Rate 18+
Cinta hilang sebelum ada
Cinta mati sebelum tumbuh
Cinta pergi, dan tak tahu kapan cinta itu kembali
Di saat hati mulai berpaling, sang cinta kembali hadir dengan wajah yang sama, nama yang sama, tubuh yang sama, namun dengan sikap serta sifat yang berbeda.
Disaat cinta mulai berkiblat, di sanalah mereka mulai berjuang!
Berjuang mempertahankan cinta yang sempat hilang.
SEQUEL Dari 'PAK PENGHULU,NIKAHI AKU!'
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Defri yantiHermawan17, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Memori Yang Hilang
Arion menatap hamparan pohon kelapa dari sebuah bukit kecil, dengan teropong terpasang di kedua matanya. Pria berkemeja hitam itu terlihat begitu serius, perkebunan ini adalah hasil kerja kerasnya sendiri tanpa campur tangan Sang Kakek.
Sejak dua tahun yang lalu Arion bertekad untuk hidup dengan kedua kaki dan tangannya sendiri, tanpa ingin terus bergantung hidup pada Pramono.
"Produksi minyak kelapa kita meningkat pesat Pak,"
Arion menoleh saat mendengar suara kaki tangannya, pria muda itu meraih tablet yang di ulurkan oleh Aslam.
"Saya tahu kalau Pak Aslam bisa melakukan ini," sahut Arion.
Pria yang bernama Aslam Subagiyo itu tersenyum kecil. Dia juga tidak menyangka kalau Arion akan mampu berdiri sendiri tanpa bantuan mantan atasannya- Pramono.
"Saya lebih yakin kalau Pak Arion bisa melakukannya, berdiri sendiri tanpa campur tangan Tuan Pramono."
Arion mengangguk kecil, saat dia mendengar nama Sang Kakek- entah kenapa dia merasakan ada hal aneh. Kenapa Pramono tidak mencari atau menyusulnya ketempat ini. Apa mungkin pria tua itu tidak ingin berurusan lagi dengannya, dan menyerahkan semua aset perusahan Gibran pada Marina dan Milka.
Entahlah, Arion akan mencari tahunya nanti. Dia tidak ingin kecolongan, kalau tiba tiba nanti Kakeknya berbuat nekat pada orang orang di sekelilingnya saat ini.
"Sudah sore, mari kita pulang!" ajak Arion pada Aslam.
Pria paruh baya itu mengangguk, dia kembali meraih tablet yang di serahkan oleh atasannya. Kedua pria beda usia itu menuruni bukit dengan santai, sesekali mengobrol ringan- membicarakan pekerjaan hingga kehidupan warga sekitar.
🌴🌴🌴
Laju mobil Strada yang di kendarai Arion cukup pelan. Selain karena jalanan perkebunan mulai ramai oleh para pekerja yang lalu lalang, hendak kembali pulang. Arion juga masih ingin menikmati pemandangan indah- yang sangat sulit dia lihat saat di kota dulu.
Sejuk, damai, tenang dan entah kenapa Arion merasa lebih hidup setelah dia memutuskan untuk tinggal di tempat ini. Bahkan Arion memiliki ide untuk membuat Villa di tengah sawah, atau mungkin danau.
Salah satu sudut bibir Arion terangkat, dia akan berusaha mewujudkan ucapannya sendiri.
Danau, Sawah?
Kepala Arion berdenyut kala dua kata itu melintas di pikirannya. Entah kenapa kedua tempat yang ada di pikirannya saat ini, begitu tidak asing. Arion seolah pernah mendatangi kedua tempat itu-bersama seseorang.
Karena denyutan di kepalanya tidak kunjung reda, Arion memutuskan untuk menepi sejenak. Pria berusia 23 tahun itu menenggelamkan kepalanya di stir mobil.
Hingga tidak terasa Arion tertidur, entah tertidur dalam artian bagus atau mungkin tidak bagus- pingsan misalnya?
Hingga sebuah memori yang hilang kembali menghampirinya, membuat Arion berkeringat dingin.
'Ini sawah punya Ayah, kata Ayah kalau Bang Shaka sama Kak Aska udah besar, mereka berdua pemiliknya.'
'Kata Ayah, Ais cukup diam di rumah- nanti juga ada uang yang masuk ke rekening.'
Arion remaja tersenyum mendengar penuturan gadis yang masih berusia 15 tahun itu. Wajah cantiknya semakin bersinar saat Sang Matahari menerpanya.
'Kalau Bang Rimba yang ngasih Ais sawah, Ais mau gak?'
Aisya remaja menoleh, kedua sudut bibirnya terangkat sempurna membentuk senyuman lebar, hingga kedua matanya menyipit.
"Emang Bang Rimba punya sawah? terus buat apa Bang Rimba ngasih sawahnya sama Ais?'
Arion ikut tertular senyuman manis sang gadis, satu tangannya terulur untuk menyelipkan anak rambut nakal, yang keluar dari sela sela hijab Aisya.
'Buat Mas Kawin kita, nanti Bang Rimba kasih sawah sama perkebunan buat mahar pernikahan kita,' sahutnya pelan, terkesan dalam dan cukup serius.
Namun sepertinya tidak untuk sang gadis. Aisya yang masih polos hanya tertawa nyaring, gadis itu menganggap ucapan Arion hanya candaan belaka.
Sekilas memori ingatan itu membuat Arion masa ini tersenyum dalam tidurnya, bahkan satu titik air mata menetes dari sudut matanya.
"Aisya," gumamnya tidak sadar.
ARION TERPERANGKAP DIDALAM MEMORINYA YANG HILANG
MAS JEFF, SAMA OTHOR AJA NYOK, NYARI TUTUT DI SAWAH😂😂😂
YANG LAGI NYARI KONFLIK RUMAH TANGGA, CUSS AJA MAMPIR KE NOVEL KAK @SkySal 😘😘😘😘
efek kebanyakan nonton anime
pas gk ada aja baru terasa...
merebut darimu? gk salah ngomong?
Rimba milik Aisya sedari zaman masih ingusan
yg dipikirin harta harta dan harta terus...
toh gk punya cucu lagi loh situ tuh 😜
jadi bang Shaka ngincer gadis berhijab temennya Aisya 🤭
dikekepin mulu