NovelToon NovelToon
THE EAGLES OF DEATH

THE EAGLES OF DEATH

Status: tamat
Genre:Romantis / Komedi / Action / Contest / Badboy / Tamat
Popularitas:448k
Nilai: 4.9
Nama Author: lisaautmptri

SEASON 1
"DIAM MENAKUTKAN, BERGERAK MEMATIKAN." Semboyan dari sebuah gank remaja SMA Taruma Bangsa.
Orang bilang, masa SMA adalah awal dari sebuah perjuangan. Putih Abu menjadi saksi, pahit manis kehidupan tanah suci pendidikan.

SEASON 2

Bagi Nabila, Zein adalah segala nya. Zein adalah hidup nya.

Bagi Zein, cinta dan ungkapan perasaan itu dua hal yang berbeda. Dia bukan orang yang pandai mengungkapkan perasaan melalui ucapan atau perbuatan.

Bagi inti 'The Eagles' persahabatan adalah segala nya, susah senang kehidupan akan mereka jalani bersama. Menjalani kehidupan dengan tujuan masing-masing? Boleh saja, namun 'The Eagles' tetap menjadi prioritas.

Siap mengikuti kisah percintaan dan persahabatan mereka? Jangan lupa klik favorite untuk mendapat notifikasi saat update.

Akun ig @_lisaautmpri

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon lisaautmptri, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

THE EAGLES OF DEATH 27

"Sutt ... suttt," suara aneh terdengar, Nabila yang sudah rapi akan berangkat sekolah tengah keliling ruangan mencari ibu nya untuk berpamitan.

Nabila mendongak, melihat Zein berdiri di ujung tangga. Pemuda itu juga sudah mengenakan pakaian sekolah nya, tapi jangan tanya kerapihan nya karena kau akan kecewa.

" Apa?" tanya Nabila masih mendongak melihat pemuda itu. Zein melambaikan tangan nya memanggil Nabila.

" Cepat!" teriak Zein tertahan saat Nabila malah ingin melarikan diri.

" Ambilin sarapan gue dan bawa ke kamar, kalo ibu lo liat muka gue pasti dia ngadu sama papa mama gue."

" Ya itu sih urusan kamu, kenapa aku yang harus repot?" tanya Nabila tak perduli, sudah balik badan dan turun tangga.

" Ooh, oke kalau gitu gue bilang aja ibu lo yang bolehin gue keluar, gimana?" ancam Zein sambil menahan tas Nabila. Gadis itu berbalik lagi, dengan wajah yang tertekuk kesal.

" Tunggu disini sebentar tuan Zein, saya akan bawakan sarapan ke kamar anda." kata Nabila gemas sendiri, ingin sekali mencabik-cabik wajah tampan Zein itu sampai remuk lalu melempar daging nya ke kandang kucing untuk jadi santapan mereka.

" Hmm bagus, jadi pacar yang penurut." ucap Zein mengusap rambut Nabila. Lalu kembali ke dalam kamar nya.

Nabila berlari ke bawah untuk mengambil sarapan, berlama-lama meladeni Zein hanya akan membuat nya kesiangan dan ketinggalan angkot.

" Ini sarapan kamu, makan sendiri jangan nyusahin aku lagi!" Nabila menaruh nampan berisi roti yang sudah di olesi selai coklat dengan segelas susu putih.

Mendengar ucapan Nabila malah membuat Zein mendapat ide untuk menjahili gadis itu.

" Eh tunggu," menjentikkan jari nya, Nabila yang sudah memegang knop pintu terpaksa berbalik lagi.

Sabarr Nabila sabar, ingat dia anak majikan kamu. Jangan ingat dia sebagai Zein rentenir gila, dia anak majikan kamu! Nabila berusaha menyembunyikan kekesalan nya dibalik senyuman lebar.

" Ada perlu apa lagi, jangan bilang kamu mau di suapi juga hemm? Tuan Zein yang terhormat?" sudah berdiri di hadapan Zein. Pemuda itu duduk santai di sofa favorite nya.

" Suapin gue, tanggung jawab lo kan ngurusin gue. Tangan gue masih sakit," Zein mengangkat kedua tangan nya yang dibalut plester kecil.

" Jangan hyperbola deh, cuma luka kecil bukan di amputasi!" dengus Nabila melangkah pergi, tidak berniat meladeni lelucon Zein yang menyebalkan itu.

" Gue serius!" Zein menarik tangan Nabila kuat, gadis itu ambruk menimpa nya. Zein terhunyung sampai membentur punggung kursi. Nabila reflex melingkarkan tangannya di leher Zein, tidak sengaja bibir nya mengenai rambut hitam tebal milik pemuda itu.

" Heiii dasar mesum, gila!" Nabila cepat-cepat bangun, mendorong Zein kasar sampai hampir terjungkal lagi.

" Lo yang mesum, jelas lo yang nyium kepala gue barusan," Zein ikut berdiri, kembali memegang tangan Nabila kuat.

" Kamu yang narik-narik sembarangan, mesum. Gila!"

" Siapa suruh lo pergi, gue kan minta suapin."

Nabila menghembuskan nafas panjang, cukup sudah main-main dengan cowok gila di hadapan nya ini. Nabila mengambil selembar roti, tangan kiri nya membuka paksa mulut Zein.

" Makan tu roti, mesum gila," semprot nya pedas lalu pergi tanpa menoleh lagi.

Ya Tuhan, selain gila ternyata dia juga mesum! Tapi.. Tapi rambut nya wangi. Heh apa yang kamu pikirin Nabila, sadar. Sadar!

Nabila menepuk pipi dan bibir nya berkali-kali untuk mengembalikan kesadaran.

Zein hanya berdiri terpaku melihat pintu yang tertutup keras,mulut nya penuh dengan roti yang tadi di masukkan Nabila dengan kasar. Tanpa sadar Zein menyentuh rambutnya yang tadi tidak sengaja di cium Nabila. Ini pertama kali nya seorang gadis mencium nya, wah waah artinya Nabila sudah mencium ciuman pertama nya kan?! Gadis itu benar-benar tidak pantas di maafkan.

* * *

Zein memarkir motornya di tempat biasa, lalu berjalan santai ke kelas walaupun tahu kalau bel akan berbunyi lima menit lagi.

Wajah nya yang di penuhi memar dan bekas luka tentu saja menjadi perhatian murid lain, ah itu sudah biasa bagi Zein dan teman-temannya. Masih berjalan santai, sesekali Zein menyentuh rambut nya, mengusap halus agar terlihat semakin rapi. Segaris senyum muncul di bibirnya saat mengingat kejadian tadi.

Zein sampai di depan kelas bersamaan dengan pak Santos yang hari ini akan menggantikan guru Matematika yang berhalangan hadir.

" Ckckck, habis buat tato gratis lagi?" sindir pak Santos lalu masuk tanpa menunggu jawaban Zein.

" Selamat pagi pak!" Sapa semua murid di pimpin ketua kelas. Semua sudah duduk rapi di kursi masing-masing.

" Hari ini pak Bambang sedang ke hajatan tetangga nya, jadi saya yang menggantikan beliau." ucap pak Santos sebagai pembukaan.

" Hari ini saya lagi tidak mood bercanda, jadi kalian kerja kan saja latihan halaman 70. Saya beri waktu lima belas menit,"

" Kenapa pak, tadi malam tidak dapat jatah ya?" tanya Andre yang duduk di pojok kanan.

Pak Santos yang sudah duduk di meja menyahut lemas. " Kok tahu kamu?" tanya nya tanpa sadar, mengundang tawa murid lain.

" Ya tahu lah pak, kan semalam saya main catur di depan rumah bapak."

" Ah sudah-sudah kalian kerjakan saja tugas nya, jangan ajak saya ngobrol," ucap pak Santos mengeluarkan ponsel dari saku celana.

Para murid mendesah pasrah, jika pak Santos sedang tidak mood di ajak bercanda itu arti nya mereka benar-benar harus mengerjakan tugas.

" Haah? Apa-apaan ini?" teriak pak Santos memecah keheningan, semua yang tadi fokus mengerjakan tugas tentu saja terkejut.

" Ada apa pak?" tanya Anisa si wakil ketua kelas.

" Ini ada video yang tersebar di forum sekolah kita," pak Santos masih fokus dengan ponsel di tangan nya.

Para siswa lain yang penasaran langsung mengeluarkan ponsel dari dalam tas masing-masing. Suasana kelas mendadak gaduh, semua membahas video yang tersebar di forum sekolah itu.

Video mesum si ketua OSIS Gibran dengan Putri, siswi senior kelas sepuluh. Video itu sudah viral di seantero sekolah, bahkan sudah menyebar di WhatsApp dan beberapa platform social media.

Tito langsung menatap Zein, pemuda itu duduk diam masih menatap layar ponsel tanpa berkedip. Sebelah tangan nya terkepal kuat di atas meja. Gurat kemarahan terpancar jelas di wajah Zein, saat melihat sendiri video mesum itu.

Zein melempar ponsel nya begitu saja lalu berlari keluar kelas. Pak Santos yang masih duduk di kursi nya meneriaki pemuda itu, namun tak di gubris sama sekali.

" Mau kemana kamu Zein, hei?! Jam pelajaran saya belum selesai" panggil pak Santos, namun Zein sudah menghilang di balik pintu kelas.

Nabila yang tak mengerti apa-apa hanya diam saja melihat teman-teman nya yang heboh. Tentu dia ingin tahu juga apa yang begitu viral sampai semua orang ribut, tapi dia kan tidak punya ponsel. Nabila menghembus nafas panjang, andai saja dia punya benda pipih yang canggih itu.

Nabila menepuk bahu Tito yang duduk tepat di depan nya, " Ada apa sih?" tanya Nabila penasara.

" Lo lihat aja sendiri," Tito memberikan ponsel nya pada Nabila. Gadis itu terkejut bukan main, bagaimana bisa ada video seperti itu, siapa yang tega menyebarkan video aib seperti itu. Nabila mengembalikan ponsel milik Tito, tidak kuat melihat lebih jauh adegan ranjang yang di peragakan Gibran dan Putri di dalam toilet itu.

Tapi kenapa Zein lari? Dia mau cari Putri? Dia masih perduli sama Putri? Ah terserah lah.

Nabila mendengus, ada sesuatu yang terasa tidak enak di hatinya saat melihat Zein pergi dengan emosi seperti tadi. Ponsel Zein bergetar, Nabila meraih benda pipih itu.

Ada nama Putri tertera di layar ponsel nya.

🌸

🌸

🌸

Oke konflik nya satu persatu di mulai ya.

Oh ya aku mau tanya, Nabila ini punya ponsel gak sih ya di chapter sebelum nya. Aku lupa dia punya apa nggak, kalau salah tolong ingatin ya. Takut nya plot hole.

Ada yang mau nebak, siapa yang nyebarin video nya??

1
Rizka Ajah
yaiyalah harus berakhir,, cantik tp gatau diri
Naylatul Maufiroh
mantap ceritanya bagus
Naylatul Maufiroh
😂😂seru seru
gah ara
😭😭😭😭😭😭😭😭😭😭😭
gah ara
😂😂😂
gah ara
,kagak ada ponsel kasihan
gah ara
😂😂😂😂
gah ara
🤭🤭🤭🤭😂😂
yuhuuuu
keren karya² mu Thor...
Yanti
aku udah baca dua kali 🥰
mau tanya Thor , novel kisahnya anaknya si Zein ada gak ☺️
Grizelle
Om somplak ye😂🤣🤣
Grizelle
🤣😂😂😂 si Kevin emang bikin mood naik sih, nggak pernah gagal bikin ngakak
Grizelle
🤣😂😂😂😂 asli ni temen pada somplak, tapi bener juga sih kurang umur dekat dengan kematian
Grizelle
Masya Allah, jazakillah khairan katsiira untuk authornya
Apalagi ada cerita tentang nabi
Grizelle
Padahal yg nyari kesempatan malah dia sendiri 😂🤣 dasar Kevin
Grizelle
Makanya jangan terlalu percaya diri dan punya ekspektasi tinggi. Kalo kenyataan nggak sesuai harapan kan yg sakit juga diri sendiri, akhirnya kecewa
Grizelle
🤣😂😂
Grizelle
Udah omes ya
Grizelle
Emang curhat sama temen somplak mah gitu ye
Grizelle
Bisa-bisanya ya nanya gitu🤣
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!