NovelToon NovelToon
The Invincible Hero : Reincarnation

The Invincible Hero : Reincarnation

Status: tamat
Genre:Fantasi / Petualangan / Isekai / Barat / Tamat
Popularitas:221.2k
Nilai: 4.7
Nama Author: Arya Atmareja

"Akan ku gunakan kekuatanku untuk melindungi orang-orang. Meskipun aku harus meminjam kekuatan dari iblis sekalipun."



Bercerita tentang seorang yang menjalani reinkarnasi disebuah dunia fantasi dimana sihir, legenda, dan mahluk mitologi adalah sebuah hal yang biasa ditemui sehari-hari.

Dengan harapan menjalani kehidupan yang aman dan nyaman, ia menjalani hari sebagai pahlawan tanpa tanding, seseorang yang "tak terkalahkan".

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Arya Atmareja, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

#27 Kerajaan | Pahlawan

Semua terdiam untuk beberapa saat. Tuan Alex yang juga berada disana tampak memandang kearah Nuala seolah mengangguk dan tuan Alex terlihat menghela nafas lega.

Maksud dari tuan Alex dapat di fahami oleh Nuala.

Tuan Alex tahu benar jika itu milo, maka semua akan baik-baik saja.

"Baiklah kalau begitu, sepertinya petualang ini sangat menarik. Jika dia tidak mau menemuiku maka aku yang akan menemuinya. Hahahaha."

Sebuah pertanyaan akan ketertarikan dari seorang Raja yang telah menyelamatkan negerinya.

Ruangan tentu saja menjadi penuh riuh rendah. Semua sepertinya menolak ucapan sang Raja.

"Yang mulia, anda tidak bisa menampilkan diri anda hanya untuk menemui seorang petualang, seorang rakyat jelata, martabat anda akan jatuh karenanya."

"Aku pikir perkataan mu terlalu kasar Duke Engerad. Melemparkan kata-kata seperti itu terhadap seorang pahlawan negeri ini adalah sebuah penghinaan."

"Ampun yang mulia, maafkan atas ketidak patudan saya."

"Apakah ada yang keberatan lagi dengan ini?"

"Mohon maaf yang mulia, meskipun anda berfikir untuk menemuinya dan semua orang disini juga tidak ada lagi yang berkeberatan, namun ada satu hal yang perlu saya tegaskan disini."

"Lantas apakah itu?"

"Saya tidak bisa mengungkap identitas sang petualang. U Karena saya sebagai ketua serikat juga sebagai seorang teman telah berjanji padanya. Untuk itu saya mohon maaf."

"Hemm,,, begitu, menarik, kau memang pantas menyandang posisi sebagai ketua serikat. Hahaha."

"Terimakasih atas pujiannya yang mulia."

***

Nuala beberapa kali menghela nafas sambil berjalan dengan lunglai menuju ke arah kantor serikat petualang. Wajahnya tampak digelayuti awan mendung.

Dia sepertinya sangat tertekan.

Hari masih siang, udara panas yang menerpa disertai hembusan angin sepoi-sepoi mengiringi perjalanan sang ketua serikat. Disertai beberapa kali helaan nafas, Nuala melanjutkan perjalannya dengan penuh keengganan yang nampak di wajahnya.

***

Keesokan harinya di kediaman keluarga Ramvoldus.

Pagi-pagi Nuala sudah mendatangi kami. Bahkan ketika kami baru selesai sarapan bersama. Kali ini aku ingin bersantai di rumah namun kedatangan Nuala kepada kami mengubah niatku hari ini menjadi sesuatu yang lain.

"Aku mohon!"

"Tidak-tidak, tolong angkat kepalamu. Aku mengerti kesulitanmu, aku akan melakukannya."

"Benarkah? Terimakasih banyak Milo!"

Nuala yang telah menyampaikan maksudnya untuk membawa Milo menghadap Raja yang entah bagai mana sang Raja berhasil menekan Nuala untuk memaksanya membawa Milo.

"Ini sangat bagus Milo, kita bisa menambahkan daftar hutang budi di catatanku. Fufufufu."

Serangan tak terelakan dari Cordelia. Dia memang pintar dan sanggup melihat keadaan dengan sangat baik. Dia mengerti bahwa ini harus menjadi keuntungan di kemudian hari bagi Milo.

"Tidak-tidak, tidak seperti itu."

"Baiklah, aku mengerti. Aku mengakui jika aku akan sangat berhutang budi."

Cordelia tersenyum puas. Kadang dia memang menakutkan.

Kami pun menaiki kereta untuk bergegas menuju istana kerajaan Rhoaria.

***

Kami berjalan menuju sebuah ruangan, ini adalah ruangan tahta dimana sang Raja dengan tenang menduduki singgasana.

"Hormat kami paduka Raja."

"Bangun lah. Apakah ini pahlawan yang dikabarkan?"

"Benar sekali yang mulia Paduka Raja."

"Anda terlihat lebih kecildari yang kupikirkan. Hahaha."

Aku hanya bisa tersenyum menanggapi nya.

Dia bergerak menuju ke arah ku. Memelukku dan menepuk punggung ku.

"Terimakasih, atas nama rakyat, keluarga kerajaan dan aku pribadi, aku ucapkan terima kasih banyak."

Suatu hal yang tak pernah ku kira sebelum nya, nampaknya begitu juga dengan Nuala.

"Anda terlalu berlebih-lebihan Paduka yang mulia."

"Tidak, itu memang benar. Kau layak menerima semua penghormatan dan hadiah yang paling pantas."

""Terimakasih Paduka yang mulia Raja, tapi saya tidak ingin hal-hal seperti itu. Saya melakukan nya untuk keselamatan keluarga saya di ibu kota. Jadi rasanya sayatidak pantas untuk semua itu."

"Hahaha, kau memang seperti yang kudengar. Baiklah kalau kau tidak mau penghormatan dan hadiah, bisakah kita sekedar menghabiskan waktu bersama dengan meminum teh?"

Aku dan Nuala saling menatap.

"Sebuah kehormatan untuk kami yang mulia."

"Hahaha,,, terimakasih. Mari kita ke ruangan perjamuan kalau begitu."

***

Ruangan perjamuan.

Sebuah, meja panjang yang lebih besar dari pada meja makan di kediaman Ramvoldus menyambut kami.

Setelah memasuki ruangan, Lescott, seorang kepala pelayan kerajaan segera menyusul kami dengan beberapa camilan dan teh terbaik yang ia tuangkan dengan elegan.

Aku bertanya-tanya apakah Raja negeri ini sesantai ini?

Kami melanjutkan obrolan ringgan bersama Raja. Pada beberapa bagian, aku tak bisa berbohong padanya.

"Kau menghancurkannya dengan mudah?"

"Sebenarnya tidak bisa di sebut mudah juga, karena saya sampai harus menggunakan senjata penghancur."

"Senjata penghancur? Apakah saya bisa melihat nya?"

"Sayang sekali tidak yang mulia. Itu terlalu besar untuk di tunjukkan disini. Bahkan di halaman istana tidak akan cukup."

"Milo, kau jangan bercanda! Bagaimana kau memegang sebuah pedang dengan bentuk sebesar itu?"

"Ketua, saya tidak pernah menyebutkan sebuah pedang."

"Aahh, bnar juga. Tapi,,,."

Ucapannya terhenti, Nuala tampaknya tenggelam dalam kebingungan.

"Hahaha, menarik sekali. Bisa kau ceritakan padaku tentang itu Milo?"

Akan sulit untuk mengatakan bahwa ini adalah sebuah pesawat induk. Mereka tidak akan faham. Aku mencoba menjelaskan dengan sebaik mungkin.

"Anu, itu adalah seperti sebuah mahluk yang dipanggil. Namun ini lebih mirip seperti kapal laut besar dengan banyak senjata penghancur didalam nya. Ukuran nya mungkin hampir sebesar kastil ini."

Nuala menatap seolah tidak percaya. Sementara ssang Raja berdecakkagum.

"Aku ingin sekali melihat nya."

Wajah Sang Raja nampak terlihat sangat penasaran.

"Mohon maaf yang mulia, selain itu sangat besar, hingga mungkin akan menyebabkan kepanikan. Ini juga sangat menguras kekuatan sihir ku. Jadi sekali lagi saya mohon maaf."

Aku sedikit berbohong padanya, agar dia berhenti dari keinginan nya untuk melihat pesawat tersebut.

"Aahhh, sayang sekali kalau begitu."

"Maafkan saya yang mulia."

"Tidak apa-apa, aku mengerti. Nah sekarang bisa kau jelaskan apa benda hitam yang betebaran di lokasi kejadian? Saya pernah mendengar sebuah negeri memiliki banyak batuan berharga, namun benda ini sepertinya tidak pernah ada sebelumnya."

"Itu adalah sesuatu yang dikeluarkan oleh senjata-senjata dari kapalku, namanya timah. Bila di lemparkan dengan kecepatan tinggi, ini bisa menembus baju besi prajurit dengan mudah."

"Uuuhhh hebat sekaligus menakutkan. Hahaha."

Raja tampak nya kagum dengan hal ini.

"Saya memiliki versi kecilnya, namanya pistol. Saya bisa menunjukan nya pada Paduka."

Saya ingat salah satu permohonanku adalah memiliki pistol ajaib, pistol yang tak pernah kehabisan peluru.

"Silahkan,, tunjukkan padaku!!"

"Baik."

Aku mengeluarkan pistol Jenis FN dihadapan mereka berdua.

"Jadi bagaimana menggunakan benda hitam ini?"

Nuala penasaran.

"Saya harus menggunakannya di lapangan terbuka, atau di tempat berlatih memanah."

"Baiklah, ayo kiita pergi!"

Lalu kami sampai di tempat berlatih memanah.

"Tolong semua orang berdiri di belakang ku!!"

Setelah memberikan perintah dan semuanya telah berada di belakang ku,,, aku mengaktifkan skill ultimate Shield. Aku tak ingin terjadi hal yang tidak diinginkan. Akan merepotkan jika hal itu terjadi.

Aku menodongkan pistol kearah sasaran tembak berlatih panah yang terbuat dari kayu dimana didepannya diletakkan sebuah baju besi prajurit. Setelah meminta semua menutup telinga, siap menembak.

Dorrr!!! Satu letusan terdengar, nampaknya semuanya kecuali diriku kaget dengan suara pistol ini.

Di hadapan kami, baju besi terdorong kebelakang dengan lubang mengangga. Sontak, ketika semuanya melihat hal tersebut, suara decak kagum terdengar disana.

1
coco
sungguh kau sangat naif sekali Milo, seharusnya kau sudah bisa bersikap dewasa karna kau sudah mengingat masa lalu mu sebelum reinkarnasi,hahahahah saya sungguh kasihan sekali sama si windy dia menjaga cintanya udah sang MC tapi si MC nya labih hahahahha,mau sangat naif milo
coco
kasian sama si windy,dia yg udah nemenin si MC dari kecil dan dia juga yg duluan tunangan sama si MC ,tapi malah dapet bekas,mcnya udah ngga perjaka hahahahah sangat lucu kali,Windy yg cinta pertama nya ngga dapet apa apa hahahahha,kasian sekali kau Windy di tinggal sama tunangannya,tapi tunangannya malah enak enak kan sama kekasih baru nya hahahaaha
Pendekar New
ternyata mc'nya tolol n o'on..maklum d dunia sebelumnya mc'nya cupu...
Ajan
puas
Habib Joseph
Thor please jangan sama aurelia !
Anomyus
[ Balik lagi yuk, baca karya Author !
Bagi yg suka novel fantasi & romance mampir yuk,,,,
“That Time One Summoned Class In The Another World”
PREMIS:
Mengenai dunia paralel. Mc dibenci oleh Heroine, tapi si Heroine lama-kelamaan suka sama Mc. ]
Raysonic Lans™
selalu
~Fallen•Heart~
terlalu pintar sangat pintar Keren
~Fallen•Heart~
knp Langsung Di skip pagi
~Fallen•Heart~
dah ketebak plotnya pasti Tu cewe jadi istrinya juga
*"_Yinzi06_"*
adeknya mna cok?
Jeffri Hornbill
dah lah malas bacanya poligami Mulu... alasan terpaksalah apalah...
Jeffri Hornbill
ntar.... ini kan dia udah tau kekuatan nya unlimited dan pemikiran nya juga orang dewasa... kenapa masih bego.
Nurul
nyonya apakah anda termasuk shotacon
Nurul
lagi ngambek pasti dia
Nurul
ayahnya Milo terlalu melankolis🤣🤣
Adryan Famz
hahahaha ini yg gua suka kekuatan tanpa batas lanjutkan tor cerita mu membuat darah ku mendidih
Asrianto Anto
kok lama ya upnya, semangat terus thor
Ace: sorri nih mas bro, ane bner2 stuck nih,bdah coba nulis lgi tapi feel nya gk dapet, tapi ini udah mulai kangen lagi nih buat nulis 😊
total 1 replies
Asrianto Anto
lanjut thor
abhank ajha
MC terlalu lemah terhadap perempuan di atur2 trus
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!