Persahabatan antara laki-laki dan perempuan apakah benar-benar murni? ataukan sebenarnya salah satu atau bahkan keduanya saling menyembunyikan perasaan satu sama lain untuk sebuah ikatan yang dinamakan Persahabatan. Sandra Dinata seorang dokter yang memiliki sahabat yang sangat ia cintai dan sayangi siapa lagi kalau bukan Dave Samudra. Persahabatan mereka terjalin sejak TK, dan bahkan hingga bekerja pun mereka bekerja ditempat yang sama. Dave selalu ada untuk Sandra begitupun sebaliknya. Hingga suatu ketika mereka mereka dihadapkan pada suatu keadaan yang membuat persahatan mereka menjadi renggang.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Namuseo, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Dr.Mark
Akhirnya mereka berdua pun melanjutkan langkah kaki mereka sambil mengobrol yang diselingi dengan canda tawa. Tanpa terasa mereka sudah sampai di parkiran. Sandra pun berpamitan dengan Mark.
"Saya pulang dulu ya, terimakasih lho sudah mengantar sampai parkiran hehehe." ucap Sandra yang diangguki oleh Mark
"Hati-hati dijalan, jangan ngebut. Kalau sudah sampai rumah jangan lupa kirim pesan ya. Aku tunggu."ucap Mark yang mana membuat Sandra kebingungan yang akhirnya diangguki saja oleh Sandra.
Mark yang melihat itu merasa gemas sendiri pada Sandra. Setelah mobil Sandra tak lagi terlihat, Mark pun kembali ke ruangan nya, tapi sebelum itu dia mampir ke cafetaria karena sebenarnya tujuan nya tadi adalah untuk membeli americano ice di cafetaria.
Wajah dan senyum Sandra selalu terbayang oleh Mark, hati yang lama kosong kini mulai terisi oleh seseorang. Sudah lebih dari 5 tahun ini hidup Mark terasa tidak berwarna, apalagi setelah kepergian mantan tunangan nya. Mark seolah menutup diri dari hal-hal yang berbau percintaan, dia tidak mau kehilangan seseorang yang dia cintai lagi. Padahal dari jika dilihat dari luar Mark adalah sosok laki-laki yang sempurna dengan ketampanan dan kemapanan karir serta kehidupan nya.
Beberapa kali dia dijodohkan dengan perempuan pilihan orangtuanya, tapi dia selalu menolak dengan alasan yang sama, hingga akhirnya kedua orangtuanya pun menyerah dan tidak lagi menjodohkan Mark dengan perempuan manapun.
Kedatangan Sandra di hidup Mark seolah memberi warna baru didalam hidup Mark, tapi dia masih ragu untuk menyatakan perasaan nya pada Sandra. Selain karena dia tidak mau merusak hubungan pertemanan nya dengan Sandra juga karena dia merasa bahwa Dave menaruh perasaan pada Sandra.
...
Selama perjalanan pulang Sandra memikirkan sikap Mark pada dirinya, dia memang mengakui jika Mark adalah orang yang baik dan peduli pada siapapun itu tapi melihat sikap nya tadi yang mengantar nya sampai parkiran hingga memintanya untuk mengirimkan pesan setelah sampai rumah pun tak hayal membuat nya jadi berpikir kalau ada sesuatu yang berbeda dengan Mark.
Sandra bukan lah perempuan yang tidak peka, dia sangat amat peka jika ada seseorang yang memberikan perhatian lebih padanya. Tapi dia selalu berpura-pura bodoh seakan tidak mau memikirkan hal itu.
Sebelum sampai apartemen Sandra mampir dulu ke supermarket untuk berbelanja, kebetulan di dekat apartemen nya ada supermarket yang buka 24 jam jadi dia menyempatkan untuk berbelanja terlebih dahulu.
Karena terlalu lama berbelanja tidak terasa kalau sekarang sudah jam 12 malam. Dia pun bergegas ke kasir untuk membayar barang belanjaan nya dan lanjut pulang.
Sesampainya diapartemen Sandra merasa kewalahan membawa barang yang begitu banyak, ada sekitar 4 kantong yang harus dia bawa. Dia berpikir bagaimana caranya membawa barang itu ke apartemen nya.
"Banyak banget bu barang nya." ucap Dave sambil menepuk pundak Sandra
Sandra yang terkejut pun langsung memukul lengan Dave
"Awwwwww sakit Sand." erang Dave yang merasa sakit akibat pukulan dari Sandra itu.
"Rasain, habisnya sih suka banget ngagetin orang, heran deh."ucap Sandra yang tidak mau kalah dengan Dave
"Habisnya kamu sih ngelamun jadi nggak tau kan kalau aku datang." ucap Dave sambil mengelus lengan nya yang masih terasa sakit
"Bukan melamun bapak,,, tapi lagi mikir ini gimana bawa barang keatas." ucap Sandra
"Lagian udah malam ngapain belanja banyak banget kayak gitu, kayak belanja bulanan aja. Udah malam bukan nya dari RS langsung pulang ini malah mampir belanja, mana belanjaan nya banyak pula.
Sandra yang mendapatkan omelan dari Dave pun hanya menyengir sambil menggaruk kepalanya.