NovelToon NovelToon
Putri Mahkota Yang Terbuang

Putri Mahkota Yang Terbuang

Status: tamat
Genre:Romantis / TimeTravel / Sudah Terbit / Tamat
Popularitas:4.4M
Nilai: 4.9
Nama Author: sayonk

Area 21+, harap bijak dalam membaca.
#Tersedia Versi Cetak untuk kelengkapannya.

Kamelia

Seorang gadis zaman modern yang melintasi waktu, ia harus menggantikan tubuh Putri Mahkota yang tak di inginkan oleh Putra Mahkota, namun siapa sangka, disaat ia terbangun menampilkan perubahannya justru Putra Mahkota malah jatuh cinta.

Tapi disisi lain, cinta Kamelia atau Putri Mahkota telah pupus dan digantikan oleh cinta dari Kakak iparnya sendiri, Kakak kandung Putra Mahkota.

Setelah pernyataan cinta yang ditolak oleh Kakak Ipar, lantas kah Kamelia memperjuangkannya atau justru sebaliknya...??

ig:@riiez.kha.37

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon sayonk, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Eps 27 : Kematian Nyonya Li

Setelah masa pertengkaran itu, Ming Yue memilih berdiam diri di kediamannya. Ia malas melakukan aktivitas seperti biasanya. Ia hanya duduk termenung sambil menopang dagu. Berharap ada sebuah keajaiban yang akan datang padanya.

"Apa yang mereka pikirkan? Apa mereka pikir aku sebuah barang yang se enaknya di buang dan di pungut?" Ming Yue tertawa, ia menertawai kehidupan keduanya. Buliran air jernih di matanya kini membasahi pipinya.

"Hormat hamba Putri Mahkota." Ucap salah satu pelayan yang menunduk hormat.

Ming Yue menghapus air matanya dan melihat ke arah pelayan.

"Ada apa?" Tanya Ming Yue.

"Ibunda Putri Mahkota sakit dan kini Nyonya meminta Putri Mahkota datang ke kediamannya." Tutur sang pelayan.

"Apa?" Ming Yue terkejut, ketakutan mulai melanda hatinya. Ia merasakan firasat yang tidak enak. Lantas ia pun langsung keluar kediamannya.

"Pengawal siapkan kereta, aku akan mengunjungi Ibunda." Rasanya ia ingin menangis, kehidupan lalu ia kehilangan ibunya, ia takut kehilangan ibunya yang kedua kalinya. Meskipun dia hanya jiwa asing yang menempati tubuh orang lain.

Pengawal itu pun segera melaksanakan perintah Ming Yue. Selang beberapa saat, Kereta pun datang. Tanpa basa basi lagi Ming Yue langsung masuk ke dalam kereta istana.

Di dalam kereta, Ming Yue hanya menggigit bibir bawahnya. Melihat ke arah luar jendela, ia selalu bertanya-tanya kapan kereta ini akan sampai di kediaman Menteri Li.

Ah, sial! kenapa aku tidak pernah menjenguk Ibu dari pemilik tubuh ini batin Ming Yue yang merasa bersalah.

Ia hampir lupa jika pemilik tubuh ini memiliki seorang ibu. Hanya karena masalahnya, ia hampir melupakan semua tentang kehidupan pemilik tubuh ini.

Kereta kuda itu pun sampai di kediaman perdana Menteri Li, Ming Yue turun dari kereta kuda itu dengan di sambut oleh para pelayan.

"Hormat hamba Putri." Ucap salah satu pelayan dan mewakili pelayan lainnya.

Ming Yue hanya diam mengangguk, "Dimana Ibunda? tunjukkan jalan." Ucap Ming Yue.

Para pelayan pun menunjukkan jalan, hingga ia sampai di sebuah ruangan. Dan..

brak

Ming Yue langsung mendorong pintu itu, membuat orang yang berada di kediaman menoleh.

"Ibunda," teriak Ming Yue berlari kecil menuju ke arah ranjang sang ibunda. Wajah wanita itu sangat pucat pasi.

"Kenapa kalian baru memberitau ku?" Bentak Ming Yue menatap tajam ke arah para pelayan yang menunduk gemetar.

"Ming'er jangan memarahi mereka, Ibunda lah yang menyuruh mereka agar tidak membuat mu khawatir." Lirihnya di suara lemasnya.

Wanita paruh baya itu pun tersenyum, ia menggerakkan tangannya, mengelus kepala Ming Yue. Ia sangat merindukan gadis kecilnya, semenjak menikah gadis kecilnya sangat jarang menemuinya.

"Ibunda, maaf. Ming'er baru sekarang menjenguk Ibunda." Lirih Ming Yue sambil meneteskan air matanya. Jemari tangannya menggenggam erat tangan ibundanya yang sangat keliatan lemah tak bertenaga.

"Ming'er, apa Putra Mahkota baik pada mu?"

Deg,

"Tentu Ibunda, Putra Mahkota sangat baik." Jawab Ming Yue berbohong, ia tidak ingin membuat kesehatan ibundanya semakin parah dan merasa khawatir.

"Syukurlah, Ibunda sangat senang mendengarkannya." Ujar nyonya Li.

"Iya, Ibunda. Ibunda harus sembuh,"

Ming Yue menangis sejadi-jadinya. Di kehidupan dulunya, ia kehilangan sosok Ibu dan sekarang di kehidupan keduanya, ia tak ingin kehilangan sosok ibu. Lengkap sudah penderitaannya. Lalu untuk apa dia harus hidup yang kedua kalinya.

huk

huk

huk

Nyonya Li langsung menutup mulutnya, darah segar mulai keluar dari bibir.

"Ibunda, cepat panggilkan Tabib." Teriak Ming Yue sambil menangis melihat darah segar di tangan ibundanya. Ia kalang kabut, ketakutan terus melanda di hatinya. Ia menggeleng, ia tidak terima permainan takdir yang menyakitkan baginya.

"Tidak Ming'er," Nyonya Li tersenyum hangat. "Nak berjanjilah kau akan hidup bahagia."

"Ibunda, jangan berkata seperti itu, Ibunda akan melihat Ming Yue bahagia."

"Lu, jagalah Anak ku." Lirih Nyonya Li tersenyum di bibir pucatnya. Wajahnya mengatakan, ia baik-baik saja. "Ayah mu sudah menunggu Ibunda, Nak. Satu pesan Ibunda jaga kesehatan mu dan Ibunda mohon, selama tidak ada Ibunda, Ming'er harus bahagia. Ibunda menyayangi mu." Ucap nyonya Li dengan lemah dan menutup mata terakhirnya.

"Ibunda.." Teriak Ming Yue menggelagar di ruangan itu. Ia mengguncang bahu Nyonya Li yang mulai lemas.

"Ibunda, jangan bercanda, Ibunda jangan tinggalkan Ming Yue." Teriak Ming Yue sambil menangis tersedu-sedu. Dadanya terasa sesak seketika.

"Kenapa kehidupan ku harus seperti ini?"

Tubuh Ming Yue lemas, ia terduduk di lantai dekat ranjang Nyonya Li, tangannya masih menggenggam hangat tangan ibundanya.

"Ibunda, Ibunda, Ming'er mohon, bangunlah." Teriak Ming Yue sambil memukul lantai. Kehidupannya seakan kosong, nafasnya terasa tercekat.

"Hamba mohon, kuatkan hati Putri." Ucap pelayan Lu yang ikut menangis dan juga merasakan sesak. Mulai dari dulu ia mengabdikan dirinya di kediaman Li hingga Ming Yue lahir dan merawatnya dengan penuh kasih sayang.

Tangisan dan isakan pun keluar dari kediaman Nyonya Li, suasana di kediaman itu pun mencekam layaknya ruangan gelap. Seakan tidak ada lagi cahaya yang akan menerangi ruangan itu.

1
Rumi Yati
Terima kasih thor
tudehun
/Ok/
Dikdikdoank
Luar biasa
Yurniati
tetap semangat terus
Yurniati
baru itu jentell dirimu putra mahkota
dua beradek tak perlu saling berebut
arus saling merelakan demi orang yang dicintai,,,,,,,😘😘👍👍💪💪🌷🌷❤️❤️
Anastasya
plot twist
rika comell
kbnyakan typo jirr🗿
Novishane
Luar biasa
Irma Yanti
8
Indy Metta
naik kuda apa kereta??? 😱😱
MARIYA
Luar biasa
A&R
bagus
Nitnot
Luar biasa
Iluh Sukreni
thor yg bener aza naik kuda apa kereta ? koq ada jrndela
MARIYA: bikin bingung ama panggillannya yg ubah ubah...
total 1 replies
Binti
harusnya pangeran Zhang putra mahkotanya kok malah adiknya
y u l l i e
singkat padat dan jelas.... thanks thooorrr.....
Ni Ketut Patmiari
Luar biasa
Erna Ladi Yanti
emang enak,gimna rasanya di tolak psti sakit kan😁😁
nacho
ooo cerita ini sudah d jadikn novel patutlh putus2 ceritanya klu mau baca yg sepenuhnya belilah novelnya🤣🤣🤣😍😘😍😘😍😘😍😘😍😘
Buke Chika
Luar biasa
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!