NovelToon NovelToon
Istri Rahasia Tuan Ares

Istri Rahasia Tuan Ares

Status: sedang berlangsung
Genre:Cintapertama / Aliansi Pernikahan / Pengganti / Dijodohkan Orang Tua
Popularitas:13.8k
Nilai: 5
Nama Author: SkySal

Kekasih Lyra tiba-tiba menghilang seminggu sebelum pernikahan, membuat Lyra frustrasi apalagi kedua keluarga sepakat mengganti pengantin pria demi mempertahankan keuntungan masing-masing.

Lyra ingin menolak apalagi pengantin prianya adalah Ares-Kakak kekasihnya yang terkenal arogan, licik, penuh tipu muslihat, orang-orang menyebutnya Pangeran kegelapan. Selain itu, Ares juga memiliki kekasih seorang model papan atas. Akan tetapi, baik perasaan Lyra ataupun Ares tidak penting di depan keuntungan kedua keluarga sehingga keduanya terpaksa menikah meski menjadi pernikahan rahasia.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon SkySal, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Kamu Yang Minta Aku

“Aku mencintaimu, itu perasaan yang nyata. Cincin ini adalah cincin pernikahan, jangan pernah melepasnya.”

Lyra memutar cincin yang tersemat di jari manisnya, cincin yang Ares sematkan ketika ia tertidur.

“Cinta yang dia ungkapkan seharusnya hanya bualan saat bercinta, kan?”

Bagi Lyra, tidak mungkin pria itu mencintainya sebagaimana seorang kekasih mencintai. Cinta yang Ares ungkapkan seharusnya hanya rayuan di tengah gairah yang menggebu. Akan tetapi, cara Ares menatapnya, menggenggam tangannya, menyentuhnya, hingga menyebut namanya … membuat Lyra sulit untuk tidak percaya.

“Nggak!” Lyra menggeleng sambil melepas cincinnya. “Aku nggak punya main-main dengan cinta.” Lyra menyimpan cincin dari Ares di dalam tas lalu kembali fokus pada pekerjaannya.

Saat ini, yang paling penting dalam hidupnya adalah karir. Ares telah memberinya jalan dan ia hanya perlu melewati setiap langkahnya sebaik mungkin.

Sementara di sisi lain, Ares memandangi nama Lyra yang terukir di cincin pernikahannya. Meski saat ini ia tidak bisa mengenakan cincin di jari manisnya, tetapi ia sudah memakai cincin itu sebagai liontin sejak hari pernikahannya.

“Semuanya sesuai rencana.” Leo menyerahkan dokumen laporan pada Ares. “Saat ini, perusahaan Jatmika sudah bergantung pada VC Group dan hal itu membuat perusahaan lain ingin bekerja sama dengan mereka. Dan seperti yang kamu duga, Ares. Tama menggunakan kesempatan ini dengan sangat baik. Menjadi mitra VC Group membuat dia merasa di atas awan.”

“Bagus.” Ares berseringai puas. “Saat dia merasa kesuksesannya sudah didepan mata, jatuhkan tua bangka itu sekeras-kerasnya.”

Leo mengangguk mengerti.

“Kamu cukup kejam, Res.” Lian geleng-geleng kepala. “Kalau dia tahu kamu berniat menghancurkan perusahaannya, pasti pria itu sangat terpukul karena sepertinya dia tulus sayang sama kamu.”

Ares tersenyum miring, sorot matanya menyala. “Kalau nggak tulus, aku sudah membakarnya hidup-hidup sejak 20 tahun yang lalu.”

“Ya … ya … ya, Tuan psikopat.” Lian mengangguk mengerti. “Jangankan Tama yang hanya ayah angkat, ayah kandung pun kau habisi dengan tangan sendiri.”

“Kamu lebih kenyang saat makan dengan tangan sendiri, kan?”

***

“Kamu yakin semua ini … benar?”

“Awalnya saya juga tidak yakin, Tuan Ryan. Tapi selama beberapa bulan terakhir saya menggunakan segala cara untuk mendapatkan informasi ini. Semuanya benar.”

“Sial!” Ryan melempar dokumen laporan yang baru saja Haris berikan.

Napasnya memburu berat, tangannya terkepal kuat hingga buku-buku jemarinya memutih, sorot matanya berapi-api. “Bagaimana bisa dia mempermainkan dua keluarga dan dua perusahaan dengan begitu mudah? Dia memanipulasi semua orang dengan cara yang sangat halus.”

Haris memungut kembali dokumen yang berserakan di lantai lalu meletakkannya di meja Ryan.

“Jadi dia bersahabat dengan Leo? Dia yang membantu Papa untuk bekerja sama dengan VC Group tapi dengan syarat menikahi Lyra. Lalu Om Rendi … apa yang dia dapatkan dengan memaksa Lyra menikahi Ares?”

“Selama beberapa bulan sebelumnya, perusahaan Crystal mengalami krisis. Banyak pemegang saham yang menjual saham mereka, beberapa mitra mereka juga memutuskan hubungan kerja sama dengan alasan sepihak, saat mereka sangat terdesak, Ares datang mewakili perusahaan Jatmika untuk menyuntikkan dana tapi dengan syarat menikahi Lyra.”

Ryan menghela napas panjang, kepalanya seperti mau pecah mendengar informasi yang Haris berikan, bahkan ia masih merasa semua itu seakan tidak nyata.

“Bukankah artinya mereka semua menjual Lyra pada Ares?” Ryan menggebrak meja, tak menyangka kakak angkatnya ternyata menyimpan rasa pada kekasihnya. “Karena Ares sampai melakukan begitu banyak hal untuk menggantikanku menikahi Lyra, bukankah artinya sudah menargetkan Lyra sejak lama? Lalu kecelakaan itu ….”

Ryan memegang kepalanya yang kembali berdentum karena berusaha menggali ingatan yang hilang. “Sudah pasti ulah Ares, sialan! Selam aini berperan sebagai anak angkat yang baik tapi ternyata sangat licik.”

“Lalu apa yang harus kita lakukan sekarang, Tuan?”

Ryan terduduk lemas di kursinya, saat ini ia masih tidak tahu harus melakukan apa karena terlalu terkejut dengan tindakan licik Ares di belakangnya. Namun, satu hal yang pasti, Ryan inginn menjauhkan Lyra dari serigala berbulu domba itu.

“Aku nggak tahu apa yang dia inginkan dari Lyra sampai menghalalkan segala cara untuk menikahinya tapi pada akhirnya merahasiakan pernikahan itu.” Rahang Ryan mengetat, emosinya meluap hingga ke ubun-ubun. “Tapi dia nggak boleh bersaama Lyra, dia bukan pria yang baik.”

***

“Terima kasih, Ares. Kamu berlaku cukup baik sebagai suami.”

Biasanya, hanya dengan melihat wajah Ares sudah membuat Lyra kesal, tetapi entah sejak kapan ia justru merasa wajah suaminya itu cukup menarik untuk dipandang, apalagi ketika pria itu tersenyum seperti sekarang.

Lyra tidak tahu kenapa Bi Mia belum kembali, tetapi semenjak kepergian ART-nya itu, ia dan Ares menjadi lebih dekat. Mereka masak bersama, makan bersama, bahkan menonton tv bersama seperti sekarang … menonton TV sambil memijat kaki.

Ares tahu akhir-akhir ini Lyra sangat sibuk sehingga saat di rumah, pria itu selalu dengan suka rela menjadi pelayan istrinya, merendam kaki atau memijat kakinya saat pulang bekerja.

“Belum.” Ares menggeleng, wajahnya sedikit mendung mendengar apa yang Lyra katakan. Ia belum menjadi suami yang baik karena hanya bisa bersikap layaknya suami saat di rumah.

“Menurutku lumayan, meski Cuma pas di rumah aja.” Lyra menarik kakinya yang sejak tadi berada di pangkuan Ares. “Tapi sekarang aku mulai khawatir, bagaimana kalau aku terbiasa dengan semua perhatianmu?”

“Itu bagus, aku senang kamu terbiasa dengan semua yang kulakukan.” Ares kembali menarik kaki Lyra ke pangkuannya lalu memberikan pijatan lembut di betis wanita itu.

“Tapi beberapa bulan lagi kita akan bercerai.”

“Kalau begitu nggak usah cerai, kita bisa perpanjang kontrak jadi dua tahun, tiga tahun atau bahkan sepuluh tahun.”

Lyra mengulum senyum, senang mendengar apa yang Ares katakan. “Kalau begitu, umumkan saja pernikahan kita sekarang, sepertinya kita bisa perpanjang kontrak jadi seumur hidup.”

Pijatan Ares langsung berhenti, wajahnya menegang dan reaksi itu tak luput dari pandangan Lyra, membuatnya kembali dihempas kecewa karena Ares tampak benar-benar tak menginginkannya sebagai istri yang nyata.

“Aku Cuma bercanda.” Lyra berkata dengan kecewa meski bibirnya tersenyum seakan tidak terjadi apa-apa.

Lyra menarik kakinya dari pangkuan Ares lalu bergegas naik ke kamar, meninggalkan Ares hanya bisa mematung.

Di kamar, Lyra mengempaskan dirinya ke ranjang, ia menatap langit-langit kamar yang menjadi saksi bisu hubungan palsunya dan Ares.

“Kok kesel lagi, ya?” Ia bertanya-tanya sembari memegang dadanya yang berdenyut nyeri. Setiap kali Ares menolak mengakuinya sebagai istri, hatinya terasa perih seperti tertusuk ribuan duri.

“Lily?”

Lyra langsung duduk tegak mendengar suara itu. “Hm,” sahutnya dengan wajah ditekuk.

Ares mendekatinya dengan senyum hangat, senyum yang membuat mata pria itu berbinar seolah ada rembulan di sana. “Tutup matamu,” pinta Ares tapi Lyra justru melotot membuat suaminya itu terkekeh. “Aku bilang tutup matamu, Sayang.”

Meski bingung ada apa, Lyra tetap menutup mata dan beberapa detik setelahnya Ares memintanya membuka mata.

“Ares ….” Lyra tertegun melihat kalung biru safir di hadapannya. “Ini_”

“Hadiah untukmu, Sayang. Biar aku pakaikan.” Lyra tak menolak ketika Ares memasangkan kalung yang sangat indah itu di lehernya.

“Kenapa kamu ngasih aku kalung?” Dengan jarinya, Lyra menyentuh batu biru safir yang menggantung di dadanya.

“Suami ngasih hadiah untuk istri nggak perlu alasan, kan?” Ares mendaratkan kecupan singkat di sudut bibir wanita itu lalu berkata, “Aku mencintaimu, Lily.”

Lyra berdebar, dari hari ke hari perlakuan Ares semakin mirip suami yang benar-benar sangat mencintai istrinya, apalagi sekarang pria itu semakin sering mengatakan “Aku mencintaimu, Lily.”

“Kalau seperti ini terus bisa-bisa aku jatuh cinta sama nih orang.” Lyra menggerutu dalam hati.

“Res, bisa nggak sih manggil aku Lyra?” Lyra mencoba mendorong Ares menjauh lalu ia bersandar di kepala ranjang. “Aku merasa kayak dipanggil dengan nama orang.”

Ares terkekeh. “Bukannya dulu kamu yang minta dipanggil Lily?”

“Dulu?” Kening Lyra berkerut dalam. “Kapan?”

Ares menarik tangan Lyra lalu menulis satu kata di telapak tangan itu dengan jarinya. “Ingat?” tanyanya yang membuat Lyra justru semakin bingung. “Lily, masa kamu lupa sih? Bahkan waktu itu kamu bilang mau menikahiku lalu menafkahiku.”

“HAH?” Lyra menganga tak percaya sambil menarik tangannya dari genggaman Ares. “Nggak usah ngarang deh.”

Ares menggeleng dengan wajah serius, pria itu sepertinya tidak bercanda sementara Lyra sangat yakin ia tak pernah mengatakan hal konyol itu pada siapa pun.

“Anak laki-laki yang kamu kasih permen di bawah pohon ….” Ares sengaja menggantung kata-katanya, ingin Lyra mengingat sendiri kejadian hari itu.

“Anak laki-laki dibawah pohon?” Lyra berusaha menggali ingatannya akan sosok yang Ares maksud.

Sejak kecil, ia tak punya banyak teman apalagi laki-laki. “Ah ….” Lyra langsung terbelalak saat berhasil menemukan ingatan itu. “Ja-jadi kamu anak laki-laki itu?”

Ares mengangguk dengan senyum polos yang mengembang di bibirnya, senyum yang membuat Lyra sadar bahwa laki-laki di masa lalu itu memang orang yang sama dengan pria yang ada di hadapannya.

“Jadi masih ingat ‘kan kalau kamu yang minta aku jadi suamimu? Bahkan kamu berjanji akan menghidupiku seumur hidup.”

1
💥💚 Sany ❤💕
Ryan mungkin mencari pembenaran atas kejahatannya sedangakan Ares ingin menegakkan keadilan meskipun caranya salah. Terus, napa si Barga dendam ma Ares?.
💥💚 Sany ❤💕
Jadi Ares nyamar jadi anaknya Tama yang hilang gitu, buat balas dendam?. Terus si Ryan yang katnya gak sengaja bakar panti, boongan?.
Arsyad Algifari.
ga mungkin kan .Ares mau balas dendam kalau cerita Ryan benar
ˢ⍣⃟ₛÐïñÐå💜⃞⃟𝓛ᴍ͜͡s͜͡𝆺𝅥⃝©ѕ⍣⃝✰
ohhh jadi versi Ryan yg bilang jika gak sengaja membakar panti asuhan itu bohong, dan ya mungkin Ryan tau jika Tama punya anak kandung dan dia sengaja membakar nya hidup2 agar Ares kakak kandungnya meninggal hmmm pantas Ares balas dendam
Milla
Yaaaa yaaaaaa othor gitu deh emang boleh di cut pas sedang on on nyaaaaa othor mahh lanjut thorrrr nanggung inii 🥺😔🤗
🌺 Tati 🐙
lanjut jangan di gantung,ares blm selesai bercerita😅
💥💚 Sany ❤💕
Part ini berasa kayak nonton live, bikin nahan napas padahal aktornya gak kelihatan, jantung pun ikut dag dig dug, takut Vano dan Lian napa2. Jadi teringat kisah Gabriel Thoor, aku paling suka cerita yg ada actionnya 😁🤭. Maksih ya Athoor Skay, dah bikin karya yg keren dan luar biasa. Sukses selalu buat karya2 mu Thoor 🥰🥰
💥💚 Sany ❤💕: Sama2 Athoor Skay..., semangat terus dan sukses selalu buat karya2 mu 🥰🥰🥰
total 2 replies
💥💚 Sany ❤💕
Nah kan... Lyra jadi salah paham ma Liana, wajar sih... kan Ares gak pernah jujur.
💥💚 Sany ❤💕: heum...., bener banget Thoor. Padahal jujur aja napa.
total 2 replies
💥💚 Sany ❤💕
Meskipun sakit tapi otak Ares tetap encer, gercep melindungi istri tercinta 😁
💥💚 Sany ❤💕
Ares dan Lyra sama2 terluka, begitulah dendam. Pasti banyak yang dirugikan. Napa Ares gak cari bukti dan tuntut di pengadilan?, gak perlu menjadi hakim dan membuat hukum sendiri Ar.
💥💚 Sany ❤💕
Penasaran napa si Barga begitu dendam ma Ares?.
💥💚 Sany ❤💕
Barga bagai iblis pemburu darah, ngeri....
Milla
Aaaaaa othorrr nanggung itu thorrr sebucin itu ares mu lyraaa orang2 pilihan yang berada di dekat mu untuk menjaga muu thor please yaaa satu kan ares dan lyra sudahi kesalah pahaman inii ayo thorr buka benang merah yang terjadi antara ryan tama dab barga ayo dong thorrrrr aku nunggu iniiii 🥺🤗🥰
Milla: Setia donggg ama mereka please yaaa banyakin up nyaa penasaran ini 🤗
total 2 replies
yulithong
msh byk misteri yg bikin penasaran....lanjut kak
SkySal Alfaarr: siap kak
total 1 replies
Nata Abas
hadir kak ceritanya keren kak
SkySal Alfaarr: terima kasih akak😍😍😍
total 1 replies
Attaya Zahro
Lanjut kak sky 🥰🥰
SkySal Alfaarr: siap akak
total 1 replies
FHR
Ceritanya seru..bikin penasaran 👍
FHR: Ditunggu up nya Thor 👍
total 2 replies
ˢ⍣⃟ₛÐïñÐå💜⃞⃟𝓛ᴍ͜͡s͜͡𝆺𝅥⃝©ѕ⍣⃝✰
ini pasti ulah Barga , kamu itu tidak ada apa2nya jika ingin melawan Ares
ˢ⍣⃟ₛÐïñÐå💜⃞⃟𝓛ᴍ͜͡s͜͡𝆺𝅥⃝©ѕ⍣⃝✰
hadir sky, waw keren ternyata Ares tak membiarkan istrinya dalam bahaya,
Ly mungkin cinta Ares salah tapi percayalah dia tulus mencintaimu dan dia lakukan itu untuk melindungi mu.
SkySal Alfaarr: terimakasih akak😍😍😍
total 1 replies
Milla
Please thorr lanjut up dong thorr cerita mu seru akan seperti apa yaaa ending nyaa 😔🥹🥺 pastinya ares dan lyra bersatu dong 🤗
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!