Juniar adalah seorang gadis yang terlahir dari keluarga yang sangat berkecukupan. Dia memiliki seorang Kakak Laki - laki.
Sang ayah adalah pengusaha sukses yang bisa mengabulkan semua keinginan Juniar hanya dalam hitungan detik.
Hingga sampai akhirnya keluarga Juniar berada di posisi paling rendah.
Dimana perusahaan Ayah nya mengalami kebangkrutan, sang Kakak meninggal karena over dosis. Sang Ayah di lilit hutang dan kena serangan jantung.
Dan Ibu nya pergi meninggalkan Juniar
Juniar yang saat itu usia 18 tahun, baru menyelesaikan sekolah SMA harus berusaha mengembalikan keutuhan keluarganya.
Dia terpaksa harus melelang KEPERAWANAN nya di sebuah situs online demi menyelamatkan keluarga nya.
Demi Ayah yang sakit agar segera sembuh, demi Ibu agar mau kembali pulang dan Almarhum Kakak yang selalu mengandalkannya.
Aku Juniar, gadis yang pernah hidup dalam kemewahan dan sekaligus harus hidup dalam kenistaan.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Lesta, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Juniar 27
kalimantan pukul 19.00
Sulhan sudah berada di villa nya. seharian selama di kantor dia uring - uringan sehingga Haikal masih menemaninya. Namun Haikal masih mengabaikan Bos nya. Dibiarkan Bos nya uring - uringan sendiri, Haikal memilih makan malam sendiri masakan Mbo Tutik
" Kemarin Bos begini juga???"
" kemarin malam Tuan muda tidak makan malam "
" Waduh " jawab Haikal tanpa berhenti melahap makanannya.
" Tuan muda lagi marahan ya sama istrinya???"
" Hahahahahahahha" Haikal terbahak bahak tertawa mendengar Mbo Tutik menanyakan hal tersebut.
" Ko tertawa Den??"
" Bukan marahan tapi rindu, istrinya mudik ke Bandung"
" oalaaaah kirain si Mbo kenapa, ditinggal mudik toh"
" eh sssstttt " ucap Haikal menyimpan jari telunjuk nya di depan bibirnya
" ssssttt " Mbo Tutik refleks mengikuti Haikal menyimpan jari telunjuk didepan bibir nya
Sulhan ikut duduk di meja makan, Haikal melirik ke arah Sulhan. dilihatnya Sulhan sedang menatap tajam dirinya.
" Kenapa???" tanya Haikal dan menghentikan kunyahannya. dan Sulhan membuang pandangannya mengarah ke piring yang ada di hadapannya.
Haikal hanya mengangkat bahu dan mengangkat alis nya ke arah Mbo Tutik.
Sulhan baru saja mau memulai makan makan malamnya namun terhenti saat ponselnya berdering dilihatnya Fatma memanggil
Sulhan kembali menyimpan sendoknya dan menjawab telpon Fatma di depan Haikal
" Hallo "
" Mas "
" Iya"
" Fatma tunggu di tempat makan biasa ya"
Sulhan menarik rambutnya kebelakang dan menyenderkan punggung nya di kursi.
" Duh " ucap Sulhan
" kenapa Mas??"
" Kapan - kapan ya, hari ini Mas cape sekali"
" Mas kan bisa minta antar supir"
" hemm tapi Mas benar - benar cape"
" Fatma sudah ditempat makan, Fatma tunggu Mas sampai datang.kalau engga Fatma tidak akan makan" ucap Fatma sambil mengakhiri sambungan teleponnya.
" huft "
" kenapa ???" tanya Haikal
" Kita lanjut makan malam nya bersama Fatma, ayo ikut!!!" ajak Sulhan.
mau tidak mau Haikal menghentikan makannya dan mengikuti Sulhan, sedangkan Sulhan tidak sempat makan sama sekali, sendok berisi makanan yang hampir masuk mulutnya tadi telah dia simpan kembali
Mbo Tutik yang melihat hanya menggeleng gelengkan kepalanya.
------ sesampainya ditempat makan biasa temoat sulhan dan Fatma bertemu dulu Fatma sudah menunggu, dia merasa risih saat tahu ternyata Sulhan datang bersama Haikal.
" Mas " ucap Fatma
Haikal menatap Fatma dari atas sampai bawah.
" rasa nya dulu Fatma cantik banget, ko kalah jauh ya sama Juniar " gumam Haikal
kemudian Haikal melirik ke arah Sulhan
" buka matamu Sulhan, Fatma memang cantik. tapi lebih cantik istrimu" gumam Haikal
" Mas mau makan apa??"
" Terserah yang traktir".
" Haikal mau pesan apa???"
" Sudah makan"
" kalau begitu bisa tinggalkan kami berdua??? saya ingin makan malam berdua dengan Mas Sulhan"
" Oke " Haikal berpindah tempat duduk dan mengawasi Sulhan juga Fatma
Sulhan melirik ke arah Haikal yang pindah meja, selang dua atau tiga meja dari tempat Sulhan duduk.
"Fatma pesankan makanan kesukaan Mas ya"
Sulhan hanya mengangkat alisnya.
setelah beberapa saat makanan mereka telah tiba, Sulhan tidak banyak bicara, dia langsung melahap makanannya.
Fatma tersenyum melihat Sulhan makan dengan lahap nya.
" enak Mas???"
" hemm" jawab Sulhan pendek tanpa melihat ke arah Fatma.
Dari kejauhan Haikal memperhatikan gerak gerik Sulhan juga Fatma.
" apa Fatma tidak tahu Sulhan sudah menikah???" gumam Haikal.
Tak lama ponsel Haikal berdering.
" Mus???" ucap Haikal saat melihat si pemanggil di ponsel nya.
" Ada apa Mus??"
" Nona Juniar sudah kembali ke rumah, saya coba hubungi Tuan Muda namun tidak di jawab" ucap Mus
Haikal melirik ke arah Sulhan
" Oke Mus, Tuan Muda ada disini. nanti disampaikan" ucap Haikal sambil mengakhiri sambungan teleponnya.
" Bisa - bisanya dia mengabaikan panggilan Mus saat makan malam bersama wanita lain" gumam Haikal lalu Haikal mencoba menghubungi ponsel Sulhan berkali kali sampai Sulhan mengambil ponsel disakunya.
Pas melihat si pemanggil Sulhan melirik ke arah Haikal
Haikal memberi kode agar Sulhan menjawab teleponnya.
Sulhan mencet tombol hijau dan mengarahkan ponsel ke telingannya.
" Istrimu sudah ada di rumah" ucap Haikal.
Sulhan langsung memutuskan sambungan telepon dari Haikal lalu berdiri.
" Dek, terima kasih traktirannya. Mas harus segera pulang" ucap Sulhan tanpa mendengar jawaban dari Fatma.
Fatma sampai melongo saat Sulhan berlalu begitu saja. sedangkan Haikal langsung berlari kecil mengejar Sulhan yang sudah menuju ke arah pintu keluar.
" antar ke rumah " ucap Sulhan kepada supir
Haikal terkekeh saat mendengar Sulhan minta diantarkan ke rumah.
" Kalian langsung kembali ke Villa tidak perlu ikut masuk ke rumah"
" bukannya biasanya juga begitu" jawab Haikal
tapi Sulhan tidak menjawab.
" saya langsung pulang ke rumah ya Bos, lagi program anak selanjutnya "
" Terserah " jawab Sulhan.
------ Juniar baru saja selasai mandi, Maya pun masih menemani Juniar di kamarnya.
" Tuan Muda tidak dirumah ya??"
" iya Tuan ke Villa, kelihatannya Tuan marah saat tahu Nona ke Bandung"
" oh ya??" jawab Juniar sambil tersenyum
" Iya, setelah Nona tahu ke Bandung tanpa pamit. Tuan Muda langsung ke Villa"
" Beritahu Tuan Muda kalau saya sudah kembali"
" Mus sudah memberitahu Tuan Muda. apakah nona mau makan malam??"
" sepertinya tidak, tadi sudah makan di bandara sambil nunggu Mus"
" Nona ke Bandung bertemu keluarga Nona???" tanya Maya
Juniar tersenyum dan mengangguk pelan.
" kapan - kapan ajak mereka kesini"
Juniar menarik nafas panjang mendengar perkataan Maya.
" Apa orang tua Nona baik - baik saja??"
" Baik May"
" nona punya adik atau Kakak???"
Juniar menggeleng pelan.
anak tunggal??"
" Tadinya punya Kakak, tapi sudah meninggal "
" Maaf Nona"
" iya " jawab Juniar sambil tersenyum.
" ya sudah, saya tinggal dulu ya Non. kalau ada apa - apa Nona tinggal panggil saya"
" iya May, saya mau istrirahat " jawab Juniar karena memang perjalanan Bandung kalimantan walau hanya duduk, cukup melelahkan untuk Juniar.
---- selang beberapa jam Sulhan sampai dikediamannya.
Haikal dan supir meninggalkan Sulhan di rumahnya, Maya yang membukakan pintu tersenyum saat melihat Tuannya datang.
Sulhan langsung masuk, Mus membungkukan tubuhnya saat melihat Sulhan tiba.
Sulhan langsung menaiki anak tangga dan menuju kamar Juniar.
saat mencoba membuka pintu kamar Juniar, Sulhan mengira pintunya terkunci tapi ternyata tidak.
dilihatnya Juniar sedang berbaring membelakangi arah pintu masuk.
Sulhan langsung menutup pintu kamarnya dengan sangat keras sehingga Juniar tersentak kaget.
Juniar langsung bangun dan melihat ke arah Sulhan.
kini Sulhan dan Juniar saling tatap.
" kenapa??" tanya Juniar dengan polos
Sulhan tidak menjawab apa - apa, dia cukup bingung. apa yang harus dia katakan.
" Ada apa???" tanya Juniar kembali
Bisa - bisanya Juniar bersikap biasa sedangkan Sulhan sudah mati kutu dibuatnya.
" Mas???" tanya Juniar
" dari mana saja??" tanya Sulhan
"Bandung, bukannya Mus sudah memberitahu Mas kalau Aku ke Bandung" jawab Juniar santai
" Kenapa tidak pamit???"
" bukannya Mas juga meninggalkan Aku di hotel tanpa pamit???"
jawaban yang pasti keluar dari mulut Juniar akhirnya keluar juga.
" Kamu lagi tidur saat Mas akan berangkat kerja"
" Mas juga tidak ada saat Juniar mau ke Bandung"
" kamu bisa ijin melalui chat bukan?"
" Mas juga bisa kan ijin melalui chat" jawab Juniar tak kalah santai.
Sulhan berdecak kesal saat Juniar masih bisa membela diri dan dia sudah kehabisan kata.
" Juniar mau istirahat, capek " ucap Juniar dan kembali berbaring membelakangi Sulhan.
Juniar juga bingung harus ngobrol apalagi dengan Sulhan.
Sulhan pun ikut berbaring di tempat tidur yang sama dengan Juniar setelah membuka celana panjang nya dan bertelanjang dada.
Juniar yang merasakan Sulhan ikut berbaring disampingnya memilih mengabaikan Sulhan dan memejamkan matanya. Lain halnya Sulhan yang mengahadap ke arah Juniar dan menatap punggung Juniar.
.
.
.
.
.
kira - kira apa yang akan terjadi selanjutnya😋😋😋😋
.
.
.
terimakasihtak terhingga untuk dukungan kalian semua. dari mulai like vote komentar hadiah dan lain sebagainya.
Thanks a lot😚😚😚😚😚😚😚
maaf cuma masukkan soalnya mak juga terus bc kok cerita ini😉
dan ssmoga om yoga dan boy ikut sandiwara tersebut😄
buatkan par 3 nya thoorr