Update 2 hari sekali 🍒
Kisah ini menceritakan 2 saudara yang saling memperebutkan semuanya, prinsip mereka adalah jika dia punya aku juga harus punya, jika hanya ada 1 di dunia maka itu adalah milikku.
"Selagi janur kuning belum melengkung, masih berlaku hukum tikung tikung, wlee" kata Andika sambil mengejek.
Awalnya mereka memperebutkan satu wanita yang sama tapi setelah salah satu dari mereka dijodohkan akhirnya wanita tersebut jadi benci dengannya karena perempuan yang ingin dojodohkan dengannya malah mencelakainya...
Siapakah yang akan dipilih wanita tersebut?
Apakah perjodohan akan berlanjut?
"Bapak tidak usah ganggu mereka ya pak, saya akan gagalin semua rencana bapak, ingat itu" kata sesosok wanita tiba tiba datang
Siapakah wanita tersebut?
Akankah mereka berempat berakhir bahagia?
Nantikan kisahnya ya teman teman 🤗
Jangan lupa tap tombol like, karena apa? karena like itu gratis 😇
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Fera Aisha Syaidina, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Unboxing oleh oleh
Saat sampai di dalam Nana langsung tidur terlentang di sofa panjang ruang tamu, Herman dan Ardi masuk dengan membawa barang barang dan juga oleh oleh, Herman menaruh koper Nana di kamar sedangkan Ardi menaruh semua plastik oleh oleh di atas meja ruang tamu, tidak lama kemudian Lastri masuk.
“Yang mana yang isinya oleh oleh buat mama?” tanya Lastri kepada Nana
“Cari aja, nanti juga ketemu kan oleh oleh mama khusus cewek, oleh oleh papa juga ada, tapi ma disitu ada barang Nana juga” kata Nana
Lastri segera membuka dan mencari oleh oleh yang kira kira cocok untuk dirinya saat dia mengeluarkan semua isi plastik dia menemukan daster yang berjumlah 3 stel, dia segera mencoba daster tersebut.
“Wah bahannya adem Na, kamu pintar milih baju mewarisi bakat mama” kata Lastri senang
“Nana gitu loh” kata Nana bangga
“Ini buat papa ya Na?” tanya Ardi sambil memegang sebuah kaos
“Iya pah itu buat papa, papa kan udah kebanyakan baju kantor jadi aku beliin kaos biasa” kata Nana
Ardi pun mencoba kaos tersebut dan ternyata bahannya memang adem saat dipakai, Lastri masih sibuk mencoba satu persatu dasternya, setelah itu Lastri kembali mengobrak abrik isi plastik ke 2 dan menemukan pie susu, pie lenong, kacang disco dan beberapa makanan lainnya. Lastri mencoba satu persatu ternyata dia lebih suka dengan pie susu, sedangkan Ardi lebih suka dengan kacang disco.
“Nana ke kamar ya ma pa, mau tidur badan Nana pegal semua” kata Nana sambil membawa barang barang yang masih berada di plastik
“Tapi mandi dulu” kata Lastri
“Iya ma, pasti” kata Nana sambil melangkahkan kaki menuju tangga
Nana segera meletakkan barang barangnya di meja dan segera mengambil handuk untuk mandi, setelah selesai mandi dia membaringkan tubuhnya di kasur yang sangat empuk, punggung Nana rasanya encok karena semalam tidur dengan posisi duduk tetapi lebih mending karena ada bantalnya yaitu pundak Andika, akhirnya dia terlelap sebelum sempat makan.
Sementara itu di rumah Hendri...
Bintang, Andika, Hendri dan Neli sedang berada di ruang tamu mereka juga sedang unboxing oleh oleh dari Bali, Hendri membuka oleh oleh dari Bintang sedangkan Neli membuka oleh oleh dari Andika.
“Oh iya lupa, ini ada kopi dari Kintamani pah” kata Andika
“Makasih Ndik” kata Hendri
“Yang ini buat kita berdua aja Ndik, masa semua kopi buat papa kan nggak adil” kata Bintang sambil mengeluarkan kopi yang telah dia beli
“Siap kak” kata Andika
Mereka berdua langsung pergi ke kamar, Andika mampir di kamar Bintang untuk bersantai santai dan mengobrol
“Mandi dulu gih, nanti baru mampir” kata Bintang
Andika segera kembali ke kamarnya untuk mandi, Andika mandi secepat kilat dan segera pergi ke kamar Bintang ternyata Bintang masih berada di kamar mandi, Andika segera membaringkan tubuhnya di kasur milik Bintang, 5 menit kemudian Bintang akhirnya keluar dari kamar mandi.
“Lama banget sih kak, ngapain aja di dalem?” tanya Amdika
“Menurutmu?” Bintang malah bertanya balik
“Kalau kamu tanya aku, aku tanya siapa?” kata Andika
Bintang tidak menggubris dan berjalan menuju almari untuk mencari baju ganti, Andika sering membawa baju ganti ke dalam kamar mandi sedangkan Bintang lebih sering berganti di kamar, Bintang hanya tidak senang jika bajunya tiba tiba jatuh dan terkena air.
“Ndik Sasa itu bagaimana sih orangnya? Kamu kan bosnya jadi kamu tau dong” kata Bintang tiba tiba
“Memangnya kenapa kok kakak kepo? Suka sama Sasa ya” goda Andika
“Bukan urusan kamu, jawab aja pertanyaan saya jangan banyak tanya lagi” kata Bintang
“Sasa itu orangnya kepoan, terus dia itu petakilan, humoris juga, dia juga cantik dan manis” kata Andika
“Oke sip, tipe aku itu” kata Bintang keceplosan
“Hahaha, kakak suka kan sama Sasa?” kata Andika
“Hmm” kata Bintang
“Ngomong ngomong hari Kamis besok Sasa ultah lho kak” kata Andika
“Benarkah? Ini hari apa?” tanya Bintang
“Senin” kata Andika
“Oke makasih infonya, sekarang kamu kembali ke kamarmu saja sana” kata Bintang sambil mendorong dorong tubuh Andika keluar
Andika akhirnya langsung pergi ke kamar dan tidur begitu juga dengan Bintang.
Keesokan harinya di kantor Andika...
“Na, sini” panggil Andika kepada Nana
“Kenapa pak?” tanya Nana
“Kamu tau nggak kalau Sasa besok Kamis ulang tahun?” tanya Andika
“Belum pak, kalau begitu makasih infonya nanti kalau sudah waktunya pulang saya akan langsung beli hadiah buat Sasa” kata Nana
“Kamu cari hadiahnya sama saya aja, soalnya saya nggak begitu tau soal barang barang perempaun” kata Andika
Saat waktunya pulang Nana izin terlebih dahulu pada Ardi kalau dia pulang bersama Andika dan sebelum itu dia ingin mampir di mall untuk membeli barang, mereka berdua akhirnya pergi ke sebuah mall, disana Nana mengingat ingat omongan Sasa tadi kalau dia ingin sekali membeli satu set make up tapi uangnya tidak cukup, jadi Nana membelikan Sasa satu set make up, Nana merekomendasikan sepatu untuk hadiah yang akan diberikan Andika kepada Sasa, Nana memilihkan sepatu yang tidak terlalu tinggi haknya karena Sasa tidak suka sepatu sepatu seperti model high heels yang terlalu tinggi haknya.
Setelah membeli hadiah mereka membeli kertas kado dan juga solatip, mereka membeli kertas kado yang sama motifnya, setelah selesai membeli keperluan mereka akhirnya pulang, Andika mengantar Nana terlebih dahulu saat sampai di ruamah Nana, Andika tidak mampir terlebih dahulu karena dia ingin segera membungkus hadiah tersebut
Saat Andika sampai di rumah dia segera membungkus kado di kamarnya memang ulang tahun Sasa hari Kamis sedangkan sekarang masih hari Selasa tapi Andika tidak ingin jika pada hari H dia melupakan kado ulang tahun jadi dia langsung membungkusnya.
Suara mobil Bintang yang baru saja sampai terdengar dari kamar Andika, saat Bintang melewati kamar Andika dia menoleh dan mengintip Andika karena pintu Andika tidak terlalu rapat, Bintang akhirnya pensaran dan masuk.
“Lagi apa kamu?” tanya Bintang
“Lagi bungkus kado” kata Andika
“Buat Sasa?” tanya Bintang
“Iya” kata Andika
“Kamu kasih kado apa?” tanya Bintang
“Rahasia” kata Andika
Bintang segera pergi lagi untuk membelu hadiah untuk Sasa karena sekarang dia sama sekali belum menyiapkan hadiah untuk Sasa. Dia pergi di sebuah toko emas dia berfikir untuk membelikan kalung atau cincin untuk Sasa tapi Sasa orangnya pelupa kalau dibelikan cincin nanti lupa meletakkannya jadi Bintang memilih membelikan Kalung untuk Sasa, setelah itu dia membeli kertas kado kalau solatip nanti bisa minta ke Andika...
Nb : ini visualnya Sasa ya kakak kakak✨
.
.
.
.
Terima kasih sudah membaca
Jangan lupa tinggalkan jejak vote 🐾
Semoga hari kalian menyenangkan
Sampai jumpa di episode berikutnya 🌷