Sebuah keluarga yang begitu kejam, mengadopsi seorang anak perempuan untuk mengantikan putri tunggal mereka yang di ramal oleh peramal jahat akan mati pada umur nya yang ke delapan belas tahun.
Untuk menghindari kutukan tersebut mereka pun mengadopsi seorang anak perempuan yang lahir di tahun yang sama bulan yang sama dan tanggal yang sama agar putri mereka bisa menghindari kutukan tersebut sesuai ucapan sang peramal.
"Ayah aku mohon, jangan kirim kan aku ke tempat itu,aku takut,aku mohon ayah."Ucap Selina sambil menangis memegang erat kaki sang ayah.
"Menyingkir lah dari kaki ayah ku!"Ucap wanita cantik dengan pakaian yang sangat mewah mendorong Selina untuk menjauh dari kaki peria yang mereka pangil ayah itu.
Buat yang penasaran sama ceritanya Ayuk ikuti terus setiap episode dari kisah "Kesayangan Tuan Muda Kejam."
Terima kasih banyak.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Nadia, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Episode #27
"Baik tuan muda, semuanya akan saya atur sesuai keinginan tuan muda, nanti tuan muda akan hadir sebagai tamu VIP apa ada masalah lagi?" Ucap Tio kepada Melvin.
"Aku hanya datang menemani nya,VIP atau tidak,aku tidak peduli."Jawab Melvin.
"Baik lah tuan muda,kalau begitu saya permisi."Ucap Tio yang kemudian berjalan meninggalkan ruang tamu Fila tersebut.
"Jika penilaian nya di adakan dua Minggu lagi, paling tidak minggu ini sudah di kumpulan lukisan nya, seperti nya ada kesempatan bagi ku untuk ikut dalam lomba ini."Batin Selina merasa lega.
Sementara itu Melvin kembali memainkan ponselnya sambil sesekali melirik Selina.
Sementara itu di sisi lain.
Tok ... tok ... tok .
Beberapa kali nyonya Hartono ya itu mama Helen mengetuk pintu kamar Milan.
"Milan,keluar lah, seharian kau terus di kamar, tidak makan dan tidak minum,ini tidak baik milan,dosen mu sudah telpon beberapa kali ke mama,kamu masih murid baru di universitas,kamu tidak boleh bolos kuliah seperti ini."Ucap mama Helen di luar pintu kamar Milan dan terus mengetuk pintu agar Milan membuka nya.
"Aku tidak ingin kuliah sekarang! Semua orang tau kalau aku berlutut untuk minta maaf di depan perempuan itu! Mama mau bikin aku malu lagi ya? Aku tidak akan pergi kuliah!"Jawab Milan sambil menarik kembali selimut nya tidak ingin bangun atau keluar dari kamar itu.
"Anak ini."Ucap mama Helen sambil mengelus dada tidak tau harus berbuat apa terhadap Milan.
"Sudah,biar aku saja."Ucap papa Hartono kepada mama Helen.
"Milan, keluar lah,ada yang ingin papa bicarakan."Ucap papa Hartono.
"Tidak mau! Sudah lah,biar kan saja aku mati!"Jerit Milan dari dalam kamar nya.
"Milan, jangan keras kepala, cepat keluar,papa sudah ada cara untuk menyelesaikan masalah ini. Kamu mau mendengarkan papa atau tidak?"Ucap papa Hartono kepada Milan.
Mendengar ucapan papa nya Milan pun membuka selimut nya dan berjalan menuju pintu kamar lalu membuka nya.
"Pa,papa sudah menyuruh orang untuk datang ke tempat itu? Melihat Selina apa dia sudah mati atau tidak?"Tanya Milan mengharapkan jika papa nya telah menyuruh seseorang untuk mengecek pulau terpencil apa Selina sudah mati atau masih ada di sana, karena mereka tau yang mereka hadapi sekarang seperti nya bukan Selina melainkan hanya mirip saja.
"Di sana itu gampang masuk tapi susah keluar,kau masih ingin suruh orang untuk mengecek? Nanti jika saingan papa melihat nya bagaimana? Apa kau ingin keluarga kita menjadi keluarga miskin?"Ucap papa Hartono kesal dengan ucapan Milan yang seenaknya saja.
"Hmm,terus bagaimana caranya menghadapi ini semua?"Tanya Milan lesu.
"Tuan muda Melvin."Ucap papa Hartono kepada Milan.
"Ah,apa maksud papa,hal ini ada hubungannya dengan tuan muda Melvin?"Tanya Milan menatap papa nya.
"Sudah lah,sana mandi dulu baru keluar,baru menghadapi masalah seperti ini saja kamu sudah hampir gila, bagaimana kamu bisa cocok menjadi penerus papa."Ucap papa Hartono memanas-manasi Milan.
Mendengar ucapan papa nya Milan pun menutup pintu kamar nya karena kesal.
Namun ia tetap mendengar kan ucapan papa nya itu.
Papa Hartono tersenyum dan berjalan meningal kan kamar Milan dan duduk di ruang tengah rumah mereka untuk menunggu Milan.
Beberapa puluh menit kemudian Milan pun datang menghadap papa nya dengan pakaian yang sudah rapi dan bersih.
"Pa,tadi kenapa dengan tuan muda Melvin,apa sebenarnya yang papa maksud?"Tanya Milan antusias.
"Setelah papa pikir-pikir papa sadar, tidak peduli siapa perempuan itu Selina atau bukan,Dia sangat kuat karena dia dekat dengan keluarga Magyorta makanya dia bisa sombong."Ucap papa Hartono.
"Lalu apa yang harus kita lakukan pa?"Tanya Milan khawatir.
"Asal kita bisa dekat dengan tuan muda Melvin kita tidak akan khawatir lagi dengan keluarga Magyorta karena tuan muda Melvin lebih kaya dari keluarga Magyorta."Ucap papa Hartono dengan bodoh nya berharap bisa dekat dengan Melvin.
"Iya pa aku mengerti,tapi coba papa ingat di hari ulang tahun ku begitu banyak tuan muda yang hadir,tapi tidak ada satupun yang berani dengan asisten pribadi pak Denis bukan? Mereka sangat takut dengan keluarga Magyorta."Ucap Milan menundukkan kepalanya.
"Kamu, kamu masih ingin menikah dengan tuan muda Melvin?"Tanya papa Hartono kepada Milan.
Sementara itu mama Helen yang sedang meneguk teh nya hampir saja keselek mendengar ucapan papa Hartono kepada Milan.
"Pa,apa papa ada cara? Tentu saja aku mau."Jawab Milan memegang tangan papa nya.
"Hmm, anak dan papa nya sama saja, tuan muda Melvin tidak mungkin mudah untuk di dekati."Batin mama Helen kembali menaruh gelas teh nya ke meja.
"Kamu seorang selebgram, Lumayan terkenal kan? Tapi di mata tuan muda Melvin,kamu itu tentu bukan apa-apa, banyak wanita dari keluarga besar yang mendekati nya jadi kalau kau ingin mendekati nya mengunakan uang itu tentu tidak akan mempan."Ucap papa Hartono kepada Milan.
"Kalau begitu,aku harus mendekati tuan muda Melvin dengan cara apa pa?"Tanya Milan khawatir tidak akan bisa menarik perhatian Melvin.
"Begini,papa mendapat info,jika tuan muda Melvin akan datang di acara penilaian final lukisan,tapi dia biasanya tidak mau datang ke acara receh seperti ini, namun ini menujukkan jika dia tertarik terhadap seni,jadi kalau kamu berhasil menarik perhatian nya dari cara ini dan membuktikan bakat mu bisa jadi tuan muda Melvin akan tertarik dengan mu."Ucap papa Hartono sambil tersenyum miring.
"Tapi pa,aku sama sekali tidak memiliki bakat dalam melukis,aku hanya bisa menggambar baju dan kategori dalam lomba ini cuma ada seni alam kan?"Jawab Milan serba salah.
"Tenang lah,papa sudah memikirkan cara yang bagus untuk mu."Ucap papa Hartono yang kemudian menepuk tangan nya mengisyaratkan seseorang untuk hadir di sana.
Milan pun menoleh kebelakang nya dan melihat ada seorang anak buah papa nya yang datang dengan membawa lukisan bungga mawar putih yang lumayan besar dan cukup cantik.
Milan berdiri dari duduknya dan menghampiri lukisan tersebut.
"Pa, lukisan ini sangat cantik."Ucap Milan mengamati Lukisan itu.
"Lukisan ini papa beli dengan harga yang sangat mahal,papa membeli nya dari pemenang lomba yang sudah menang beberapa tahun lalu. Dan sekarang lukisan ini milik mu, lukisan ini papa sudah menyuruh orang untuk mengecek dan dia berani menjamin di perlombaan kau pasti akan menang, pakai lukisan ini untuk mendekati tuan muda Melvin."Ucap papa Hartono panjang lebar kepada anak kesayangan Milan.
Bersambung ....
selamat sell dede debay ny pasti tampan ke ayhnya 🤗😍
makasih Thor ceritanya bagus 👍👌🙏