Hai Readers, ini adalah series dari kisah sebelumnya "Gadis Jorok Pilihan Mama"
16 tahun kemudian...
Awal pertemuan yang tak disengaja di arena balap motor. Angel yang tampak kalut karena kehilangan gelang pemberian sahabatnya di Bandara. yang konon katanya bisa membuat penemunya tergila-gila padanya. saking frustrasinya, gadis itu nekat melakukan balap liar untuk menenangkan pikirannya.
Siapa sangka, rival balapannya kali ini adalah pria yang membawa gelang yang dicarinya selama ini, Zayn Marco Wijaya. akibat kalah balapan, Zayn menggodanya dan munculah salah paham hingga mengakibatkan perkelahian antara Angel dan Zayn.
hingga mereka dipertemukan lagi dalam sebuah acara keluarga, jika Zayn adalah salah satu anak kembar dari Dion Wijaya yang akan sudah terikat perjodohan dengan Angel bahkan sejak dalam kandungan.
apakah Zayn dan Angel akan menerimanya?
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Bilahayoe, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab 27. Day-1 Birthday Angel
Leon yang sedang melihat Angel segera menghampirinya. Sebelum lebih banyak murid yang datang. Tangan Leon meraih lengan Angel, memintanya untuk mendengarkan penjelasannya. Sebagai anak yang dibesarkan dengan sopan santun, Angel pun menghargai gurunya.
“Angel, Saya minta waktu kamu sebentar, bisa kan?”
“Lima menit ya Pak, Angel belum belajar soalnya.” Balasnya. Gadis itu berkata jujur, semalaman Ia begadang, memikirkan apa yang telah terjadi kemarin, namun tak juga menemukan jawabannya.
“Saya minta maaf soal perbuatan saya kemarin, Di luar sekolah saya hanya seorang pria biasa Angel. jadi kamu tak perlu merasa sungkan atau semacamnya.”
“Sudah Pak, tolong jangan dibahas lagi soal kemarin. Lihat! Mata Angel, sampai menghitam karena memikirkan hal itu. sudah ya Pak, Tujuh menit lagi guru pengawas datang. Pak Leon mau tanggung jawab, kalau Angel nggak naik kelas.” candanya.
Leon tersenyum, gadis itu masih mau bercanda dengannya. jawaban Angel justru membuat harapan Leon semakin membumbung tinggi. Angel hanya tak ingin menyakiti pria manis itu. Gadis yang tak pernah jatuh cinta, tak tahu bagaimana setiap ucapannya mengukir harapan di hati para pria yang mendekatinya, Deka, Gio, Zayn bahkan Pak Leon.
“Dengan senang hati, bahkan tanpa kamu minta pun saya akan bertanggung jawab penuh atas kamu.”
Leon melepaskan tangannya, saat Zayn datang dan menginterupsi pembicaraan mereka. melihat hal itu Angel meninggalkan dua pria berlainan karakter di depan koridor tak jauh dari kelasnya.
“Pak, Tolong jauhi yang bukan milik Bapak! Jangan menurunkan harga diri bapak, dengan mengganggu pacar orang!” ancam Zayn.
“Cih, pacar! Sekolah dulu yang benar baru bicara soal sebuah hubungan. Kalau saya? hanya menunggu Angel lulus sekolah pun bisa segera menikahinya.”
Leon menepuk bahu Zayn yang mengepalkan kuat tangannya. Ingin sekali menghajar pria di depannya. Jika tak ingat hari ini adalah ujian akhir kenaikan kelas.
“Selesaikan dulu urusanmu dengan Ara, sebelum kamu memulai hubungan yang baru. Apakah Angel tahu jika kalian berdua dan keponakan saya pernah memiliki hubungan yang belum berakhir?”
“Sorry Pak! Anda salah orang, Saya sama sekali tidak tertarik dengan keponakan Anda. Dan satu lagi, tolong ajarkan gadis itu untuk bersikap sopan dan sewajarnya, seorang pria dan wanita harus punya batasan bukan?”
Zayn pun membalas Leon dengan menepuk pundaknya saat melihat guru pengawasnya telah tiba. Leon merasa tersinggung dengan ucapan Zayn. Sampai pria itu kembali ke ruangannya.
Vicky meminta Dista untuk menemuinya di kantor. Saat makan siang, suami istri itu membicarakan tentang perubahan sikap Angel beberapa hari ini. Pria dingin itu meminta pendapat istrinya, namun apakah kali ini Vicky akan mendengarkannya?
Dista dan Vicky merindukan keceriaan anaknya yang sudah beberapa hari ini tampak berbeda. Lantas mereka pun sepakat untuk tidak mengumumkan perjodohan di acara ulang tahun Angel yang akan di gelar besok malam.
“Bagaimana Yang persiapannya?”
“Hm, hanya teman sekelas Angel dan teman ekskulnya saja sih Pa! 90 persen sudah siap. ehm, Kado buat Angel sudah disiapkan?” tanya Dista yang sedang menggulir ponselnya, melihat sebuah kalung berlian dengan liontin kecil berbentuk malaikat. Kemudian menunjukkannya kepada Vicky.
“Cantik kan Pa? Cocok buat Angel.”
“Iya cantik seperti kalian berdua. Papa mau kasih kado yang lain dari yang lain, tapi dengan persetujuan Mama, boleh kan?”
“Mau dibelikan apa memangnya? Kok Mama pakai dibawa-bawa?” melirik wajah suaminya yang mencurigakan. Mengulum senyumnya saat mendapat lirikan mesra dari istrinya. Vicky mengecup singkat bibir Dista. “Papa mau kasih adek aja buat Angel, boleh kan?”
“Ih, Nggak ah! Angel sudah ada Fardan ya Pa, modus kamu aja itu! nanti kita nggak bisa pacaran lagi, kalau nambah anak.”
“Hehe, Padahal Aku senang Lho Yang lihat kamu hamil, biar nggak bisa kemana-mana...” Vicky dan Dista pun pergi mengunjungi Event organizer tempatnya memesan jasa untuk ulang tahun Angel yang ke tujuh belas.
Memilih dekor yang bertema surga, hanya ada kebahagiaan dan kasih sayang di keluarga mereka. dalam tema yang dipilih Dista dan Vicky. nuansa putih, cantik dan elegan. Sama seperti anak gadisnya yang menginjak dewasa.
Merasa semua sudah berjalan sempurna, kedua pasangan itu mulai membagikan undangan digital pesta ulang tahun Angel kepada kerabat juga sahabat baik mereka. Dista pun mengirimkan pesan kepada seniornya dulu, yang sekarang menjadi guru anaknya di sekolah tanpa sepengetahuan suaminya.
“Sudah selesai semua kan? Aku pulang ya Yang! hari ini anak-anak pulang lebih cepat dari biasanya, karena ada ujian di sekolah.” Dista menyandang tas nya. Namun Vicky enggan melepaskan tangan wanita cantik yang telah memberinya dua anak penghibur hatinya.
“Kok buru-buru? Kan Aku masih kangen kamu!” Vicky tak membiarkan Dista pergi. Tiba-tiba saja saat Ia ingin mencium istrinya, Ia ingat pernyataan Angel, jika mereka ketahuan bermesraan di dapur. Membuat Vicky tertawa sendiri karena malu.
“Ya sudah hati-hati ya Yang! kita bertemu lagi nanti di rumah.” mereka pun akhirnya berpisah.
...
Dion dan Kania pun antusias melihat undangan digital yang dikirimkan sahabat baiknya. Orang tua si kembar pun sibuk mencari hadiah untuk calon mantunya. Begitu juga dengan sosok manis yang tengah sibuk di depan laptopnya.
Melihat sebuah notifikasi, lesung pipinya yang manis tergambar jelas di wajahnya. ‘Akhirnya genap juga usiamu, Angel.’ Leon pun memastikan jika dirinya akan datang. Pria itu melepas kaca matanya. Menutup laptopnya dan meninggalkan ruangannya. Hari ini semangatnya telah penuh kembali setelah mengetahui berita bahagia itu.
Saat sampai di tempat parkir, Leon melihat Deka dan Angel berjalan berdua. Sesekali mereka saling dorong dan berkejaran. Bagi Angel, Deka adalah mood booster nya selama dua tahun ini. Saat melihat Deka sedih, hati Angel pun turut merasakan sakit. Leon pun mengenakan kaca mata hitamnya, dan meninggalkan halaman sekolah.
“Cie yang mau sweet seventeen, sebentar lagi punya KTP, SIM sama buku nikah nih!” goda Deka.
“Woy Enak aja! Gue mau kuliah dulu Deka! jangan lupa datang ya! Gue uber sampai ujung dunia kalau sampai nggak kelihatan muka Lo!” ancam Angel dengan menarik kerah baju Deka.
“Pasti. Oh ya Lo mau kado apa? tapi Gue Cuma punya hati buat Lo My Angel, serius.”
“Lo bawa diri aja Gue udah bahagia Deka!”
“Tapi kalau nanti Gue ulang tahun, Gue mau Lo nikahin Gue ya!”
Haha... mereka berdua tertawa seperti bocah stres setelah pusing mengerjakan ujian hari pertamanya. Si kembar muncul di belakang mereka berdua dengan motor besarnya. Zayn dan Gio diminta segera pulang oleh Mamanya. Karena ada hal penting yang harus mereka lakukan.
Di sisi lain, leon menghubungi Ara. jika kepulangannya ke Bandung akan ditunda setelah hari ulang tahun Angel.
Ara
[Serius Om! Nggak lagi ngerjain Ara kan?]
Leon
[Nggak, Om harus menghadiri acara penting. Kamu bisa ikut kalau kamu mau.]
...
Apa pak Leon belom menikah dengan umur segini,Atau pak Leon sekarang Duda??🤔🤔
Mampir thor,kayaknya seru..