Terkadang kita tidak mengerti arah tujuan kehidupan, kadang kita sudah merasa bahagia namun Maut memisahkan kita dengan orang yang kita cintai, sulit rasanya untuk menjauhkan semua kenangan tentangnya meskipun seorang pengganti sudah memberikan yang terbaik kepada kita.
Ini Novel aku yang kedua mengisahkan tentang Seorang Laki laki yang bernama Betrand yang dengan susah payah mendapatkan hati wanita yang dia cintai bernama Richa Devanya, seorang wanita yang memiliki penyakit Leukemia. Setelah melahirkan seorang putri yang cantik, Richa meninggal dunia dan ibu Betrand memaksa Betrand untuk mencari ibu pengganti buat anaknya.
Namun Betrand masih belum siap, dan muncullah adik Mendiang Richa yang mirip dengan kakaknya yang sudah meninggal. Bagaimana selanjutnya? Apakah Betrand akan jatuh cinta kepada Debby adik Richa? Atau kepada istri pengganti Richa yang bernama Celine yang
dia nikahi secara terpaksa?
Mohon Bantu Author dengan memberikan Like, Vote, koment, dan Favoritkan yah agar semua pemberitahuan Novelku muncul diberanda kalian dan jangan lupa Follow aku 🥰🥰😍
Makasih 😘😘😘
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon MartinA Felicia, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Sikap dinginmu
Betrand tampak murung, dia tidak pergi menemui teman-temannya di tempat tongkrongan.
“Betrand lu dimana?” Chat dari Gilang.
Betrand tidak menghiraukan pesan itu, dia lagi galau. Seorang Betrand bisa galau guys. Betrand duduk di sofa tempat Putri bermain biasanya. Dia memandang kearah Putri yang sedang bermain anak-anakan dengan bonekanya.
“Diam ya, Nak... Cup cup cup pinter...!” Pinta Putri kepada bonekanya.
“Putri bersikap seolah olah dia adalah ibu, hmm... apakah memang semua wanita ingin menjadi ibu? Lalu kalau Celine hamil gimana? Aku harus bertanggung jawab? Aku kan gak menikmati hubungan itu? Huh...” Gumamnya dalam hati.
Celine mandi di kamar Putri, dia mengganti pakaiannya lagi. Masih sedikit perih dia rasakan, namun dia juga harus sadar kalau dirinya hanya pekerja di rumah Leonard. Apalagi dia tahu kalau Leonard adalah orang yang sangat disiplin.
“Aku harus bekerja, aku harus menemani Putri.” Ucapnya sambil melangkah keluar kamar.
Dia berjalan agak mengangkang tidak seperti biasanya, seperti ada yang luka dan mengganjal. Betrand melihat dia sedang berjalan menghampiri Putri.
“Dia akan menjadi istriku? Hah? Aku masih gak percaya, aku bisa meniduri dia.” Gumam Betrand dalam hatinya.
Celine memandang Betrand, dia sudah jatuh cinta kepada Betrand. “Entah kenapa aku merasa kalau dia adalah laki laki yang akan mencintaiku.” Gumam Celine tersenyum.
Betrand merasa geli karena melihat senyuman wanita itu, “Ih... ngapain sih pake senyum senyum segala.” Ucapnya kesal dalam hati.
“Tante kesini!” Ucap Putri.
Celine tersenyum, dia menghampiri Putri yang bermain diatas karpet bulu. “Kamu bermain apa sayang?” Tanyanya lembut.
“Tante... emang benar ya kalau sebentar lagi tante akan menjadi mama Putri?” Tanya Putri.
Betrand menatap anak kecil yang berada tak jauh dari hadapannya, “Dasar anak sial.” Gumannya lagi penuh kebencian.
Betrand pergi dari situ, beranjak dari sofa empuk dan masuk kedalam kamarnya.
“Kenapa sih aku harus ditimpa masalah seperti ini?” Gumamnya dalam hati.
Seperti biasa dia akan mengadu kepada Richa, lewat fotonya yang terpajang dan jumlahnya masih tak berkurang sejak Richa menikah dengannya.
“Sayangkuh... seandainya kamu gak meninggalkan aku, aku gak akan harus menikah dengan wanita itu, aku sangat terpaksa dan terjepit saat ini, aku bersumpah aku tidak pernah berniat menduakanmu sayang.” Ucapnya sedih.
Sedangkan Leonard sedang membahas tanggal acara lamaran Betrand ke rumah Celine.
“Pah... dia itu kan anak Panti Asuhan, papa gak masalah kan kalau nanti kita punya menantu dari Panti Asuhan?” Tanya Ariana.
“Papa gak pernah mempersoalkan latar belakang keluarga orang lain, asalkan dia beradap, baik, sopan dan tidak menggurui papa akan setuju dan menyukainya.” Ucap Leonard.
“Iya, papa masih kesal ya karena kejadian waktu itu?” Ucap Istrinya.
“Sebenarnya sih masih tapi papa kasihan sama Celine, dia akan menjadi wanita paling malang nantinya, jadi mau gak mau papa maafin dia untuk kali ini.” Ucap Leonard.
Ariana menarik nafasnya dan merasa lega karena suaminya akhirnya dapat menerima Celine menjadi menantunya.
“Terimahkasih Tuhan, akhirnya semua berjalan baik... semoga suatu saat Betrand bisa menaruh cinta kepada Celine dan Putri.” Ucap Ariana dalam hatinya.
Leonard melihat istrinya, “Mama memikirkan apa?” Tanya Leonard.
“Mama jadi ingat waktu papa melamar mama, menentang semua keluarga papa hanya karena ingin menikahi mama, makasi yah paj udah perjuangin mama.” Ucap Ariana.
Leonard memeluk istrinya dia teringat kenangan dulu saat semua keluarganya menentang Ariana menjadi bagian keluarga Leonard. Dulu Ariana hanya gadis Panti biasa juga yang suka melukis dan tidak lulus bangku sekolah SMA, namun saat Leonard ke Semarang, dia melihat Ariana dan jatuh cinta.
Dia berkenalan dengan Ariana di salah satu perkampungan di Semarang dan menawarkannya bekerja di Galeri nya. Saat itu Leonard sudah memiliki Galeri lukis sendiri yang dimodalin ayahnya.
Hari demi hari akhirnya Leonard semakin mencintai Ariana dan mereka berpacaran tanpa diketahui oleh orang lain, hingga akhirnya Leonard dijodohkan ayahnya dengan wanit yang berasal dari keluarga kaya sama seperti mereka.
Leonard menentang semua pendapat keluarganya dan membela Ariana, dia memperjuangkan Ariana dan menikahi Ariana. Ariana menjadi menantu yang diasingkan sampai 5 tahun, namun setelah Betrand lahir 5 tahun setelah mereka menikah, semua berubah. Orangtua Leonard menerima Ariana menjadi bagian dari keluarga mereka.
Ariana sangat mengerti tentang keadaan Celine, dia juga yakin kalau Celine adalah wanita yang baik. Ariana tersenyum saat semuanya berjalan lebih cepat dari dugaanya.
“Mungkin memang bukan cinta duluan diantara mereka pah, tapi mama yakin Pernikahan akan menbuat mereka saling cinta.” Ucap Ariana.
Leonard melepaskan pelukannya, dia mengatakan kalau dia akan menyerahkan semuanya kepada Ariana untuk diurus semua keperluan untuk acara lamaran dan sebagainya.
“Baiklah, Pah! Nanti mama akan atur semuanya.” Ucap Ariana.
Betrand mengajak istrinya untuk bergegas ke Galeri.
“Mah, mama mau ikut gak ke Galeri? Atau papa duluan?” Ucap Leonard.
“Mama ikut aja deh, Pah, sekalian nanti mama mau ada lukisan sedikit lagi yang belum selesai, habis itu baru mama atur acara Betrand, nanti mama akan bilang ke Celine kalau sudah mama pikirkan rencana berikutnya.” Ucap Ariana.
Ariana dan Leonard berpamitan pada Putri dan Celine yang kebetulan berada di ruang Tivi.
“Nenek dan Kakek pergi dulu ya Putri sayang, kamu baik-baik di rumah sama mama Celine, mulai sekarang panggil tante Celine mama aja yah, biar kebiasaan.” Ucap Ariana.
Celine senang dipanggil mama oleh anak secantik Putri, namun dia merasa canggung saat dia akan menerima kenyataan kalau dia akan menikah dengan laki laki yang tidak bisa mencintainya.
“Apa aku bisa bertahan kalau Betrand menikahiku nanti? Dia kan kasar, dia juga gak mencintaiku, dia juga benci sama aku?” Gumam Celine.
Ariana menatap mata Celine yang sepertinya sedang tidak fokus, “Celine!” Sahutnya.
Putri menyentuh tangan Celine, “Mama!” Ucap Putri.
Celine tercengang, “Iya bu...” Jawabnya.
“Celine, mulai sekarang kamu anggap aja Putri seperti anak kamu sendiri yah, karena kita akan segera melaksanakan pernikahan kalian, nanti ibu akan pikirkan tanggal yang tepat dan cocok, lalu ibu akan kasihkan kekamu tanggalnya, kamu tinggal cocokin sama kamu dan keluarga bisa apa gak, biar kami datang melamar kami.” Ucap Ariana.
“Iya, Bu!...” Jawab Celine singkat.
“Tidak tahu harus senang atau harus sedih, memang sih diusiaku yang tak mudah lagi sudah sepantasnya aku menikah, namun aku gak menyangka kalau aku menikah dengan Betrand karena kesalahan yang kami buat semalam.” Guman Celine dalam hati.
Ariana tahu kalau tidak mudah bagi Celine untuk menerima semua ini, dia dan Leonard pergi meninggalkan rumah dan bekerja.
“Tuan Leonard tidak mengatakan apapun, pasti dia masih marah kepadaku.”Ucap Celine dalam hati lagi.
Putri mengajak Celine bermain didekat kolam, “Mama... kita main dekat kolam aja yok!” Ucap Putri.
Mereka beranjak dari tempatnya dan melangkah menuju kolam yang berada dibelakang rumah.
“Duh asyiknya...” Ucap Putri.
Betrand sedang menatap kebawah, dia melihat pemandangan sekitar rumahnya.
“Dulu kolam itu selalu menjadi tempat favorit Richa, semenjak Richa gak ada, akupun jadi malas berenang.” Gumam Betrand dalam hati.
Betrand masih menatap ke kolam, dia melihat Putri dan beberapa bonekanya sedang berjalan di sisi kolam, begitupun dengan Celine.
“Mereka ngapain ke kolam?” Tanya Betrand dari kamarnya.
Putri sangat senang karena akhirnya dia punya mama, dia sangat merindukan kasih sayang mama, setiap kali dia menonton televisi, ataupun mendengar orang orang menyebut mama, dia akan sedih karena dia tidak punya mama.
“Mama Celine!” Ucapnya.
“Ada apa sayang?” Tanya Celine.
“Mama suka gak ini?” Tanya Putri menujukkan mainan plastik berbentuk ice cream.
“Suka... kamu suka gak?” Tanya Celine.
Putri menganggukan kepalanya, “Suka.” Jawabnya.
“Besok kita akan buat ice cream yah, mama bisa loh buat ice cream yang enak.” Ucap Celine mencium anak gadis kecil itu.
Putri sangat riang, dia melompat dan menari nari di sisi kolam, dia tak sadar kalau dia berada tepat dengan kolam.
Biurrrr Putri kecebur kedalam kolam.
“Mama!” Panggil Putri.
Celine merasa panik, dia tahu kalau dia gak tahu berenang dan posisi Putri jatuh di tengah kolam, dia langsung menceburkan dirinya kedalam kolam.
Dia ingin menyelamatkan Putri, Betrand melihat keduanya berada di kolam, yang berada di tengah.
“Itukan sangat dalam?” Ucap Betrand.
“Lagi pula Putri dan Celine kan gak bisa berenang, kalau mereka kenapa kenapa gimana?” Gumam Betrand langsung cepat bergerak menuju kolam.
Dia berlari kencang menuju kolam dan menceburkan dirinya kedalam kolam, dia menyelamatkan Putri dan Celine. Dia menbawa mereka ke tepi kolam.
Putri menggigil kedinginan, dan Celine berusaha menggendong Putri untuk masuk kedalam rumah dan mengganti bajunya.
“Terimahkasih, Mas da tolongin kami.” Ucap Celine.
“Ngapain sih kalian main di sini? Kalau aku gak ada, kalian bisa mati tau... sekarang kalian ganti baju sana, biar gak masuk angin.” Ucap Betrand yang juga masuk kedalam rumah.
Baju mereka bertiga basah kuyub, pertama kalinya dalam hidup Betrand menyelamatkan Putri.
“Kok aku bisa ya sepanik tadi? Apa aku ada rasa sama Celine? Gak mungkinlah, terus kenapa aku merasa kasihan sama Putri? Sejak kehadiran Celine, hidupku jadi kacau. Aku gak bisa menuruti semua kata-kata Celine, dia itu ular yang berbisa dan pura-pura polos agar aku masuk kedalam perangkapnya.” Gumam Betrand sambil melangkah menuju kamarnya.
Betrand mengganti pakaiannya, dia masih gak percaya kalau dia berbuat seperti tadi kepada Putri. “Seumur-umur gue gak pernah berbuat baik kepada Putri, tapi kenapa tadi gue spontan panik?” Ucapnya tak percaya.
Sementara Celine sedang mengganti pakaiannya dan pakaian Putri. Putri tersenyum senang.
“Kenapa Putri tertawa?” Tanya Celine.
“Makasi ya mama baru, tadi papa Celine uda baik banget nolongin Putri, pasti karena mam baru.” Ucap Putri memeluk Celine.
Celine mengingat kejadian tadi, “Aku juga gak nyangka kalau Mas Betrand akan menolong kami, sudah dua kali dia menolong aku dari kolam, aku yakin dia sebenarnya adalah laki laki yang baik, aku akan membuat dia menyayangi Putri.” Gumam Celine dalam hati.
“Iya sayang, mama juga senang karena papa Putri tolongin kita, nanti Putri bilang makasi ya kepapa, jangan lupa.” Ucap Celine.
“Iya mama baru.” Ucap Putri tersenyum manis.
Bersambung ya guys, mohon like, vote dan follow aku makasi. Maaf lama update karena emang agak sibuk tapi aku selalu usahain kok demi kalian, jangan pelit kasih like dan follow aku ya bebs.
up bab seaon 2 dong
demen nich gwe😀
para lelaki memang terlahir posesif n egois kah