

"Terimakasih Laras,"

1
TSQ
Up nya 3 bab perhari kak
typ: hamba tidak sanggup ya mulia 😭
Terlalu berat untuk manusia pemalas seperti hamba.
total 1 replies
TSQ
Up
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!